Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Digigit Serangga


__ADS_3

Lifi nampak terus meronta-ronta minta diturunkan. Namun Byan sama sekali tidak memperdulikan itu. Ia terus saja menggendong Lifi.


Sesampainya di kamar, Byan langsung menjatuhkan istrinya itu tepat ditengah ranjang. Kemudian dengan cepat Byan menindih tubuh istrinya


"Ka-kamu mau apa"


Lagi-lagi Lifi dibuat panik dan merasa ketakutan.


Pasalnya saat ini suaminya sudah seperti seekor singa yang siap menerkam mangsanya.


"Kamu masih nanya saya mau ngapain hem?" Byan berbicara dengan raut wajah yang sedikit menakutkan.


"Tentu saja saya mau mempraktekkan apa yang kamu ucapkan tadi"


Mendengar ucapan Byan barusan, sekuat mungkin Lifi mendorong dada suami mesumnya ini agar menjauh dari tubuhnya. Namun sayang, meskipun sudah beberapa kali mencobanya tetap saja hasilnya nihil, karena Byan sama sekali tidak bergeser sedikitpun dari posisinya saat ini.


Lifi yang sudah kehabisan tenaga hanya bisa pasrah menerima setiap perlakuan suaminya. Dimana saat ini tangan Byan sudah mulai menjalar kemana-mana.


Lifi hanya bisa memejamkan matanya. Karena jujur berada diposisi seintim ini membuatnya merasa sangat malu.


Apalagi saat ini separuh dari kancing bajunya sudah mulai terbuka.


Sudah tidak bisa dibayangkan lagi apa saja yang dilakukan oleh Byan disana.


Saat ini antara tubuh dan batin Lifi sedang terjadi ketidaksingkronan.


Dimana batinnya menolak keras terhadap apa yang diperbuat Byan saat ini. Sementara tubuhnya merespon baik setiap perlakuan Byan pada dirinya.


"Cukup sampai ini dulu. Anggap saja mas habis berbuka menu takjil, bukan menu utama. Karena untuk menu utamanya mas nunggu kamu siap lahir batin dulu"


Byan mengatakan itu sesaat setelah ia beranjak dari atas tubuh istrinya.


Meskipun hasratnya sudah sampai diubun-ubun, namun ia tidak ingin memaksakan kehendaknya sendiri.


Byan bisa merasakan jika saat ini istrinya belum sepenuhnya merelakan dirinya untuk memberikan hak itu kepadanya.


Lifi akhirnya bisa sedikit bernafas lega. Tadinya ia sempat frustasi. Ia juga takut kalau sore ini dirinya sudah akan berubah status menjadi mantan gadis.


...****************...


Saat ini Lifi tengah berada di depan cermin. Ia nampak mengomel sendiri.


Bagaimana tidak, hampir seluruh bagian depan tubuhnya saat ini sudah dipenuhi tanda kepemilikan dari suaminya.


"Ni orang manusia apa vampir sih? Lifi nampak menggerutu sendiri.

__ADS_1


Bagaimana tidak, hampir dari leher sampai ke dada bawah, semua dipenuhi tanda merah.


Saat dirinya tengah sibuk dengan bekas cupangan itu, tiba-tiba tanpa sepengetahuannya Naila, adik iparnya sudah berada di kamarnya


"Kakak, kenapa lehernya sampek merah-merah gitu"


Naila terlihat heboh saat melihat ada banyak bekas merah-merah di leher kakak iparnya.


Lifi sendiri tentu saja merasa kaget saat tiba-tiba melihat Naila sudah berdiri tepat dibelakangnya.


"Nai-Naila....." ucap Lifi terbata


"Kak, ini kenapa? Kenapa merah-merah semua kayak gini?" Tanya Naila sekali lagi.


"Ini kakak habis di gigit serangga, mungkin pas kakak lagi tidur tadi" Lifi nampak berkilah.


"Pasti gatel banget ya kak"


Lifipun hanya menjawab dengan menganggukkan kepalanya saja.


"Oh iya dek, ada apa kok tumben ke kamar kakak?" Lifi sengaja bertanya untuk mengalihkan pembicaraan


"Itu disuruh mama manggil kakak katanya disuruh makan malam bersama"


"Yasudah bentar lagi kakak turun"


Byan pergi diantar supir sesuai intruksi dari nyonya kesayangannya yang memperbolehkannya pergi hanya jika diantar oleh sopir.


