Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
I Will Coming In Your Dream


__ADS_3

Hari senin adalah hari di mana aktifitas dimulai seperti biasa. Pagi ini dimeja makan nampak Lifi bersama kedua orang tuanya sedang menikmati sarapan pagi. Mereka hanya bertiga. Karena subuh tadi kakak beserta istri dan anaknya sudah balik ke kediamannya.


Pukul 08.30 Lifi sudah tiba dikampus. Dia hari ini jam kuliah pagi. Saat dosen sudah memulai menjelaskan materi, tiba-tiba seorang mahasiswa dengan nafas yang tersenggal-senggal nampak berdiri di depan pintu.


" Permisi, Maaf bu saya terlambat. Bolehkah saya masuk? Tanya mahasiswa itu.


Dosen itu menatap intens wajah Byan sebelum dosen itu menganggukkan kepala sebagai tanda memberi izin Byan masuk.


Namun sebelum dipersilahkan duduk, dosen itu sedikit memarahi Byan. Pasalnya Byan sudah dua kali datang terlambat dijam mata kuliah dosen ini.


"Ingat Byan, ini terakhir kalinya kamu datang terlambat. Lain kali jangan diulangi lagi." Dosen itu memberi peringatan.


"Baik bu, sekali lagi saya mohon maaf. Terima kasih sudah izinkan masuk."


Saat Byan sedang di marahi dosen, nampak Lifi yang berada di deretan bangku kedua tertawa cekikikan. Dalam hati ia bersorak gembira.


"Syukurin, emang enak pagi-pagi dapat sarapan omelan dari dosen."


Melihat ekspresi temannya, Airin nampak kebingungan. "Lif lo kerasukan ya, gue perhatiin dari tadi senyum-senyum sendiri. Mana tu mulut komat-kamit juga."


Lifi pun menoleh pada Airin. "Yang bener aja lo Rin, gak ada akhlak banget lo. Masak temen sendiri dibilang kesurupan."


"La ekspresi lo kayak gitu. Senyum-senyum sendiri sambil tu bibir komat-kamit gak jelas."bantah Airin


"Gue lagi seneng ini, makanya senyum-senyum."


"Emang lho habis dapat rejeki nomplok, wah entar traktir gue ya."Cerocos Airin


"Sumpah dah.....otak lo garcep banget kalo urusan makan. gue tuh seneng karema liat Si komet kena omelan dosen."


"Wah....jahat banget lo Lif sama temen sendiri."


"Biarin, itu mah balasan buat dia. Lo gak tau aja, kemarin seharian tuh anak ganggguin gue mulu. Ngechat gue gak ada habis-habisnya, bahkan nelfon-nelfon segala, ngeganggu banget kan?sekarang kualat tuh anak."


"Dia tuh bukannya gangguin lo Lif, kalau menurut gue dia kayaknya suka sama lho" tutur Airin.


" gak usah sok tau.lo mah gak tau aja gue tuh sebel banget sama tuh anak."

__ADS_1


"Sebel-sebel, entar ujung-ujungnya dia jadi jodoh lo baru tau rasa." kesal Airin.


"Gak usah sok jadi canayang lo." Lifi pun ikut-ikutan kesal karena omongan Airin.


Hari ini dosen memberikan tugas kelompok. Untuk pembentukan kelompoknya, mahasiswa tidak bisa menentukan sendiri. Semua harus mengikuti arahan dari sang dosen.


"Oke.....untuk tugas kelompok hari ini, ibu akan menjelaskanya. Masing-masing kelompok terdiri dari 3 orang dan ibu sudah menentukannya. Untuk nama-nama yang akan ibu panggil silahkan maju untuk mengambil gulungan kertas kecil yang isinya nama-nama anggota perkelompok. Dan satu lagi, nama yang saya panggil ke depan dia otomatis yang akan menjadi ketua kelompok." begitulah penjelasan dari dosen tersebut.


Akhirnya satu persatu nama mulai dipanggil. Hal ini membuat suasana kelas sedikit ramai karena para mahasiswa sibuk mencari kelompoknya masing-masing. Alan, putri dan chaca satu kelompok dengan Alan sebagai ketua kelompoknya.


Kini tiba giliran nama Byan yang dipanggil. Ia kemudian maju dan menerima gulungan kertas kecil. "Lif.....mudah-mudahan kita satu kelompok sama Byan. Kan enak entar belajarnya bisa barengan sama kelompoknya si Putri."tutur Airin yang sesaat kemudian mendapat sorotan tajam dari temannya.


"Apaan sih, males banget kalo mesti satu kelompok sama si Komet."kesal lifi.


"Komet komet, gue sumpahin lo berjodoh sama Byan."Ucap Airin tak kalah kesalnya.


Dan saat keduanya masih asik berdebat tiba-tiba Byan muncul menunjukkan gulungan kertas kecil yang sudah nampak terbuka. Diserahkannya kertas itu pada Airin dan perlahan Airin membuka kertas itu. "Yes....kita beneran satu kelompok." Ucap Airin penuh kegirangan. Pasalnya rencana mereka untuk belajar kelompok benar-benar akan teewujud.


Namun di antara mereka, hanya Lifi yang belum menyadari. Karen setelah perdebatannya dengan Airin, anak itu tiba-tiba melamun sendiri. Ia tidak bisa membayangkan gimana seandainya harus satu kelompok dengan pria yang menurutnya sangat menyebalkan.


