Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Mengeluarkan Isi Hati


__ADS_3

Siapa sangka jika hubungan yang selama ini terlihat baik-baik saja, ternyata menyimpan banyak kegundahan di dalam diri mereka masing-masing. Seperti Nadine yang terlihat sangat memaksakan diri untuk bersama Farel. Sedangkan Farel yang sudah begitu Ikhlas untuk mencintai Nadine apa adanya, memberikan seluruh perhatiannya meskipun ia tahu awalnya Nadine sama sekali tidak pernah mencintainya, bahkan mungkin saja sampai saat ini, malah sama sekali tidak dihargai oleh Nadine. Nadine malah menganggap jika perhatiannya itu terlalu berlebihan, sehingga Farel pun merasa begitu kecewa terhadap kekasihnya itu.


Kini Farel pun melajukan mobilnya tak tentu arah, ia tak tahu hendak kemana saat ini. Bahkan jika kembali ke perusahaan pun, rasanya ia tidak bersemangat untuk bekerja. Hingga ia memutuskan untuk pergi ke sebuah tempat dimana tempat tersebut tidak terlalu jauh dari jalan raya, terlihat di sana ada jembatan di atas sebuah sungai yang mengalir sangat deras. Di sanalah Farel berusaha untuk menenangkan hati dan pikirannya.


"Nadine … kenapa kamu tega sekali melakukan ini padaku Nadine. Aku hanya ingin memberikanmu perhatian karena aku mencintai kamu, tapi kenapa, kenapa kamu sama sekali tidak tahu itu, kamu sama sekali tidak bisa melihat itu, akh …!" Teriak Farel meluapkan rasa kekesalannya itu hingga menguap ke udara.


Di saat itu, Farel pun menaikkan 1 kakinya pada pagar jembatan tersebut seperti orang yang ingin melompat ke bawah sungai. Ketika itu pula ada seseorang yang melihatnya dan segera saja menghampirinya.


"Hei kamu mau bunuh diri ya? Sudah bosan untuk hidup!" Teriak seorang wanita, sehingga Farel pun menoleh ke arahnya.


Farel melihat wanita tersebut yang sedang melangkahkan kaki semakin mendekatinya, yang saat itu sedang diam mematung dan kebingungan.


"Kamu kenapa? Sedang ada masalah dan mau bunuh diri? Sudah tidak ada jalan lain lagi ya, pendek banget pikirannya. Paling hanya karena masalah putus cinta kan," ucap wanita tersebut yang membuat Farel merasa kesal mendengarnya.


"Eh kamu, kalau kalau kamu tidak tahu apa-apa, lebih baik diam saja. Kenapa juga kamu harus ikut campur dan sok menebak-nebak seperti itu," kata Farel.


"Ya sebenarnya aku sama sekali tidak perduli dan tidak bermaksud juga untuk ikut campur. Tapi karena tadi tidak sengaja aku melihatnya, jadi aku mau kamu menundanya dulu lah. Karena aku tidak mau nanti setelah kamu terjun ke bawah, terus kamu mati, kamu malah gentayangan lagi. Seharusnya kalau mau melakukan sesuatu itu dipikir dulu," ucap wanita itu.


"Kamu itu siapa sih, tiba-tiba saja muncul seperti hantu dan nyerocos tidak jelas seperti itu. Jangan-jangan kamu lagi hantu penunggu jembatan ini," hardik Farel.


"Enak saja kamu kalau bicara, mana ada hantu jembatan secantik aku," kata wanita itu dengan pedenya.


"Adalah, Si Manis Jembatan Ancol," kata Farel.


"Berarti kamu mengakui dong kalau aku manis," kata wanita itu yang mendadak tersenyum geli mendengar ucapannya sendiri. Pada dasarnya ia hanya ingin membuat Farel melupakan niat untuk bunuh diri seperti yang ia pikirkan.


Farel mengerutkan keningnya, tetapi tidak bisa dipungkiri jika sebenarnya ia juga sedikit terhibur dengan kedatangan wanita yang tidak tahu dari mana asal usulnya itu.


"Ya sudahlah, susah juga berbicara dengan orang yang sedang patah hati. Kalau kamu mau bunuh diri, ya sudah lanjutkan saja. Tapi tunggu ya biar aku lewat dulu dan menjauh dari jembatan ini," kata wanita itu, lalu ia pun segera saja melangkahkan kakinya hendak meninggalkan Farel.


