
"Bi Sum..!".Seru Angga kepada wanita tua yang umurnya sekitaran lima puluan itu.
"Tuan Angga".ucap penbantu yang bernama Sum itu,yang nampak kebingungan dengan apa yang ia lihat sekaranh ini.
"Sudalah jangan panggil aku Tuan lagi.panggil aku Angga saja".ucap Angga sebari merangkul dan membawakan bawaan pembantu itu masuk ke dalam.
Aku yang berdiri di sebelah sofa menatap Angga dan Bibi Sum yang sedang berjalan menuju arahku.Aku bingung mengapa mereka bisa akrab.Apa alasannya?
"Loh nak Angga ini siapa,istri ya?".tanya bibi itu yang membuat aku segerah berucap
"Oh..bukan Bi saya hanya temannya saja".Ucapku sembari menatap Angga.
"Bi Sum ini Emely Thcia,temanku.Emely ini bibi Sum..Bibi inilah yang merawat aku sejak bayi".Ucap Angga sembari melemparkan senyum Andalannya yaitu senyum tampan yang nyaris membuat aku meleleh.
"Oh begitu rupanya..Salam kenal ya Bi sum".ucapku sembari bersalman dengan Bibi sum yang murah senyum dan terlihat baik hati.
"Oh iyiy nona..".ucap bi Sum sambil senyum
"Bi jangan panggil aku nona panggil saja Emely".Ucapku
"Baiklah.nak Emely nak Angga..Bibi bres2 barang bibi dulu yah"
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Setelah hari yang lumanyan melelahkan kini tibalah waktu untuk makan malam.Makan malam kami bertiga berlalu dengan sempurna.
"Bi sum apakan aku boleh bertanya?".ucapku sembari berjalan membawa piring di tempat cician piring.
"iya boleh,mau tanya apa?".tanya bi sum dengan melontarkan senyum bak ibu yang mengasihi anak-anakanya.
Sembari menuju tempat cuci piring untuk mencuci,Bi sum kembali bertanya.
"Mengapa bi Sum begitu dekat dengan Angga?".tanyaku.
Sembari mencuci bisum menceritakan kisahya padaku.
"ohh soal itu..Begini bibi itu dulunya adalah kepala asisten rumah tangga di rumahnya nak Angga...ayah dan ibu nak Angga begitu baik ke bibi...karena mereka sibuk dengan pekerjaan jadi mereka yang mempercayakan bibi untuk mengurus dan mengasuh nak Angga,aduuh bibi jadi teringat saat nak Angga kecil dulu,ia sangat-sangat ceria".jelas Bi Sum.
"ohh jadi seperti itu ceritanya..lalu mengapa bibi berhenti dan lebih memilih untuk bekerja di sini?".tanyaku karena masih penasaran.
__ADS_1
"Bibi dipecat...saat nak Angga berumur 10 tahun ibu kandung nak Angga meninggal..saat itulah keceriaannya mulai pudar..ayah nak angga menikah lagi dengan seorang janda beranak satu yang licik...perlahan kasih sayang ayah nak Angga mulai terbagi sampai habis..nak Angga sering di lantarkan...bibi ini selalu membela nak Angga saat ia bertengkar dengan anak dari perempuan licik itu..nah hal itu membuat perempuan itu marah dan memecat serta mengusir bibi...setelah beranjak dari rumah itu bibi tak bertemu dengan nak Angga lagi.dan akhirnya bibi bertemu nak Angga disini bersama Nak Emely".jelas panjang lebar dari bibi.
"oh begitu".ucapku setelah bibi menceritakan semua yang membayar rasa penasaranku
"Bagaimana dengan kalian berdua?Pacaran?"tanya bi Sum sontak membuat aku terkejut kecil.
"eeh tidak bi!".ucap kagetku
"Lalu mengapa kalian tinggal serumah?".tanya bi Sum lagi.
Aku menceritakan semua yang terjadi pada bibi,sevbenarnya hal ini patut aku rahasiakan namun,aku rasa bi sum adalah orang yang tepat untuk aku berbagi semua ini.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Sama hanya denganku namun kali ini aku sadar ternyata Angga memikul beban yang lebih berat dari beban yang aku rasakan.
Bukan hanya sedih kehilangan ibunya.Namu yang terbayang di benakku adalah bagaimana perasaan anak yang kasih sayangnya dibagi serta dilantarkan oleh ayah kandungnya sendiri hanya karna anak tiri.