"Woy....lagi ngelamunin apa sih? Gak lagi ngelamunin si Byan kan?" ledek Airin.


"Nih, lo baca baik-baik tu kertas" Airin menyodorkan kertas kecil tersebut. "Apaan nih?" tanya Lifi penasaran. "itu jawaban dari lamunan lo" ucap Airin sambil tersenyum meledek.


"Lo apaain sih, kayak tau aja gue lagi ngelamunin apa."


Lifi berbicara sambil membuka gulungan kertas kecil itu.


Dan seketika


"What.......sumpah, gue gak lagi salah baca kan?"


Mendengar teriakan Lifi membuat seisi ruang kelas menatap ke arahnya. Iapun kemudian reflek menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya.


" Biasa aja keles, gak usah heboh gitu" Kesal Airin. "Gue bukannya heboh, tapi gue shock dodol. Ini tu musibah namanya." ucap Lifi tak kalah kesalnya.


"Ye....musibah,musibah. Ini tu rezeki sayang, bisa satu kelompok sama cowok ganteng, udah gitu baik lagi" Airin sengaja berbicara dengan nada yang dibuat semanja mungkin. Tentu tidak lain tujuannya untuk mengerjai Lifi.

__ADS_1


"Gak usah kecentilan deh" Lifi menoel hidung sahabatnya.


setelah perdebatan itu, akhirnya mereka pergi ke kantin. Menyusul Byan dan ketiga teman lainnya yang sudah kemungkinan sudah sampai duluan.


Dan setibanya disana, sudah nampak Byan sedang memesan makanan. Melihat bangku disebelah Lifi yang kosong, Byan yang tadinya sudah kembali memilih duduk di samping Lifi.


"ehem...."Byan sengaja berdehem, dan sontak membuat Lifi yang merasa tiba-tiba disebelahnya ada orang menjadi kaget.


"Lo apaan sih, ngagetin aja" Kesal Lifi pada Byan. "Ngomong-ngomong kapan nih kita bisa memulainya?"tanya Byan tiba-tiba. "Mulai apaan sih" Tanya Lifi bingung. Karena sebelumnya tak mengerti maksud pertanyaan Byan. "Ta'arufnya Lif...."Bisik Byan di telinga Lifi. Dan seketika,Blush.....wajah Lifi langsung seperti kepiting rebus karena malu dan juga kesal. Perlakuan Byan yang seperti itu mengundang reaksi teman-temannya, mereka heran melihat Byan yang begitu terlihat berbeda dalam memperlakukan Lifi, sangat terlihat jika Byan menyukai Lifi.


Setelah acara makan dikantin tadi, kini mereka semua sudah beranjak pulang. dan sebelum itu, Byan tak lupa mengembalikan buku yang dipinjamnya dari Lifi kemarin. "Terima kasih atas pinjamannya" ucap Byan. "Hem" Jawab Lifi singkat sembari berlalu dari hadapan Byan.


Malam hari ,Lifi nampak terlihat begitu serius mengerjakan tugas kelompoknya. Alasannya satu, ia tak ingin berlama-lama saat mereka melakukan kerja kelompok. Mengingat salah satu anggonya adalah Byan. Pria menyebalkan yang menurutnya selalu menjadi pengganggu. setelahnya ia merapikan buku-bukunya. Namun tanpa sengaja Lifi melihat secarik kertas kecil berwarna biru jatuh dari sela-sela bukunya. Di lihatnya kertas itu, ternyata didalamnya ada sebuah tulisan


"Mau tau gak bedanya buku ini sama pemiliknya? Kalau buku ini isinya udah memenuhi ruang otakku, tapi kalau pemiliknya sudah memenuhi ruang hati dan pikiranku"


Merasa kesal dengan kata-kata yang ditulis Byan, Lifipun memilih meremas kertas itu lalu membuangnya. Namun sesaat kemudian ponselnya berbunyi, ada satu pesan masuk dan itu dari Byan.


Byan : [ Lagi apa Lif ]


Lifipun membalas pesan dari Byan


Lifi : [ Komet....bisa gak sih sehari aja biarin gue hidup merdeka, gak capek apa gangguin gue mulu😡 ]


Byan : [ Kok gue dipanggil Komet ya, gak enak banget dengernya Lif 😔]


Lifi : [ ya emang lo itu udah kayak komet, yang kerjaannya ngekorin gue mulu ]


Byan : [ gak lif, gue gak mau di panggil komet. Karena komet itu arah lintasannya selalu menjauhi matahari. Gue maunya dipanggil satelit aja, karena dia akan selalu mengikuti lintasan planet. Dan tentunya dengan kamu yng jadi planetnya ] tutur Byan panjang lebar.


Lifi : [ Gak jelas banget, udah ya gue mau tidur. Gak usah ganggu gue lagi ] kesal Lifi


Byan : [ Ya udah, selamat bobok. Entar gue susulin ke alam mimpi deh ]


Melihat isi pesan Byan yang semakin ngawur, Lifi memilih mengabaikannya dan segera menonaktifkan ponselnya.


Sedang ditempat lain, Byan nampak masih belum tidur. Ia sedari tadi hanya senyum-senyum sendiri membayangkan bagaimana ekspresi wajah Lifi saat membalas pesannya tadi. Ia pun kemudian membaringkan dirinya untuk seger menyusul Lifi ke alam mimpi sambil mulutnya berucap

__ADS_1


" Selamat tidur My Lifi.....I will coming in your dream "


__ADS_2