Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Memberi Perhitungan


__ADS_3

Setelah apa yang ia dengar dari Bisma, membuat Keenan pun tak mungkin bisa tinggal diam. Segera saja ia meraih kunci mobil dan hendak pergi saat itu juga.


"Tuan Keenan, Anda mau kemana?" Tanya Bisma.


"Tolong kamu reschedule jadwal meeting hari ini. Saya harus pergi sekarang karena ada hal yang lebih penting," ucap Keenan.


"Baik Tuan," jawab Bisma.


"Pasti Tuan Keenan akan menghampiri ibu kandungnya. Apa yang harus aku lakukan sekarang? Atau aku hubungi saja Tuan Nathan atau Nona Nadine. Lebih baik Tuan Keenan saja, ya itu lebih baik," gumam Bisma lalu ia pun segera saja merogoh ponsel di dalam saku celananya dan menghubungi tuan besarnya itu.


Meskipun Bisma tak bisa menjelaskan kepada Nathan secara detail, tetapi hanya menyebut intinya saja bahwa saat ini Keenan sedang pergi menemui ibunya di perusahaan C&K Group karena ada hal yang sangat penting, membuat Nathan pun tidak banyak bertanya dan langsung saja bergegas menuju ke sana dengan memberi alasan kepada sang istri ada hal yang sangat penting menyangkut perusahaan, sehingga Dinda sama sekali tidak menaruh curiga apapun terhadap suaminya itu.


****


Saat ini Keenan pun telah sampai di sebuah perusahaan yang diberitahu oleh asistennya tadi, yaitu Perusahaan C&K Group. Tentu saja perusahaan tersebut sangat tidak asing bagi Keenan, karena ia pernah datang ke sini sebelumnya untuk mengantar dan menjemput Bianca saat ia masih berhubungan dengan wanita tersebut. Bahkan ia juga pernah masuk ke dalam perusahaan itu untuk mengembalikan kado yang Bianca berikan karena tak jelas siapa pengirimnya.


"Ternyata ini perusahaan milik Mami. Apa yang dimaksud Mami dengan C&K itu adalah singkatan dari Clara dan Keenan? Ah mana mungkin, pasti kebetulan saja nama suami barunya itu berawalan huruf K juga, sama denganku. Tapi aku tidak menyangka ternyata Bianca juga ikut terlibat dalam masalah ini. Ya aku yakin pasti dia juga ada di dalam sandiwaranya Mami, pasti ada hubungannya juga dengan Mami saat Bianca mau menjebakku waktu itu. Aku tidak akan tinggal diam, aku pasti akan memberi perhitungan kepada Mami, meskipun dia adalah ibu kandungku sendiri. Karena Mami telah berani mengusik keluargaku dan hendak mencelakai Mama, ibu yang sangat aku sayangi," batin Keenan yang tampak gusar.


Segera saja Keenan melangkahkan kakinya masuk ke dalam Perusahaan C&K Group dan langsung menuju ke loby untuk menanyakan dimana keberadaan ibu kandungnya itu.


"Beritahu saya dimana keberadaan Nyonya Clara saat ini," pinta Keenan yang tak suka berbasa-basi, ia juga sudah tidak sabar lagi ingin menemui pemilik Perusahaan C&K Group.

__ADS_1


"Maaf Tuan, apa Anda sudah ada janji dengan Nyonya Clara sebelumnya?" Tanya resepsionis.


"Tidak perlu membuat janji, katakan saja aku Keenan, Presdir Perusahaan Collin Group yang mau bertemu dengannya. Cepat katakan sekarang!" Titah Keenan yang terlihat begitu emosi dan membuat resepsionis itu merasa takut.


Lalu segera saja resepsionis tersebut menghubungi asisten Clara, yaitu Amanda dan memberitahu apa yang tadi Keenan sampaikan.


"Tuan Keenan, Nyonya Clara saat ini ada di ruangannya di lantai 3. Silahkan Tuan langsung saja ke sana, Nyonya Clara menunggu Anda," ucap resepsionis.


Tanpa mengucap kata apapun, Keenan pun segera saja melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Clara yang dimaksud oleh resepsionis tadi.


