
" Permisi tante, kita kesini mau jenguk Byan. Katanya dia sedang sakit " terdengar pertanyaan dilontarkan salah satu dari tamu tersebut. Dan tak lain orang itu adalah Alan.
Ya, ternyata tamu yang datang itu adalah teman-teman satu kelas Byan dikampus. Alan, Chaca, Putri dan Airin.
"Ayo kalian silahkan duduk"
Bu Kinan dengan ramahnya mempersilahkan tamunya untuk duduk.
Setelah itu dia memanggil bik Darsih untuk menyiapkan minuman dan cemilan untuk disuguhkan kepada mereka.
"kalau boleh tau Byan sakit apa ya tan?" kali ini Chaca yang bertanya.
"cuman masuk angin, tapi tadi sampek muntah-muntah terus anaknya" jelas bu Kinan pada mereka.
"ayo-ayo diminum dulu, kalian pasti haus. Diluar udaranya lumayan panas"
Merekapun kemudian meneguk minuman yang sudah dipersilahkan.
" kalau begitu tante panggil Byannya dulu ya"
Bu Kinanpun kemudian beranjak untuk memanggil putranya.
Sementara di kamar, nampak Lifi dengan telatennya menyuapi Byan. Entah kenapa saat ini suaminya itu berubah menjadi seperti bayi.
Untung saja suaminya ini pas lagi sakit, kalau tidak mana mau Lifi menyuapinya.
"sayang, kok cemberut gitu mukanya. Kamu gak ikhlas ya nyuapin mas?" Byan menanyakan hal itu karena melihat raut wajah istrinya dari tadi nampak cemberut.
"bukannya gak ikhlas, cuman heran aja kenapa tiba-tiba manja kayak gini"
"ya udah entar malem giliran mas yang manjain kamu, gimana? Biar impas gitu" goda Byan pada istrinya
"ogah, ujung-ujungnya kamu modusin aku lagi kayak yang kemarin-kemarin"
Lifi jadi teringat saat ia meminta menginap semalam lagi dirumah orang tuanya. Dimana suaminya ini setuju tapi dengan syarat Lifi harus memberikan dirinya suplemen tambahan.
Lifi pikir Byan meminta suplemen beneran, gak taunya itu cuman akal-akalan Byan saja untuk bisa mengelabuhinya.
"emang pernah mas modusin kamu" ucap Byan sambil mengernyitkan keningnya.
"gak pernah" jawab Lifi cepat
"tu kan, gak pernah"
" gak pernah absen maksudnya" lanjut Lifi.
"wah, ngajak bercanda nih kamu, oke mas ladenin"
Byanpun langsung menggelitiki istrinya itu hingga membuatnya kelimpungan menahan rasa geli.
"mas....stop"
"biarin, suruh siapa ngajak bercanda duluan hm"
Byan mengatakan itu sambil tangannya terus bergerak menggelitiki istrinya.
__ADS_1
"siapa juga yang ngajakin bercanda"
ucap Lifi tak terima dengan apa yang dikatakan Byan baru saja.
Saat mereka tengah asik berdebat, terdengar suara mamanya memanggil mereka sambil mengetuk pintu kamar.
Lifipun segera bergegas untuk membukakan pintu mertuanya.
"iya mah, ada apa" tanya Lifi sopan
Bu Kinan nampak geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Pasalnya ini sudah kali keduanya bu Kinan mendapati kamar anak dan menantunya berantakan.
Dan sekali lagi bu Kinan juga mengira kalau anak dan menantunya ini habis melakukan ritual hubungan suami istri.
"emang dasar itu anak, udah tau sakit tapi masih sempet-sempetnya ngambil jatah" bu Kinan berucap dalam hati.
"Mah kenapa?" Lifi merasa tak enak hati saat melihat mertuanya tiba-tiba tersenyum sambil geleng-geleng kepala.
Jangan bilang kalau mama mengira kita habis ngelakuin yang enggak-enggak lagi.
Dalam bathin Lifi nampak menerka-nerka sendiri
"Ah itu, dibawah ada temen-temen kalian. Katanya mau jenguk Byan"
"Mm-maksud mamah?" tanya Lifi yang tiba-tiba kaget saat mendengar kata ada teman-teman yang datang.
"itu, temen kuliah kalian, yang dulu pernah kesini kayaknya deh" Bu Kinan berbicara sambil mencoba mengingat-ingatnya.
Lifipun menoleh ke belakang, karena masih nampak kaget kenapa teman-temannya ini bisa datang.
"yasudah mah, bentar lagi kita turun"
Kali ini Byan yang nampak menjawab. Pasalnya Lifi sendiri masih nampak mematung ditempatnya.
