
"Mas ini gimana" Lifi nampak panik. Pasalnya saat ini jam sudah menunjukkan pukul 07.30, sementara dirinya ada jam perkuliahan pukul 08.00.
" Bilang sama Airin, hari ini kita izin" ucap Byan santai
"Mas, kita minggu kemarin udah gak masuk satu hari lo. Masak sekarang mau izin lagi" Lifi nampak keberatan dengan saran suaminya.
"sayang, sekarang cobak kamu pikir, ini udah jam 07.30 kamu belum siap-siap, belum lagi nanti perjalanan ke kampusnya. Pasti ujung-ujungnya kamu telat nyampek sana" Byan mencoba memberi pertimbangan.
"terus hari ini kita bolos, gitu maksudnya"
"Kok bolos sih, kan mas nyuruhnya izin"
"Ck sama aja, intinya kan tetap gak masuk" ucap Lifi dengan ekspresi wajah cemberutnya
"udah gak usah cemberut gitu. Mending sini temenin suaminya yang lagi sakit ini. Kasih asupan nutrisi apa kek biar cepet sembuh"
"ogah, kamu kebanyakan modusnya dari pada seriusnya"
Lifipun hendak beranjak namun dengan cepat di cegah oleh Byan.
"eits mau kemana, udah disini aja"
Ucap Byan seraya memegang tangan istrinya agar tak beranjak
"lepas gak" Lifi sedikit berontak
"kalau gak mau?" Byan semakin mengeratkan pegangannya
"Mas, aku teriak ni ya" ancam Lifi
"teriak aja, gak akan ada yang dengar. Karena kamar ini kedap suara" Ucap Byan sambil menyeringai licik
Mendengar ucapan suaminya, membuat Lifi nampak bergidik ngeri. Ia tidak bisa membayangkan apa yang akan dilakukan oleh Byan pada dirinya.
Melihat ekspresi Lifi yang demikian membuat Byan merasa gemas sendiri.
Iapun berinisiatif hendak menggoda istrinya. Numun baru saja ia akan melakukan itu tiba-tiba ponselnya berdering. Terlihat kalau itu panggilan dari Alan.
Tanpa menunggu waktu lama, Byan langsung menerima panggilan temannya itu.
Alan: Hallo brow.....
Byan: ada apa Lan, tumbenan lo nelfon gue
Alan: Gue cuman mau nanya, Lo hari ini ini kenapa gak masuk?.
Byan : Gue lagi kurang fit aja
Alan : Ini juga, kayaknya Lifi juga gak masuk. Gue tanya Airin katanya lagi nemenin kakaknya yang lagi sakit kalau gak salah.
Mendengar penuturan dari Alan yang mengatakan perihal alasan Lifi tidak bisa masuk kuliah hari ini membuat Byan tersenyum sendiri.
Alan : Ya udah brow, lo istirahat aja. semoga lekas sembuh.
Byan : oke, thanks ya udah perhatian ke gue
__ADS_1
Byanpun kemudian meletakkan kembali ponselnya diatas nakas setelah menerima panggilan dari temannya.
"Siapa yang telfon barusan" tanya Lifi sedikit kepo
"Alan"
Setelah mengatakan itu Byan tiba-tiba langsung berlari ke kamar mandi.
Terdengar disana ia kembali seperti sedang muntah-muntah.
Lifipun menghampiri suaminya yang sudah nampak pucat sekali.
"ayo istirahat saja"
Lifi membatu memapah Byan ke ranjang agar dia bisa istirahat.
"mas aku ke bawah dulu. Mau nanya mama biasanya kamu di kasih apa kalau lagi masuk angin kayak gini."
Saat Lifi hendak membuka pintu, tepat didepannya sudah ada bu Kinan yang nampak berdiri. Bu kinan sendiri datang untuk melihat kondisi putranya.
"mama, ayo masuk mah" ucap Lifi mempersilahkan
"udah mendingan apa masih berasa mualnya" bu Kinan bertanya pada Lifi
"masih mah, barusan ini mas Byan habis kayak mau muntah gitu. Tapi gak ada yang dikeluarin" jelas Lifi pada mertuanya
Bu Kinanpun masuk dan duduk disebelah putranya yang nampak sedang berbaring.
sesekali bu kinan meraba kening putranya untuk memastikan kondisinya saat ini.
Karena jujur meski tidak bisa mengatakannya, namun Lifi terlihat sangat khawatir sekali.
"ini mama bawain minyak kayu putih. Coba dioleskan ke seluruh tubuhnya dulu, nanti kalau tidak ada reaksi kita panggil dokter"
Bu kinanpun memberikan botol minyak kayu putih itu pada Lifi.
