
"Hati-hati dong Dine, kok bisa sih kamu sampai mau jatuh seperti itu. Kalau tadi aku nggak cepat menangkap tubuh kamu gimana coba, pasti kamu sudah terjatuh ke bawah sana," kata Keenan sembari membantu Nadine untuk berdiri.
Karena di saat itu keduanya telah sadar dari lamunan serta menjadi salah tingkah.
"Ya iyalah jatuh ke bawah, kalau ke atas namanya terbang melayang. Lagipula aku itu bisa hampir terjatuh karena kamu," hardik Nadine.
"Loh kenapa jadi gara-gara aku?" Tanya Keenan menatap keheranan.
"Kalau bukan karena kaki Kakak yang tiba-tiba saja ada di depan aku, nggak mungkin aku bisa tersandung dan hampir terjatuh seperti tadi Kak," protes Nadine.
"Jadi kamu menyalahkan aku gitu," kata Keenan.
"Ya memang salah kamu kan. Aku nggak menyalahkan tapi memang itu murni kesalahan kamu," kata Nadine memperjelas ucapannya itu.
"Tahu ah, ribet memang menghadapi wanita. Bisanya hanya menyalahkan orang, tetapi tidak mau disalahkan," Ujar Keenan dan segera saja berlalu dari pandangan Nadine.
"Kak Keenan … hei Kak! Aku belum selesai bicara ya. Sudah main pergi aja," teriak Nadine.
"Bodo amat!" Teriak Keenan pula. Lalu segera saja ia masuk ke dalam kamarnya dan menutup pintu.
Di saat itu Keenan pun segera menyambar ponselnya yang ada di atas tempat tidur. Benar saja ternyata Bianca sejak tadi telah menunggu kabarnya dengan mengirim beberapa pesan WhatsApp yang langsung saja di baca oleh Keenan.
"Sayang, kamu kemana saja sih. Kenapa kamu nggak memberi kabar ke aku."
"Keenan, kamu lupa ya sama janji kamu. Baru juga beberapa hari kamu sudah mulai cuek lagi sama aku."
"Keenan … Keenan kamu ada dimana? Sebentar lagi pemotretan aku sudah selesai. Kamu sudah ada di rumah atau belum? Sudah makan atau belum?"
Pesan terakhir Bianca yang dikirim sekitar 10 menit yang lalu, dimana saat itu ia sedang berdebat dengan Nadine di tangga.
Karena mengetahui pesannya itu telah dibaca oleh Keenan, Bianca pun langsung saja menelponnya lewat telepon WhatsApp dan langsung dijawab oleh kekasihnya itu.
"Keenan, kamu kemana saja sih. Aku itu dari tadi chat kamu, kamu malah sama sekali nggak ada balas chat aku atau mengabari aku. Padahal aku sudah menyempatkan waktu aku untuk mengirim chat itu ke kamu," omel Bianca dari seberang telepon yang membuat gendang telinga Keenan terasa ingin pecah.
Sehingga Keenan pun menjauhkan ponselnya itu dari telinga, akan tetapi suara Bianca masih saja tetap mendengung di telinganya.
"Halo Keenan, kamu dengar nggak sih aku tuh lagi bicara," kata Bianca dengan nada kesal.
"Iya aku dengar kok. Aku minta maaf ya. Aku memang sudah sampai rumah dari tadi sore, tapi ya seperti itu lah, karena lelah jadi aku istirahat, mandi, makan malam dan ini baru saja selesai makan malam dan juga baru sempat pegang handphone. Jangan ngambek dong Sayang," terang Keenan.
__ADS_1
"Oke, aku nggak akan marah. Tapi besok pulang dari kantor kamu jemput aku ya di lokasi pemotretan," kata Bianca.
"Memangnya jadwal pemotretan kamu besok nggak sampai malam?" Tanya Keenan.
