
Hingga beberapa menit kemudian Byan masih saja nampak berdiri ditempatnya. Dirinya masih belum bisa percaya dengan apa yang barusaja istrinya lakukan kepadanya.
Lifi yang biasanya selalu malu-malu setiap kali berdekatan dengan dirinya, namum kali ini tiba-tiba menjadi berinisiatif menci-um lebih dulu dirinya.
Lifi yang melihat suaminya masih mematung ditempatnya sambil memegangi bi-birnya, membuatnya ingin mencoba untuk menggodanya.
"Mas....kok malah bengong sih, kenapa? Masih kurang yang barusan?" Lifi mengatakan itu dengan suara sedikit lebih keras.
Byan yang mendengarnyapun langsung tersadar dari aktifitas melamunnya.
"Kamu ngomong apa barusan Yang" Tanya Byan pada istrinya karena tidak begitu jelas dengan apa yang baru saja dikatakan oleh istrinya.
"Aku cuman bilang, kenapa masih melamun disitu" Bohong Lifi pada suaminya. Karena jika dia menjawab jujur, bisa jadi malah suaminya ini akan menggodanya balik.
Byanpun kemudian masuk dan langsung bergabung bersama istrinya yang sedang duduk selonjoran diatas ranjang.
"Mau apa kok manggil-manggil mas hem" Byan langsung merebahkan tubuhnya dengan menjadikan paha istrinya sebagai bantalan kepalanya.
"Siapa juga yang manggil, aku kan cuman bilang kenapa masih melamun disitu. Jadi kata-kata mana yang nunjukin aku manggil mas"
"Anggap aja tadi itu kamu lagi manggil mas" Byan terlihat seperti tak mau dikalahkan.
"Anaknya papa lagi apa didalam" Tiba-tiba Byan mengusap-usap perut istrinya dengan maksud untuk menyapa calon buah hatinya.
"Lagi bocen pah, pengen alan-alan" terdengar Lifi yang menjawab pertanyaan suaminya dengan menirukan logat biacara anak kecil.
"Kalau itu mah, mamanya yang kepengen bukan dedeknya"
"Ya habisnya bosen mas dikamar mulu. Bingung mau ngapain, masak seharian ini mau rebahan doang"
"Yasudah sayangnya mas ini lagi pengen kemana, mas siap jadi sopirnya" Byan sedang bertanya pada istrinya hendak ingin pergi kemana.
"Beneran mas, wah suami aku ternyata baik banget" saking senangnya Lifipun sampai reflek mencium kening suaminya.
Byanpun kemudian terseyum licik. Sepertinya niatnya untuk mengerjai istrinya akan berhasil.
"Eits...jangan senyum dulu. Karena semuanya tidak gratis sayang" ucap Byan begitu melihat istrinya tersenyum.
"Ck...pasti ujung-ujungnya minta imbalan yang aneh-aneh" Lifi sepertinya mulai menerka-nerka isi pikiran suaminya.
"Istri mas pinter banget sih, tau aja maunya suami"
__ADS_1
"Kalau begitu aku gak jadi jalan-jalannya, mendingan aku dikamar aja. Dari pada ujung-ujungnya minta bonus plus-plus" Lifi terlihat mulai kesal pada suaminya.
"Kok kesayangan mas jadi ngambekan gini sih, mas kan cuman bercanda sayang" Byan mengatakan itu sambil menatap lekat-lekat wajah istrinya.
"Ya habisnya sama istri aja peritungan banget. Masak ngajak jalan-jalan aja minta upah segala."
"Yasudah ayo sekarang istri cantiknya mas ini mau kemana. Mas siap nemenin seharian full. Dan yang lebih penting lagi GRATIS, gk pakek embel-embel apapun" Byan mencoba membujuk istrinya agar tak lagi ngambek.
"Gak mau, aku udah gak mood lagi buat jalan-jalan." Bujukan Byan sepertinya tidak mempan sama sekali. Buktinya Lifi saat ini masih terlihat kesal padanya.
"Terus kalau gak mau jalan-jalan, maunya apa dong" Byan mencoba berbicara dengan nada selembut mungkin.
"Mau tiduran aja sambil dipeluk, terus punggung aku di elus-elus gitu" Saat mengatakan itu Lifi sudah mengambil posisi tidur dan meringkuk kedalam pelukan suaminya.
Byanpun langsung sigap memeluk istrinya sambil tangannya ia gunakan untuk mengelus punggung istrinya.
"Sayang.....kalau misalkan nanti setelah anak kita lahir dan sudah berumur setahunan, gimana kalau kita pindah rumah saja. Kita beli rumah yang deket-deket sama rumah papa. Mas pengen sekali ngerasain hidup berumah tangga yang sebenarnya. Dimana kita berdua mulai belajar berbagi peran, belajar mengatur kebutuhan sehari-hari, mulai merencanakan masa depan untuk anak-anak kita dan masih banyak lagi. Kira-kira kamu setuju apa enggak" Byan sedang meminta persetujuan istrinya. Namun hingga beberapa saat, tak ada jawaban sama sekali dari istrinya.
"Sayang....gimana menurut kamu" Lagi-lagi Byan mengulang pertanyaannya. Namun hasilnya nihil, Lifi masih saja nampak tidak menjawab sana sekali
"Sayang...."Byanpun terlihat mengguncang tubuh istrinya.
