
Dikamar nampak Lifi masih diam dan enggan untuk bicara pada Byan.
Bahkan saat ini Lifi lebih memilih menyibukkan diri didapur bersama bik Darsih untuk membantu menyiapkan menu makan malam.
"sayang, kamu ngapain di sini" tiba-tiba bu Kinan sudah berada di dapur.
Jika mertuanya ini sudah di datang, dapat dipastikan sebentar lagi dirinya akan diminta untuk tidak membantu pekerjaan dapur dan akan menyuruhnya untuk istirahat saja dikamar.
"tiga, dua sat......." dalam batin Lifi menghitung mundur.
"udah, kamu istirahat saja dikamar. Mama gak mau lihat kamu kecapek'an"
Dan ternyata benar dugaan Lifi. Saat ini mertuanya sudah mengambil alih pekerjaannya.
Tidak bisa dipungkiri jika Lifi sebenarnya merasa sangat bahagia karena bu Kinan memperlakukannya sama seperti memperlakukan putri kandungnya sendiri.
Hanya saja karena dirinya yang belum ada perasaan apapun terhadap Byan, tentu akan merasa tidak nyaman jika terlalu lama berdua saja dikamar dengan suaminya itu.
Dengan langkah berat Lifi terpaksa beranjak untuk kekamarnya.
Didalam sana dia nampak melihat Byan sedang sibuk dengan laptopnya.
Lifi sendiri tidak berminat untuk menanyakan perihal apa yang sedang dikerjakan oleh suaminya ini. Dia memilih untuk merebahkan diri sambil bermain ponsel.
Byan yang melihat itu langsung menutup laptopnya dan ikut berbaring disamping istrinya.
"Lagi sibuk apa sih istri kesayangannya mas ini?"
Seperti biasa Byan akan memeluk istrinya setiap kali ada kesempatan.
"bisa gak sih gak usah nempel-nempel terus. Udah kayak cicak aja" kesal Lifi sambil mencoba menyingkirkan tangan Byan dari tubuhnya.
"gimana gak mau nempel kalau didepan mata ada nyamuk secantik ini" goda Byan yang langsung mendapat pelototan tajam dari Lifi.
Bisa-bisanya suaminya ini mengatakan kalau dirinya seperti nyamuk.
"canda sayang, habis kamu ngatain suami sendiri kayak cicak" ucap Byan sambil mengeratkan pelukannya.
"lepas gak, pengap ini rasanya" Lifi meronta-ronta agar Byan mau melepaskan dekapannya.
Namun bukannya dilepas, seperti biasa Byan tak menghiraukan sama sekali perkataan Lifi.
"kamu kenapa sih setiap deket sama mas bawaannya kesal mulu"
Byan sengaja menanyakan hal itu karena dia penasaran sekali kenapa gadis didepannya ini selalu terlihat kesal setiap kali bertemu dan dekat dengan dirinya.
"gimana gak kesel, orang kamunya nyebelin" ucap Lifi jujur
"nyebelin gimana maksudnya hm" tanya Byan lagi
"ya intinya ngeselin aja" Lifi nampak enggan untuk memberikan alasannya.
Byanpun menggelitiki Lifi lantaran ia merasa gemes sendiri setelah mendengar jawaban dari istrinya ini.
Lifi sendiri sampai dibuat kelimpungan karena tidak bisa menahan rasa geli akibat ulah suami nyebelinnya itu.
__ADS_1
"mas stop, geli ini" ucap Lifi dengan suara yang lumayan keras.
Bersamaan dengan itu, nampak bu Kinan yang dari tadi mencoba mengetuk pintu kamar mereka dan hendak mengajak makan malam.
"mas udah lepasin, kayaknya ada yang ngetuk pintu" ucap Lifi, karena sayup-sayup dia mendengar sepertinya ada yang mengetuk pintu kamarnya.
"gak mau"
Byan masih saja terus menggelitiki tubuh Lifi.
Lifi yang sudah kesal dan lelah karena Byan yang tidak mau berhenti, tanpa aba-aba langsung mencubit lengan Byan dengan sedikit keras hingga membuat Siempunya menjerit.
"Sayang, sakit"
Byan nampak mengelus-elus lengan tangannya.
"awas ah"
Lifi sendiri kemudian memilih bergegas tanpa memedulikan Byan yang terlihat masih kesakitan.
