
"Sayang....mana yang perlu mas obatin"
Tiba-tiba saja Byan menanyakan hal itu pada istrinya.
tentu saja niatnya tidak lain hanya ingin meledek dirinya. Karena jelas-jelas Byan tau kalau itu bukan bekas gigitan serangga, melainkan bekas gigitan bayi gorila😄
Lifipun sengaja melempar bantal tepat mengenai wajah suaminya sebagai bentuk ungkapan rasa kekesalannya.
"Aduh....kok main kdrt sih yang, dosa lo yang nganiaya suami sendiri" Byan berucap sembari mengusap wajahnya yang terkena lemparan bantal.
"Lebih dosa mana suami yang suka modusin istri, suka bohong juga, suka nyuri-nyuri kesempatan" geram Lifi pada suaminya. Bahkan saking geramnya Lifi mengatakan itu sambil mencubiti lengan suaminya.
."Aw...aw...aw...sakit yang, kamu kok kdrt terus sih" Byan nampak kesakitan akibat cubitan bertubi-tubi yang diberikan oleh istrinya.
"sumpah ya, sehari ini kamu bikin aku kesel. kamu lagi sakit bukannya anteng, diem, ini malah tambah ngeselin" ucap Lifi pada suaminya
Lifipun kemudian menaruh guling ditengah sebagai pembatas antara dirinya dengan Byan.
"Yang....kok pakek gini-gini lagi sih, buang ya. Mas gak bisa tidur kalau gak meluk kamu" Byan nampak memohon pada istrinya
"Itu hukuman buat kamu, salah siapa seharian ini bikin kesel orang"
"Yang...ayolah jangan kayak gini" Byan masih nampak merengek persis seperti anak kecil yang sedang menginginkan sesuatu.
"Udah tidur gak usah bawel" ucap Lifi sambil bergerak membelakangi suaminya.
Byan yang tak mau kalah langsung membuang asal guling yang menjadi pembatas antara dirinya dan sang istri.
Setelah itu Byan dengan cepat langsung memeluk Lifi dengan begitu erat hingga sekuat apapun tenaga yang dikeluarkan oleh Lifi untuk bisa lepas dari dekapan suaminya hanya akan berakhir sia-sia.
"Lepas gak, aku gak bisa nafas ini" Lifi mencoba terus bergerak agar bisa terlepas
"Diam atau mas akan ambil hak mas sebagai suami malam ini juga" ancam Byan yang terdengar begitu menakutkan bagi Lifi.
Demi mencari keamanan untuk dirinya, Lifipun memilih diam dalam pelukan suaminya.
Dalam hati Byan tertawa puas karena bisa membuat istrinya mati kutu hanya dengan diancam saja.
Bisa dipastikan malam ini dirinya bisa tertidur nyenyak karena bisa memeluk istrinya sepanjang malam.
...****************...
Pagi ini sesuai jadwal mereka ada jam kuliah pagi. Mereka kini sudah berada di dalam mobil yang sudah terlihat melaju menuju kampus.
Tiba diparkiran kampus, Lifi tidak perlu sembunyi-sembunyi lagi. Karena saat ini teman-teman satu kelompoknya sudah tau tentang pernikahannya dengan Byan.
Untuk masalah teman yang lain, biarlah waktu yang menunjukkan langsung pada mereka.
"Best couple kita sudah datang" terdengar suara Chaca saat melihat Lifi dan Byan datang dan langsung ikut bergabung bersama mereka.
__ADS_1
"Woy, kenapa tu mata? Lho gak tidur semalaman" Airin bertanya saat melihat mata panda begitu terlihat jelas pada wajah Lifi. Sepertinya sahabatnya ini semalaman tidak tidur.
"Jangan bilang lho semalaman habis lembur sama Byan" kali ini Putri ikut menimpali
Dan memang benar dugaan Airin. Karena memang semalam Lifi sulit sekali untuk memejamkan mata.
Setelah Byan mengancam Lifi dengan kata-katanya, ia tidak bisa tidur.
Ada perasaan was-was dan takut kalau-kalau Byan akan melakukan sesuatu saat dirinya dalam kondisi terlelap.
Meskipum Lifi mendengar suara dengkuran halus dari mulut suaminya, namun tetap saja matanya sulit untuk terpejam. Alhasil dia baru tertidur ketika hampir subuh
" Harap maklum Rin, pengantin baru mah masih anget-angetnya" Chaca mulai meledek keduanya
"Kalian apaan sih, pagi-pagi pikirannya udah pada mesum"
Setelah mengatakan itu Lifi langsung beranjak masuk kedalam kelas.
Selama perkuliahan berlangsung, Lifi berusaha sekuat mungkin untuk tetap fokus meskipun dengan kondisi dirinya yang sangat mengantuk.
