
"ayo tidur" ajak Byan pada istrinya yang sejak dari tadi terlihat hanya duduk saja ditepi ranjang.
"duluan saja, aku belum ngantuk" bohong Lifi pada Byan.
Karena sebenarnya ia sudah sangat mengantuk sekali. Hanya saja ia takut terjadi sesuatu jika dirinya tidur sebelum suaminya ini terlelap lebih dulu.
Byan sendiri sebenarnya juga tau,
saat ini istrinya mungkin masih takut gara-gara tadi dirinya yang bercanda hendak mengajaknya untuk berolah raga malam.
"kamu gak usah bohong. Lihat, mata kamu sampek merah gitu masih bilang gak ngantuk" Byan berkata sambil menarik Lifi agar dia ikutan berbaring disebelahnya.
Karena tidak menemukan alasan lagi, akhirnya Lifipun ikutan berbaring dengan posisi membelakangi suaminya.
Dan benar saja belum sampai lima menit Lifi sudah benar-benar tertidur pulas. Itu karena Lifi yang sebelumnya memang mempunyai kebiasaan tidak pernah tidur terlalu malam
Melihat itu membuat Byan tersenyum sendiri. Masalahnya istrinya ini terlihat lucu sekali. Tadi dirinya mengatakan belum mengantuk, tapi sekali kepalanya nyentuh bantal langsung deh tepar.
Byan nampak memandangi wajah Lifi yang terlihat lebih cantik saat posisi tidur seperti ini. Siapa saja yang memandangnya pasti akan merasakan kedamaian.
Setelah puas memandangi wajah istrinya, Byanpun memilih ikut memejamkan mata dan seperti biasa ia akan tidur dengan posisi memeluk istrinya.
...****************...
Pagi ini sengaja Lifi tidak pergi ke dapur. Ia masih sangat malu untuk bertemu mama mertuanya setelah insiden semalam. Dimana mertuanya mengira jika dia dan Byan sedang melakukan sesuatu yang membuat keduanya lama sekali untuk membukakan pintu kamarnya
Lifi memilih menyibukkan dirinya dengan membaca materi perkuliahannya.
Byan sendiri nampak sedang mengerjakan sesuatu dilaptopnya.
"sayang....turun yuk, udah waktunya sarapan" ajak Byan pada istrinya seraya mematikan laptop yang berada di pangkuannya.
Lifipun terlihat ragu untuk mengiyakan ajakan suaminya ini. Ia sendiri nampak masih terdiam ditempatnya.
"sayang ayo, kita kan ada jam kuliah pagi ini, emangnya gak takut telat" kali ini Byan mengajak sambil menarik tangan Lifi agar dia terbangun dari posisi duduknya.
"mas, aku malu mau ketemu mama"
Jawab Lifi jujur
"lho emangnya malu kenapa?" tanya Byan karena tak mengerti dengan apa yang dimaksud istrinya yang tiba-tiba mengatakan dirinya malu pada mamanya
"ck.....pura-pura lupa" kesal Lifi pada Byan
Merekapun akhirnya turun untuk bergabung bersama yang lain di meja makan.
__ADS_1
"mama baru aja mau manggil kalian buat sarapan"
Seperti biasa mertuanya ini selalu bersikap ramah.
"Mama udah masakin makanan kesukaan kamu. Tumis kangkung sama cumi tepung kan" ucap bu Kinan sambil mendekatkan menu tersebut didepan Lifi.
Diperlakukan seperti itu membuat Lifi semakin tak enak hati. Pasalnya pagi ini Lifi sama sekali tidak ikut membantu menyiapkan sarapan.
"mah, maaf tadi Lifi gak bantuin mama didapur" ucap Lifi dengan perasaan menyesal
"gak pa pa sayang, mama ngerti kok. Kamu pasti masih kecapek'an"
mendengar kata kecapek'an membuat Lifi seketika tersedak salivanya sendiri.
Ternyata mertuanya ini nampak masih salah faham dengan mengira semalam dirinya dan Byan sedang melakukan sesuatu .
"sayang hati-hati"
Byan dengan cepat memberikan segelas air putih pada Lifi untuk diminumnya.
Saat ini Byan mulai faham kenapa istrinya tadi agak susah untuk diajak turun.
Ternyata istrinya masih malu karena mamanya yang nampak masih salah faham dengan kejadian semalam.
