Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Kecewa


__ADS_3

Sesampainya dikampus, mereka berdua langsung disambut dengan banyak pertanyaan dari teman-temannya, terutama si kepo Chaca.


Pertanyaan mereka tentu seputar kenapa mereka berdua sampai tidak masuk kuliah tanpa memberi keterangan atau paling tidak mengabari salah satu dari mereka.


Hanya Airin yang terlihat biasa saja, karena hanya dia saja yang tau alasan apa yang membuat temannya ini sampai bolos kuliah.


Lifi sendiri memilih diam tanpa berniat menanggapi pertanyaan teman-temannya.


Jujur saja, saat ini dirinya merasa sangat lelah dan tidak bertenaga. Kendati dirinya tadi sempat tertidur, namun rasa kantuk yang melanda dirinya saat ini tak kunjung pergi.


Selama jam perkuliahan berlangsung, Lifi nampak tidak fokus sama sekali. Terlihat dia sebentar-sebentar memposisikan kepalanya dengan berbantal pada lengan tangannya. Bahkan Lifi juga sempat-sempatnya tertidur didalam kelas.


ketiga temannya yang menyaksikan pemandangan itu dari tadi merasa heran sendiri. Pasalnya selama ini mereka taunya Lifi itu selalu fokus jika sudah menyangkut urusan belajar. Tapi hari ini, mereka melihat sisi lain dari seorang Lifi.


Sedang Airin hanya bisa geleng-geleng kepala melihat pemandangan langka ini. Hal yang tidak pernah dilakukan oleh seorang Lifi selama ia mengenalnya hampir enam tahun.


Beruntungnya Lifi duduk di deretan bangku agak belakang. Ditambah lagi hari itu kegiatan pembelajarannya hanya presentasi sehingga dosennya saat itu nampak sibuk dengan laptopnya hingga membuatnya tidak terlalu memperhatikan gerak-gerik mahasiswanya


Byan sendiri hanya bisa tersenyum melihat tingkah istrinya yang terlihat menggemaskan jika dalam keadaan seperti ini.


"Sampek segitu lelahnya bebek kesayangan gue" Byan mengatakan itu dalam batin.


Ingin rasanya dia membelai sayang kepala istrinya. Namun itu urung ia lakukan mengingat saat ini dirinya sedang berada didalam kelas.


Hingga tanpa terasa jam perkuliahanpun selesai. Semua mahasiswa nampak meninggalkan kelas. Kini hanya menyisakan Byan dan kawan-kawannya saja.


"Woi...Si Lifi habis lho apain. Jangan bilang habis lho ajak begadang semalaman itu anak" Alan mengatakan itu sambil menyenggol lengan Byan.


"Maksud lho" Byan sengaja pura-pura tidak faham dengan maksud perkataan Alan barusan.


"Yaelah....Pakek nanya maksud gue apaan segala lagi"


"Sumpah gue gak ngerti maksud lho bro" Byan masih pura-pura tidak mengerti.


Hingga Alan yang merasa gemas langsung menimpukkan buku yang sedang dipegangnya pada lengan Byan. Pasalnya setelah mengatakan itu Byan langsung tertawa cekikikan.


Ternyata sejak tadi Byan hanya sedang mengerjai dirinya dengan berpura-pura tidak faham akan maksud ucapannya.


Sementara itu Lifi yang masih nampak belum sepenuhnya sadar langsung ditarik kekamar mandi oleh Airin.


Dia sengaja melakukan itu sebelum siheboh Chaca mencecarnya dengan pertanyaan yang bertubi-tubi.


"Pelan-pelan napa jalannya" Ucap Lifi karena tidak bisa mengimbangi langkah Airin yang lumayan cepat.


"Jalan lho kenapa sih Lif, sumpah lemot banget. Udah ngala-ngalain keong aja deh" Heran Airin saat melihat cara jalan sahabatnya.


Namun detik kemudian dia baru menyadari dan mengingat satu hal.

