Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Aku Mencintaimu


__ADS_3

Tentu saja hal ini membuat Nadine begitu khawatir terhadap Keenan, perasaannya menjadi tidak tenang dan tak bisa diam saja berada di rumah. Beberapa kali Nadine mencoba untuk menghubungi Keenan, akan tetapi sama sekali tidak ada jawabannya, bahkan pada akhirnya ponsel Keenan sudah tidak aktif.


Nadine pun segera saja mengambil kunci mobilnya yang ada di dalam kamar dan terburu-buru menuruni tangga hendak pergi mencari keberadaan Kakaknya itu.


"Nadine, kamu mau ke mana?" Tanya Nathan yang melihat putrinya itu berjalan tergesa-gesa.


"Aku mau ke rumah Bianca Pi, mungkin aja Kak Keenan ada di sana," jawab Nadine.


"Untuk apa kamu mencari Keenan Sayang?" Keenan itu kan sudah dewasa, mungkin saja jika saat ini dia memang masih berada di rumah Bianca atau mereka jalan-jalan dulu, nanti juga pasti pulang," kata Nathan.


"Ya nggak apa Pi, lagipula Nadine juga ada keperluan mau ketemu sama teman juga sebentar," ucap Nadine beralasan.


"Ya sudah, kalau begitu kamu hati-hati ya nyetir mobilnya," ucap Nathan.


"Iya Pi, aku pergi dulu ya. Nanti kalau Mama tanya aku, tolong Papi kasih tahu aja ya," ucap Nadine dan berlalu pergi.


****


Nadine melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi agar segera sampai ke rumah Bianca. Ia benar-benar tidak tenang sebelum melihat dimana keberadaan Keenan dan bagaimana keadaannya saat ini.


Benar saja, saat tiba di rumah Bianca, Nadine melihat mobil Keenan yang terparkir di depan rumah wanita itu. Lalu Nadine pun segera turun dari mobilnya dan secara diam-diam mengintip dari balik jendela. Di saat itu Nadine melihat Keenan dan Bianca sedang duduk di ruang tamu seperti sedang membicarakan hal yang penting, terlihat dari wajah keduanya yang saat itu terlihat sangat serius. Akan tetapi Nadine tidak tahu apa itu, ia sama sekali tidak bisa mendengar suara mereka.


"Keenan, sebenarnya kamu itu kenapa sih? Kenapa kamu terlihat begitu tidak suka melihat Nadine bersama dengan kekasihnya, atau jangan-jangan kamu cemburu? Keenan, Nadine itu adik kamu loh bukan pacar kamu, tapi kelakuan kamu itu seolah kamu cemburu karena kamu mencintai Nadine. Itu nggak mungkin kan Keenan, nggak mungkin kamu mencintai adik kamu sendiri," kata Bianca yang terlihat kesal sembari menatap Keenan.

__ADS_1


Akan tetapi Keenan malah mengalihkan wajahnya menatap ke arah lain, rasanya sangat enggan meladeni ucapan Bianca. Bahkan ia sendiri saja tidak tahu bagaimana perasaannya saat ini, ingin mengatakan jika ia memang mencintai Nadine, tetapi apakah itu hal yang wajar? Apakah itu boleh? Karena ia sendiri sadar jika Nadine adalah adik kandungnya sendiri.


"Aku ini lagi bicara sama kamu Keenan, bisa nggak kalau kamu menatap lawan bicara kamu," kata Bianca.


Dengan sangat terpaksa Keenan memutar wajahnya menatap ke arah Bianca. Lalu dengan sangat agresif Bianca langsung saja mencium bibir Keenan serta melum**nya dengan penuh gairah, berharap jika Keenan akan membalasnya.


Tentu saja hal itu membuat Keenan sangat terkejut dengan perlakuan Bianca yang sudah sangat berani, selama sebulan lebih mereka berpacaran Keenan sendiri belum pernah melakukan hal seintim ini terhadap Bianca.


Begitu pula dengan Nadine yang saat ini terlihat sangat syok dan merasakan jiwanya begitu bergejolak ingin menghampiri mereka dan menghentikan semuanya. Akan tetapi apa haknya, bukankah itu hal wajar yang dilakukan oleh sepasang kekasih? Tanpa sadar Nadine menitikkan air matanya merasakan kesedihan yang begitu mendalam. Karena tidak tahan lagi melihat akan hal itu, ia pun membalikkan tubuhnya segera ingin pergi. Akan tetapi, tidak sengaja Nadine malah menjatuhkan vas bunga yang ada di samping jendela tersebut, sehingga terpecah belah dan menimbulkan suara berisik.


