
Entah apa yang diperbuat Byan pada istrinya sejak tadi, yang jelas saat ini baik dirinya maupun Lifi sama-sama sudah tak mengenakan selehai benangpun.
Bahkan saat ini rambut istrinya terlihat sedikit berantakan. Dan nampak juga butiran keringat membasahi kening istrinya.
Byanpun merapikan rambut Lifi sambil menyeka keringatnya dengan begitu lembut.
"Sayang....boleh mas melakukannya malam ini?" Sekali lagi Byan meminta persetujuan istrinya sebelum ia benar-benar mengambil haknya.
"Mas....aku takut" Wajah Lifi terlihat begitu tegang, mungkin karena rasa takut yang sedang dirasakannya saat ini.
"Kamu gak perlu takut, mungkin pertamanya akan terasa sakit. Tapi mas janji akan melakukannya dengan lembut. Jadi kamu jangan tegang, cukup rileks dan nikmati saja prosesnya"
Setelah mengatakan itu Byan mencium kening istrinya dalam-dalam. Dia berharap dengan ini bisa sedikit memberi ketenangan pada istrinya.
Perlahan tapi pasti akhirnya Byan berhasil membobol benteng pertahanan yang berusaha Lifi jaga selama ini. Meski tadi di awal-awal istrinya ini merintih kesakitan dan meminta Byan untuk berhenti, namun sekuat mungkin Byan meyakinkan Lifi agar mau melanjutkannya.
Bahkan Byan rela saat punggungnya harus menjadi korban cakaran tangan istrinya yang saat itu sedang menahan rasa sakit akibat ulah dirinya sendiri.
Setelah satu jam lebih akhirnya Byan menuntaskan apa yang sudah dia tahan selama beberapa minggu berstatus menjadi suami. Iapun langsung merebahkan tubuhnya dengan mendekap erat istrinya yang nampak terlihat sangat kelelahan.
"Terima kasih karena sudah menjaganya. Mas bahagia karena bisa menjadi yang pertama mendapatkannya. I Love You Naira Alifi Istiqomah" Byan mengatakan itu sambil kembali mencium kening istrinya. Dan setelahnya Byan juga mendekap tubuh istrinya dengan sangat erat.
Lifi sendiri yang sudah merasa lelah hanya bisa menjawabnya dengan menganggukan kepala.
"Sayang, kamu udah ngantuk" tanya Byan karena tak mendengar suara istrinya.
"Gak mas, aku cuman capek saja" jawab Lifi dengan suara yang terdengar lemas.
"Kalai begitu sekali lagi boleh?, kamu cukup diem saja biar mas yang maen sendiri"
Dan setelah mengatakan itu Byan sudah berada diatas tubuh Lifi tanpa menunggu persetujuan darinya terlebih dulu.
Lagi-lagi Lifipun hanya bisa pasrah dengan apa yang dilakukan suaminya. Malam ini sesuai ucapan Byan, Lifi benar-benar habis ditangannya. Karena Byan tak hanya melakukannya sekali, tapi berkali-kali hingga tepat jam satu malam mareka baru menyelesaikan ritual mereka.
Dengan langkah sedikit terseok, sambil menutupi tubuhnya dengan selimut. Lifi berusaha pergi ke kamar mandi karena memang mereka belum melakukan ibadah sholat isya'.
Melihat itu, Byanpun langsung berinisiatif menggendong istrinya. Ia tau, Lifi sampai berjalan seperti itu tidak lain akibat ulahnya.
"Mas....Aku bis...."
Belum selesai Lifi berucap, Byan sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Udah gak pa pa, mas gak tega liat kamu jalannya sampek kayak bebek"
Mendengar suaminya mengatai dirinya seperti bebek, membuat Lifi manyun seketika. Byanpun terkekeh sendiri melihat reaksi istrinya yang nampak kesal karena ucapannya yang menyamakan dirinya dengan bebek.
Merekapun kemudian secara bergantian pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Tak lupa sebelumnya Byan mengganti sprei diranjangnya dengan yang baru, karena di sprei yang lama terdapat bekas noda darah milik istrinya.
__ADS_1
Baru setelah sama-sama sudah membersihkan diri, keduanya langsung bergegas menjalankan sholat isya' bersama.
"Sayang...mas ambil makan dulu kedapur ya. Mas yakin kamu pasti lapar" Byan mengatakan itu saat istrinya sedang melipat mukenanya.
Lifipun tidak menolak karena memang setelah olahraga malam tadi, tenaganya betul-betul terkuras habis.
Tak berapa lama, Byan kembali dari dapur dengan membawa nampan berisi makanan.
Iapun kemudian menyuapi istrinya sambil sesekali menyuapkan makanannya pada mulutnya sendiri.
Meski awalnya Lifi menolak untuk disuapi, namun Byan terus memaksanya. Alasannya tentu karena dia tidak ingin membiarkan istrinya kecapek'an.
Lifipun merasa tak habis pikir dengan tingkah suaminya yang dianggap terlalu berlebihan.
Setelah menyelesaikan makan malam yang sempat tertunda, Lifi merebahkan dirinya. Ia merasa sangat mengantuk.
Namun baru saja ia hendak memejamkan matanya, tiba-tiba ia merasa tubuhnya sudah ada yang menindihnya.
Samar-samar ia membuka kedua matanya. Dan alangkah kagetnya ternyata yang berada diatas tubuhnya tak lain adalah suaminya
"Ka-kamu mau apa mas" tanya Lifi yang sudah terlihat gugup
"Mas mau nambah sekali lagi, kamu tidur aja. Biar mas main sendiri" lagi-lagi kata itu yang diucapkan oleh suaminya ini.