Tok … tok … tok …


Keenan mengetuk pintu saat ia sudah tiba di depan ruangan Direktur Utama.


Clara yang melihat kedatangan anaknya itu pun merasa sangat senang, ia langsung beranjak dari tempat duduknya dan menyambut kedatangan Keenan dengan memberikan pelukan.


"Sayang, akhirnya kamu datang juga ke sini untuk menemui Mami. Mami yakin hati kamu pasti akan melunak, buktinya sekarang kamu menemui Mami kan," ucap Clara yang memeluk Keenan semakin erat.


Akan tetapi Keenan malah dengan kasar mendorong tubuh Clara hingga pelukannya itu pun terlepas, lalu menatapnya dengan tajam.


"Keenan, kamu kenapa? Apa yang kamu lakukan terhadap Mami?" Tanya Clara kebingungan.

__ADS_1


Bukan hanya Clara, tetapi Amanda yang juga berada di dalam ruangan tersebut juga merasa terkejut melihat Keenan yang bersikap kasar kepada ibu kandungnya sendiri, apakah sebenci itu Keenan terhadap ibunya? Pikir Amanda.


"Nyonya, saya permisi," ucap Amanda dan segera saja keluar dari ruangan direktur. Menurutnya ia sama sekali tidak ada hak untuk ikut campur masalah keluarga orang lain.


****


Sementara itu, Nathan saat ini sudah berada di depan Perusahaan C&K Group. Memang setelah mendapat kabar dari Bisma tadi, Nathan pun tak membuang waktu lagi untuk segera menyusul Keenan. Sehingga setelah Keenan tiba, tidak lama pun ia juga telah tiba di perusahaan tersebut.


Sama halnya dengan yang Keenan lakukan tadi, Nathan pun segera saja menuju ke loby untuk mencari tahu dimana ruangan Clara berada. Akan tetapi Nathan sedikit lebih lembut dibandingkan anaknya tadi saat berbicara dengan resepsionis yang terlihat begitu tergesa-gesa dan emosi.


Setelah resepsionis memberitahu kepadanya, langsung saja Nathan melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Clara. Akan tetapi di saat Nathan sudah berada di depan ruangan itu, ia tidak langsung masuk melainkan memilih untuk tetap berada di depan ruangan tersebut, mendengarkan pembicaraan Clara dan Keenan terlebih dahulu.


"Mami sama sekali tidak mengerti apa yang kamu maksud Keenan, apa maksudnya? Kenapa kamu begitu marah terhadap Mami?" Tanya Clara meminta penjelasan.


"Jangan pura-pura tidak tahu, aku tahu kalau Anda kan yang mengirim surat teror untuk Mamaku, Anda mengancamnya dan membuatnya ketakutan. Bahkan Anda juga sudah mengancam keselamatannya, Anda ingin mencelakainya. Aku tahu itu semua adalah ulah Anda yang dari dulu tidak pernah menyukai Mamaku. Tapi aku ingatkan, jangan pernah lagi mengganggu keluargaku atau aku akan memberikan perhitungan terhadap Anda," ucap Keenan dengan suara lantang.


Clara menggelengkan kepalanya, ia begitu syok dan tak percaya mendengar Keenan berani mengancamnya seperti itu dan lebih membela Dinda yang ibu tirinya dibandingkan ia yang ibu kandungnya sendiri. Clara juga dapat melihat dengan jelas bagaimana Keenan yang saat ini sangat marah terhadapnya, membuat hati Clara pun terasa sangat sedih diperlakukan kasar dengan anak yang sudah dilahirkannya dengan bertaruh nyawa.


Di saat itu juga, Nathan yang mendengar masalah itu pun segera saja masuk ke dalam ruangan tersebut.


Clara dan Keenan sama-sama terkejut menatap ke arah pria yang saat ini sudah berdiri di hadapan mereka dengan menatap tajam, tak kalah dengan tatapan yang Keenan berikan kepada Clara tadi.

__ADS_1


"Ada apa lagi ini?" batin Clara yang mencoba untuk tetap tenang, meskipun di dalam hatinya ia sudah sangat merasa ketakutan melihat kehadiran Nathan.


Bersambung …


__ADS_2