
"Bruuuk".Kedua tanganku menghantam meja makan karena marah.
"Emely tidak mau Dipaksa bertunangan seperti ini...Emely tidaak setuju..apalagi dengan orang yang tidak Emely kenal".ucapku sembari menarik kasar kursi untuk duduk.
"Pokoknya kamu harus mau...Ini kan untuk kepentinganmu,serta bisnis kita...Emely mengertilah".ucap Ayah setelah Meminum kopi dari cangkir keramik putih polos.
"benar kata Ayah...Emely..Ayah dan Ibu Mau yang terbaik untuk kamu...jadi Ibu mohon yah..Oohh iya sebentar lagi tim dekorasi akan datang untuk menghias ruangan ini agar terlihat lebih sempurna saat acaranya akan dimulai malam ini...".Ucap ibu Sembari memberiku roti selai.
Aku yang dengan perasaan yang sangat - sangat tak terima dengan semua ini pun segera memotong ucapan ibu.
"Apaaa Malaam ini?Tapikan aku belum menyetu...."."Cukup tak ada pokoknya kamu harus menerimanya".Seketika ucapanku terpotong dengan suara ayah tegas keras.
"Ya sudah..Ibu dan Ayah akan pergi mencarikan Gaun yang cocok.Agar Emely terlihat sempurna nanti malam".ucap ibu padaku.
Aku segera berdiri dari dudukku dan berlari melintasi setiap anak tangga agar bisa sampai kelantai atas tempat kamarku berada
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Emely Tchia,itu namaku kerap di sapa Emely aku gadis yang hidup serba berkecukupan namun aku sendiri tak pernah bangga apalagi bahagia akan hal itu karna kedua orang tuaku tak pernah memperhatikanku.mereka hanya mementingkan karir dan bisnis mereka.Sejak kecil aku merasa kesepian dan kurang beruntung,hingga sampai saat ini aku marasakan hal itu.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Air mata tak bisa kutahan lagi kini aku sendiri dikamar dengan perasaan hancur.Aku heran dengan kedua orang tuaku.Mereka peduli padaku hanya saat dimana mereka membutuhkanku untuk kepentingan bisnis.Mirisnya hidup ini.Mungkin karna mereka sibuk dengan bisnis mereka hingga mereka tak bisa meluangkan waktu untuk berfikir tentang perasaanku.
Aku mengambil ponselku dan menghubungi Lisa,sahabat yang selalu ada dikala senang dan susahku.Ia adalah sahabat yang benar - benar mengerti akan kemalanganku selama ini.
Aku menceritakan padanya semua yang telah ku alami pagi ini.Setelah sambungan telepon kami putus aku berbaring sejenak untuk mencoba menenangkan pikiranku yang kacau ini.
"Tok
Tok
Tok"
Tiba - tiba seseorang mengetuk pintu kamar ku.
Aku bergegas dari kasurku dan segera membuka pintu.Ternyata yang mengetok adalah asisten rumah tangga keluarga kami.
"Ada apa?".tanyaku."Ini ada bungkusan yang dititipkan Nyonya besar untuk Nona...".ucap Asisten rumah tangga itu sembari memberikan bukusan warna coklat muda padaku.
"oh..baiklah terimakasih".
Setelah Asisten rumah tangga itu pergi,aku kembali menutup pintu.Karena penasaran aku segera membuka bungkusan itu ternyata isinya Gaun abu - abu panjang yang berkilau bak dihiasi berlian serta diberi taburan serbuk emas.
__ADS_1
Aku memang menyukainya namun aku kesal mengapa gaun seindah ini harus kukenakan saat acara yang aku tak suka ini.
"Tidak pokoknya aku tetap tidak setuju dengan semua ini....Aku akan menggagalkan tapi bagaimana caranya agar cara ini... semua ini gagal".ucapku.Berpikir dan berpikir keras.
Aku terus berpikir bagaimana caranya aga aku bisa lolos dari acara pertunangan ini.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Nampaknya Dibawah semua sudah siap sama sepertiku yang juga sudah siap dengan gaun abu - abu yang berkilau,riasan wajah yang tidak terlalu tebal hingga wajahku agak terlihat natural namun bercahaya,serta kukenakan heals setengah jengkal favoritku dan tak lupa tataan rambut andalanku.
Kali ini aku benar - benar merasa sempurna.Sebelum keluar kamar aku menyelipkan kunci mobil di cela yang ada pada gaunku.
Tanganku tetap mememgang ponsel.Menarik nafas menghembuskanya kembali agar aku bisa lebih rileks.
Saat aku menuruni anak tangga pandangan semua tamu tertuju padaku,aku merasakan sambutan kecil dari tatapan mereka.Bagaikan wanita pada umumnya aku menuruni tangga.Sekilas aku seperti ratu yang telah ditunggu-tunggu kedatangannya.
Aku segera menghampiri Ayah dan ibu yang sedang asik mengobrol.
"Ya ampun anak ibu cantik sekali dengan gaun ini".Sambut ibu."iya ya bu.gaun pilihan ibu memeng the best".tambah ayah."Dimana orang yang akan bertunangan denganku?".tanyaku.