Lifipun kemudian turun untuk makan malam. Bersamaan itu Suaminya juga nampak baru datang dan langsung mengambil posisi duduk tepat disebalah istrinya.


Dengan cekatan Lifi langsung mengambilkan makanan untuk dirinyanya.


"Makasih sayang" Byan mengucapkan itu saat melihat Lifi meletakkan piring yang sudah terisi makanan tepat di depannya.


Di saat tengah asik menikmati makan malam tiba-tiba Naila bersuara.


"Mah, punya salep buat ngobatin bekas gigitan serangga gak"


Sontak Lifipun tersedak makannannya. Ia kaget kenapa adik iparnya ini tiba-tiba membahas soal itu saat makan malam kayak gini.


Byanpun kemudian menyodorkan segelas air minum kepada istrinya


"hati-hati yang makannya"


"Emangnya mau dibuat apa sayang" tanya bu Kinan pada putrinya

__ADS_1


"Itu mah, kasihan tadi Naila lihat dileher kak Lifi merah-merah semua. Pas Naila tanya kenapa, Katanya habis digigit serangga" ucap Naila polos


"Emang bener yang, kok kamu gak ada bilang sama mas"


Byan terlihat pura-pura kaget dan dengan tanpa rasa bersalahnya juga hendak ingin membuka hijab yang dikenakan istrinya saat itu untuk memastikan apa yang dibilang adiknya itu benar.


Lifipun langsung melotot ke arah Byan. Karena bisa-bisanya suaminya ini lupa atau hanya pura-pura lupa dengan apa yang sudah diperbuatnya tadi sebelum berangkat ke cafe.


Sementara itu bu Kinan dan pak Rahman, mereka malah senyum-senyum sendiri. Mereka tau kalau putranya itu sedang barakting pura-pura lupa agar Naila adiknya itu tidak curiga.


"Beneran kak, mana banyak sekali lagi. Pasti seranggnya besar-besar ya kak"


Mendengar itu Byan sampai tidak tahan untuk tidak tertawa.


Sementara Lifi, dia hanya bisa tertunduk karena merasa sangat malu pada kedua mertuanya.


"Kak Byan kok malah ketawa sih, kasian kak Lifinya. Pasti itu gatel banget"


Byanpun kemudian langsung menghentikan tawanya.


"Nanti habis makan malam kakak obatin" Jawab Byan kemudian


"Oh iya kak, temen Naila yang namanya Aurel, dia punya ponakan baru yang lucu sekali. Tiap hari dia selalu cerita ke Naila sambil nunjukin foto ponakannya itu. Naila juga pengen dong kak Lifi hamil. Jadi kan Naila juga bisa punya ponakan yang lucu, terus nanti Naila bisa dipanggil Aunty"


Belum selesai pekara serangga, kini adiknya Naila ini sudah membahas masalah kepengen ponakan.


Sungguh hari ini adalah hari yang cukup menyedihkan untuk Lifi. Pasalnya sehari ini Lifi selalu kajatuhan si-al.


"Emang kamu kepengen keponakan apa" Bukannya mencoba mengalihkan pertanyaan, Byan justru malah menanggapinya


"Apasaja, mau cowok atau cewek Naila bakal sayangin dia kok. Yang terpenting Naila bisa punya ponakan" Naila menjawab dengan penuh antusias.


"Yasudah nanti kakak bikinin dua sekaligus. Sekarang kamu mending cuci tangan, cuci kaki, terus tidur" goda Byan pada adiknya


"Emangnya Naila anak kecil apa" kesal Naila dengan ucapan kakaknya barusan.


Bu Kinan hanya bisa geleng-geleng kepala setiap kali melihat perdebatan antara kudua anaknya itu.


Setelah mengatakan itu, Nailapun kemudian berpamitan lebih dulu untuk beranjak dari tempatnya karena memang dia sudah selesai dulu makannya.


Sementara itu, Lifi yang juga sudah selesai dengan kegiatan makannya langsung beranjak ke dapur dengan membawa piring kotor miliknya dan tak lupa milik adiknya.


"Sayang, udah kamu taruh saja piring kotornya disitu. Biar Bik Darsih nanti yang bersiin. Kamu mending langsung istirahat saja. Besok kan kuliahnya masuk"


Bu Kinan nampak melarang Lifi melakukan pekerjaan dapur dan menyuruhnya istirahat.

__ADS_1


Mau tak mau Lifipun menuruti ucapan mertunya untuk istirahat. Iapun kemudian pergi kekamar dengan diikuti Byan dibelakangnya.


__ADS_2