Terjerat Cinta Saudara

Terjerat Cinta Saudara
Penjelasan


__ADS_3

Karena terus dihantui rasa bersalah, Dinda pun memutuskan untuk pergi menemui Keenan di kantornya. Tentunya ia pergi bersama dengan Nathan sang suami. Ia tidak sabar menunggu kepulangan Keenan untuk menjelaskan tentang kesalahpahaman ini.


Setibanya di perusahaan, di saat itu Keenan masih terlihat sedang rapat bersama dengan beberapa jajaran dewan direksi perusahaan.


"Ma yang sabar ya, Mama lihat sendiri kan saat ini Keenan masih meeting. Lebih baik sekarang kita tunggu Keenan di ruangannya saja ya," ajak Nathan sembari menuntun sang istri.


"Iya Pi," jawab Dinda yang mengikuti langkah suaminya itu.


Selesai meeting pun Keenan langsung saja melangkahkan kaki menuju ke ruangannya dan merasa surprise dengan kehadiran kedua orang tuanya itu.


"Papi, Mama kok pagi-pagi sudah di sini. Nggak mengabari aku dulu lagi, ada apa?" Tanya Keenan.


"Iya Keenan, Mama dan Papi sengaja datang ke sini karena tadi pagi kan kamu tidak sarapan di rumah. Jadi Mama ke sini bawa sarapan buat kamu, pasti kamu belum sarapan kan?" Tanya Dinda.


"He … he … He … iya, Mama tahu aja. Memang tadi aku belum sempat sarapan karena menyelesaikan materi dan aku langsung meeting," jawab Keenan.


"Ya sudah sekarang kamu sarapan dulu ya," ucap Dinda.


Keenan pun langsung saja duduk dan menyantap sarapan yang telah dibawakan oleh ibunya itu.


"Ma, Pi, aku tahu kalian nggak mungkin datang ke sini hanya untuk mengantarkan aku sarapan kan? Sebenarnya ada apa, apa ada sesuatu yang ingin kalian sampaikan ke aku?" Tanya Keenan di saat ia baru saja selesai menghabiskan sarapannya itu.


"Keenan, jadi Mama mau bilang ke kamu kalau waktu itu Mama tidak sengaja mendengar pembicaraan kamu dan Nadine di balkon," kata Dinda.


"Maksud Mama? Pembicaraan yang mana Ma?" Tanya Keenan.


"Ya soal pertemuan tidak sengaja kamu dengan Mami kamu itu. Jadi kamu itu salah paham dengan Adik kamu, bukan Nadine yang memberitahu ke Mama tentang pertemuan kamu dengan Mami kamu di restoran. Kamu sudah salah paham dengan Nadine. Tidak seharusnya kamu marah seperti itu dengan Nadine, Sayang. Apa kamu tahu Nadine merasa sedih karena baru saja kalian perbaikan, kalian sudah harus marahan lagi hanya karena kesalahpahaman ini," ungkap Dinda.


"Jadi Mama bukan tahu dari Nadine soal ini?" Tanya Keenan.


"Iya Keenan. Jadi waktu malam itu Mama kamu mau ke lantai atas menemui Nadine, tapi karena Nadine tidak ada di kamar dan saat itu Mama tidak sengaja melihat kalian berdua sedang berada di balkon dan berbicara. Mama yang tadinya mau menyampaikan sesuatu ke Nadine, mau menghampiri kalian tetapi mengurungkan niatnya. Karena di saat itu Mama mendengar kalian berdua sedang berbicara serius. Mama tidak mau mengganggu pembicaraan kalian itu, ditambah lagi Mama melihat kamu sedih," jelas Nathan.


"Mama minta maaf Nak, Mama tidak bermaksud untuk menguping pembicaraan kalian. Tadinya Mama juga tidak tahu kalau kalian berdua sedang berbicara serius dan mama mendengar pembicaraan kalian itu. Maafkan Mama Keenan, Mama sama sekali tidak bermaksud untuk ikut campur urusan pribadi kamu. Tapi Mama harus menjelaskan ini, Mama harus meluruskannya, karena semua bukan salah Nadine, Mama tidak tahu soal ini dari Nadine," jelas Dinda pula.

__ADS_1


"Iya Keenan, lagipula kamu itu kenapa seperti anak kecil. Seharusnya kamu dengar dulu dong penjelasan Adik kamu, ini kamu main asal tuduh saja, kamu main langsung nyalahin Adik kamu dan malah nggak tegur Nadine seperti itu. Kasihan Nadine," ucap Nathan.


"Iya Pa, Mi, aku salah. Aku jadi merasa bersalah terhadap Nadine. Aku janji nanti aku akan menghubungi Nadine dan akan minta maaf, bila perlu siang ini aku akan ke butiknya langsung," ucap Keenan.


"Nah begitu dong, itu baru anak Papi dan Mama. Lalu bagaimana pekerjaan kamu, lancar kan?" Tanya Nathan.


"Alhamdulillah lancar Pi dan untuk meeting tadi, kalau melihat laporan perusahaan, perusahaan kita semakin bertambah maju. Karena perusahaan besar semuanya mempercayakan perusahaan kita dan mau bekerja sama," jelas Keenan.