"Kantin yuk" ajak Putri begitu dosen mulai terlihat meninggalkan kelas
Tanpa babibu mereka langsung menuju kantin. Byan dari tadi terus saja memperhatikan istrinya yang masih terlihat mengantuk.
"Sayang....kamu mau makan apa, biar mas yang pesenin" Byan nampak berbicara dengan sedikit mendekat kearah istrinya itu.
"Aku mau bakso sama teh hangat saja" jawab Lifi pada suaminya
Beberapa saat kemudian pesanan mereka datang. Terlihat Lifi menuangkan banyak sambal kedalam baksonya.
Byan yang melihatnyapun langsung mengambil alih sendok yang dipegang Lifi saat akan kembali mengambil sambal.
"Sayang cukup, itu udah banyak banget sambelnya. Mas gak mau kamu nanti sakit perut"
"Gak akan, aku udah biasa kok"
"Nurut gak, mas cuman gak mau kamu sakit" Byan berbicara dengan nada sedikit tegas karena istrinya ini sedikit susah dibilangin.
"Tapi aku ngantuk mas, jadi butuh yang pedes-pedes buat ngilanginnya" Lifi masih saja nampak ngeyel
"Sayang....kalau ngantuk cuci muka, ini kok malah makan sambel banyak kayak gini. ayo mas anter ke kamar mandinya" tawar Byan pada istrinya yang kemudian langsung dijawab dengan gelengan kepala
Melihat adegan itu, keempat teman yang sejak tadi memperhatikan interaksi keduanya hanya bisa geleng-geleng kepala.
"Pindah ke mars yuk, kayaknya bumi udah di kontrak penuh sama mereka berdua" ucap putri pada ketiga temannya
"kalau aku udah berasa kayak makhluk astral saja, karena keberadaan kita sepertinya tak terlihat oleh mereka" Chacapun nampak tak mau kalah kalau soal menggoda keduanya.
"Tuh kan kita diledekin lagi. Udah ah aku mau makan, kamu gak usah bawel" kesal Lifi pada suaminya
__ADS_1
Mereka semua tertawa saat melihat ekspresi Lifi sedang kesal pada Byan.
Menurut mereka kedua pasangan didepannya ini sangat unik.
Satunya bucin akut, sementara satunya lagi terlihat masih cuek-cuek saja.
Beberapa saat kemudian setelah menghabiskan makanannya, mereka langsung kembali ke kelas mengingat sebentat lagi akan ada mata kuliah lanjutan.
Saat ditengah-tengah dosen menjelaskan materi, tiba-tiba perut Lifi terasa sakit.
Lifipun akhirnya memberanikan diri untuk izin ke toilet.
Byan yang melihat itu merasa khawatir. Ia takut terjadi sesuatu pada istri kesayangannya itu.
Sudah hampir sepuluh menit Lifi belum nampak kembali juga. Tentu saja ini membuat Byan semakin khawatir. Raut wajahnya terlihat begitu gelisah.
"Bro...lho kanapa kayak lagi ada yang dikhawatirin gitu" tanya Alan dengan sedikit berbisik
"Bini gue dari tadi belum kembali dari toilet, gue takut dia kenapa-napa"
Sementara ditempat lain, Lifi baru saja keluar dari toilet. Ia masih terlihat memegangi perutnya yang masih agak terasa sakit.
Iapun memilih tidak kembali kekelas dulu, melainkan duduk di bangku yang letaknya tak jauh dari toilet mahasiswa.
Namun tiba-tiba saja ada sebuah tangan yang menepuk pundaknya dari belakang, kemudian diiringi suara laki-laki memanggil namanya.
"Nayra ya"
Lifi langsung mengenali sosok orang dibalik suara itu. Karena selama ini hanya ada satu orang yang memanggil dirinya dengan panggilan itu.
Lifipun langsung menoleh kebelakang untuk memastikan siapa sebenarnya pemilik suara tersebut
"Kak Raka"
Ternyata benar sesuai dugaan Lifi, jika lekaki yang memanggilnya adalah Raka, tetangga depan rumahnya dulu yang sudah pindah rumah sekitar tiga tahun yang lalu.
"Kamu kuliah disini?" tanya laki-laki bernama Raka itu pada Lifi
"Iya kak"
"Wah gak nyangka ya kita ternyata satu kampus"
Lifipun membalasnya hanya dengan tersenyum.
"Kamu apa kabar" tanya pria itu lagi
"Baik kak"
Mereka kemudian terlibat obrolan santai. Tanpa Lifi sadari di belakang sana ada sosok yang terlihat begitu emosi karena mendapati dirinya tengah berbincang-bincang akrab dengan laki-laki asing.
__ADS_1