Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Salah Paham


__ADS_3

Bukannya penjawab pertanyaan ibunya itu, Keenan malah terlihat melamun. Ia merasa kecewa karena menurutnya Nadine telah ingkar janji dengan menceritakannya kepada sang Ibu, padahal Nadine sudah berjanji kepadanya bahwa rahasianya itu akan aman.


"Ma, maaf ya, Keenan lagi nggak mau bahas soal ini. Mama nggak apa-apa kan kalau Keenan belum bisa cerita sekarang?" Ucap Keenan.


"Oh … iya Sayang, kalau memang seperti itu nggak apa-apa dong. Tapi nanti kalau sudah siap kamu cerita ya ke Mama," ucap Dinda.


"Iya Ma, nanti Keenan pasti akan cerita. Kalau gitu Keenan mau masuk ke kamar dulu ya Ma, kebetulan Keenan udah ngantuk banget, mau istirahat. Besok juga ada meeting pagi," ucap Keenan.


"Ya sudah Sayang, kamu tidur yang nyenyak ya. Good night Sayang," ucap Dinda.


"Good night too Mom," balas Keenan, lalu ia pun melangkahkan kakinya menuju ke lantai atas.


Akan tetapi bukannya langsung masuk ke dalam kamarnya, melainkan ia mengetuk pintu kamar yang ada di sebelah kamarnya itu, kamar siapa lagi kalau kalau bukan kamar adiknya, Nadine.


"Nadine … !" Panggil Keenan.


Nadine yang saat itu sedang mengguling-gulingkan tubuhnya di atas kasur sembari mengotak-atik ponselnya itu pun segera saja bangkit dari tempat tidur dan membukakan pintu untuk kakaknya itu.


"Ada apa sih Kak? Kok teriak-teriak seperti itu," tanya Nadine saat Keenan telah berdiri dihadapannya.


"Sekarang kamu jujur sama aku, kenapa kamu bilang ke Mama tentang rahasia aku? Kenapa kamu menceritakan ke Mama tentang apa yang sudah aku ceritakan ke kamu waktu itu?" Tanya Keenan dengan sorotan mata tajam.


Nadine mengernyitkan dahinya. "Maksud Kakak apa? Aku nggak mengerti kamu bicara apa Kak. Aku nggak ada ngomong apa-apa ke Mama tentang Kakak." Nadine sama sekali tidak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Keenan.

__ADS_1


"Kamu nggak usah bohong dan nggak usah pura-pura bego. Kamu kan yang sudah cerita ke Mama tentang pertemuanku dengan Mami waktu itu di restoran. Dan aku rasa bukan hanya Mama yang tahu, pasti Papi juga sekarang sudah tahu," ucap Keenan.


"Kak, aku nggak pernah bilang apa-apa ke Mama ataupun Papi. Aku juga nggak tahu dari mana Mama bisa tahu Kak. Kenapa Kakak malah menyalahkan aku seperti ini sih, memangnya kamu ada bukti kalau aku yang mengatakan hal itu kepada Mama," Kata Nadine.


"Siapa lagi yang sudah memberitahu Mama kalau bukan kamu Nadine. Karena yang tahu soal ini hanya kamu, yang tahu soal pertemuan ini hanya kamu dan kamu tahu, tadi Mama bertanya sama aku apa Mami ada menemui aku lagi atau tidak. Aku nggak bisa jawab apa-apa untuk saat ini. Kamu tahu kan kalau aku lagi nggak mau membahas soal Mami, kamu tahu kan betapa kecewanya aku terhadap Mami. Dan sekarang aku kecewa sama kamu karena kamu nggak bisa menjaga rahasia aku Nadine," kata Keenan yang terlihat begitu kecewa terhadap adiknya.


"Kak, bukan aku yang bicara soal itu ke Mama. Kamu sudah salah sangka sama aku Kak, kamu salah paham," ucap Nadine mencoba menjelaskan.


Tetapi Keenan yang saat itu dipenuhi rasa emosi pun segera saja pergi meninggalkan Nadine dan masuk ke dalam kamarnya serta membanting pintu kamar hingga Nadine pun merasa terkejut.


