
Lifi yang kala itu masih dalam posisi terduduk lesu, akhirnya terlihat hendak bangun dan berniat untuk meninggalkan tempat itu.
Menurut Lifi akan tetap percuma jika dirinya masih berada disana. Toh orang yang hendak dia cari tidak ada disitu.
Sambil mengusap air matanya yang terlihat masih mengalir, Lifipun perlahan mulai berdiri.
Namun baru sebentar saja dirinya meluruskan posisi kakinya, tiba-tiba lampu dicafe itu menyala. Diapun segera menoleh kebelakang.
Dan alangkah terkejutnya Lifi, karena saat ini tepat dihadapannya berdiri sosok laki-laki yang sejak tadi mengusik ketenangannya.
Laki-laki itu berdiri dengan tangan yang terlihat membawa kue ulang tahun. diatas kue itu terdapat lilin menyala berbentuk angka dua puluh. Tak lupa juga disana terdapat tulisan "HBD MY WIFE"
Ya, laki-laki itu adalah Byan. Suami yang sejak tadi Lifi cari keberadaannya. Bahkan saat ini Lifi masih belum percaya jika sosok dihadapannya saat ini benar-benar suaminya.
"Happy birth day my wife" Ucap Byan sambil mendekat ke arah istrinya.
Dan setelah megucapkan kalimat itu, dari arah belakang muncul teman-temannya. Alan, Airin, Putri dan juga Chaca, semua kompak berada disana.
Tak lupa juga kedua mertuanya dan juga adik iparnya, Naila.
"Mama, papa," Ucap Lifi lirih
Dan lebih parahnya lagi, kedua orang tua Lifi juga turut hadir ditengah-tengah mereka.
"Ayah, bunda. Jadi kalian berdua" Lifi langsung menutup mulutnya sendiri.
Sungguh Lifi tidak menyangka jika orang- orang terdekatnya juga ikut andil dalam rencana ini. Terlebih ayah dan bundanya.
Lifi sendiri saat ini masih terlihat mematung di tempatnya tanpa bereaksi apapun. Karena jujur, dirinya saat ini masih belum penuhnya sadar dan percaya dengan situasi saat ini.
Byan yang melihat sikap istrinya yang demikian, memilih semakin mendekat lagi ke arahnya.
"Sayang, ini kejutan ulang tahun dari mas buat kamu. Maaf ya mungkin tadi mas sempat bikin kamu kesel. Tapi percaya deh, itu mas lakukan agar kejutan ini berjalan mulus".
Setelah mengatakan itu Byanpun kemudian meminta Lifi agar mau meniup lilin yang ada diatas kue tersebut.
Dengan sedikit ragu-ragu Lifi terlihat mulai meniup lilin tersebut. Dan setelah lilin sudah tertiup dengan sempurna, semua yang disana langsung memberikan tepuk tangan.
"Kita potong kuenya didalam saja ya, karena disana masih ada banyak kejutan buat kamu" Byan mengatakan itu sambil berbisik ditelinganya.
__ADS_1
Benar saja, saat Lifi hendak masuk rupanya didepan pintu menuju cafe nampak ada pita memanjang menghalangi jalan masuk kedalamnya
"Mas ini kenapa ada pita disini, gimana kita mau masukknya" Ucap Lifi yang terlihat sedikit bingung.
Tak lama kemudian muncullah wanita membawa nampan berisi gunting yang sudah dihiasi dengan tali pita juga.
Perempuan itupun mengarahkan nampan tersebut tepat didepan Lifi, hingga membuatnya semakin bingung saja karena tidak mengerti kenapa perempuan itu malah mengarahkan nampan yang dibawanya kepada dirinya.
Byan yang melihat istrinya nampak kebingungan langsung mengambil alih nampan itu.
"Ayo sayang, ambil guntingnya dan segera dipotong pitanya" Ucap Byan pada Lifi
"Maksudnya apa ya mas" Sungguh Lifi semakin dibuat bingung saja dengan semua ini.
"Ini adalah hadiah ulang tahun sekaligus hadiah pernikahan dari mas buat kamu. Sengaja cabang cafe yang pertama ini mas buat atas nama kamu. Jadi mas harap kamu mau menerimanya" Byan mengatakan itu sambil menatap wajah istrinya lekat-lekat. Dan tak lupa tangan satunya ia gunakan untuk menggenggan tangan Lifi.
Lagi-lagi Lifi dibuat mematung ditempatnya. Sungguh ia tidak menyangka akan mendapat kado sebesar dan sespesial ini dari suaminya.
"Mas ini berlebihan, aku gak pantas menerimanya" Lifi mengatakan itu karena memang menurutnya dirinya merasa tidak pantas menerima ini semua.
