Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Serangan Fajar


__ADS_3

Niat awal memang Byan ingin mengajak istrinya begadang semalaman. Namun hal itu urung Byan lakukan karena mengingat istrinya sedang hamil muda.


Byan sendiri terpaksa mengakhiri sesi permainannya tepat pukul dua belas malam.


Sebenarnya mau sampai subuhpun Byan masih sanggup. Hanya saja demi menjaga kesehatan calon buah hati yang sedang berada diperut istrinya, sekuat mungkin Byan menahan egonya.


Dia merasa sangat kasihan saat melihat istrinya sampai tertidur dengan sendirinya.


"Capek banget ya, sampek ketiduran kayak gini" Byan mengecup lama kening istrinya. Kemudian beralih pada perut rata istrinya.


"Anak papa istirahat juga ya, kan barusan udah papa tengokin" Byan sampai tergelak sendiri saat mengatakan hal itu.


Byanpun kemudian menutupi tubuh istrinya yang masih polos dengan selimut tebal. Lantas setelah itu Byan ikut merebahkan diri dengan masuk kedalam selimut yang sama sambil memeluk istrinya.


Tepat pukul empat, Byan sudah terlihat bangun lebih dulu. Ia langsung bergegas menuju kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Sementara istrinya, sengaja Byan membiarkannya dulu. Ia tidak tega untuk membangunnya karena melihat istrinya ini nampak masih tertidur pulas. Niatnya setelah dirinya dari kamar mandi baru akan membangunkannya.


Namun saat Byan baru keluar dari kamar mandi, ia sudah mendapati istrinya tengah duduk disisi ranjang.


"Sayang....kamu udah bangun" Tanya Byan pada istrinya.


"Kok gak dibangunin sih" Lifi terlihat memasang wajah cemberut.


"Mas tadi niatnya mau bangunin kamu setelah dari kamar mandi. Habisnya mas gak tega, kamu tidurnya pulas banget" Jelas Byan pada istrinya.


"Iya mas, mungkin karena aku lagi capek banget. Badan aku berasa remuk semua" ucap Lifi sambil merenggangkan otot-ototnya.


"Masak sih capek, kan semalem cuman diem aja dibawah. Harusnya mas dong yang capek, soalnya semalam mas yang kerja keras sendiri" Byan sepertinya sedang mencoba menggoda istrinya.


"Apaan sih, pagi-pagi udah nyebelin aja deh" Lifipun jadi kesal sendiri pada suaminya.


"Udah gak usah ngambek, sana mandi dulu. Habis mandi boleh lanjut tidur lagi. Atau kalau masih mau lanjut yang semalam juga boleh kok" Lifipun langsung melempari suaminya dengan bantal yang berada disampingnya. Dan setelahnya ia langsung bergegas menuju kamar mandi.


Setengah jam kemudian Lifi selesai dengan ritual mandinya. Namun saat dirinya hendak mengambil pakaian gantinya, iapun jadi teringat sesuatu.


"Astaga, kenapa sampek lupa. Gue kan kemarin kesininya gak bawa baju ganti" Lifi terlihat menepuk jidatnya sendiri.


Dengan sangat terpaksa, iapun akhirnya keluar dari kamar mandi hanya dengan menggunakan handuk.


Saat tiba diluar, ternyata ia mendapati suaminya sudah berganti pakaian.

__ADS_1


"Mas, kamu dapat pakaian dari mana" Tanya Lifi dengan wajah penuh keheranan. Pasalnya dari mana suaminya ini mendapatkan baju ganti.


"Dari mama, barusan mama nelfon kalau baju gantinya sudah mama taruh dilemari hotel. Kemarin malam mama udah lebih dulu nyuruh pelayan hotel naruh baju ganti buat kita."


Tadi saat Lifi kekamar mandi, ponsel Byan berbunyi dan ternyata yang menelfonnya adalah bu Kinan, mamanya.


Byan sendiri awalnya sempat terkejut karena khawatir terjadi apa-apa. Pasalnya pagi-pagi buta mamanya sudah menelfonnya. Setelah menerima panggilannya dengan perasaan sedikit was was, ternyata mamanya hanya ingin memberi tahu jika dia sudah mempersiapkan baju ganti untuk dirinya dan juga istrinya.


Awalnya bu Kinan, ingin memberi tahu perihal baju ganti yang dia siapkan nanti agak siangan karena takut anak dan menantunya masih tertidur.


Namun Bu Kinan khawatir Lifi ataupun Byan sudah bangun dan mereka tidak menemukan baju ganti. Bisa-bisa keduanya masuk angin.


Pasalnya kamarin setelah acara kejutan ulang tahun untuk Lifi, keduanya langsung berangkat menuju hotel tanpa membawa persiapan apapun.


Lifipun kemudian langsung mengambil satu stel pakaian dan langsung kembali ke kamar mandi untuk memakainya.


Pagi-pagi sekali entah kenapa keduanya sama-sama merasa begitu lapar. Byanpun langsung menelfon pihak layanan hotel untuk mengirimkan makanan kekamarnya. Dan tak lama kemudian makananpun datang.