"Ada apa lagi sih ini, kenapa baru aja aku baikan dengan Kak Kenan, ada lagi masalah yang buat kita bertengkar. Lagipula mana aku tahu sih Mama tahu dari mana, kenapa Kak Keenan malah jadi menyalahkan aku seperti itu? Aneh banget," gumam Nadine.


Sementara itu saat di dalam kamar, Keenan masih tampak uring-uringan sendiri karena masih kesal terhadap Nadine.


****


Keesokan hari, suasana kembali hening seperti sedia kala di saat Keenan dan Nadine tidak saling bertegur sapa. Keenan yang saat itu merasa masih sangat kesal terhadap Nadine pun memilih untuk tidak ikut sarapan dan langsung saja pergi ke perusahaan dengan alasan ada materi yang belum ia selesaikan untuk rapat pagi ini. Tentu saja Nadine tahu alasan sebenarnya, tetapi ia pun hanya diam karena menjelaskan kepada Keenan juga sama sekali tidak ada gunanya, Keenan tetap tidak percaya dan malah menuduhnya. Hingga akhirnya Nadine pun memilih bertanya kepada orang tuanya langsung.


"Ma, apa yang aku boleh tanya?" Ucap Nadine di sela-sela sarapan.


"Kamu mau tanya apa Sayang? Tanya aja," ucap Dinda.


"Apa benar kata Kak Keenan tadi malam Mama bertanya kepada Kak Keenan tentang Maminya. Dari mana Mama tahu soal Kak Keenan yang nggak sengaja bertemu dengan maminya di restoran pada malam hari itu?" Tanya Nadine.

__ADS_1


Dinda dan Nathan saling bertatapan hingga akhirnya kembali menatap Nadine dan Dinda pun menganggukkan pelan kepalanya.


"Ya Nadine, kamu benar. Memang tadi malam Mama bertanya. Tetapi Keenan sama sekali tidak menjawab apapun. Mama hanya bertanya setelah bertemu dengan maminya waktu itu di restoran, apakah maminya ada menemuinya lagi," kata Dinda.


"Kenapa Mama bertanya seperti itu dengan Keenan? Ada apa Ma?" Tanya Nathan.


"Ya Mama hanya penasaran saja Pi. Apa benar Clara kembali lagi ke sini untuk mengambil Keenan lagi dari kita. Kalau memang itu benar, sudah pasti Clara akan menemui Keenan lagi kan," kata Dinda.


"Ma, sudah Papi katakan itu hanya ketakutan Mama saja. Clara datang ke Indonesia bukan untuk Keenan, pasti dia ada tujuan lain. Papa yakin itu," ucap Nathan.


"Kamu tidak tahu Pi. aku sudah bertemu langsung dengan Clara dan bahkan kita berdua sudah berdebat masalah Keenan. Clara sendiri yang mengatakan bahwa dia akan merebut Keenan dari aku, aku takut Pi," batin Dinda. Ia masih belum bisa mengatakan kepada suami dan juga anaknya bahwa telah bertemu dengan Clara.


"Ma, tapi bukan itu yang mau aku tanyakan," ucap Nadine.


"Jadi kamu mau tanya apa Sayang?" Tanya Dinda.


"Dari mana Mama dan Papi mengetahui soal itu. Karena seingat Kak Keenan dia hanya memberitahu tahu ke aku. Hanya cerita ke aku. Tapi bagaimana bisa Mama tahu, sekarang Kak Keenan menjadi salah paham sama aku. Kak Keenan marah sama aku, katanya aku nggak bisa menjaga rahasianya. Dan aku tahu alasan Kak Keenan sebenarnya pagi-pagi sudah pergi ke perusahaan, itu bukan karena ada materi yang belum selesai tetapi karena Kak Keenan marah sama aku. Kak keenan kesal sama aku Ma," ucap Nadine dengan tatapan sendu.


Dinda terdiam, ia menjadi merasa bersalah terhadap Nadine. Karena belum sempat menjelaskan kepada Keenan, menyebabkan Keenan pun menjadi salah paham kepada Nadine.


"Maafkan Mama Nadine. Jadi waktu itu Mama tidak sengaja mendengar percakapan kalian berdua di balkon. Untuk kesalahpahaman ini Mama yang akan menjelaskan langsung ke Nathan. Kamu tenang saja ya Sayang," ucap Dinda.


"Iya Ma," jawab Nadine menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2