Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Sesuai Kesepakatan


__ADS_3

Sambil memeluk Byan, Lifi mengungkapkan rasa bersalahnya selama ini.


"Mas....aku mohon jangan bicara seperti itu lagi. Jangan pernah sedikitpun kamu berfikir kalau aku bakalan pergi dari kamu. Perlu kamu tahu, entah mau aku udah cinta ataupun belum sama kamu, gak akan aku jadiin itu alasan buat aku ninggalin kamu" Lifi mengatakan itu tanpa merenggangkan sedikitpun pelukannya pada Byan.


"Maksud kamu?" tanya Byan untuk memastikan apa yang didengarnya barusan adalah benar


"Intinya sampai kapanpun aku tidak akan pernah berfikir buat pergi dari kamu mas. Gak peduli siapapun yang sedang menungguku didepan sana. Hanya saja kemarin-kemarin aku butuh waktu buat ngeyakinin perasaan aku. Udah itu saja"


Mendengar penuturan itu membuat Byan merasa sedikit lega. Setidaknya dia tidak akan ditinggalkan oleh istri yang teramat dicintainya ini.


"Maaf.....mas sudah sempat meragukan kamu" Byan mengatakan itu sambil memandang wajah istrinya lekat-lekat kemudian mendekapnya dengan seerat mungkin.


Lifipun hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya.


"Udah sana, kamu bau asem. Belum mandi udah main peluk-peluk aja, yang ada aku jadi ikutan kena bau asem ini" Lifi meledek suaminya.


"Lho...kok mas yang disalain sih. Kan yang meluk mas tadi kamu duluan" Byan tak terima dengan apa yang baru saja dikatakan istrinya.


"Ya kan aku reflek aja karena tiba-tiba lihat suami aku yang biasanya suka iseng, suka nyebelin, suka modusin istri tiba-tiba mau mewek aja" ucap Lifi sambil cekikikan menahan tawa.


Mendengar kalau istrinya itu sedang meledeknya, Byanpun menarik Lifi keatas ranjang dan menggelitikinya tanpa ampun sedikitpun.


"Mas....stop, aku gk kuat" Lifi bahkan terlihat meronta-ronta minta dilepaskan karena tidak kuat menahan rasa geli akibat ulah suaminya ini.


"Gak akan, itu hukuman buat istri yang suka ngeledekin suaminya sendiri" Ucap Byan sambil menyeringai dan detik berikutnya ia kembali menjalankan aksinya yang sempat terhenti.


Setelah melihat istrinya ini nampak sudah kelelahan, Byan mulai menghentikan aksinya.


"Gimana, masih mau ngeledekin mas lagi hem?" Lagi-lagi Byan terlihat menyeringai


"Tau ah sebel" Lifi terlihat memanyunkan bibirnya.


Melihat itu, Byan yang merasa sejak tadi sudah gemas terhadap istrinya ini, langsung menariknya lagi dan tanpa aba-aba langsung melahap habis bi-bir istrinya yang sejak tadi terlihat memanggil-manggil untuk segera dieksekusi habis.

__ADS_1


Lifipun terlihat begitu meronta-ronta dengan memukuli dada bidang suaminya agar bisa dilepaskan. Namun sayang, aksinya ini sama sekali tak mendapat respon dari suaminya. Karena yang ada Byan malah semakin memperdalam ci-uman-nya.


Setelah melihat istrinya ini mulai kehabisan nafas, Byanpun mulai melepaskan pagutannya.


Saat ini Byan bisa melihat wajah istrinya nampak semakin kesal dan lagi dia juga terlihat memanyunkan bibirnya.


"Udah gak usah manyun-manyun lagi kayak gitu, bisa-bisa mas gak kuat ini. Apa mau kamu mas cium lagi hem?" ucap Byan sambil mendekatkan wajahnya tepat dihadapan wajah istrinya. Melihat itu tentu saja Lifi dengan cepat langsung mundur ke belakang. Ia tidak ingin suami mesumnya ini sampai kembali menci-umnya lagi.


"Dasar omes, awas ah aku mau keluar" Lifi mengatakan itu sambil menyingkirkan tangan Byan yang saat ini berada tepat dipinggangnya.


"Lho....mau kemana, katanya tadi mau mandi bareng" Byan terdengar sedang menggoda istrinya ini


"Apaan sih, kapan cobak aku bilang mau mandi bareng" Lifi nampak tak terima


"Yasudah kalau gitu mas yang ngajak deh, ayo....siapa tau habis mandi bareng bisa langsung cinta sama mas"


"Mana ada konsep yang kayak begituan. Awas ah...aku mau keluar bantuin mama" Lifi kembali berusaha menyingkirkan tangan Byan yang masih nampak setia pada posisinya tadi.