Saat ini mereka lebih memilih menikmati sarapan pagi dibalkon kamar hotel tempat mereka menginap. Dari sana mereka dapat melihat suasana kota M dipagi buta dengan sangat jelas.


"Mas....habis sarapan kita pulang ya" Ucap Lifi tiba-tiba pada suaminya.


"Kok pulang sih Yang, ini kita masih ada semalam lagi. Tanggunglah kalau kita tiba-tiba pulang sekarang. Lagian dirumah juga gak ada kerjaan. Kuliah juga pas libur. Terus apalagi coba yang mesti diberatkan." Tutur Byan panjang lebar.


"Besok mas ajak kamu jalan-jalan. Kalau sekarang jadwal kita memang full di kamar. Jadi biar gak bosen gimana kalau kita tengokin dedek bayi aja. Mas kepengen nanya dedek udah sarapan apa belum" Ucap Byan dengan entengnya.


Sementara Lifi, jangan ditanya lagi. Kini dirinya tengah menatap jengah pada suami mesumnya itu.


"Mas....kamu itu gak bosen apa bahas gituan mulu. Lagian semalam kan udah, masak pagi-pagi gini udah mau lagi. Heran deh gak ada bosen-bosennya."


"Sayang.....mana ada bosennya kalau sama yang kayak begituan. Kalau mas buat perumpamaan, kayak orang makan nasi. Biarpun tiap hari tetep aja gak bakal bosen." Byan terlihat seperti sedang memberi penjelasan pada istrinya.


Lifipun nampak diam mencerna apa yang dikatakan suaminya barusan.


"Sayang...kok diem. Ini gimana, jadi gak nengokin dedek bayinya" lagi-lagi Byan menanyakan hal itu pada istrinya.


"Mas....mending habisin aja tuh makanan kamu, dari pada bahas nengokin dedek mulu" kesal Lifi pada suaminya.


"Oke mas habisin. Tapi habis makan ini, mas masih kepengen makan kamu lo Yang."


"Udah jangan ngomong mulu, entar keburu dingin makanannya."

__ADS_1


Byanpun terlihat mulai menghabiskan makanannya. Sementara Lifi terlihat sudah menyelesaikannya terlebih dahulu .


Saai ini Lifi tengah berdiri menikmati suasana pagi dari atas balkon. Sesekali terlihat Lifi menghirup udara dalam-dalam dan kemudian menghembuskannya dengan perlahan.


Byan yang baru saja menyelesaikan sarapannya langsung memilih ikut bergabung dengan istrinya.


Diapun tiba-tiba langsung memeluk tubuh istrinya ini dari belakang.


"Kesayangan mas lagi liatin apa sih" ucap Byan sambil menyandarkan kepalanya tepat di leher Lifi.


"Lagi liatin pemandangan aja"


"Mas juga kepengen lihat pemandangan juga dong"


"Yaudah tinggal liat aja, gak ada yang ngelarang kok"


"Makanya kamu ngadep sini sayang" Byan kemudian terlihat membalikkan tubuh istrinya.


"Mas mau apa sih" Lifi terlihat bingung.


"Nah ini dia pemandangan yang pengen mas liat. Cantik banget kan." Byan mengatakan itu tepat setelah tubuh Lifi menghadapnya. Byanpun kemudian membelai sayang wajah istrinya.


"Wajah ini yang pengen mas liat tiap hari. Bahkan setiap mas mau membuka mata dan menutupnya cuman wajah ini yang pengen mas lihat."


Kata-kata Byan ini sukses membuat wajah Lifi langsung merah merona karena tengah menahan malu.


Jika sudah seperti ini, tentu membuat Byan jadi tidak tahan untuk tidak men-ci-um istrinya ini.


Dan benar saja, tanpa aba-aba Byan langsung menderatkan satu ke-cu-pan dikening istrinya, kemudian beralih pada pipi dan terakhir bi-bir ranum istrinyapun turut menjadi sasaran.


"I love you my wife" lagi-lagi Byan mengungkapkan kata cintanya pada istrinya.


Lifipun hanya menanggapinya dengan menundukkan kepala.


"Kok gak dijawab balik sih" Tanya Byan saat dirinya tak kunjung mendapat jawaban cinta juga dari istrinya.


"Mas....terkadang untuk menyatakan sebuah cinta kita tidak butuh ungkapan perasaan, tapi cukup kita buktikan lewat tindakan"


"Yasudah kalau begitu mas kepengen lihat tindakan apa yang bisa membuat mas yakin kalau kamu juga cinta sama mas" Byan terlihat meminta bukti pada istrinya.


Tanpa aba-aba Lifi langsung sedikit menjinjit, kemudian dia mendaratkan satu ke-cu-pan tepat di bi-bir suaminya. Dan setelah melakukan itu Lifi langsung berlari kecil dan masuk kedalam.

__ADS_1


Sementara Byan masih nampak berdiri mematung sambil memegangi bi-birnya yang baru saja mendapat serangan fajar dari istrinya


__ADS_2