"Good, Papi percaya sama kamu Keenan. Kamu benar-benar hebat dan berbakat. Di usia kamu yang masih muda, tapi kamu sudah mampu memimpin perusahaan. Papi jadi lega untuk benar-benar pensiun dan menyerahkan perusahaan seutuhnya kepada kamu," ucap Nathan.


"Terimakasih Pi. Ini semua karena Papi dan Mama juga yang selalu mendoakan aku, mendidik aku sehingga aku bisa seperti ini. Terimakasih ya Ma, Pi," ucap Keenan lalu memeluk kedua orang tuanya itu.


Rasa haru bahagia pun menyelimuti mereka saat ini.


****


Sesuai janjinya kepada sang ayah dan ibu, setelah jam istirahat makan siang Keenan pun segera saja melajukan mobilnya menuju ke butik Nadine. Ia ingin segera bertemu adiknya itu untuk meminta maaf sekaligus mengajaknya makan siang.


Akan tetapi saat tiba di lokasi, dari luar Keenan dapat melihat jika Keenan sedang bersama dengan kekasihnya yang saat itu sedang menikmati makan siang di butik. Seperti biasa jika ada waktu luang, Farel pasti akan datang ke butik dengan membawakan makan siang untuk kekasihnya agar tidak lupa makan. Karena kebiasaan buruk Nadine jika tidak diingatkan makan, ia memang selalu lupa untuk mengisi perutnya sendiri dan lebih mementingkan pekerjaan. Sehingga Farel yang begitu menyayangi Nadine, sangat memperhatikannya.


Akan tetapi di saat Keenan baru membalikkan tubuhnya dan hendak pergi meninggalkan butik, di saat itu Susi yang merupakan pegawai yang bekerja di butik Nadine itu melihatnya.


"Kak Keenan!" Panggil Susi yang membuat Keenan sontak terkejut dan melihat ke arahnya.


Meskipun Susi hanyalah pegawai dari adiknya, tetapi Keenan sudah akrab dengannya dan Keenan sendiri lah yang meminta Susi untuk memanggilnya dengan sebutan Kakak seperti Nadine memanggilnya. Susi sendiri juga sudah begitu dekat dengan Nadine, tidak hanya sebatas bos dan pegawainya.


Karena suara teriakan Susi itu membuat Farel dan Nadine pun menyadari jika ada Keenan di butik dan segera saja mereka beranjak dari tempat duduk untuk menghampiri Keenan.


"Susi, hai," sapa Keenan yang menjadi salah tingkah karena tertangkap basah.


"Hai juga Kak. Kak Keenan mau kemana? Kak Keenan pasti datang ke sini mau ketemu Kak Nadine kan, sebaiknya Kakak masuk aja. Ada Kak Farel juga Kak di dalam," kata Susi.


"Iya aku tahu, aku bisa lihat sendiri ada Farel di situ," ucap Keenan.

__ADS_1


"Kenapa Kak Keenan jadi terlihat kesal seperti itu?" Tanya Susi.


"Oh enggak, bukan kesal kok. Tapi aku baru ingat kalau aku ada janji siang ini, jadi aku harus pergi" ucap Keenan beralasan.


"Kak Keenan," ucap Nadine yang kini muncul bersama dengan Farel.


"Nadine, tadi aku kebetulan aja lewat sini. Jadi aku mampir rencananya mau ajak kamu makan siang, tapi aku lihat kamu sudah makan dengan Farel. Jadi lebih baik sekarang aku balik aja ke kantor lagi," kata Keenan.


"Oh jangan dong Rel, kebetulan tadi aku bawa makanannya 3 bungkus. Rencananya untuk Susi satu, tapi Susi sudah dibawain makan siang sama pacarnya. Jadi lebih baik untuk kamu aja," kata Farel.


"Nah benar kata Farel Kak, lebih baik untuk kakak aja. Kakak bilang tadi ke sini mau ajak aku makan siang kan, berarti Kakak belum makan dong. Jadi Kakak makan siang bareng kita ya," kata Nadine.


"Bisa-bisanya kalian berdua kompak mau memberi aku makanan yang seharusnya untuk orang lain, tapi ya sudahlah lebih baik aku terima aja," umpat Keenan dalam hati.


"Kak, Kakak mau kan?" Tanya Nadine.


"Ya sudah kalau begitu," jawab Keenan.


Lalu Keenan, Farel dan Nadine pun masuk ke butik untuk menikmati makan siang bersama.


"Oh iya kok Kak Keenan datang ke sini dan mau ajak aku makan siang lagi, bukannya Kakak sedang kesal dan marah sama aku ya?" Tanya Nadine.


Uhuk … Uhuk …


Tiba-tiba saja Keenan tersedak makanannya, yang membuat Nadine pun khawatir dan memberikan minuman untuk kakaknya itu.


"Kak ini diminum dulu, maaf ya Kak aku buat Kakak terkejut," ucap Nadine.


"Oh enggak, aku juga lupa dengan niat aku sebenarnya datang ke sini. Jadi sebenarnya aku datang ke sini memang ada tujuan lain," kata Keenan.


"Oh ya? Ada apa kak?" Tanya Nadine.


"Aku mau minta maaf sama kamu Nadine, karena aku sudah salah paham. Tadi Mama dan Papi ke perusahaan, Mama sudah menjelaskan semuanya," ucap Keenan yang membuat Nadine pun merasa lega.

__ADS_1


Bersambung …


__ADS_2