
Selepas mandi, terlihat Lifi dengan cepat berganti baju. Dia begitu khawatir Rayyan akan menangis. Beruntung kala itu suaminya benar-benar hanya sekedar mengajaknya mandi tanpa ada drama merengek minta nambah jatah lagi.
Dengan sedikit tergesa-gesa, Lifi segera menuju tempat dimana mama mertuanya berada. Tentu saja Lifi ingin melihat putranya yang tadi sempat dia titipkan pada mertuanya untuk membangunkan suaminya sekaligus mengemasi keperluan yang akan Lifi bawa untuk menginap dirumah orangtuanya.
Namun karena ulah suaminya yang pagi-pagi malah memaksa untuk berbuka puasa, akhirnya mau tidak mau Lifi terpaksa harus berlama-lama berada didalam kamarnya.
"Mah.....Rayyan nangis" Tanya Lifi dengan nafas sedikit terengah lantaran saat menuju mama mertuanya, Lifi sedikit berlari.
"Kamu kenapa Lif, nafasnya kok sampek kayak gitu" Bu Kinan dibuat heran melihat menantunya datang dengan nafas sedikit terengah.
"Maaf mah, Lifi nitip Rayyannya kelamaan" Lifi meminta maaf karena merasa tidak enak hati pada mertuanya.
"Jadi karena Rayyan kamu sampek buru-buru kayak gini. Dari tadi Rayyan tidurnya anteng kok. Kamu lanjutin aja kalau memang ada yang mau dikerjakan. Katanya mau nginep dirumah ayahmu, jadi mending kamu packing barang yang mau dibawa" ucap bu Kinan sambil tersenyum ramah pada menantunya.
"Gak ada mah. Semuanya udah Lifi siapin tadi"
Tak lama kemudian Byan datang menghampiri keduanya. Tanpa aba-aba Byanpun merangkul pinggang istrinya. Hingga membuat Lifi yang diperlakukan seperti itu menjadi risih sendiri.
"Mas lepas, gak enak sama mama" Lifi mengatakan itu dengan membisikkannya ditelinga suaminya.
"Udah gak pa pa, sama mama kok kayak sama orang lain aja" Bu Kinan ternyata mendengar apa yang Lifi bisikkan pada putranya.
"Tuh kan mama aja gak masalah kita kayak gini" Byanpun semakin mengeratkan pelukannya pada pinggang Lifi.
"Yang....lanjut yuk, mumpung Rayyan lagi tidur" Kali ini Byan yang membisikkan sesuatu ditelinga Lifi.
Mendengar apa yang dibisikkan suaminya, membuat kedua mata Lifi langsung menatap tajam pada suaminya. Namun sayangnya yang ditatap sama sekali tidak menunjukkan rasa takutnya. Malah Byan terlihat menampilkan senyum kemenangan karena dirinya seolah berhasil mengerjai dirinya.
"Byan....kamu bisa gak sih buat gak godain istri kamu. Mama heran deh, sifat jahilnya gak ilang-ilang dari dulu" Bu Kinan sepertinya ikutan kesal sendiri dengan tingkah putranya.
__ADS_1
"Mah, kok malah marahin Byan sih. Ini itu Byan lagi ngebujuk mantu mama biar mau diajak buat program adiknya Rayyan. Katanya mama pengen punya cucu banyak, tapi baru aja mau program udah diomelin akunya". Bukan Byan namanya jika tidak ada saja jawaban yang bisa membuat siapa saja terdiam namun hatinya merasa dongkol.
"Mas....ini kita jadi kan kerumah bunda" Dari pada terus berdebat, lifipun sengaja mengalihkan topik dengan bertanya hal lain.
"Ya jadilah sayang....emangnya udah mau berangkat" Byanpun tidak menyadari jika istrinya ini sedang berusaha mengalihkan topik pembahasan mereka. Byan dengan entengnya malah terlihat langsung menanggapi pertanyaan istrinya.
"Kalian berangkat aja biar gak kesiangan. Takutnya kalau terlalu siang kalian malah kejebak macet. Kasian cucu mama kalau kelamaan dijalan" Bukan Lifi yang menjawab, malah terlihat bu Kinan yang menanggapi.
Keduanyapun kemudian segera bersiap-siap. Hingga beberapa menit kemudian keduanya sudah selesai memasukkan barang yang mau mereka bawa kedalam mobil.
"Kalian udah mau berangkat" terdengar suara pak Rahman yang tiba-tiba muncul dari ruang tengah.