__ADS_1


"Astaga gue lupa, lo kan habis Unboxing sama sikomet" Ucap Airin dengan entengnya.


Sementara Lifi sendiri nampak mengerutkan keningnya. Pasalnya dari mana Airin tau kalau dirinya dan Byan habis melakukan proses fertilisasi.


"Udah gak usah heran gitu, gue tau karena tadi gue habis vidio call lho dan yang nerima sikomet. Lho tau gak, dia nerima vidio call gue pas lo sama dia lagi sama-sama dalam keadaan hanya tertutup selimut. Dan lebih parahnya lagi lho nya pas lagi molor. Emang capek banget ya habis ngadon" Airin nampak menjelaskan kenapa dirinya bisa tau akan hal yang sebenarnya bersifat privasi itu.


"Dasar komet, awas aja entar. Gue jamin lo gak akan dapat jatah lagi dari gue" Lifi hanya bisa mengumpati suaminya dalam hati.


"Eh....lo gak usah sok jadi canayang deh. Gue itu ketiduran karena semalaman gue habis nonton drakor sama adik ipar gue" Sengaja Lifi berbohong pada sahabatnya. Karena kalau dia jujur yang ada dirinya akan diledek habis-habisan oleh sahabatnya ini.


"Gak usah bohong sama gue, lagian meskipun mulut lho bisa bohong tapi cara jalan lho yang gak bisa bohong sama gue"


Skakmat, ucapan Airin barusan membuat Lifi tidak bisa berkilah lagi. apalagi suaminya tadi jelas-jelas sudah memperlihatkan kondisinya pasca pertempuran tadi pagi.


"Gue mohon jangan bilang-bilang sama yang lain ya plis" ucap Lifi memohon.


"Ck....gak usah dibilangin juga mereka sudah pada faham dodol. Lagian kalian berdua main gak ngira-ngira. Noh liat di cermin wajah lho keliatan banget kalau kurang tidur dan kecapek'an juga"


Airin mengatakan itu saat mereka sampai di toilet yang kebetulan disana ada cerminnya. Sehingga Airinpun menghadapkan wajah sahabatnya tepat didepan cermin itu.


"Akhirnya pertahanan lho jebol juga. Dulu aja kayak anti banget sama Byan. Pakek acara benci segala. Lah sekarang ujung-ujungnya lho jatuh juga sama pesona sikomet" Terdengar Airin mulai meledeknya


"Gue sebenarnya udah nolak. Cuman ya gitu, gue kalah tenaga sama dia" Lifi nampak berusaha membela diri


"Kalah tenaga apa kalah sama pesona" Airin mulai meledeknya lagi


"Udah sana lho mending cuci itu muka biar gak merem terus bawaannya"


Selepas dari toilet mereka berdua langsung menuju kantin karena memang sudah ditunggu oleh yang lain disana.


"Lama bener sih ke toiletnya yang" ucap Byan pada Lifi begitu ia duduk disebelahnya. Dan sontak saja ucapan byan barusan langsung mendapat komentar pedas dari Chaca


"Ya elah, ini burung gak bisa jauh banget dari sarangnya"


Putripun langsung menampol mulut Chaca dengan sendok yang sedang dipegangnya.


"Ini mulut kebiasaan banget kalau ngomong gak pakek saringan" kesal Putri pada Chaca


"Ya habisnya bini ketoilet aja udah berasa kayak ditinggal ke Korea. Gini amat ya kalau lagi kena virus bucin" Chaca juga tak kalah kesalnya. Diapun juga masih sempat-sempatnya meledek Byan.


"Biarin aja bucin. Lagian bucin sama istri sendiri kan dapat pahala. Iya gak yang"


Byan nampak meminta dukungan istrinya atas pernyataannya barusan. Namun sayangnya orang yang dimintai dukungan malah terlihat sedang menatapnya dengan tatapan jengah.


"Mam-pus dah lo dicuwekin sama bini sendiri" Chaca terlihat semakin gencar meledek Byan.


