
Lifi nampak menyibukkan diri di dapur. Beruntung mama mertuanya sedang keluar jadi dia bisa sedikit berlama-lama disana.
Sebenarnya bik Darsih sudah melarangnya sejak tadi, hanya saja dia tetap memaksakan diri untuk ikut membantunya mengerjakan pekerjaan dapur.
"Non.......sudah biar bibik saja yang melanjutkan ini. Non istirahat saja, kan den Byan lagi sakit, jadi non temenin den Byan saja"
"Tanggung bik, bentar lagi juga kelar"Lifi masih saja enggan memberikan pekerjaannya pada bik Darsih
Sementara Byan yang baru saja keluar dari kamar mandi nampak tidak menemukan sosok istrinya.
Padahal tadinya istrinya itu masih berada ditempatnya.
"Kemana tu anak, main ngilang-ngilang aja"
Byan kemudian berganti baju dan setelahnya dia bergegas keluar kamar untuk mencari keberadaan istrinya.
Saat Byan sampai di anak tangga paling bawah sendiri dia berpapasan dengan bik Darsih.
"Bik....liat Lifi enggak?"
"itu den, lagi didapur"
"Ck....punya istri demen bener ngumpet didapur. Apa dapur lebih menarik ya ketimbang gue" Sambil berjalan ke arah dapur, Byan nampak menggerutu sendiri.
Ternyata benar yang dikatakan bik Darsih jika istrinya saat ini tengah berada didapur dan terlihat sedang asik memasak.
Dengan mengendap-endap Byan berjalan ke arah Lifi. Ia tidak ingin sampai ketahuan istrinya, bisa jadi ia gagal untuk membuatnya kaget.
"Dorr....."
Byan rupanya berhasil mengagetkan Lifi dari belakang
"huh...apaan sih, bikin kaget orang saja" ucap Lifi sambil memegangi dadanya.
"Lagi apa sih kesayangan mas, kok keliatan sibuk banget"
Seperti sudah menjadi candu, Byan langsung memeluk istrinya dari belakang dan membenamkan kepalanya tepat di leher istrinya.
Lifi tadinya sempat berfikir jika suaminya ini sedang marah. Mengingat tadi Byan sempat berlama-lama dikamar mandi.
Nyatanya kini suaminya ini masih setia pada mode mesumnya.
"Mas, jangan kayak gini. Kebiasaan banget sih suka gak ingat tempat" kesal Lifi pada suaminya ini
"Terus dimana tempat yang ngebolehin kita bisa kayak gini hem?"
"Awas ah, gak malu apa kalau nanti sampai ketahuan bik Darsih" ucap Lifi sambil berusaha melepaskan diri
"Emang udah ketahuan dari tadi, bahkan mama juga ngeliat" Byan bicara dengan entengnya
Mendengar ucapan Byan yang mengatakan kalau mamanya juga melihat mereka, membuat Lifi panik dan langsung menoleh kebelakang. Lifi sendiri sampai lupa dengan posisinya saat ini.
__ADS_1
Dan saat Lifi monoleh kebelakang wajahnya langsung tepat mengenai wajah Byan. Hingga terjadilah adegan dimana Lifi yang tanpa sengaja mencium pipi Byan.
Lifi nampak masih tercengang dalam posisi dirinya mencium Byan.
Sementara Byan jangan ditanya lagi. Dia berasa seperti habis mendapat jackpout ratusan juta.
Bagaimana tidak, biasanya untuk mendapat ciuman dari istrinya ini, dia masih harus mencuri-curi stard dan kesempatan.
Tapi kali ini berkat kecerobahan Lifi ia mendapatkan ciuman itu tanpa harus bersusah payah untuk memodusi istrinya ini.
Setelah beberapa saat, barulah Lifi tersadar. Iapun buru-buru menetralkan dirinya. Berpura-pura seolah-olah tidak terjadi apa-apa.
Namun sayangnya itu tidak bisa ia lakukan. Karena saat ini nampak mertua dan ARTnya berdiri tepat dihadapannya.
"Mm-mama....."
Lifi terlihat sangat gugup. Bahkan saat ini wajahnya sudah seperti buah tomat yang sedang masak. Ia sangat malu karena ternyata apa yang baru saja terjadi dilihat langsung oleh mertuanya.
"Kalian lagi masak bareng ya?"
Bu Kinan sengaja pura-pura bertanya seperti itu karena tidak ingin membuat Lifi malu.
"ti-dak eh iy-ya mah" Lifi masih terlihat gugup
"Oh so sweet sekali kalian" ucap bu Kinan sambil tersenyum
"Yasudah kalian lanjutkan saja, mama mau mandi dulu"
Bu kinan kemudian beranjak dari dapur. Ia tidak ingin membuat menantunya menjadi canggung.
"Yang, ampun ini sakit banget" Byan terlihat mengadu kesakitan karena istrinya terus mencubitinya
"Biarin, suruh siapa hobi bikin rusuh mulu" Lifi nampak tak peduli dengan rasa sakit suaminya.