Bu Kinan pun kemudian beranjak keluar dari kamar mereka.
"Mas, kok mereka bisa kesini sih? Gimana ini" Lifi terlihat panik
"mas juga gak tau, yasudah kita temui saja. Lagian mungkin ini saatnya mereka tau tentang pernikahan kita"
"tapi mas...."
"udah ayo turun. Sekarang ataupun besok mereka pada akhirnya juga akan tau"
Byanpun meraih tangan Lifi untuk digenggamnya. Dan setelah itu mereka turun menemui teman-temannya dengan Byan yang masih setia menggenggam erat tangan istrinya.
Dibawah sana nampak mereka sedang asik bercengkrama dengan bu Kinan.
Hanya Airin yang terlihat diam saja dari tadi.
Sungguh Airin merasa gugup, karena sebentar lagi teman-temannya ini akan tau tentang pernikahan Lifi dan Byan.
"nah itu dia orangnya sudah turun. Kalau begitu tante tinggal ke belakang ya"
__ADS_1
Ketiga pasang mata nampak membulat sempurna manakala mereka melihat Byan tidak turun sendiri, melainkan ada sosok gadis disampingnya yang nampak Byan genggam erat tangannya.
Hanya Airin yang nampak biasa saja. Karena memang sebelumnya dia sendiri sudah tahu.
"Lifi, kamu kok bisa sama Byan, jangan-jangan....."
Chaca tak dapat meneruskan perkataannya.
Sungguh ia kaget dan tidak percaya dengan apa yang dilihatnya saat ini.
Begitupun dengan Alan dan juga putri. Mereka sama kagetnya seperti Chaca.
Byan dan Lifipun kemudian duduk bersebelahan.
"apa ini, tom and jerry apa sudah berubah judul menjadi masha and the bear" putri yang mengatakan hal itu.
" gue bakal jelasin. Tapi sebelumnya gue ucapin terima kasih karena kalian udah repot-repot jenguk gue. Padahal gue cuman masuk angin biasa kok"
Baru setelah itu Byan menceritakan secara detail dan runtut bagaimana awal mula mereka bisa sampai menikah.
"wah, ternyata Lifi bener-bener jodoh lho bro. Tau gitu lho gak perlu susah-susah buat mepetin tuh anak tiap hari" Alan yang mengatakan itu pada Byan.
"Udah berapa lama kalian nyembunyiin ini dari kita" kali ini putri yang bertanya
"baru satu mingguan" nampak Byan yang menjawab
"jahat bener kalian nikah gak ngundang-ngundang kita" Chaca terlihat memanyunkan bibirnya sebagai ungkapan kecewa pada sahabatnya ini.
"sumpah kita nikahnya dadakan. Gak ada resepsi, cuman akad nikah doang. Itupun yang hadir cuman saudara doang.
Jadi boro-boro ada resepsi, Kan udah gue bilang, kita ini dijodohin tapi sama-sama gak tau. Jadi otomatis kita gak mikirin masalah resepsi. Malah yang ada gue punya niatan buat kabur saat itu" Byan mencoba menjelaskan pada mereka.
Kenapa cuman niat doang, coba beneran kabur
Dalam batin Lifi bermonolog sendiri.
" Lif gimana rasanya malam pertama, sakit enggak?" kali ini Lifi yang menjadi sasaran kekepoan teman itu. Siapa lagi kalau bukan Chaca
Sebenarnya Chaca menanyakan hal itu hanya sengaja ingin menggoda Lifi yang sejak tadi nampak diam saja.
Lifi langsung tersedak salivanya sendiri begitu mendengar pertanyaan vulgar dari teman soplaknya ini.
"mulut lho lemes bener Cha" Putri mencubit mulut Chaca karena gemes dengan pertanyaan yang dilontarkan olehnya.
"aw....sakit do-dol" Kesal Chaca pada putri.
"habisnya itu mulut kayak gak pernah di sekolahin aja."
"tau tuh, lagian yang namanya malam pertama itu rahasia perusahaan. Ia kan Yang" kali ini Byan yang menimpali.
"widih panggilannya bikin hati melehoy cuy. Udah main sayang-sayangan aja nih" lagi Chaca nampak menggoda mereka.
Sepanjang mereka mengobrol, pasangan suami istri ini yang selalu jadi target sasaran bercanda mereka.
Dan parahnya lagi, Byan malah nampak menanggapi setiap candaan mereka. Al hasil ini membuat Lifi sangat geram pada suaminya ini.
__ADS_1
"komet, awas aja entar lho ya"