Bahkan semuanya nampak kompak tertawa karena begitu gemmas melihat interaksi antara Byan dan Lifi.

__ADS_1


"Udah gak ngantuk lagi Lif, sumpah dan lo tidur dikelas kayak berasa di tidur dihotel aja. Lo diapain aja sama si Byan semalam kok bisa sampek sengantuk itu" Lagi-lagi Chaca yang nampak tak mau berhenti meledek keduanya


"Gue ngantuk itu karena gue semalaman habis nonton drakor" Lifi lagi-lagi menggunakan alasan itu


"Drakor apa film action" Alan sekarang malah ikut-ikutan meledek


"Yaudah kalau gak percaya"


Lifipun kemudian memilih menghabiskan makanannya dari pada meladeni ledekan teman-temannya.


Selepas mereka dari kantin merekapun kemudian langsung bergegas untuk pulang kerumah masing-masing.


"Mas...hari ini boleh gak nginep dirumah bunda?" Lifi mengatakan itu saat mereka sudah berada didalam mobil.


"Kalau besok aja gimana, mas habis ini mesti ke cafe, janji deh besok berangkat pagi" Byan berbicara dengan sangat hati-hati. Ia tidak ingin membuat istrinya ini ngambek.


"Gimana kalau aku kerumah bundanya naik bus aja. jadi mas bisa langsung ke cafe. Nanti gak pa pa kok aku nginep sendiri. Lagian kan besok kuliah libur" Lifi masih nampak memohon dengan cara lain agar diperbolehkan.


"Jangan lah yang, mana bisa kamu nginep sendiri disana. Entar dikira kita malah lagi berantem" Lagi-lagi Byan tak memberinya izin


"Gini aja, sekarang mending ikut mas ke cafe. Mas mau nemuin teman mas yang tempo hari barangnya tertukar sama bahan-bahan kebutuhan cafe. Kata Alvian dia mau ketemu mas, mau bicara soal kerja sama gitu. Besok mas janji kita bakal nginep dirumah bunda"


"Teeserah deh" Lifi terlihat kesal namun dia masih mengikuti kemauan suaminya.


Sesampainya di cafe Byan langsung disambut oleh Alvian. Dia mengatakan kalau temannya itu sudah menunggu diruangannya sejak tadi.


Alvianpun kemudian langsung bergegas keruangannya untuk memanggil temannya Byan itu dan membawanya menuju ruangan bosnya.


"Mari silahkan masuk, pak Byan sudah didalam" Alvian nampak mempersilahkan tamu bosnya dengan sopan.


"Lama banget sih By, aku udah nunggu dari tadi lho buat ketemu sama kamu" tamannya Byan itu langsung mendekat kearah Byan tanpa memperdulikan keberadaan Lifi disampingnya.


Lifi langsung terlonjak manakala ia tau kalau teman suaminya ternyata seorang perempuan.


Pakaiannnya terlihat begitu **** sehingga memperlihatkan lekuk tubuhnya.


"By...dia siapa? Asisten kamu atau pegawai kamu?" gadis itu menunjuk ke arah Lifi sembari tangan yang satunya ia lingkarkan pada lengan Byan.


Byanpun nampak berusaha melepaskan tangan gadis itu dari lengannya.


"tolong jangan seperti ini, dan kenalkan dia adalah...." belum selesai Byan berucap Lifi sudah memotongnya terlebih dahulu


"Saya adalah pegawainya pak Byan, saya ke sini hanya bermaksud meminta izin pulang lebih awal. Kalau begitu saya permisi dulu"


Setelah mengatakan itu Lifi langsung meninggalkan ruangan suaminya begitu saja tanpa memperdulikan Byan yang hendak menjelaskan sesuatu.


Perasaannya begitu kesal dan kecewa karena mendapati suaminya memiliki teman perempuan yang terlihat begitu dekat.

__ADS_1


Lifi juga kecewa karena ternyata Byan lebih memilih menemui teman perempuannya dari pada menuruti permintaannya untuk pergi kerumah orang tuanya.


__ADS_2