"Kalau mas gak ngizinin kamu keluar kamar gimana? Dosa lo ya kalau gak nurut sama suami" Byan nampak semakin gencar menggoda istrinya.


"kok nyeremin sih, emang suami kamu ini monster apa"


"Kalau iya kenapa"


"Wah nantangin ini anak" Byan mengatakan itu sambil terlihat menyeringai licik. Sepertinya dia sedang merencanakan sesuatu untuk membalas istrinya ini.


Melihat itu, Lifipun menjadi takut kalau-kalau suaminya ini akan kembali menghukumnya. Iapun dengan cepat langsung mengatupkan kedua tangannya


"Ampun....jangan digelitiki lagi. Barusan akunya salah bicara"


"Tanang aja, mas gak akan ngukum kamu kayak tadi kok. Mas cuman mau ngajakin kamu buat ngelakuin ritual yang bisa bikin kamu dapat pahala dan pastinya juga bikin mama seneng" Byan mengatakan itu sambil berbisik tepat ditelinga istrinya.


"Mas gak usah aneh-aneh deh, masih sore-sore gini pikirannya udah mesum banget" Lifi yang faham akan maksud dari perkataan suaminya ini, langsung memperlihatkan wajah kesalnya pada suaminya

__ADS_1


"Berarti kalau entar malem boleh dong" Byan berbicara sambil tersenyum penuh arti


"Tetep aja gak boleh, ingat mas sesuai kesepakatan, KE-SE-PA-KA-TAN. Oke...." Lifi sengaja mengulangi bahkan menenkan kata itu sambil mengejanya untuk mengingatkan suaminya agar tidak seenaknya sendiri mau mencuri start duluan.


"Masak gak ada potongan waktu sih yang" Byan nampak merengek pada istrinya.


"Gak ada, semua harus sesuai kesepakatan" ucap Lifi ketus


"Awas aja kamu ya, Lima hari lagi habis kamu sama mas dan mas pastiin kamu gak bakalan bisa keluar kamar. Kalau perlu seminggu kita libur kuliahnya" Terdengar ancaman dari Byan pada istrinya.


"Tadi bilang apa, mau libur kuliah seminggu? emang mas pikir itu kampus milik papa seenaknya aja mau gak masuk seminggu"


"Ya emang bukan milik papa sih, tapi lebih tepatnya milik om aku. Adiknya mama" Byan lagi-lagi nampak menyeringai karena merasa menang.


Lifipun langsung kaget saat mendengar hal itu. Ia tidak menyangka jika keluarga suaminya ini ternyata bukan orang sembarangan. Ia baru tau sekarang kalau kampus tempatnya menimba ilmu selama ini ternyata milik paman dari suaminya.


"Kok bengong, masih berani nantangin mas hem?" Byan mengatakan itu sambil merangkul pinggang istrinya.


"Apaan sih, siapa juga yang nantangin" Ucap Lifi saat tersadar dari rasa kagetnya. Bahkan saat ini nada bicaranya sedikit melemah


"Kok jadi lemes gitu, takut ya? Tenang aja mas bakal ngelakuinnya dengan pelan, lembut, penuh cinta dan pastinya mas bakal bikin kamu entar minta nambah lagi dan lagi" Ucap Byan dengan nada bicara yang dibuat-dibuat


"Apaan sih, makin ngelantur aja deh ngomongnya"


Sungguh Lifi tak habis pikir suaminya bisa berbicara seperti itu dengan entengnya dan tanpa rasa malu sedikitpun.


"Mas awas ah....bentar lagi magrib ini. Heran deh dari tadi nemplok mulu. Udah kayak cicak aja" Lifi sudah mulai terlihat mengomel pada suaminya.


"Iya iya mas mandi ini" Ucap Byan mengalah


Dia kemudian bergegas menuju kamar mandi. Namun baru beberapa menit masuk kamar mandi, dirinya nampak kembali membuka pintu kamar mandi dan nampak nongol kembali.


"Yang....beneran ini gak ditemenin mandinya"

__ADS_1


"Mas Byan...."Lifi sedikit berteriak kemudian secepat kilat Lifi menutup kedua matanya, karena suaminya ini tiba-tiba muncul dari celah pintu kamar mandi hanya dengan menggunakan celana da-lam saja.


__ADS_2