"Enggak. Besok aku ada jadwal pemotretan di perusahaan Iklan C&K yang baru saja bekerja sama dengan Perusahaan Modelling dan aku yang sudah dikontrak menjadi modelnya, yang aku cerita kemarin ke kamu. Hanya sampai sore, setelah itu aku sudah langsung diperbolehkan pulang untuk istirahat," jelas Bianca.
"Oh ya? Jadi perusahaan yang kamu ceritakan itu sudah mulai beroperasi?" Tanya Keenan.
"Iya Sayang. Jadi mulai besok aku sudah harus bekerja dengan mereka. Tapi jadwal pemotretannya nggak setiap hari dan kebetulan besok siang sampai sore adalah jadwal aku di sana," jawab Bianca.
"Ya sudah kalau begitu besok aku jemput kamu di sana, kamu share saja alamatnya ke WA aku. Aku janji besok akan cepat menyelesaikan pekerjaan," ucap Keenan.
"Oke, ya sudah kalau begitu aku maafin kamu kalau besok kamu nggak bohong, ingat sama janji kamu," ucap Bianca.
"Iya, kamu tenang saja. Aku janji kok kalau aku nggak akan bohong. Sekarang ini kalau kamu masih ada pekerjaan, kamu lanjutkan saja dulu. Aku juga ada pekerjaan sedikit dari kantor yang sengaja aku bawa pulang. Nanti kalau kamu sudah selesai bekerja dan sudah mau pulang, kamu kabari aja ke aku lagi," ucap Keenan.
"Iya Sayang, nanti aku pasti akan mengabari kamu kok," kata Bianca.
"Tapi kamu sudah makan kan?" Tanya Keenan yang sebisa mungkin menjadi pria pengertian dan perhatian seperti yang diinginkan oleh Bianca.
Meskipun sebenarnya sifat itu telah merubah 50% diri Keenan yang sebenarnya. Ya sifat Keenan yang terkenal cuek, acuh tak acuh tapi sebenarnya dia adalah pria yang baik dan sangat pengertian juga perhatian terhadap orang yang ia sayang, tanpa harus menunjukkannya secara langsung seperti itu.
"Iya Sayang, bye … ," balas Keenan mengakhiri telepon tersebut.
Tiba-tiba saja Keenan teringat lagi akan ucapan Nadine yang mengatakan lebih baik ia menjadi dirinya sendiri. Keenan menyetujui apa yang dikatakan oleh Nadine itu benar, tetapi Keenan hanya berusaha untuk menjadi pria yang diinginkan oleh kekasihnya. Lagipula ini semua agar ia dapat dengan cepat melupakan cintanya untuk Nadine.
****
Setelah selesai melakukan sesi pemotretan di Perusahaan J&K, karena Clara mengatakan ingin berbicara dengan Bianca di ruangannya, segera saja Bianca melangkahkan kakinya menuju ke ruangan Direktur utama pemilik perusahaan.
Tok … tok … tok …
Bianca mengetuk pintu ruangan pemilik perusahaan. Setelah dipersilahkan masuk oleh Clara, Bianca pun segera saja masuk ke dalam ruangan tersebut.
"Permisi Nyonya," ucap Bianca.
"Ya, silahkan duduk Bianca," ucap Clara.
"Terimakasih Nyonya," ucap Bianca dan langsung saja Bianca mendudukkan dirinya di kursi seberang Clara.
__ADS_1
"Bagaimana hari pertama kamu bekerja di perusahaan ini, apakah semuanya lancar dan baik-baik saja?" Tanya Clara.
"Iya Nyonya semuanya lancar dan baik-baik saja. Saya sangat menyukainya dan sangat berharap jika saya nantinya bisa menjadi yang terbaik di perusahaan Nyonya," ucap Bianca.
"Ya seharusnya seperti itu, karena kamu adalah model satu-satunya yang baru saya kontrak di perusahaan ini. Kamu tahu kan jika perusahaan saya ini baru saja beroperasi di bidang iklan, jadi saya tidak mau jika kamu sampai mengecewakan saya," ucap Clara.