"ayo Byan, kamu bukak bajunya biar diolesi minyak kayu putih sama istrimu"
Setelah mengatakan itu bu Kinan langsung beranjak keluar dari kamar.
Sementata Lifi sendiri, setelah mendengar intruksi dari mertuanya, ia seketika nampak terlihat gugup sekali.
Ia merasa kurang nyaman untuk melakukan hal itu. Namun tak sampai hati juga untuk menolaknya. Mengingat yang sakit adalah suaminya, otomatis jadi kewajibannya untuk merawat sumianya ini.
Dengan langkah ragu Lifi mendekat ke arah Byan yang sedang dalam posisi terlentang tanpa memakai baju.
Lifi benar-benar terlihat gugup sekali. Bahkan tangannya terasa dingin dan terlihat sedikit gemetar saat ia mulai mengoleskan minyak kayu putih pada bagian dada suaminya.
Bagaimana tidak gugup, ini adalah kali pertama Lifi menyentuh tubuh laki-laki.
"kamu gugup" tanya Byan tiba-tiba.
Lifipun memilih tak menanggapi pertanyaan suaminya.
Ia memilih melanjutkan aktifitasnya.
__ADS_1
"sebelah sini juga"
Byan memegang tangan Lifi dan diarahkannya tangan itu pada bagian perutnya.
Lifipun menuruti intruksi suaminya. tapi tatapannya sama sekali tidak mengarah kesana. Ia memilih melakukannya dengan posisi memalingkan wajah.
Setelah dirasa selesai, Lifi secepat mungkin langsung beranjak dari sana. Ia pun memilih keluar kamar untuk menetralisirkan kondisi jantungnya yang dari tadi nampak seperti sedang lari marathon.
Byan yang melihat itu sampai dibuat terkekeh sendiri.
Dalam hati ingin sekali dia menggoda istrinya jika dalam kondisi seperti ini.
Namun karena kondisinya yang sedikit lemas, ia jadi mengurungkan niatnya itu
Iapun kemudian memilih istirahat dengan memejamkan matanya.
...****************...
Saat ini lifi tengah berada di dapur bersama mama mertuanya juga bik Darsih.
Terlihat dia sedang membuatkan bubur untuk suaminya yang sejak tadi pagi belum sarapan.
"sayang, maaf ya. Gara-gara Byan sakit kamu malah jadi gak bisa masuk kuliah hari ini" ucap bu Kinan merasa tak enak hati.
"gak pa pa mah, ini sudah menjadi kewajiban Lifi untuk merawat mas Byan"
Bu Kinan marasa sangat beruntung memiliki menantu seperti Lifi. Karena meskipun menikah karena perjodohan yang awalnya sempat ditentangnya, namun tak sedikitpun Lifi mengabaikan tugasnya sebagai seorang istri dan menantu.
Tak salah jika selama ini suaminya bersikeras untuk mencari keberadaan sahabatnya agar bisa mewujudkan perjanjian yang sudah disepakati untuk menjodohkan putranya dengan putri sahabatnya itu.
Ternyata feeling suaminya benar, jika putri dari sahabatnya ini adalah gadis yang sangat baik sama seperti sahabatnya yang menurut penilaian suaminya adalah tipe-tipe orang yang baik.
Setelah bubur yang dibuat Lifi jadi, Lifipun hendak langsung bergegas membawa bubur itu kekamarnya.
Namun tiba-tiba terdengar suara bel berbunyi dari depan.
"mah, sepertinya ada yang datang" Lifi berucap pada mertuanya.
"yasudah biar mama yang bukain pintunya. Kamu ke kamar aja, keburu buburnya dingin"
Lifipun berlalu menuju kamarnya tanpa melihat siapa tamu yang datang.
"mas...bangun dulu, ini udah aku buatin bubur" terlihat Lifi mengguncang tubuh Byan agar siempunya bangun.
" mas ayo makan dulu" ucap Lifi begitu melihat suaminya ini sudah terbangun.
"tapi makannyan disuapi ya?" ucap Byan dengan suara serak khas bangun tidur.
Tanpa menjawab Lifi langsung menyodorkan buburnya kemulut Byan.
Sementara di tempat lain nampak bu Kinan sedang berjalan menuju ruang tamu untuk melihat siapa tamu yang datang.
Bu kinanpun membukakan pintu rumahnya.
Dan saat pintu terbuka, bu Kinan sedikit kaget melihat tamu yang datang.
__ADS_1
Namun detik berikutnya bu Kinan langsung mempersilahkan tamunya itu untuk masuk.