Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Menghubungi Keenan


__ADS_3

Setelah mendapatkan nomor ponsel yang ia inginkan, Amanda pun segera saja masuk ke dalam kamarnya dan ingin menghubungi orang tersebut. Akan tetapi ia juga ragu, apa mungkin orang itu akan menjawab teleponnya, sementara sama sekali tidak mengenali dirinya. Tetapi ia harus tetap menghubungi orang itu, karena ini semua adalah demi kebaikan orang yang telah bersikap baik padanya.


Ting …


Sebuah pesan WhatsApp masuk pada ponsel Keenan.


Keenan yang saat itu sedang mengerjakan beberapa pekerjaan yang ia bawa pulang ke rumah pun langsung saja meraih ponselnya tersebut. Setelah dilihatnya ada pesan masuk dari nomor tidak dikenal, Keenan memilih untuk mengabaikannya terlebih dahulu lalu melanjutkan pekerjaannya kembali.


Setelah selesai dengan pekerjaannya dan baru saja ia merebahkan diri ingin beristirahat. Ia langsung saja meraih ponselnya karena teringat akan pesan dari nomor yang tak di kenal itu. Keenan langsung saja membuka dan melihat isi pesan Whatsapp itu.


"Tuan Keenan, kamu dan keluarga kamu harus menjaga Bu Dinda dengan baik, karena saat ini Bu Dinda sedang dalam bahaya."


"Tentu saja pesan tersebut membuat Keenan merasa terkejut dan terganggu. Ia merasa penasaran kenapa ada orang yang mengirim pesan tersebut untuknya. Lalu ia pun segera saja menghubungi pemilik nomor ponsel tersebut.


Saat menyadari jika Keenan menghubunginya, Amanda sangat takut untuk menjawabnya. Bukan takut akan Keenan, tetapi ia takut jika Clara terbangun dan mendengar percakapannya dengan Keenan. Sudah pasti rencananya untuk menyelamatkan Dinda akan berantakan, yang ada ia pasti akan dihukum dan dimarahi habis-habisan oleh Nyonya galaknya itu.


"Duh … bagaimana ini. Jika aku tidak menjawabnya, pasti Keenan akan merasa curiga dan merasa aku mempermainkannya. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumam Amanda yang mondar-mandir karena kebingungan.


Karena Keenam terus saja menghubunginya, akhirnya Amanda langsung saja me-reject telepon dari Keenan yang membuat pria itu merasa kesal.


"Iseng banget sih orang ini. Nggak ada kerjaan kali ya malam-malam mengganggu ketenangan orang lain. Aku yakin orang ini pasti hanya iseng saja, tapi dari mana dia tahu nomor WhatsApp aku? Kenapa juga dia harus mengirim pesan seperti ini, dia juga tahu nama Mama. Dan kenapa dia harus membawa-bawa Mama, seolah Mama sedang terancam," gumam Keenan.


Tetapi ia juga tidak dapat membohongi perasaannya bahwa ia juga terpikir oleh kata-kata orang tersebut dan merasa khawatir jika benar-benar akan terjadi sesuatu kepada wanita yang ia sayangi. di saat itu Keenan juga teringat saat makan malam tadi, Dinda terlihat sangat lain dari biasanya, ia yang bisanya banyak bicara, selalu bertanya kabar tentang anak-anaknya, tadi hanya diam saja seperti sedang menyimpan masalah. Setelah makan pun Dinda juga tak banyak bicara, ia langsung saja mengemasi meja makan dan langsung masuk ke dalam kamar dengan alasan tubuhnya yang sangat lelah dan ingin segera beristirahat. Tidak seperti biasanya ia pasti akan mengajak keluarganya duduk dulu di ruang keluarga untuk berkumpul bersama.


Ting …

__ADS_1


Sebuah pesan kembali di kirim ke WhatsApp Keenan, sehingga ia pun langsung saja membacanya.


"Maaf aku tidak bisa menjawab telepon kamu. Aku tidak bisa menjelaskan apa penyebabnya dan kamu tidak perlu banyak bertanya apa maksud pesanku ini. Yang jelas aku hanya bisa mengatakan kamu harus berhati-hati karena Bu Dinda benar-benar sedang dalam bahaya. Tolong jaga Bu Dinda dengan baik."


Lagi-lagi pesan itu membuat Keenan merasa keheranan. Pesan tersebut juga membuat Keenan menjadi gelisah dan tidak dapat memejamkan matanya. Lalu Keenan pun memutuskan untuk membalas pesan tersebut setelah tadi ia sama sekali tidak membalasnya


"Kamu siapa? Kalau memang sekarang ini kamu tidak bisa menjawab telepon saya, sebaiknya besok kita bertemu di Cafe Rainbow jam 09.00 pagi."


Setelah menerima pesan dari Keenan membuat Amanda menjadi kebingungan.


"Bagaimana bisa aku bertemu dengan Keenan, sementara selama 24 jam aku harus berada di sisi Nyonya Clara. Kalau tiba-tiba aku berpamitan ingin keluar, pasti Nyonya Clara akan bertanya kemana aku akan pergi? Karena waktu itu aku pergi dan mengatakan ada urusan sebentar saja, mak lampir merasa curiga dia langsung bertanya-tanya serta marah-marah karena aku telat menjemputnya di cafe waktu itu. Apa yang harus aku lakukan sekarang?" Gumam Amanda.


