Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Menentang Hubungan


__ADS_3

Tak hanya Keenan dan Nadine yang syok melihat kedatangan seseorang yang tak disangka, tetapi orang tersebut juga sangat syok melihat apa yang mereka berdua lakukan.


"Oma?" Ucap Keenan dan Nadine secara bersamaan.


Cynthia yang saat itu kebetulan pergi keluar sebentar karena mencari sesuatu untuk sang suami, sengaja mampir ke butik Nadine ingin melihat pekerjaan cucunya itu. Akan tetapi, ia malah dikejutkan dengan pemandangan yang tidak sangat ia inginkan.


"O-oma, Oma sudah lama berdiri di situ?" Tanya Keenan yang tampak gugup.


Sedangkan Nadine di saat itu hanya diam saja, tidak tahu harus melakukan apa. Karena ia sadar betul bahwa apa yang barusan ia dan Keenan lakukan adalah sebuah kesalahan. Wajar saja jika saat ini Oma mereka itu akan marah atas perbuatan terlarang yang mereka lakukan.


"Oma baru saja tiba di sini, tapi sudah langsung disambut oleh perlakuan kalian yang tidak senonoh. Bagaimana jika Oma terlambat datang, bagaimana jika orang lain yang melihat apa yang akan kalian lakukan ini? Keenan, Nadine, kalian itu lupa ya apa hubungan kalian? Oma benar-benar tidak habis pikir, kenapa kalian bisa melakukan hal seperti ini? Bagaimana tadi jika pegawai Nadine melihatnya, apa pemikiran orang lain terhadap kalian!" Bentak Chintya yang terlihat begitu emosi.


"Memang kenapa Oma, kenapa dengan pemikiran orang lain atau bahkan Oma sekalipun? Aku sama sekali tidak peduli. Aku dan Nadine saling mencintai Oma, tidak ada yang bisa melarang hubungan kita. Memang apa salahnya jika kita merasakan cinta itu sejak kecil, sebelum kita mengetahui bahwa kita berdua adalah saudara," ucap Keenan.


Tentu saja Cynthia sangat terkejut mendengar pengakuan Keenan yang jelas-jelas mengungkapkan bahwa dia mencintai Nadine sejak kecil.


"Omong kosong apa yang kamu ucapkan itu Keenan, bahkan sejak kecil kalian sama sekali tidak mengerti akan cinta. Itu hanya cinta monyet," ucap Cynthia. "Kalian saling mencintai, apa itu benar Nadine? Apa kamu juga mencintai Keenan?" Tanyanya kepada cucu perempuannya itu pula.


Nadine menggelengkan kepalanya, matanya tampak berkaca-kaca karena ia merasa dalam situasi yang sangat sulit.


"Nadine, cepat kamu katakan saja kepada Oma. Kita nggak usah menyembunyikan hal ini lagi, bukankah hal ini sangat menyiksa bagi diri kita?" Ucap Keenan dan Nadine pun membenarkan akan hal itu.


"Kak Keenan, seharusnya kamu nggak berbicara seperti itu kepada Oma. Kakak tahu nggak sih masalah ini akan menjadi semakin runyam, akan jadi masalah untuk kita," ucap Nadine.


"Sudahlah Nadine, untuk apa juga kita terus menyembunyikannya. Oma juga sudah melihat apa yang kita lakukan barusan," ucap Keenan yang membuat Cynthia kebingungan.


"Keenan, Nadine, cepat jelaskan kepada Oma. Kenapa kalian malah berdebat seperti ini di depan Oma. Apa ini maksudnya, apa yang sebenarnya terjadi di antara kalian? Hubungan apa yang kalian miliki?" Tanya Cynthia.


"Benar kata Kak Keenan Oma, aku dan Keenan memang saling mencintai. Kita berdua tahu kita salah Oma, bahkan kita sudah melakukan hal yang tidak sewajarnya. Bukan hanya yang tadi kita lakukan saja Oma, tetapi lebih dari itu," ucap Nadine.


Keenan sangat terkejut, ia yakin Nadine akan mengungkapkan hal apa yang telah terjadi di antara mereka berdua.

__ADS_1


"Apa maksud kamu Nadine?" Tanya Cynthia.


"Nadine, kamu serius mau mengatakan hal itu kepada Oma?" Tanya Keenan.


"Untuk apa lagi Kak kita sembunyikan, bukannya Kakak sendiri yang bilang lebih baik kita mengatakan hal yang sebenarnya tentang hubungan kita. Bahkan Oma juga sudah melihatnya tadi, kenapa kita nggak menjelaskan atau memberitahu saja ke Oma tentang apa yang sudah kita lakukan waktu itu, apalagi itu juga karena ketidaksengajaan kan. Aku yakin Oma punya solusinya," ucap Nadine yang membuat Cynthia pun semakin tak mengerti dan menatap kedua cucunya seolah meminta penjelasan.


Karena sudah sangat yakin dan atas persetujuan Keenan juga, akhirnya Nadine pun menceritakan kepada Omanya tentang kejadian waktu itu, saat mereka melakukan hubungan terlarang karena jebakan dari seseorang, meskipun Nadine tidak menyebutkan siapa orang yang telah menjebak mereka waktu itu.


