Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Transfer Kekuatan dong...


__ADS_3

Habis sholat subuh, nampak pasangan pengantin baru ini sudah berpamitan untuk pulang. itu karena pagi ini mereka ada jam kuliah pagi.


Ditambah lagi, buku-buku mereka ada dirumah orang tua Byan. Otomatis mereka mau tidak mau harus pulang dulu untuk mengambilnya.


Mereka sengaja tak membawanya karena niat mereka awalnya hanya menginap semalam saja.


Namun karena Lifi yang masih enggan untuk pulang, Byanpun tak enak hati untuk memaksanya pulang.


"Ayah, bunda kami pamit pulang dulu" ucap Byan seraya mencium tangan mertuanya bergantian.


"Bunda...." Lifi terlihat memeluk bu Maira.


"Lifi pamit ya bun. Bunda jangan lupa jaga kesehatan"


Iapun kemudian beralih memeluk ayahnya dan kemudian menyalami kedua orang tuanya bergantian


Kini keduanya nampak sudah berada di dalam mobil.


Pasca kejadian semalam Lifi masih nampak diam saja. Dia masih sedikit kesal dengan suaminya yang akhir-akhir ini sepertinya suka berbuat rusuh.


"Haccih....haccih....haccih...."


Terdengar Byan nampak dari tadi bersin-bersin. Sampai-sampai hidungnya pun nampak berwarna merah.


Karena masih merasa kesal, Lifi enggan bertanya apapun soal kondisi suaminya saat ini.


Kini mobil yang dikendarai Byan sudah terparkir dihalaman rumah.


Byan terlihat langsung berlari kedalam rumah tanpa menunggu Lifi seperti biasanya.


Kalau tadi Lifi merasa enggan untuk mengetahui kondisi suaminya seperti apa, tapi kini justru Lifi nampak bertanya-tanya ada apa dengan suaminya ini.


Namun sebelum mengejar suaminya yang nampaknya langsung beranjak kekamarnya, Lifi terlebih dahulu menghampiri sosok mama mertuanya yang kebetulan sedang berada si dapur.


Iapun menyalami tangan mertuanya, baru setelah itu Lifi langsung melesat kamar untuk menemui suami sekaligus melihat kondisinya.


"mas...." kata itu yang pertama kali diucapkan Lifi saat tengah masuk kedalam kamar suaminya


Namun nihil, karena Lifi tak menemukan keberadaan suaminya itu.


Hingga samar-samar terdengar suara yang bersumber dari kamar mandi


" Hoek....hoek..."


Lifi langsung berlari menuju kamar mandi yang kebetulan tidak dikunci.


Disana ia melihat suaminya sudah dalam kondisi yang sedang tidak baik-baik saja.


Wajahnyan pucat ditambah lagi badannya sepertinya demam.


"mas, kenapa bisa kayak gini?" Lifi berucap seraya memapah suaminya menuju ranjang dan kemudian membaringkannya disana.


"mas gak pa pa kok, mungkin masuk angin aja" jawab Byan masih berusaha tersenyum pada istrinya ini.


"gak pa pa gimana, tadi aja mas dimobil bersin-bersin terus. La sekarang tiba-tiba mas muntah-muntah kayak gini" Lifi terlihat nampak khawatir sekali.


"mas tunggu disini sebentar ya, biar aku buatin teh hangat " Lifi mengatakan itu sambil beranjak menuju dapur.

__ADS_1


"Nah kebetulan, baru aja mama mau nyuruh bik Darsih buat manggil kamu sama Byan. Ayo sarapannya sudah siap" itu Bi Kinan yang berkata


"mah, maaf ya Lifi sarapannya nanti saja, sepertinya mas Byan sedang sakit. Muntah-muntah sidalam" ucap Lifi jujur


"pasti masuk angin itu anak, Byan suka kayak gitu setiap kali habis melakukan perjalanan subuh-subuh" jelas bu Kinan pada menantunya.


"terus biasanya dikasih apa mah" tanya Lifi


"buatin teh hangat aja, biasanya beberapa saat setelah meminumnya dia akan baikan"


Dengan cekatan Lifipun membuat segelas teh hangat. Ia juga tidak lupa membawa nampan berisi sarapan untuk suaminya dan juga dirinya yang diberikan mertuanya saat di hendak beranjak dari dapur tadi.


"mas, ayo diminum dulu tehnya" Ucap Lifi sambil membantu Byan untuk duduk.


Kemudian Lifipun juga membantu Byan meminum tehnya.


"sarapan dulu sekalian ya, biar aku suapin" Lifi nampak sangat perhatian.


Memang setelah tadi mendengar penjelasan dari mertuanya, Lifi merasa sangat bersalah.


Pasalnya suaminya bisa jadi seperti ini itu gara-gara dirinya yang minta menginap sehari lagi dirumahnya, hingga membuat mereka subuh-subuh sudah harus melakukan perjalanan untuk pulang.


"nanti saja, mas mau istirahat. Kamu sarapan dulu saja ya, mas gak mau kalau sampai kamu telat makan. Nanti yang ada kamu malah sakit. Mas gak mau itu"


Mendengar penuturan suaminya barusan, membuat hati Lifi tersentuh.