Lalu ia pun membalas pesan Keenan.


Karena menurut Keenan yang mengirim pesan tersebut tidak jelas, bahkan diajak bertemu saja tidak mau serta tidak memberitahu apa alasannya, akhirnya Keenan pun mengabaikan pesan tersebut dan tidak menggubrisnya lagi. Bahkan Keenan memblokir nomor tersebut. Keenan lebih memilih mencoba untuk memejamkan matanya saat ini hingga ia terlelap.


Sementara itu, saat ini Amanda masih saja mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur memutar otaknya memikirkan bagaimana caranya untuk bertemu dengan Keenan dan menjelaskan tentang semuanya.


"Oh iya, kenapa aku tidak ajak Keenan bertemu malam-malam saja seperti jam-jam sekarang ini," gumam Amanda yang merasa sangat senang karena mendapatkan ide cemerlang di dalam otaknya.


Akan tetapi semuanya sudah terlambat, di saat Amanda ingin mengirim pesan kepada Keenan untuk mengajaknya bertemu, ia menyadari jika nomornya telah diblokir oleh Keenan dan membuatnya kini kembali merasa kebingungan.


"Aduh … ternyata nomor aku diblokir. Pasti Keenan mengira aku ini sedang mempermainkannya. Bagaimana ini? Mudah-mudahan saja Keenan percaya dengan pesan yang aku kirim tadi. Mudah-mudahan saja keluarganya bisa menjaga Bu Dinda. Aku tidak tahu apa yang sudah dilakukan Nyonya Clara saat ini kepada Bu Dinda, karena dia merubah rencananya untuk menculik atau menyiksa fisik Bu Dinda dengan menyiksa batinnya secara perlahan. Kalau saja aku bisa menyelamatkan Bu Dinda, pasti aku akan lebih memilih menyelamatkannya," gumam Amanda.


Lalu ia juga mencoba memejamkan matanya yang terasa sangat sulit hingga akhirnya ia pun terlelap.

__ADS_1


****


"Bagus Bianca, semakin lama performa kamu ini semakin bagus. Saya yakin kamu bisa menjadi model go international jika kamu selalu seperti ini," puji Reno yang merupakan bos di perusahaan tempat Bianca bekerja dan terkenal sebagai playboy meskipun usianya sudah menginjak 45 tahun, sudah memliki istri beserta 3 anak.


"Terimakasih Tuan Reno, aku janji akan bekerja semaksimal mungkin supaya aku bisa menjadi model go international," ucap Bianca.


"Ya itu bagus, saya suka semangat anak muda seperti kamu. Kamu memang harus berjuang lebih keras dari sekarang untuk menikmati hasilnya kelak. Oh iya Saya mau menyampaikan padamu bahwa ada satu perusahaan baru yang bergerak di bidang iklan yang mempunyai perusahaan entertainment di luar negeri ingin bekerja sama dengan kita. Pemilik perusahaan ini merupakan model go international pada zamannya. Mungkin saja jika beliau melihat foto-foto kamu ini dan tertarik, maka beliau akan mengontrak kamu dan bisa saja kamu akan menjadi model go international juga berkat bantuannya seperti impianmu itu Bianca," ucap Reno.


"Oh ya? Apakah itu benar Tuan? Tapi siapa dia?" Tanya Bianca.


"Tentu saja Saya benar, meskipun beliau tidak membuka Perusahaan Modeling, tetapi beliau mempunyai Perusahaan Entertainment di luar negeri, dan di sini beliau mencoba membuka Perusahaan Iklan yang itu artinya akan melibatkan para model, untuk itu beliau ingin bekerja sama dengan perusahaan kita. Tentunya aku tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini, karena saham yang akan beliau tanamkan juga tidak main-main Bianca, jumlahnya sangat besar. Asalkan salah satu model di sini bisa membuatnya puas dan saya percayakan ini padamu. Beliau adalah Clara," ucap Reno.


"Clara? Aku tahu siapa dia Tuan. Tentu saja aku juga tidak akan menyia-nyiakan kesempatan ini. Terimakasih Tuan telah mempercayakannya kepada saya, saya janji tidak akan mengecewakan Tuan Reno," ucap Bianca.


"Baiklah! Nanti siang Nyonya Clara akan datang ke sini. Kita akan bertemu dengannya langsung," ucap Reno.


"Iya Tuan, lagipula nanti siang aku juga tidak ada jadwal pemotretan," ucap bianca.


"Oke, ingat usahakan semaksimal mungkin untuk menampilkan kualitas terbaik kamu di depan Nyonya Clara. Jika kamu berhasil membuat Perusahaan Iklan itu bekerja sama dengan kita, maka saya akan memberikan kamu bonus yang besar," ucap Reno.


"Terimakasih banyak Tuan, aku yakin tidak akan menyewakan Tuan," ucap Bianca.


Tentu saja Bianca senang mendengar akan hal itu, karena menurutnya ini adalah kesempatannya setelah lama menjadi model, akhirnya ada kesempatan untuknya bekerja sama dengan perusahaan besar dan jika berhasil ia akan menjadi model go International.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2