Ia lebih memilih untuk beranjak dari sana dan melihat siapa yang dari tadi mengetuk pintu kamarnya.
begitu pintu kamar terbuka, ternyata mama mertuanya yang datang.
"mama"ucap Lifi lirih
Saat ini fokus pandangan bu Kinan adalah pada ranjang yang terlihat begitu berantakan.
Ia menyimpulkan kalau anak dan mantu mareka pasti habis melakukan proses mengadon cucu.
Bu Kinan berbicara panjang lebar tanpa mempedulikan Lifi yang nampak ingin menjelaskan kesalahfahaman ini.
"mah, kita gak ngapa-ngapain kok. Kita cuman lagi...."
Belum sempat menyelesaikan bicaranya, bu Kinan sudah memotongnya terlebih dahulu.
"sudah gak pa pa, gak perlu malu gitu sama mama. Namanya juga pengantin baru, masih anget-angetnya"
Setelah mengatakan itu bu Kinan langsung berlalu.
Dari kejauhan Byan nampak tertawa karena mendengar obrolan istri dan mamanya.
Lifipun kembali dengan wajah yang ditekuk dan mulut yang mengerucut.
"Mas Byan kok malah tertawa sih, bukannya bantuin ngejelasin ke mama"
Kesal Lifi pada Byan hingga dia reflek melempar bantal yang ada di depannya dan tepat mengenai wajah Byan.
"aduh, kebiasaan banget ini sih main kdrt mulu"
"biarin, siapa suruh nyebelin"
sekali lagi Lifi melempar bantal pada suaminya itu.
"emangnya apa yang mesti mas jelasin sama mama hem?" tanya Byan pura-pura tidak mengerti.
__ADS_1
"gak usah pura-pura gak ngerti"
"lho, beneran ini mas gak ngerti kan belum dipraktekin"
"dasar omes" umpat Lifi.
Setelah mengatakan itu dia memilih beranjak kekamar mandi.
Didalam sana Lifi nampak ngoceh-ngoceh tidak jelas.
Diapun juga nampak berfikir bagaimana besok harus bersikap saat bertemu mama mertuanya. Sungguh saat ini malunya sudah sampai ke ubun-ubun.
"sayang kamu ngapain sih dikamar mandi?"
Terdengar pintu kamar mandi digedor-gedor. Tentu siapa lagi pelakunya kalau bukan suami ngeselinnya itu.
Lifipun memilih keluar dari kamar mandi tanpa memperdulikan Byan yang menunggunya didepan pintu. Diapun memilih untuk selonjoran ditepi ranjang sambil memangku bantal.
"sayang, kita makan yuk. Tadi mama pesen sama bik Darsih, supaya mantunya ini makan yang banyak karena habis olah raga malam"
mendengar itu, Lifipun langsung melotot tajam ke arah Byan. Bisa-bisanya suaminya berbicara sevulgar itu.
"kok melotot gitu, kan mas cuman menyampaikan pesan"
"makan aja sendiri, saya tidak lapar" ucap Lifi ketus.
"yasudah, gimana kalau kita olah raga malam dulu biar lapar"
"itu bantal ngapain pakek diangkat-angkat. Mau kdrt lagi?"
Ucap Byan saat melihat Lifi sudah ancang-ancang mengangkat bantalnya dan tentunya akan digunakan untuk memukulnya.
Byanpun beranjak mengambil nampan yang berisi menu makan malam yang dikirim bik Darsih tadi.
"sudah ayo makan mas suapin. Jangan sampai mas malah ngajakin kamu olah raga malam beneran"
Mendengar itu Lifi bergidik ngeri. Iapun melilih membuka mulut dan menerima suapan dari suaminya.
"good girl" ucap Byan saat melihat istrinya itu sudah mode nurut.
Byan terus menyuapi Lifi sambil sesekali memasukkan makanan ke mulutnya sendiri.
"mas cukup, saya sudah kenyang"
"satu kali lagi a...." Byan masih nampak memaksa
Lifipun menurut dan mau membuka mulutnya.
Setelah itu Byan nampak menghabiskan sisa makanan itu.
Ingin rasanya Byan tertawa, karena melihat ekspresi Lifi yang terlihat takut saat tadi dirinya mengatakan akan mengajaknya olah raga malam beneran.
Lifipun bahkan tidak menolak saat dia menyuapinya makan.
Sungguh jika seperti ini istrinya itu terlihat semakin menggemaskan.
__ADS_1