Di jalan seperti biasa mereka berdebat masalah Lifi yang meminta untuk diturunkan di luar kampus agar tak ketahuan temannya dan Byan yang seperti biasa akan memilih mengabaikannya.
Seperti saat ini, Lifi sudah nampak cemberut.
"kan udah dibilangin, turunin di luar sana" kesal Lifi karena mendapati mobil suaminya sudah sampai diparkiran kampus
"udah terlanjur" jawab Byan enteng
Lifipun kemudian hendak keluar dari mobil Byan. Namun sebelum itu Byan sudah lebih dulu menarik tasnya hingga si empunya berhenti dan menoleh kebelakang.
"ada apa sih" lagi-lagi Lifi dibuat kesal oleh suaminya ini.
"salim dulu sayang sama suami" Ucap Byan sambil mengulurkan tangannya.
"itu kan kalau suaminya mau berangkat kerja. lah ini bentar lagi juga ketemu" Lifi nampak protes pada Byan
"sayang perlu kamu tau, salim sama suami itu dapat pahala lo. Makanya mas mau ngasih peluang kamu supaya dapat pahala" ucap Byan tak mau kalah.
Lifipun langsung menarik tangan Byan untuk diciumnya dari pada dia harus berdebat lagi.
setelah itu diapun langsung bergegas hendak keluar. Namun lagi-lagi Byan menarik tasnya dari belakang.
__ADS_1
"apa lagi sih mas, heran deh" ucap Lifi yang terlihat semakin bertambah kesal.
"mood booster paginya kan belum sayang"
Lifi nampak mengernyitkan dahinya karena merasa sama sekali tidak mengerti apa maksud ucapan suaminya.
Byan merasa gemas karena Lifi masih nampak terdiam. Sepertinya istrinya ini tidak mengerti maksud dari ucapannya.
"ni anak pasti gak faham maksud gue apa" Byan berbicara dalam hati.
Tanpa aba-aba Byanpun langsung mendekatkan wajahnya pada Lifi dan, Cup....cup...cup
Tiga kecupan dari Byan mendarat dengan sempurna di kedua pipi dan bi-bir Lifi.
Lagi-lagi serangan mendakak dari suaminya ini membuatnya terkejut, sampai-sampai dia sendiri hanya bisa mematung ditempatnya.
Jika kemarin ia terkejut lantaran Byan mencium pipinya, tapi hari dia terkejut lantaran Byan sekilas sudah mencium bibirnya.
Lifipun reflek memegangi bibirnya sembari pandangannya menatap kosong entah kemana. Sedang Byan, dia hanya tersenyum melihat ekspresi istrinya ini.
"udah gak usah dipegangi terus itu bibir, kalau masih kurang mas dengan sukacita akan memberikannya"
Lifipun tak lagi memperdulikan perkataan Byan. Ia langsung bergegas keluar mobil dan menutup pintu mobilnya sedikit keras sebagai bentuk protes atas kekesalannya terhadap si pemilik mobil yang tak lain adalah suaminya sendiri.
Byan hanya terkekeh melihat sikap istrinya.
Saat hampir keluar dari area parkir kampus , tiba-tiba Lifi merasa ada yang menarik tangannya dari belakang.
Iapun langsung menoleh dan ternyata itu adalah Airin.
"lho punya hutang penjelasan sama gue" ucap Airin dengan wajah serius dan seolah sedang menghakimi dirinya.
Ya, tadi Airin melihat saat Lifi keluar dari mobil Byan. Tentu hal ini membuat Airin sedikit terkejut.
Pasalnya Lifi yang dia tahu begitu ilfil setiap kali bertemu Byan, ini kok malah berangkat ke kampus bersama.
"Oke, entar habis mata kuliah ini selesai gue ceritain di perpus. Tapi berdua saja"
Ucap Lifi mantap. Karena memang sesuai saran dari Byan, ia akan jujur dan akan menceritakan perihal pernikahannya pada sahabatnya ini.
"gimana kalau sekarang aja" tawar Airin karena dia sudah sangat penasaran dengan apa yang akan diceritakan oleh sahabatnya ini .
"lo lupa, apa emang udah amnesia sih, habis ini kita kan ada kelas dodol"
ucap Lifi sedikit kesal. Pasalnya, bisa-bisanya temennya ini lupa kalau saat ini ada jam kuliah.
__ADS_1