"Hei wanita gila, siapa juga yang mau bunuh diri. Aku hanya ingin menenangkan pikiranku di sini karena aku sedang ada masalah," teriak Farel hingga langkah wanita tersebut pun terhenti, lalu ia membalikkan tubuhnya dan mendekati Farel kembali.


"Jadi kamu tidak mau bunuh diri?" Tanya wanita itu.


"Ya tidaklah, aku hanya ingin meluapkan rasa kekesalan aku saja. Kamu saja tuh yang main asal menuduh aku ingin bunuh diri," jawab Farel.


"Oh begitu, ya sorry deh. Aku pikir kamu mau bunuh diri. Ya sudah mumpung aku sedang free, bagaimana kalau aku temani kamu di sini. Ya siapa tahu kalau ada temannya perasaan kamu itu akan lebih tenang," ucap wanita itu yang bermaksud baik.

__ADS_1


"Ya sudah kalau begitu," jawab Farel.


Lalu Farel dan wanita itu pun berjalan secara beriringan menuju ke sebuah kursi yang tidak jauh dari sana.


"Oh iya, kenalkan aku Farel," ucap Farel menjulurkan tangannya.


"Aku Amanda," ucap Amanda yang menyambut juluran tangan tersebut.


Ya wanita tersebut adalah Amanda, asisten Clara. Amanda yang tadinya mendapatkan tugas di luar dari Clara, tidak sengaja melewati jembatan tersebut dan melihat Farel seperti ingin bunuh diri, untuk itulah ia turun dari mobilnya dan mendekati Farel untuk mencegahnya.


"Kamu kenapa bisa ke sini?" Tanya Farel.


"Karena aku melihat kamu yang mau bunuh diri lah," jawab Amanda apa adanya.


"Sudah aku katakan kalau aku tidak mau bunuh diri," jelas Farel.


"Iya maaf, aku kan tidak tahu. Tapi kamu memang sedang ada masalah kan? Kenapa kamu sampai berdiri di sini sendirian, seperti orang mau bunuh diri seperti itu," tanya Amanda.


"Ya biasalah, ini hanya masalah percintaan," ucap Farel.


"Memang ribet ya kalau sudah menyangkut masalah percintaan. Untung saja aku nggak punya pacar," kata Amanda.


"Idih, bukan karena itu juga lah. Lagipula walaupun aku jomblo dan nggak punya pacar, sebenarnya ada kok pria yang saat ini sedang aku suka. Pria tersebut juga baru putus dengan kekasihnya. Tapi aku belum punya keberanian untuk mendekatinya," kata Amanda yang mendadak raut wajahnya terlihat sedih.


"Oh ya, memang kenapa kamu nggak berani? Seharusnya kamu mendekatinya saja, kamu coba dulu. Kan kalau tidak dicoba dulu, tidak ada yang tahu bagaimana hasilnya," kata Farel.


"Pasti rasanya akan sangat sulit sih untuk memaksakan seseorang mencintai kita. Meskipun aku mencintainya, tetapi dia tidak mencintaiku itu sama saja akan terasa sakit," ucap Amanda yang membuat Farel pun terdiam.


Karena apa yang Amanda ucapkan itu benar, Farel sendiri sudah mengalaminya hingga hubungannya pun menjadi seperti saat ini.


****


Karena permintaan dari Clara, hingga pada akhirnya Bianca pun terpaksa untuk menemui Keenan kembali, lagipula jauh dari dalam lubuk hatinya sebenarnya ia masih mencintai Keenan, akan tetapi karena keegoisan dan keinginannya untuk menjadi model go international sehingga ia pun mengenyampingkan hubungannya dengan Keenan yang menurutnya sangat mengganggu konsentrasi kerjanya. Akan tetapi sejujurnya ia merasa sangat kesepian, karena biasanya selalu ada Keenan yang menemani hari-harinya, meskipun tidak selalu dan hanya melalui ponsel.


Kini Bianca sedang dalam perjalanan menuju ke perusahaan Keenan yang memilih untuk pergi sendiri. Karena menurutnya ini adalah masalah pribadinya, sehingga ia tidak mau Siska mengetahuinya. Hal itu pun dijadikan Siska kesempatan untuk beristirahat, karena dia juga sangat lelah dengan pekerjaan-pekerjaan Bianca yang selalu ia tangani.


