Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Obat Nyamuk


__ADS_3

Setelah insiden kejadian dimana Manda mendorong Lifi hingga terjatuh dan membuat kepala Lifi terluka, Byan semakin over protectif dalam menjaga Lifi terutama jika saat berada dikampus.


Kemanapun Lifi pergi, Byan tidak akan membiarkannya sendiri. Bahkan kekamar mandipun harus diantar. Kalaupun dia tidak bisa, Byan akan meminta Airin untuk menemani istrinya ini.


"Lif....sumpah gue udah berasa kayak jadi bodyguard lho deh" Airin mengatakan itu setelah Byan meminta tolong dirinya untuk menemani istrinya ini kekamar mandi.


"Mending lho jadi bodyguard, lah gue..... udah berasa kayak jadi tawanan aja. Kemana-mana harus ditemenin, kayak takut gue kabur aja. Tapi gue iyaiin ajalah, dari pada denger dia ngomel-ngomel"


"Emang cowok se ganteng laki lho bisa ngomel juga" Airin terlihat keheranan


"Lho gak tau aja, dia kalau udah ngomel, bisa ngalahin mak-mak kalau lagi marahin anaknya"


"Masak sih Lif" Airin sepertinya tidak langsung percaya dengan apa yang dikatakan Lifi


"Terserah lho deh mau percaya apa enggak" Kesal Lifi karena sahabatnya ini tadi bertanya namun pas dikasih tau malah seakan-akan sahabatnya ini tidak percaya dengan apa yang dikatakannya.


Saat ini keduanya sedang duduk dikantin. Setelah mengantar Lifi kekamar mandi, keduanya memilih tidak kembali ke kelas tapi langsung menuju kekantin.


Disana keduanya asik mengobrol sambil menikmati minuman yang mereka pesan.


Bersamaan dengan itu, Manda datang menghampiri keduanya. Mereka yang melihatnyapun jadi langsung menatap kearah Manda.


"Ada apa lho kemari, mau nyakitin temen gue lagi" Saat ini Airin benar-benar menjalankan perannya untuk menjaga Lifi


"Rin...."Terlihat Lifi menyenggol lengan sahabatnya.


"Boleh gue duduk disini" Manda meminta izin terlebih dulu pada keduanya.


"Gak Boleh" Airin masih nampak kesal hingga dia melarang Manda untuk bergabung bersama mereka.


"Rin....jangan kayak gitu" Lifi berbicara sambil berbisik karena merasa tidak enak hati pada Manda yang nampak masih berdiri disana


"Ayo kak silahkan duduk "


Lifipun mempersilahkan Manda untuk duduk dan bergabung.


"Maksud gue kesini, gue mau minta maaf sama lho. Mungkin menurut lho ini sudah sangat terlambat. Tapi gue berharap sekali lho mau maafin gue atas kelakuan gue tempo hari sama lho. Gak seharusnya gue ngelampiasin sakit hati gue sama lho. Jujur waktu itu gue sempet gak bisa mengendalikan emosi. Gue kaget waktu denger kalau Byan sudah nikah. Tapi sekarang gue sadar bahwa sampai kapanpun Byan gak akan pernah suka sama gue." Manda mengatakannya sambil menundukkan kepalanya.

__ADS_1


"Aku udah maafin kakak jauh sebelum kakak memintanya. Aku bisa ngerti kok gimana perasaan kakak" Ucap Lifi tulus


"Makasih lho udah mau maafin gue. Byan gak salah milih lho jadi istrinya, karena memang lho orang yang baik"Mandapun kemudian memeluk Lifi.


Awalnya Manda berniat meminta maaf karena takut ancaman Byan yang akan membawa masalah ini ke jalur hukum. Namun hal itu urung ia lakukan.


Setelah hampir sebulan berfikir, barulah Manda yakin ingin bersungguh-sungguh meminta maaf pada Lifi. Ia heran karena selama ini ternyata Lifi sama sekali tidak menuntut balas apapun padanya, bahkan Lifi selalu melontarkan senyum padanya setiap kali berpapasan. Hal ini yang membuat Manda sadar bahwa ternyata Lifi adalah orang baik.


"Apa kita sekarang bisa berteman?" Terlihat Manda bertanya pada Lifi


"Tentu Kak, Aku malah senang. Karena nambah teman berarti kita nambah saudara juga"


merekapun akhirnya terlibat obrolan panjang. Hingga mereka lupa jika sebentar lagi ada jam perkuliahan berikutnya.


"Sayang....." tiba-tiba saja terdengar suara laki-laki dari belakang mereka


Lifi yang faham betul dengan siapa pemilik suara tersebut langsung menoleh kebelakang.


"Kamu ternyata disini. Mas dari tadi nyariin kamu karena mas takut terjadi apa-apa sama kamu" Byan mengatakannya sambil mendekat pada istrinya


"Ngapain kamu disini sama istriku" Byan kali ini memandang Manda dengan tatapan penuh amarah.


"Mas...." Lifi terlihat memegangi lengan suaminya, mencoba memberi isyarat agar suaminya ini tidak emosi.