"Wah Wah Wah...Tampaknya Anak kita sudah tidak sabar bu".jawab Ayah sembari menatap kearah ibu dan tersenyum hingga memperlihatkan gigi putihnya.
"Ahh iya iya..kata orang tuanya Mereka akan segera datang..hohoho tenang saja Emely sayang calon tunanganmu itu Sangat tampan bak aktor Korea".jelas ibu.
Aku tak peduli calon tunanganku seperti apa yang jelas aku harus menggagalkan acara ini.
Ini kesempatanku melarikan diri.Tampa mepedulikan percakapan ayah,aku meminta izin pada ibu untuk ketoilet.
Dengan gesit aku berbelok menuju Garasi mobil.baru saja aku membuka pintu tiba- tiba,"Hei nona Mau kemana?".ternyata ayahku menyuruh para bawahannya untuk mengawasi mobilku.
Aku ketahuan dengan cepat aku membuka healsku dan berlari sekuat tenaga ternyata aku masih belum lolos,mereka masih tetap mengejarku.Aku terus berlari tampa sadar aku tiba di sebuah lorong buntu yang sepih.Aku tak tau harus sembunyi dimana.
Tiba tiba tanganku ditarik seorang lelaki dari sidut lorong yang minim cahaya.
"Tolong diam dan jagan berteriak.Dengarkan aku,Bantulah aku orang itu mengincarku.Jadi kumohon bantulah aku agar aku dan kau tidak tertangkap".pinta lelaki itu padaku.
Demi keselamatanku juga aku menurutinya.tapi jika bukan karna ia telah menyelamatkan dengan cara menarikku di sudut yang sepih mungkin aku tak akan membantunya.
Langkah-langkah kaki itu semakin dekat ke arah kami berdua.Dengan segera lelaki itu melentang,serta aku berada dia atasnya memblakangi cahaya lampu jalanan.
"Sayang..ayo lakukanlah dengan benar...".ucapan pura-puraku ternyata menarik perhatian para bawahan Orang tua kami hingga mereka mendekati kami.
Karna tak mau tertangkap leleki itu mendekap kepalaku hingga bibir kita bersentuhan.
__ADS_1
"YaTuhan ciuman pertamaku yang paling berharga,ciuman yang hanya ingin ku berikan pada jodohku kini lenyap sudah".Aku tak berani melepaskan ciuman ini karena keselamatan.
"Ayo...pergi untuk apa kita menonton orang yang sedang berpacaran". ucap salah seorang bawahan itu
.Mereka semua pergi tampa mengetahui penyamaran kami.
Setelah mereka pergi aku baru bisa melepaskan ciuman hangat itu.
"Ah..maaf..".ucapku."Tak apa...terimakasih sudah membantu".ucap lelaki itu.
"Iya sama- sama".balasku.
"Ahh.i...itu...maaf..ciuman pertamamu ya?".tanya lelaki itu.
"iya".Jawabku.
"Ohh iya...Namaku Angga Calvin...Siapa namamu?...dan mengapa kau di kejar orang tadi?".tanya lelaki yang bernama Angga itu.
"Namaku Emely Tchia...aku dikejar karna aku kabur dari cara pertunanganku".jawabku.
"kau kabur,mengapa?".tanya angga sekali lagi.
"ini semua gara - gara keegoisan kedua orang tuaku.karena kepentingan bisnis mereka rela mengorbankan putri tunggal mereka".tampa sadar air mata menetes membasahi pipiku.
"Kau kenapa?...Hei jangan menagis".panik Angga
."Tak apa..,kau sendiri..mengapa mereka mengejarmu?".tanyaku sambil menghapus air mata dipipiku.
"Sebenarnya...aku dikejar karena aku kabur dari rumah..Ayah dan Bundaku ingin menjodohkanku dengan anak perempuan dari rekan bisnis mereka yang tidak kukenali".jelas Angga.
"Astaaga ternyata kita memiliki nasib yang sama ya..".
Kami bercerita sembari berjalan keluar adri lorong yang Minim cahaya itu.
Kini wajah Angga terpapar cahaya lampu jalanan sehingga tampak jelas.
Ya Tuhan jantungku berdetak kencang sekaligus aku terkejut ternyata lelaki yang telah berciuman denganku memiliki wajah yang amat sangat tampan.
Matanya yang Sayup seperti layu namun tertap terlihat tegar.senyumnya yang lebar dan manis.serta lesung dipipi sebelah kerinya itu dan kulit putih yang tak pucat.Aku seperti bertemu Aktor Korea.
"Emely...Kau kenapa?".Ucap Angga yang membuat pandanganku berpaling darinya.
"Ahh Tidak..tidak apa-apa".jawabku dengan spontan
__ADS_1
Aku baru ingat rumah Lisa berasa tak jauh dari tempat kami berdiri sekarang.
Tak membuang-buang waktu lagi aku mengajak Angga untuk menginap di rumah Lisa karna hari sudah benar- benar malam kami juga tak membawa mobil,kecil kemungkinan bagi kami untuk Mendapatkan Hotel dengan kondisi seperti ini.