Setelah mendengar penjelasan dari Nadine dan Keenan, Cynthia merasa sangat syok tak bisa mempercayainya. Lalu tiba-tiba saja ia merasakan dadanya begitu sesak hingga ia tumbang begitu saja dan tak sadarkan diri. Membuat Keenan dan Nadine menjadi panik dan segera membawa Oma mereka itu ke rumah sakit.


****


"Keenan, Nadine, bagaimana dengan Oma kalian? Ini ada apa sih sebenarnya, apa yang terjadi sampai Oma bisa pingsan seperti itu?" Tanya Dinda yang baru saja tiba bersama Nathan. Ia terlihat begitu khawatir terhadap ibu mertuanya itu.


"Sayang, kamu tenang ya. Kita dengar dulu penjelasan dari Nadine dan Keenan," ucap Nathan menenangkan istrinya itu.


"Oma masih ditangani Dokter. Ma, Pi, Oma tadi syok karena melihat dan mendengar penjelasan dari kita berdua," ucap Nadine lirih, ia juga tak bisa menyembunyikan kesedihannya dan merasa sangat bersalah dengan kondisi Cynthia saat ini.


"Nadine, Keenan, apa yang telah kalian lakukan sampai Oma bisa seperti itu?" Tanya Nathan pula.


Krek …


Akan tetapi pintu ruangan IGD saat itu terbuka sebelum sempat Nadine dan Keenan menjelaskan kepada kedua orang tuanya itu. Kini tampak dokter yang keluar dari ruangan tersebut, hingga Nathan, Dinda, Keenan dan Nadine pun mendekati dokter yang juga menghampiri mereka.


"Apakah kalian keluarganya Nyonya Cynthia?" Tanya Dokter.


"Iya Dokter, kami keluarganya," jawab Nathan. "Bagaimana keadaan ibu saya Dok?"


"Jadi begini Tuan, ada yang ingin saya bicarakan tentang kondisi Nyonya Chintya kepada Tuan. Apa Anda bisa ikut saya ke ruangan saya sekarang," ucap dokter.


"Pi lebih baik Papi ikut Dokter saja dulu. Biar Mami dan Anak-Anak yang melihat keadaan Mama saat ini," ucap Dinda.

__ADS_1


Nathan pun menyetujuinya, lalu ia mengikuti dokter menuju ke ruangannya. Sedangkan keluarganya itu segera saja masuk ke dalam ruang IGD untuk melihat keadaan Cynthia.


Saat mereka di dalam ruangan tersebut, terlihat Cynthia yang telah sadar dan saat ini sedang berbaring lemah di atas brankar. Dinda pun segera saja melangkahkan kaki mendekati ibu mertuanya itu.


"Ma, bagaimana keadaan Mama? Apa sudah lebih baik?" Tanya Dinda.


Chintya menatap ke arah Dinda, akan tetapi di saat ia melihat Nadine dan Keenan yang saat itu mendekatinya, mendadak ia pun mengalihkan pandangannya. Ia masih merasa sangat marah dan kecewa terhadap kedua cucunya itu.


"Dinda, tolong kamu katakan kepada Anak-Anak kamu itu untuk keluar dari sini. Mama tidak mau melihat mereka," ucap Cynthia yang membuat Dinda kebingungan.


"Tapi kenapa Ma? Ada apa?" Tanya Dinda kebingungan.


"Kamu tanya saja dengan mereka apa yang barusan mereka lakukan," ucap Cynthia.


****


Kini Nathan dan Dinda pun tampak sedang menunggu penjelasan dari Nadine dan Keenan yang berada di ruang rawat inap Cynthia.


Ya Cynthia harus dirawat di rumah sakit untuk beberapa hari sampai keadaannya benar-benar pulih. Sedangkan Francisco di rumah dijaga oleh perawat khusus dan juga penjaga yang diutuskan oleh Nathan untuk menjaga orang tuanya itu, sehingga sangat aman meskipun saat ini mereka semua berada di rumah sakit.


Suasana tampak tegang, saat Keenan dan Nadine secara bergantian menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi kepada orang tuanya.


"Apa? Kalian berdua benar-benar keterlaluan! Kalian sadar tidak sih apa yang sudah kalian lakukan itu sangat salah," ucap Dinda yang tak percaya dengan apa yang terjadi diantara kedua anaknya itu.


Begitu juga dengan Nathan, ia terlihat begitu syok dan emosi saat mengetahui jika Anak-Anak mereka itu mempunyai hubungan khusus yang tak sewajarnya.


"Papi tidak tahu lagi harus bicara apa, yang jelas perbuatan kalian ini benar-benar sangat memalukan. Sebagai orang tua, sudah jelas kami menentang hubungan kalian, hubungan kalian ini adalah hubungan yang terlarang. Kalian berdua tidak akan mungkin bisa bersama selamanya. Seharusnya kalian sadar itu!" Ucap Nathan.


Di saat suasana yang mencekam saat ini, tiba-tiba saja Nadine merasakan kepalanya pusing, pandangan di sekitarnya pun menjadi buram hingga ia pingsan begitu saja.


Bersambung …

__ADS_1


__ADS_2