Namun karena masih tidak ada pergerakan, Byanpun lebih mendekat lagi dan mencoba mencari tau kenapa gerangan istrinya ini tak kunjung merespon pertanyaan yang dilontarkannya.
Setelah memastikan istrinya ini benar-benar terlelap, Byan mulai berhenti dari aktifitas mengelus punggung istrinya.
Ia kemudian teringat dengan sisa piring bekas sarapan yang belum sempat dibersihkan. Lantas Byanpun memanggil pelayan hotel untuk membereskannya.
Tak lama pelayan hotel itu datang dan terlihat mulai membereskan apa yang sudah diintruksikan oleh Byan.
"Sudah selesai, masih ada lagi yang perlu saya kerjakan" Ucap pelayan hotel itu dengan begitu sopannya.
"Cukup. Oh iya ini ada sedikit tips buat kamu" Byan menyodorkan selembar uang seratus ribuan pada pelayan tersebut.
"Maat tuan, ini sudah jadi bagian dari pekerjaa saya. Jadi tuan tidak perlu repot-repot memberikan ini" Pelayan hotel itu menolak secara halus pemberian Byan padanya.
"Anggap saja ini rezeki buat yang dirumah" Lagi Byan terlihat sedikit memaksa. Hingga akhirnya sipelayan hotel itu tidak menemukan kata-kata lagi untuk menolak pemberian tips dari Byan.
Sepeninggalnya pelayan hotel dari kamarnya, Byan memilih langsung ikut bergabung bersama istrinya dan menyusulnya ke alam mimpi.
Hingga kini keduanya sama-sama terlelap dengan keadaan saling memeluk.
__ADS_1
Tepat pukul dua belas, Lifi baru terbangun dari tidurnya. Saat dirinya tengah bangun, dia mendapati suaminya masih terlelap dalam tidurnya. Bahkan terlihat tangan suaminya masih nampak setia dalam posisi memeluk tubuhnya.
Lifipun tidak langsung beranjak dari tempat tidurnya. Ia saat ini lebih memilih mengamati wajah suaminya lekat-lekat.
"Kalau dilihat-lihat kamu emang ganteng sih. Hidung kamu mancung, bibir tebal ini yang bikin kamu terlihat makin manis saat tersenyum." Lifi mengamati wajah suaminya sambil tangannya ikut menyusuri satu persatu dari bagian wajahnya.
Dan saat tangan Lifi sampai pada bagian bibir, Byan lantas menggigit jari istrinya ini.
Sontak hal itupun membuat Lifi kaget. Pasalnya tadi suaminya ini masih nampak tidur, tapi tiba-tiba tanpa Lifi menyadari ternyata suaminya ini sudah bangun.
Ya, ternyata sejak tadi, sebenarnya Byan juga ikutan terbangun. Hal itu karena Byan merasakan sepertinya ada yang mengangkat tangannya.
Namun baru saja hendak membuka mata, dirinya seperti mendengar istrinya sedang berguman sendiri.
Byanpun akhirnya memilih diam dan pura-pura masih tidur karena ingin tau apa kira-kira yang sedang istrinya ini bicarakan sendirian
Dengan cepat Lifi langsung membelakangi suaminya. Sungguh saat ini dirinya merasa sangat malu jika harus berhadapan langsung dengan suaminya.
Byanpun rupanya tidak tinggal diam, dia juga tak kalah cepat langsung membalik tubuh istrinya hingga menghadapnya kembali.
"Eits mau ngadep kemana, ayo tanggung jawab. Suruh siapa mas enak-enak tidur dibangunin." Ucap Byan sambil menahan tubuh istrinya agar tak kembali membelakanginya lagi.
"Gak ada ya aku bangunin, masnya aja yang memang terbangun sendiri" Lifi sepertinya tidak terima dengan apa yang suaminya katakan.
"Gak usah ngelak, mas tau kamu dari tadi pegang-pegang wajah mas segala. Harusnya kalau kamu pengen nyi-um mas yang tinggal nyi-um aja. Mas ikhlas kok, pakek banget malah" Byan malah terlihat menggoda istrinya.
"Idih GR banget deh jadi orang" Saat ini Lifi malah terlihat meledek suaminya.
"Biarin, pokonya kamu harus tanggung jawab. Suruh siapa kamu bikin mas terbangun, jadinya kan sijunior juga ikutan bangun" Byan mencoba mencari-cari alasan agar bisa memodusi istrinya. Bahkan saat ini dirinya sudah membawa Lifi kedalam kungkungannya.
"Mas lepas" Ucap Lifi Lirih
"Gak mau, mas lagi kangen kepengen nengokin dedek bayi." Byan terlihat tidak mau melepaskan istrinyan.
"Mas kan kemarin malam udah, masak sekarang mau ditengokin lagi sih" sambil berbicra Lifi terlihat mengerucutkan bibirnya.
" Gak papa, anggap aja ini perkenalan. biar dedeknya jadi akrab sama papanya."
"Ck....modus aja terus, heran deh punya suami kok hobi banget modusin istri." Kesal Lifi pada suaminya.
Namun siapa yang tak kenal Byan, jika dirinya sudah menginginkan sesuatu, tak ada satupun yang bisa mencegahnya.
__ADS_1
Alhasil, siang itupun Byan berhasil kembali membuat Lifi men-de-sah dibawah kungkungannya.