Setibanya di Perusahaan Collin Group, Bianca pun segera saja masuk dan langsung melangkahkan kakinya menuju ke ruangan presdir. Karena para staf di perusahaan tersebut juga sudah mengenal Bianca adalah model ternama dan juga pacar dari bos mereka, sehingga dengan mudah Bianca pun masuk ke dalam sana. Tetapi baru saja Bianca tiba di depan ruangan Presdir, di saat itu pun ia bertemu dengan Bisma terlebih dahulu.

__ADS_1


"Maaf Nona Bianca, apa Nona Bianca mencari Tuan Keenan?" Tanya Bisma.


"Ya sudah jelaslah aku mencari Keenan. Tidak mungkin aku mencarimu," jawab Bianca ketus.


"Iya, saya tahu Nona. Tapi maaf Nona, Tuan Keenan sedang tidak mau diganggu oleh siapapun. Itu yang tadi Tuan Keenan pesan kepada saya," kata Bisma.


Seakan mengetahui jika Bianca akan datang ke perusahaannya, Keenan pun meminta agar tidak ada satu orang pun yang mengganggunya, kecuali Bisma sendiri yang datang, itu pun hanya untuk menyampaikan soal pekerjaan. Entah apa yang sedang dipikirkan oleh Keenan saat ini, hanya saja saat ini ia sama sekali tidak mau diganggu.


"Tapi aku benar-benar ingin bertemu dengan Keenan, ada hal penting yang ingin aku sampaikan," ucap di Bianca.


"Sekali lagi saya minta maaf Nona, ini permintaan Tuan Keenan dan saya tidak bisa membantahnya," ucap Bisma.


Karena mendengar ribut-ribut di depan pintu ruangannya, akhirnya Keenan pun memutuskan untuk keluar melihat siapa yang membuat keributan tersebut.


"Bisma, biarkan saja dia," ucap Keenan saat melihat Bianca dan Bisma ada di sana.


"Kan sudah aku katakan kalau Keenan tidak akan keberatan untuk bertemu denganku," hardik Bianca.


"Baik Tuan, saya permisi!" Ucap Bisma meninggalkan keduanya.


"Kamu masuk saja jika memang ada yang ingin dibicarakan," kata Keenan lalu diikuti oleh Bianca masuk ke dalam ruangannya dan duduk di sofa dalam ruangan tersebut.


"Keenan, aku minta maaf. Aku tahu jika kelakuanku waktu itu sangat keterlaluan, tapi aku benar-benar minta maaf ya dan aku ingin kita memperbaiki hubungan kita lagi," ucap Bianca.


"Kamu nggak salah minta maaf dan minta memperbaikinya? Bukankah waktu itu kamu mengatakan jika kamu sudah mengucapkan kata pisah, kamu yang memintanya, maka kamu tidak akan menarik kata-kata itu kembali," kata Keenan.


"Ya aku benar-benar minta maaf Keenan, waktu itu aku benar-benar emosi. Tapi aku sadar kalau aku nggak bisa hidup tanpa kamu, aku terlalu mencintai kamu Keenan," ucap Bianca.


"Maaf Bi tapi sayangnya itu semua sudah terlambat. Karena aku sudah menghilangkan rasa cinta itu untuk kamu," kata Keenan.


"Secepat itu kamu melupakan aku dan membuang rasa cinta itu?" Tanya Bianca.


"Ya, karena pada awalnya aku juga tidak terlalu mencintai kamu," jawab Keenan.


"Tapi kenapa Keenan? Bukankah selama ini hubungan kita baik-baik saja," ucap Bianca.


"Baik-baik saja bagaimana maksud kamu. Kamu lupa ya kalau kita selalu bertengkar karena kamu selalu menuntut hal yang berlebihan dariku. Aku sadar Bi kalau selama berpacaran denganmu, aku sudah mengubah jati diriku sebagai Keenan yang sebenarnya. Kalau kamu memang mencintaiku, seharusnya kamu bisa menerimaku apa adanya, bukan malau memintaku untuk menjadi orang lain seperti yang kamu inginkan. Lagipula aku minta maaf karena sebenarnya aku sudah mencintai wanita lain, yang pastinya itu bukan kamu," ucap Keenan yang akhirnya pun mengeluarkan isi hati yang sebenarnya. Hanya saja ia belum bisa mengatakan siapa wanita yang ia cintai itu.

__ADS_1


Bersambung …



__ADS_2