Entah angin anaeh apa yang menyambarku hingga aku membuat dam membawakan secangkir kopi kepada Angga.
Angga yang sedang sibuk mengotak-atik laptop ternyata menyadari keberadaanku,ia meletakan laptopnya dan menatapku yang sedang membawa secangkir kopi di atas nampan
"Tumben kau membuatkanku minum".ledek Angga.
Angga tak menolak ia segerah mengambil dan mencicipi kopi buatanku.
Sekarang yang terpikirkan olehku hanyyalah kondisi Angga ia tetap tegar walaupun banyak masalah,ia tetap berdiri kembali walau sudah di jatuhkan beberapa kali oleh kesedjhan yang sangat amat luar biasa menurutku.
Dulu aku pernah berfikir bahwa aku adalah orang yang paling menderita di dunia ini,tapi ternyata masih ada yang lebih menderita batinya dari pada aku.
Dengan meliahat cara Angga bertahan Aku juga tak mau kalah darinya aku harus menjadi lebih kuat lagi dalam mengatasi segala cobaan yang silih berganti menghantui kehidupanku.
"hei..hei..hei.Lau mengapa menangis?".ucap akngga sembari meletakan cangkir kopinya.
Tampa berfikir panjang Angga mengusap air mata dari pipiku.Tenyata selama berfikir tadi tampa sadar aku telas meneteskan air mata.
"Ah..tidak apa..maaf".ucapku
"Kau kenapa menagis..aku tak bialng kopi buatanmu tak enak..ini enak kok..manis seperti wajahmu...jangan menangis lagi ya..senyum-senyum..dimana Emely yang manis dan galak"Gombal Angga.
__ADS_1
"Huuh dasar kau..".ucapku agak kesal.Tapi aku senang.
Aku berhenti meneteskan air mata dan segera membahas soal kuliah besok dengan angga.Sambil duduk di sofa dan berbincang tak terasa sudah tengah malam.
Kini Angga sudah tidur dengan gaya duduknya.Karena aku juga sudah sangat mengantuk jadi aku memutuskan untuk tidur di sofa juga.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
"Nak Angga..Nak Emely..Ayo bangun sudah pagi".Suara seorang wanita tua membangunkanku dari tidurku.Teenyata itu suara bibi.Dengan mata samar kabur aku meliahat sekeliling.
Ternyata aku tidur satu sofa dengan Anga sambil menatap ke arahnya,aku bingung bukannya semalam Angga tidir berjauhan di sofa lain.Ternyata selama satu malam aku tidur dengan bantalan dari pahanya Angga.Angga dengan gaya duduknya itu juga iku terbangun sambul mengucek matanya.
"Ah itu Maaf..aku..".Ucapku ke Angga dengan perasaan bingung
"Selamat pagi...iya tak apa..aku yang melakukan ini..karna aku melihatmu tak nyaman dengan tidurmu disini karna itulah aku duduk disini".Ucap Angga membuat aku sekali lagi merasa berhutang padanya padahal hanya hal sepeleh yang ia lakukan.
"ohh...terima kasih".ucapku
"iya tak apa".balas Angga
Aku dan Angga segerah bergegas untuk besiap-siap pergi ke kampus untuk mempersiapkan kuliah kami.
Setelah mandi dan bersiap.Aku dan Angga sarapan bersama dengan bibi.Sebenarnya bibi tak mau sarapan bersama karena alasan ia tak enak dengan kami.Namun Aku dan Angga memanksanya karena bagi kami Bi Sum sudah Kami Anggap Ibu kandung kami sediri.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Aku dan Angga berangkat menggunakan mobil.Dalam perjalanan tak ada percakapan antara kami.
Ciiiiit.Bunyi rem mobil kami.
Mobil kami nyaris saja bertabrakan dengan mobil berwarna biru.Mobil itu juga berhenti.
Sekarang Aku melihat amarah yang ada di diri Angga.
"Ahhg sial!"geram Angga.
"Hei kau bisa menyetir tidak!.kalau sampai terjadi apa apa bagaimana".ucap Angga pada pengendara mobil biru itu.
Kemudian seorang lelaki berpakaian setelan serba hitam turun dari mobil itu nampaknya itu supir pribadi.Aku pun ikut turun bersama Angga.
__ADS_1
"Aduuh maaf..Maaf..salah saya tidak hati-hati.maaf..maaf".ucap supir itu.
Tak lama kemudian seorang pintu yang lain dari mobil itu terbuka.Seorang wanita bersetelan mewah keluar dari mobil itu.