
Hari itu Byan hampir saja terlambat sampai dikampus. Hal itu tentu saja karena tadi Byan memang sengaja mengulur-ulur waktu untuk berangkat kekampus.
Semenjak istrinya tidak lagi ke kampus pasca melahirkan, Byan selalu berangkat ke kampus lebih akhir dan langsung pulang begitu perkuliahannya selesai.
Kalaupun harus mampir ke tempat lain, palingan itu ke cafe atau ada titipan dari istrinya. Selain dua hal itu, Byan akan memilih langsung pulang agar bisa segera bertemu istri dan anaknya.
Ujian kali ini Byan ikuti dengan lumayan lancar. Disela-sela waktu istirahat, Byan menyempatkan diri untuk menghubungi istrinya.
Byan : Sayang.....gimana tadi ujiannya
Lifi : Lancar mas, mas sendiri gimana
Byan : sama, lancar juga. Adek tadi rewel gak?
Lifi : Enggak kok mas, tadi anteng sama mama
Byan : Syukurlah kalau begitu.
Byan sejenak terdiam sebelum melanjutkan pembicaraannya.
Byan : Sayang.....
Lifi : Iya mas, kenapa
Byan : Lemes banget, kayaknya butuh nutrisi
Lifi : Hm....mulai deh. Udah ah mending mas fokus ujian dulu aja
Byan : Kok dicuwekin sih
Lifi : Emang mas maunya apa
Byan : Kiss
Kalau sudah seperti ini, tanpa berdebat lagi Lifi langsung mengiyakan saja permintaan suaminya. Karena jika tidak, bisa berujung dirinya akan mendapat ceramah panjang lebar dari suaminya.
Lifi : Emmmmuach, semangat ujiannya.
Senyum Byan seketika terbit begitu istrinya ini mengabulkan permintaannya.
Byan : Love you my wife
Lifi : Love you too.
Setelah itu, tanpa meminta persetujuan suaminya, Lifi langsung saja mematikan ponselnya. Kemudian Lifipun bergegas untuk melihat kembali baby Rayyan.
__ADS_1
"Mah....maaf, tadi mas Byan telfon. Makanya habis ngerjakan soal Lifi gak langsung kesini" Lifi merasa tidak enak sendiri pada mama mertuanya. Setelah menyelesaikan ujiannya tadi dia tidak langsung menghampiri putranya karena mendapat telfon dari suaminya.
"Gak pa pa, kamu gak usah ngerasa gak enak kayak gitu. Lagian Rayyan dari tadi itu tidur kok. Udah kamu istirahat dulu, nanti kalau dia mau minum susu biar mama yang nganterin"
"Iy-iya mah" Lifi berbicara sedikit gugup karena merasa sungkan. Sungguh mama mertuanya ini begitu memperlakukan dirinya dengan begitu baikknya.
Lifipun kemudian pergi ke dapur. Tujuannya tentu saja untuk mengambil cemilan. Karena semenjak dirinya menyusui, nafsu makannya semakin bertambah.
"Bik, puding yang kemarin masih ada" Lifi bertanya pada bik Darsih sambil langkahnya menuju kearah lemari es.
"Ada non, kemarin nyonya bikinnya agak banyak. Katanya jaga-jaga takut sewaktu-sewaktu non Lifi kepengen"
"Mau saya ambilin non" Tawar bik Darsih
"Gak usah bik, biar Lifi saja"
Lifi terlihat mengambil dua potong puding dan membawanya ke meja makan.
"Bik, kenapa ya sejak Lifi menyusui kok sering banget ngerasa lapar, pengennya nyemil terus. Emang semua ibu menyusui gitu ya" Tanya Lifi pada bik Darsih disela-sela dirinya menikmati puding buatan mama mertuanya.
"Hampir semua ibu menyusui begitu non, soalnya bayi itu kan ikut menyerap nutrisi makanan yang dimakan ibunya lewat asi" Jelas bik Darsih yang di tanggapi Lifi dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.
"Jadi usahakan non Lifi makan makanan yang bergizi, biar den Rayyan sehat-sehat terus" Tambah bik Darsih kemudian.
"Iya bik, makasih ya ilmunya"
Setelah pudingnya habis, Lifi langsung menghampiri putranya. Dan benar saja ternyata Rayyan sudah bangun. Mama mertuanyapun memberikan Rayyan pada Lifi agar menyusuinya.
"Cayangnya mama aus ya." celoteh Lifi saat putranya sudah berada pada gendongannya.
Hingga tak lama kemudian Rayyanpun tertidur dan Lifi sendiri lantas kembali untuk mengikuti ujian berikutnya.
"Huft....." terlihat Lifi meniup ujung hijab dikepalanya begitu dirinya selesai mengerjakan soal ujiannya. Diapun kemudian membereskan laptop ke tempat semula.