"Ak-aku di-di-sini cuma ma-mau minta maaf sama istri kamu" Manda berbicara dengan begitu gugup.


Jujur, Manda sendiri saat ini masih belum berani bertemu Byan setelah sehari pasca dia mendorong Lifi, Byan mendatanganginya dengan penuh amarah.


"Mas....udah jangan kayak gitu. Kak Manda datang baik-baik kok. Dia kesini cuman mau minta maaf sama aku. Lagian ini kejadiannya udah lama kan. Buat apa masih dibahas lagi"


"Sayang......kamu masih ingat kan, dia itu udah Nyakit....." Belum selesai Byan bicara Lifi sudah memotongnya terlebih dahulu.


"Sssssttttt......kalau mas mau maafin kak Manda, entar malam aku kasih jatah dobel." Lifi sengaja membisikan jurus ampuh ini agar suaminya bisa meredam emosinya dan mau melupakan kejadian itu


Mendapat bisikan angin segar, membuat senyum Byan seketika merekah. Tanpa babibu lagi Byan langsung menuruti ucapan istrinya ini.


Sedang Manda dan Airin nampak menatap heran pada Byan. Pasalnya baru saja lelaki ini datang dengan wajah penuh emosi, namun sejurus kemudian dia langsung cengar-cengir gak jelas setelah mendapat bisikan dari sang istri.

__ADS_1


"Dasar bucin lho, tadi aja pas baru datang udah ngala-ngalain superhero yang siap tempur. Tapi sekali ketemu pawangnya langsung jinak lho" Airin terlihat meledek Byan karena begitu nurutnya sama sang istri.


Mandapun jadi tersenyum meski sedikit dipaksakan. Dalam hati dia mengatakan betapa beruntungnya seorang Lifi yang dengan mudahnya bisa meluluhkan hati Byan.


Sedangkan dirinya, meski sudah hampir tiga tahun mengejar cintanya, namun tak sekalipun Byan mau melihatnya.


"By....Maafin aku, aku janji kedepannya gak bakalan ganggu hidup kamu lagi. Apalagi sampai berani nyakitin orang yang paling kamu sayangi. Gue sadar cinta itu memang gak bisa dipaksa. Semuanya datang ngalir gitu aja" Kali ini Manda meminta maaf pada Byan dengan tulus


"Oke gue pegang janji lho buat gak ganggu gue dan gak bakalan nyakitin istri gue lagi. Dan gue juga minta maaf selama ini gak bisa balas perasaan lho. Bagi gue lho tetep teman gue dan selamanya akan seperti itu. Semoga lho dapetin cowok yang lebih baik dari gue." Kali ini Byan terlihat serius memberi maaf pada Manda.


Apalagi setelah diiming-imingi bakalan dapat bonus dobel jatah dari istrinya, pasti maafnya ikhlas berlikali-kali lipat.


Setelah mendapat maaf dari keduanya, Mandapun pamit lebih dulu meninggalkan mereka. Dan setelah kepergian Manda, Byan terlihat membisikkan sesuatu ditelinga Lifi


"Yang....ke hotel yuk, mas ambil sekarang aja jatahnya. Soalnya kalau nunggu malem kelamaan"


Lifi yang mendengar ucapan suaminya langsung menatap jengah pada suami mesumnya ini. Sungguh kalau sudah menyangkut urusan jatah suaminya ini paling sat set.


"Canda sayang....gitu aja ngambek" Ucap Byan sambil mencubit kedua pipi istrinya.


"Woi....ada gue disini, kalian malah main cubit-cubitan segala. Lho pikir gue obat nyamuk apa" Kesal Airin pada keduanya yang seolah-olah lupa kalau diantara mereka masih ada dirinya.


"Masih mending lho jadi obat nyamuk, lah dari pada jadi se-tan" Ledek Byan pada Airin


"Maksud lho apa ya" Airin tidak faham maksud ucapan Byan barusan.


"La katanya kalau ada laki-laki dan perempuan berduaan, maka ketiganya adalah se-tan. Nah ini gue ama kesayangan gue kan berdua aja, terus ada lho sebagai yang ketiga. Berarti lho sama aja kayak set...."


"Ngomong sekali lagi gue sumpel mulut lho pakek ni sepatu" saking kesalnya Airin sampai mengangkat sepatu yang sedang dipakainya.


"Tenang-tenang, lho jangan marah dulu. Gue kan cuman bercanda, masak gitu aja udah marah. Ya gak Yang?" Byan terdengar meminta dukungan istrinya untuk meyakinkan Airin. Bahkan saat mengatakan itupun Byan sambil sekilas memeluk tubuh istrinya.


"Ck....dasar bucin parah lho. Gue cabut dulu dah. Sumpah gue berasa jadi obat nyamuk beneran kalau gini"


Airinpun kemudian berlalu meninggalkan sepasang suami istri yang terlihat semakin lama semakin menunjukkan keromantisannya didepan dirinya.


Sementara Byan hanya menatap kepergian Airin dengan tersenyum penuh kepuasan karena sudah berhasil meledeknya.

__ADS_1


__ADS_2