"Lho, kok mas yang dibilang rusuh. Kan yang nyium mas kamu duluan. Kenapa malah mas yang disalahi" ucap Byan tidak terima
"sory ya, gak ada aku nyium kamu duluan. Tadi itu namanya kecelakaan" Bantah Lifi karena tak terima dirinya dituduh mencium duluan
"Sama aja Yang, kan yang nyuri stard kamu dulu" Byan masih tak mau kalah
"Nyuri stard dari hongkong. Udah tau itu kecelakaan" Lifi semakin kesal saja
"Iya deh kecelakaan. lagian ya Yang kalau kecelakaannya kayak tadi itu, mau sehari lima puluh kalipun aku siap-siap aja jadi korbannya"
"Dasar Omes" umpat Lifi
"Ya gak pa pa di bilang omes, kan omesnya sama istri sendiri. 100% halal dan berpahala. Yang dosa itu kalau gak mau ngasih jatah suami"
Skakmat, ucapan Byan baru saja membut Lifi mati kutu. Sungguh saat ini dia tidak bisa berkata apa-apalagi. Karena yang dikatakan Byan memang benar adanya.
Byan yang melihat istrinya tiba-tiba nampak diam sambil tertunduk, membuatnya tak enak hati
__ADS_1
"Udah gk usah diem gitu, kamu tenang saja. Mas punya banyak stok sabar kok buat nungguin itu" Ucap Byan sambil mengelus sayang kepala istrinya.
"Tapi nanti begitu kamu siap, mas mau jatahnya di rapel" Byan mengatakan itu sambil terkekeh sendiri.
Lifi masih nampak enggan untuk mengeluarkan suaranya. Hal ini tentu membuat Byan semakin tak enak hati.
Meskipun kalau dipikir dalam hal ini Byan sama sekali tidak bersalah.
"Sayang....mas mau ngecek caffe sebentar. apa kamu mau ikut?" Byan mencoba memecah keheningan yang sedang terjadi
Lifipun menjawab hanya dengan menggelengkan kepala.
"Atau mau pesen susuatu mungkin, nanti biar mas beliin" Lagi Byan bertanya pada Lifi dan sekali lagi Lifi menjawabnya dengan gelengan kepala saja.
"Yasudah kalau begitu mas pergi dulu. Kamu sebaiknya istirahat dikamar saja. Mas usahakan pulang sebelum jam makan malam"
Setelah mengatakan itu, Byan langsung beranjak untuk pergi. Namun secepat kilat Lifi langsung menarik tangan suaminya.
"Mas kamu lagi sakit, apa tidak sebaikknya besok saja kamu ke cafenya"
Lifi sebenarnya merasa khawatir saat tadi Byan mengatakan kalau dirinya hendak pergi kecafe.
Namun dia ragu untuk mencegah Byan agar tidak pergi. Tapi saat Lifi mengingat bagaimana kondisi Byan tadi pagi, iapun memberanikan diri untuk mengatakan agar suaminya itu tidak pergi.
"Mas kamu baru tadi pagi masuk angin, sekarang mau main keluar aja. Aku gak mau kamu sakit lagi.Tidak bisakah kamu nyuruh Alvian saja yang kesini" Lifi nampak memberi solusi
Melihat raut wajah istrinya yang nampak khawatir, membuat Byan tersenyum bahagia karena ternyata istrinya ini masih mengkhawatirkan keadaannya.
" Emang kenapa kalau mas sakit" ucap Byan penuh selidik.
Dia ingin tau alasan apa yang membuat Lifi khawatir dengan keadaannya.
"Ya aku gak mau aja kalau kamu sakit terus misalkan terjadi apa-apa, aku gak mau jadi janda muda" Lifi sengaja mengatakan itu hanya untuk bercanda.
"hust....kalau ngomong. Aku aja belum dapat jatah dari kamu"
Byan nampaknya terpancing dengan candaan Lifi.
" Aku kan bilangnya kalau misalkan" ucap Lifi membela diri
"Tetep aja kamu gak boleh ngomong gitu. Aku akan berdoa dan minta agar kamu gak pernah jadi janda. Enak saja, kalau aku mati entar kamu malah nikah lagi. Rugi besar akunya" Byan nampak semakin serius menanggapi candaan istrinya
"Ya gak pa pa, kalau emang masih ada jodoh aku bisa apa coba" Lifi semakin gencar menggoda suaminya
"Ngomong sekali lagi, akan aku buat kamu hamil saat ini juga" ancam Byan yang ditanggapi senyuman saja oleh istrinya
"Emang ada sekali proses langsung hamil setelahnya" Lifi mengatakan itu sambil tertawa.
Ternyata kalau lagi marah suaminya ini suka bicara yang gak masuk akal.
"Gimana kalau kita uji coba saja sekarang untuk mastiin pertanyaan kamu barusan" Kini Byanlah yang beralih menggoda Lifi.
__ADS_1
"Mm-mas aku tadi cu,-man ber-bercanda" ucap Lifi panik, karena saat ini lagi-lagi dirinya harus terjebak dengan candaannya sendiri.
Byan sama sekali tidak menghiraukan kepanikan istrinya. Dia langsung mengangkat Lifi seperti karung beras dan hendak membawanya kekamar.