"Sayang, kamu terima ya, kasian suami kamu. Dia sudah berusaha keras untuk bisa menghadiahkan ini buat kamu" Terlihat bu Kinan menghampiri menantunya dan sekaligus meminta Lifi agar mau menerima hadiah pemberian putranya ini.
"Tapi Mah" baru saja Lifi akan menjawab perkataan mama mertuanya, Byan sudah lebih dulu meletakkan jari telunjuknya tepat dibibir Lifi.
Akhirnya Lifipun mau menerimanya. Terbukti saat ini Lifi sudah menggunting pita tersebut sebagai bentuk peresmian dibukanya cabang cafe tersebut oleh pemiliknya.
Mereka semuapun terlihat mulai masuk kedalam. Dan suasana didalam ternyata sudah di hias sedemikian rupa.
Byan betul-betul mempersiapkan kejutan ini dengan sangat matang dan sempurna.
Lifipun lagi-lagi terlihat menutup mulutnya dengan kedua telapak tangan. Sungguh dia tidak menyangka sama sekali akan mendapat kejutan yang begitu indah ini dari suaminya.
"Mas.....terima kasih kamu sudah menjadikan aku wanita paling beruntung didunia ini karena kamu selalu memberikan aku begitu banyak cinta" Lifi mengatakan itu sambil kemudian berhambur memeluk suaminya.
"Bukan kamu yang beruntung, tapi mas yang sangat beruntung karena bisa menjadikan kamu sebagai pendamping hidup mas. Dan sampai kapanpun hanya kamu yang akan terus berada disisi mas sebagai pelengkap hidup mas yang tak sempurna ini. I Love You So Much Naira Alifi Istiqomah." saat menyatakan kembali cintanya, Byan semakin mempererat dekapannya.
"I Love You More"
Dan lagi-lagi Lifi hanya bisa membalas dengan kata-kata itu.
__ADS_1
"Ehem...." terdengar suara Chaca sedang berdehem untuk. hingga keduanya saling melepaskan pelukannya.
"Maaf" ucap Lifi pada semua yang ada disana, sambil dirinya menundukan kepalanya.
"Hampir aja kita semua pada mau pindah ke Mars. Soalnya ini planet kayaknya udah dibooking kalian berdua deh" Tak hanya berdehem, rupanya Chacapun juga terlihat sedang meledek keduanya
"Kita berasa jadi patung disini. Kayak gak dianggap banget" Putri juga terlihat tak mau kalah ikut meledek keduanya.
"Ya kan ini lagi adegan romantis. jadi fokus utama pikirannya sama kesayangan gue ini aja" Byan mengatakan itu sambil kembali memeluk tubuh istrinya.
"Dasar bucin" Airin terlihat sedang mengumpati Byan.
"Lepas dulu lah, jangan dipeluk-peluk mulu kakak iparnya. Naila kan juga pengen ngucapin selamat buat kak Lifi" Naila tiba-tiba mengeluarkan suaranya sambil tangannya berusaha melepaskan Lifi dari pelukan suaminya.
Mereka yang disana jadi tertawa saat melihat tingkah Naila yang dianggap menggemaskan.
Dan setelah Lifi benar-benar terlepas dari pelukan Byan, barulah acara potong kue dimulai dengan Lifi yang memberikan potongan kue pertamanya untuk suami tercintanya.
semua yang disana satu-persatu memberikan ucapan selamat kepada Lifi, sebelum nantinya mereka semua akan makan malam bersama.
Dan setelah makan malam bersama selesai, semuanya langsung berpamitan meninggalkan cafe itu satu persatu.
"Lif, ayah sama bunda pulang duluan ya. Sekali lagi selamat ulang tahun buat anak bunda. Semoga kebahagian terus mengikuti setiap langkah kamu nak" Bu Maira mengatakan itu sambil membawa putrinya kedalam dekapannya. Setelah itu dilanjut pak Ilham, pak Rahman dan terakhir bu Kinan.
"Mama balik dulu ya sayang. Ini ada hadiah kecil dari mama. Harus dibuka sekarang ya. Selamat bersenang-senang, semoga kamu suka sama kado dari mama"
Bu Kinanpun kemudian juga ikutan pamit bersama yang lain.
Sementar Lifi, dia menatap heran pada kado yang diberikan oleh mama mertuanya.
"Mas ini apa ya" Lifi terlihat membolak balikkan kado dari mertuanya.
"Dari pada penasaran mending dibuka aja" Byan terlihat memberi saran pada istrinya.
Dengan penuh rasa penasaran, Lifipun mulai membuka kado itu perlahan.
Dan begitu isinya terbuka, Lifi langsung membulatkan kedua matanya dengan sempurna.
"Astaga mama....."
__ADS_1
Kira-kira apa ya isi kado dari sang mama mertua 🤔🤔🤔
Kasih Vote dululah mumpung senin 🙏. Biar makin semangat nulisnya