Bianca yang mendengar akan hal itu hanya bersikap cuek, karena sedang diselimuti gairah yang menggebu dan memilih untuk tetap mencumbu kekasihnya itu meskipun tanpa perlawanan. Berbeda halnya dengan Keenan, ia langsung saja mendorong tubuh Bianca dengan kasar hingga ciuman itu pun terlepas dan Bianca terhempas ke di dinding sofa. Keenan berlari keluar untuk melihat siapa yang menyebabkan vas bunga itu terjatuh, saat itu ia pun melihat jika Nadine lah yang baru saja datang dan berlari hendak masuk ke dalam mobilnya.


"Nadine … tunggu!" Panggil Keenan, tetapi Nadine sama sekali tidak menggubrisnya dan langsung saja masuk ke dalam mobil serta pergi meninggalkan rumah Bianca.


"Akh … sialan, jadi ternyata tadi itu Nadine. Pasti dia sudah melihat semuanya dan menjadi salah paham," gumam Keenan, dan segera masuk ke dalam mobilnya untuk menyusul Nadine.


****


Keenan terus saja melajukan mobilnya mengejar mobil Nadine yang tampak begitu laju. Dengan kecepatan tinggi dan juga sangat ahli dalam mengemudi, akhirnya Keenan pun dapat mengejar mobil Nadine sehingga berada tepat di samping mobilnya.


"Nadine berhenti, Nadine … berhenti kamu," teriak Keenan.


Akan tetapi Nadine tak menggubrisnya dan malah semakin melajukan mobilnya itu dengan air mata yang bercucuran. Ia tidak tahu perasaan apa ini, kenapa ia begitu marah dan cemburu melihat Keenan bercumbu mesra dengan kekasihnya sendiri.

__ADS_1


Hingga saat di depan jalanan terlihat kosong, Keenan pun segera saja memberhentikan mobil Nadine dengan memberhentikan mobilnya di depan mobil adiknya itu. Tentu saja hal itu membuat Nadine begitu terkejut dan mendadak memberhentikan mobilnya. Lalu Keenan pun segera saja keluar dari mobil dan menghampiri Nadine.


"Nadine keluar," ucap Keenan sembari mengetuk kaca mobil.


Stelah menghapus air matanya, Nadine pun keluar dari mobilnya dan kini ia telah berdiri di hadapan Keenan.


"Kak Keenan sudah gila ya berhenti mendadak seperti itu, bagaimana kalau tadi aku nabrak mobil Kakak? Itu akan sangat berbahaya Kak!" Bentak Nadine menyembunyikan kegundahan hatinya.


"Tapi kenyataannya tidak kenapa-napa kan? Sudahlah Nadine, sekarang aku mau tanya sama kamu, kenapa kamu pergi begitu saja setelah melihat aku berciuman dengan Bianca dan sekarang aku dapat melihat kalau kamu merasa begitu kecewa sehingga menghindariku," kata Keenan.


"Kakak nggak usah sok tahu deh Kak, siapa juga yang kecewa. Aku hanya tidak mau mengganggu kalian saja," bantah Nadine.


"Kamu nggak usah bohong sama aku Nadine, aku bisa tahu karena aku juga merasakan hal yang sama," kata Keenan.


"Hal yang sama? Apa maksud kamu?" Tanya Nadine.


"Kamu benar-benar tidak tahu apa maksud aku? Aku mencintaimu Nadine, maka dari itu aku sangat tidak suka melihat kedekatan kamu dengan Farel, apalagi kamu menjalin hubungan dengannya," ucap Keenan.


Deg …


Jantung Nadine rasanya berdetak begitu cepat, aliran darahnya juga terasa mengalir begitu deras saat mendengar pengakuan dari Keenan.


"Apa? Kakak mencintai aku? Kakak sudah gila ya. Kita ini adik beradik Kak, aku ini adik kamu, kita satu ayah. Bagaimana mungkin Kakak mengatakan kalau Kakak mencintai aku," ucap Nadine yang tak mempercayainya.

__ADS_1


"Ya aku tahu ini salah Nadine, tapi aku tidak bisa membohongi perasaan aku lagi bahwa aku mencintai kamu. Bahkan sejak kecil, pertama kali kita bertemu aku sudah menyukai kamu, meskipun itu hanyalah cinta monyet. Dan semakin lama kita dekat, kita selalu bersama, aku menyadari bahwa cinta ini semakin besar untuk kamu. Aku sudah mencoba untuk menepis perasaan ini karena kamu adalah adik aku, aku meyakinkan hati aku kalau aku menyayangimu hanya sebagai adik. Tetapi nyatanya aku benar-benar mencintai kamu Nadine, bukan sebagai adik," ucap Keenan menatap Nadine dengan tatapan mendamba.


Bersambung …


__ADS_2