Setelahnya dia memilih merebahkan sejenak tubuhnya untuk menghilangkan rasa lelahnyah. Hingga tanpa terasa dirinya tertidur dengan sendirinya.
Byan yang kala itu sudah berada dirumahnya langsung bergegas untuk bertemu istri dan anaknya.
"Byan....kamu udah pulang" Sapa bu Kinan begitu melihat putranya yang sepertinya baru pulang dari kampus.
"Iya mah, Lifi sama Rayyan dimana" Byan bertanya karena sejak masuk dia tidak melihat sosok istri dan juga anaknya.
"Rayyan lagi tidur, Lifi kayaknya lagi dikamarnya. Tapi kalau misalkan dia tidur jangan dibangunin. Kasian mantu mama pasti kecapek'an habis ujian." bu Kinan terdengar memperingatkan Byan agar tidak mengganggu waktu istirahat menantunya.
Byanpun lantas menjawabnya hanya dengan menganggukkan kepalanya. Setelah itu dirinya langsung menuju kamar sementara mereka. Dan benar saja, begitu pintu kamar terbuka dia mendapati istrinya sepertinya sedang ketiduran.
__ADS_1
Dihampirinya sang istri yang dalam mode terlap, kemudin Byan membelai sayang kepalanya. Diapun seperti biasa mendaratkan ciuman lembut tepat dikening istrinya.
Merasa ada sesuatu yang menempel dikeningnya, membuat Lifi terbangun dari tidurnya. Diapun terlihat menggeliatkan tubuhnya.
"Mm-mas Byan" terdengar suara serak khas orang bangun tidur
"Sayang....maaf ya. Mas udah bikin kamu bangun" Byan merasa tidak enak hati karena sudah membuat istrinya terbangun.
"Gak pa pa mas, lagian gak seharusnya aku tidur. Jadinya gak tau kalau mas udah pulang." Lifipun terlihat memposisikam dirinya untuk duduk.
"Kamu lanjut aja tidurnya, mas mau mandi dulu" Byanpun kemudian beranjak untuk manaruh tas ransel yang dibawanya.
"Gak ah, aku juga belum mandi ini" Lifipun juga ikutan beranjak.
Melihat istrinya yang sepertinya hendak mengambil pakaian ganti, membuat Byan langsung mendekat kearahnya.
"Sayang....mandi bareng yuk" Ajak Byan dengan entengnya.
Namun bukannya mendapat persetujuan, malah omelan yang dia dapatkan dari istrinya .
"Gak usah aneh-aneh deh mas, aku lagi nifas. Entar kalau kita mandi bareng yang ada kamu malah bikin rusuh"
"Mas kan cuman ngajakin mandi bareng. Terus anehnya dimana coba" Byan sepertinya tidak terima dengan ucapan istrinya.
"Biasanya kan gitu, suka rusuh"
"Rusuh gimana sih maksudnya" Sengaja Byan pura-pura tidak faham dengan ucapan sang istri.
"Tau ah, pokoknya aku gak mau mandi bareng. Mending mas mandi dulu aja, habis itu aku" Lifipun mendorong tubuh Byan agar masuk ke kamar mandi. Hingga merekapun akhirnya benar-banar mandi sendiri-sendiri.
Setelah semuanya rampung, mereka langsung beranjak untuk menemui putranya Rayyan. Seharian tidak melihat putranya membuat Byan rindu ingin menimangnya.
"Yah....anak papa masih tidur" ternyata saat keduanya tiba dikamar Rayyan, bayi itu nampak masih tertidur pulas.
"Byan gak usah dibangunin, biar aja nanti sebangunnya dia aja ya." Bukan Lifi yang protes, tapi mamanya karena kesal mendapati Byan malah mencubit gemes pipi putranya
"Pelit amet mah, ini bapaknya lagi kangen sama anaknya gak boleh."
Saat Byan mengatakan itu, tiba-tiba Baby Rayyan menangis.
"Tuh kan jadi nangis. Barusan
mama bilang juga apa" Bu Kinan langsung menggendong cucunya.
"Sini mah, biar Lifi kasih asi dulu aja." Lifipun kemudian memposisikan dirinya untuk duduk dan menyusui putranya.
__ADS_1
Baby Rayyan sendiri terlihat begitu semangat saat menyu-su. Bahkan keningnyapun sampai berkeringat.
Byan yang melihat pemandangan itu seketika langsung tersenyum. Menutut Byan ada kebagiaan tersendiri manakala melihat putranya sedang seperti ini. Meskipun jika boleh jujur, saat melihat fenomena ini, jiwa mesumnya pada sang istri langsung meronta-ronta. Ingin sekali rasanya Byan berada diposisi putranya. Namun dengan cepat pikiran itu Byan buang sejauh mungkin mengingat saat ini istrinya sedang dalam masa nifas.