"Ia pah, kita pamit dulu ya" Byan menyalami papanya dan kemudian diikuti Lifi dibelakangnya.
"Wah, kakek bakal kangen banget ini sama cucu kakek yang paling ganteng". Pak Rahman pun kemudian mencium kedua pipi cucunya yang saat ini sudah berada digendongan mamanya.
"Kalian berapa lama disana" Pak Rahmanpun kemudian bertanya kembali pada Byan dan Lifi.
Pak Rahmanpun menanggapinya dengan mengangguk-anggukkan kepalanya. Dan setelahnya Lifi juga berpamitan pada papa dan mama mertuanya.
"Baik-baik disana ya, cucu nenek gak boleh rewel, nanti disampek'in salam kita buat nenek sama kakek disana ya" Kali ini bu Kinan yang terlihat berinteraksi dengan baby Rayyan. Selain itu bu Kinan juga menciumi kedua pipi cucunya berkali-kali.
Setelah semua keperluan sudah berada dimobil dan keduanya juga sudah berpamitan, barulah mereka berangkat.
Selama diperjalanan baby Rayyan sangat anteng sekali, karena dia tertidur tanpa terbangun sedikitpun.
"Sayang.......apa ada yang mau dibeli buat oleh-oleh" Tanya Byan memastikan pada istrinya.
"Gak ada mas, semuanya udah mama persiapin kok. Termasuk oleh-olehnya juga" Lifi mengatakan itu karena memang tadi mama mertuanya mengatakan jika dirinya membuat beberapa kue sebagai oleh-oleh untuk besannya.
__ADS_1
"Berarti ini kita gak usah berhenti ya" Byan kembali memastikan dan Lifi menjawabnya dengan anggukan kepala.
Hingga tak lama kemudian mereka benar-benar sudah sampai dikediaman orang tua Lifi. Kedatangan merekapun nampaknya sudah dinantikan. Hal itu terbukti dengan hanya mengucapkan sekali salam, sudah langsung terlihat bu Maira membuka pintu ruang tamunya.
"Akhirnya cucu nenek sampai juga disini" Ucap bu Maira, tangannya terlihat mengambil alih Rayyan dari gendongan mamanya.
Pak Ilhampun juga tidak lupa ikut menyapa cucunya. Diapun juga mencium kedua pipi Rayyan.
"Sehat Yah, Bun" Terdengar suara Byan menyapa mertuanya kemudian menyalaminya dengan takdzim.
"Seperti yang kalian lihat, kami sehat. Ayo-ayo nak Byan kita masuk kedalam" Ajak pak Ilham sambil merangkul bahu menantunya.
"Giman kabar papa sama mamamu" Kali ini pak Ilham bertanya keadaan besannya.
"Baik juga yah, mereka juga titip salam buat keluarga disini"
Mereka saat ini berada diruang tamu. Disana sudah nampak ada teh hangat lengkap dengan aneka cemilannya.
Tadi saat Lifi dijalan, bu Maira sengaja menelfon Lifi untuk menanyakan kira-kira mereka sudah sampai disana. Dan setelah itu, barulah bu Maira mulai menyiapkan semuanya. Tujuannya menyiapkan semua itu lebih dulu tentu karena bu Maira ingin saat mereka tiba, dirinya bisa langsung menggendong cucunya tanpa harus menyiapkan sesuatu untuk disuguhkan terlebih dahulu.
"Lif....habis ini ajak suamimu makan. Itu bunda udah buatin soto kesukaan suami kamu. Sama tadi bunda juga bikin cumi tepung lengkap dengan tumis kangkung kesukaan kamu" Bu Kinan mengatakan itu sambil menggendong Rayyan yang sepertinya kembali tidur setelah Lifi memberinya asi.
"Mas...makan dulu yuk, kamu kan tadi belum sempat sarapan" Ajak Lifi pada suaminya.
"Ayo nak Byan, kamu makan dulu. Kasian bundamu udah nyiapin dari pagi-pagi sekali" Pak Ilhampun juga ikut mempersilahkan dengan begitu ramahnya.
"Kalau begitu kita barengan aja yah" Byan terlihat mengajak serta ayah mertuanya.
"Kalian makan berdua saja. Ayah tadi pagi sudah sarapan sama bundamu. Ayo Lif kamu makan juga, biar anakmu sama neneknya"
__ADS_1
Keduanyapun langsung beranjak menuju ruang makan. Apalagi Lifi, dia begitu terlihat sangat antusias karena memang dirinya sudah sangat merindukan masakan bundanya.