Saat dalam konsidinya yang sakit Byan masih sempat-sempatnya menghawatirkan keadaannya.


"aku juga belum lapar mas" ucap Lifi sambil menaruh kembali nampan yang berisi makanan diatas nakas.


Lifipun kemudian mengambil posisi duduk disamping suaminya.


"maaf untuk apa hm" Byan terlihat bingung. Karena tidak ada angin, tidak ada hujan, tiba-tiba istrinya ini meminta maaf.


"gara-gara aku mas jadi kayak gini" ucap Lifi sambil menundukkan kepalanya


Byan nampak mengernyitkan dahinya. Ia masih belum mengerti dengan maksud yang perkataan istrinya.


"kenapa gak bilang kalau mas suka masuk angin setiap kali habis melakukan perjalanan subuh. Tau gitu aku kan gak minta nginep lagi" ucap Lifi penuh sesal.


Kali ini Byan baru faham mengapa istrinya ini tiba-tiba meminta maaf padanya.


"udah gak pa pa, bentar lagi juga mendingan kok. Sini rebahan disebelah mas" Ucap Byan sambil tangannya menarik tangan Lifi agar dia ikutan bergabung untuk tiduran disampingnya.


"mas boleh gak meluk kamu"


Byan meminta izin karena tidak ingin membuat istrinya ngambek lagi kayak kemarin malam gara-gara dia yang berbuat rusuh sebelum mendapat persetujuan terlebih dulu dari istrinya.


Emang ada ya mau berbuat rusuh pakek izin dulu 🤭😄


Lifipun menganggukkan kepalanya sebagai tanda kalau dia memperbolehkannya.


Melihat istrinya yang sedang dalam mode nurut, membuat Byan kembali meminta sesuatu lebih.


Kali aja menurut Byan hari ini adalah hari keberuntungannya.


"sayang, tranfer kekuatan dong" pinta Byan mulai melunjak

__ADS_1


"maksud mas?" tanya Lifi tak faham


Byanpun langsung mengeratkan pelukannya. Dan seperti biasa, tanpa aba-aba Byan langsung menyambar bibir istrinya.


Sesuai harapan Byan tadi, kali ini Lifi tidak melakukan penolakan sama sekali. Ia nampak pasrah saat Byan melakukan hal itu kepadanya.


Dan setelah beberapa menit, Byanpun mulai melepaskan ciumannya.


Lifipun langsung menenggelamkan wajahnya di dada bidang suaminya.


Sungguh saat ini wajah Lifi sudah seperti kepiting rebus karena menahan malu.


Melihat itu, membuat Byan terkekeh sendiri. Menurut Byan tingkah istrinya ini terlihat sangat lucu.


"lucu banget sih, kesayangannya mas kalau lagi nurut kayak gini"


Ucap Byan sambil menoel kedua pipi istrinya.


"mas...kebiasaan deh nyubit pipi, mana sakit lagi" kesal Lifi pada suaminya


"mana yang sakit, cobak mas liat" ucap Byan sambil mengamati pipi istrinya yang memang nampak sesikit merah.


"mas obatin yah" Byan hendak kembali mencium istrinya. Namun secepat kilat Lifi menenggelamkan kepalanya pada bantal yang sedang di tidurinya, hingga membuat Byan malah mencium kepala istrinya itu.


"mas pagi-pagi udah kumat deh mesumnya" Lifi nampak mulai kesal pada suaminya ini.


"gimana pagi-pagi gak mesum, orang istrinya cantik kayak gini" goda Byan pada Lifi


"kebiasaan deh, suka gombal. Palingan dulu sama pacar-pacarnya kayak gini juga" ucap Lifi dengan nada ketus


"cie....keliatannya ada yang mulai cemburu nih" Byan sengaja meledek istrinya dengan niat ingin menggodanya


"apaan sih, mana ada aku cemburu" sangkal Lifi


"beneran nih gak cemburu, yaudah entar aku coba gombalin cewek-cewek. Kali aja ada yang kepincut" Byan semakin gencar menggoda istrinya.


"awas aja kalau berani" Lifi terlihat begitu kesal saat Byan mengatakan hal itu.


"katanya tadi gak cemburu, la sekarang kok malah ma....."


"ssstttttttt, berisik tau gak" Lifi meletakkan telunjuknya dimulut Byan sebelum ia melanjutkan omongannya.


Sungguh dalam hati Lifi merutuki kebodohannya. Karena sudah bersikap seolah-olah ia sedang terlihat cemburu karena ucapan suaminya.


Untuk mengalihkannya Lifi sengaja melakukan itu agar suaminya ini berhenti menggodanya.


"Yang, kok pakai tangan sih, padahal pakek bi-bir pun mas gak nolak" ucap Byan sambil menaik turunkan alisnya


"dasar omes" umpat Lifi pada suaminya itu.


Obrolan merekapun terhenti manakala mereka mendengar bunyi telfon dari ponsel Lifi.


Lifipun bangun untuk melihat siapa yang menelfonnya.


Dan saat melihat ternyata yang memanggil adalah Airin, sontak Lifi menjadi kaget.


"mas....kita kan ada jam kuliah pagi ini"

__ADS_1


Astaga....saking asiknya bercanda keduanya sampai lupa kalau hari ini mereka ada jam kuliah pagi


__ADS_2