Sungguh malam ini Byan tak sedikitpun membiarkan dirinya beristirahat. Karena meskipun tadi bilangnya sekali, nyatanya dia mengambil jatahnya lagi lebih dari sekali.
"Mas....stop. Aku capek" Lifi terlihat begitu kesal saat suaminya ini hendak menindihnya lagi.
"Maaf sayang, habisnya kamu bikin candu. Mas kan jadinya pengen nambah lagi dan lagi" ucap Byan sambil menggaruk tengkuknya yang sebenarnya tak gatal sama sekali.
Lifipun langsung manarik selimut untuk menutupi tubuhnya yang masih nampak polos. Iapun kemudian berbalik membelakangi suaminya.
Melihat itu Byan langsung ikutan masuk ke dalam selimut dan mendekap istrinya dari belakang.
Karena sebenarnya Byan yang juga merasa kelelehan, mereka berduapun akhirnya terlelap dengan posisi saat ini Lifi sudah menghadap pada suaminya dan menyandarkan kepalanya pada dada bidang suaminya.
Hingga tanpa terasa waktu sudah pagi. Kali ini terlihat Byan yang bangun tidur lebih dulu. Saat membuka matanya, ia langsung disuguhkan oleh pemandangan dimana istrinya ini nampak tertidur pulas dengan posisi menyandarkan kepalanya pada dada bidangnya.
Byanpun langsung mendaratkan satu kecupan dikening, kedua pipi, dan tak lupa trakhir di bi-bir ranum milik istrinya itu.
Dan ternyata apa yang dilakukan oleh Byan kali ini membuat di empunya seketika terbangun.
"Mas...gak usah rusuh deh, ini masih pagi" begitulah kalimat yang Lifi ucapkan pada suami mesumnya ini .
"Morning kiss sayang........" jawab Byan saat aksinya mendapat protes dari sang istri.
Lifipun kemudian menarik selimutnya dan hendak beranjak. Namun baru saja Lifi menurunkan satu kakinya dari atas ranjang, ia langsung merintih kesakitan.
__ADS_1
"Aw....."
Byanpun langsung beranjak bangun dari tempatnya untuk memastiksn kondisi istrinya.
"Sayang kenapa, apa ada yang sakit?" tanya Byan dengan wajah tanpa berdosanya. Padahal sudah jelas sakit yg dialami Lifi itu tak lain akibat ulah dirinya semalam.
Lifipun nampak bergeming tanpa mau menjawabnya, hingga akhirnya Byan sendiri yang menyadari mengapa istrinya bisa jadi seperti ini.
"Masih sakit ya, yasudah kamu tiduran lagi aja. Biar mas yang ke kamar mandi buat ngisi bathtub sama air hangat. Jadi nanti kamu bisa berendam disana" ucap Byan sambil kemudian beranjak dengan bertelanjang bulat.
"Mas......kamu porno deh, pakek celananya gak. Kamu bikin mata aku ternoda saja" ucap Lifi kesal dan tangannya reflek langsung digunakan untuk menutup kedua matanya.
"Kan semalam udah liat yang, ngapain mesti ditutupin" Ucap Byan tak mau disalahkan
"Gak ada ya aku ngeliat kayak begituan" Lifi nampak tak terima
"Yasudah kalau begitu sekarang aja ngeliatnya. Biar gak malu-malu lagi" Byan mengatakan itu sambil mendekat pada Lifi dan menarik tangannya yang nampak menutupi kedua matanya.
"Mas apaan sih, udah sana. Nanti bisa kesiangan ini" Lifi mendorong tubuh suaminya agar menjauh.
Byanpun akhirnya beranjak ke kamar mandi untuk mengisi bathtup dengan air hangat.
Dan setelah dirasa penuh Byan keluar untuk memanggil istrinya.
"Sayang...air hangatnya sudah siap. Apa perlu mas gendong buat ke kamar mandinya?" tanya Byan penuh perhatian
"Gak usah aku bisa jalan sendiri"
Dengan sangat hati-hati karena masih terasa sakit, Lifipun berjalan menuju kamar mandi.
Byan yang melihatnyapun sampai tidak bisa menahan tawanya.
"Mas....kamu ngetawain aku yah" Lifi berbalik kebelakang saat mendengar sepertinya suaminya sedang menertawakan sesuatu.
"Kamu lucu banget yang jalannya. Persis kayak bebek" Lagi Byan tertawa saat mengatakan hal itu.
Dan detik berikutnya Byan langsung membopong tubuh istrinya ke kamar mandi.
"Mas...kamu mau apa" tanya Lifi panik
"Kita mandi bareng ajalah biar hemat waktu"
"Mas aku gak mau ya, entar yang ada kita gak jadi mandi" terlihat Lifi meronta minta diturunkan
"Gak akan, mas janji cuman mandi saja kok" Jawab Byan meyakinkan istrinya
"Tapi aku malu mas. Kamu keluar saja ya" pinta Lifi saat Byan mulai menurunkannya pada Bathtub.
__ADS_1
"Gak perlu malu. Lagian mas udah ngeliat semuanya tanpa ada yang terlewat sedikitpun. Dan lagi mas juga sudah merasakannya" Ucap Byan dengan entengnya. Dan tentu saja perkataan Byan ini membuat Lifi menajdi malu sendiri.
Akhirnya mau tidak mau pagi ini Lifi mandi barsama suaminya. Dan untungnya kali ini Byan benar-benar mengajaknya hanya mandi bersama tanpa adanya ritual-ritual yang bisa membuat aktivitas mandinya menjadi lama.