"Iya Nyonya saya tahu dan merupakan suatu kehormatan, juga kebanggaan untuk diri saya. Jadi semaksimal mungkin saya akan berusaha untuk melakukan yang terbaik dan tidak mengecewakan Nyonya," ucap Bianca.
"Saya butuh bukti bukan janji, tapi saya suka melihat jiwa semangat kamu seperti itu. Oh iya Bianca, apa boleh saya bertanya sesuatu tentang pribadi kamu?" Tanya Clara.
Meskipun ia merupakan bos dari Bianca, tetapi tetap saja karena ini adalah hal pribadi, sehingga Clara masih punya etika untuk menanyakan soal itu.
"Tentu saja boleh Nyonya, saya akan menjawabnya dengan jujur jika saya mempunyai jawaban itu," ucap Bianca.
"Oke, jadi waktu itu, beberapa hari yang lalu saya tidak sengaja melihat kamu sedang bersama dengan Keenan Edward Collin anak dari pemilik Perusahaan Collin Group. Yang mau saya tanyakan, apakah Keenan itu adalah kekasih kamu?" Tanya Clara.
Bianca cukup terkejut mendengar pertanyaan dari bos-nya itu. Ia juga tidak berani untuk menanyakan kapan dan dimana Clara melihatnya, karena yang ada dalam pikirannya saat ini apakah ia harus berkata jujur atau tidak. Tapi bukankah seorang model juga tidak ada larangan untuk berpacaran? Apalagi memang pada kenyataannya Keenan juga adalah kekasihnya.
"Iya Nyonya, Keenan itu adalah kekasih saya. kita berpacaran belum sampai 1 tahun lamanya," jawab Bianca.
"Oh … jadi ternyata benar dugaan saya," ucap Clara.
"Dugaan apa ya Nyonya? Apakah sebagai seorang model yang bekerja di sini, saya tidak boleh berpacaran?" Tanya Bianca.
"Oh tidak, bukan seperti itu. benar dugaan saya jika kalian berdua berpacaran. Saya tidak akan melarang jika model atau pegawai di perusahaan saya berpacaran, tetapi dengan syarat kalian tidak boleh mengabaikan pekerjaan," ucap Clara.
"Tentu saja Nyonya, saya tidak akan mungkin mengabaikan pekerjaan. Terima kasih Nyonya," ucap Bianca dan ditanggapi anggukkan kepala oleh Clara.
"Oh iya, apa boleh saya minta tolong dengan kamu," ucap Clara yang menurutnya sudah saatnya ia memulai rencananya, karena ia mengontrak Bianca selain tujuannya untuk bekerjasama juga karena untuk melancarkan rencananya agar kembali dekat dengan Keenan.
"Ada apa, maksud saya minta tolong apa Nyonya?" Tanya Bianca.
"Tolong kamu berikan ini untuk Keenan. Katakan saja ada seseorang yang mengaguminya dan memberikan hadiah ini untuknya," ucap Clara sembari meletakkan sebuah bingkisan di atas meja.
"Ini apa Nyonya? Dan apa ini dari Nyonya?" Tanya Bianca.
"Kamu tidak perlu bertanya Bianca, kamu berikan saja bingkisan ini kepada Keenan, tapi kamu jangan mengatakan ini dari saya, katakan saja seperti yang saya katakan tadi. Kalau kamu bisa memberikannya dan Keenan pun menerimanya, saya janji akan terus bekerja sama dengan kamu. Selagi kamu juga mau membantu saya, saya juga akan membuat kamu menjadi model go international. Bukankah itu impian kamu? Itu sama sekali bukan hal yang sulit untuk saya, Bianca," ucap Clara.
Pada dasarnya Bianca merasa bingung dengan apa yang dimaksud oleh Clara, tetapi karena ia juga tidak mau menyia-nyiakan kesempatan ini akhirnya ia pun setuju untuk membantu Clara. Lagipula tidak mungkin jika Clara naksir atau menyukai Keenan karena Keenan lebih pantas untuk menjadi anaknya.
__ADS_1
Bersambung …