
Hari berganti, bulanpun turut berganti. Kini usia kandungan Lifi sudah masuk minggu ke tiga puluh lima. Itu artinya seminggu lagi jika sesuai prediksi dia akan melahirkan.
Selama kehamilannya, Lifi terlihat masih aktif mengikuti perkuliahan. Dirinya sama sekali tidak mengambil cuti meski suami dan mertuanya sering memintanya untuk cuti sementara.
Seperti saat ini, meski dirinya tengah hamil besar. Tetap saja kalau urusan kuliah dia tidak mau libur. Menurut Lifi biar saja dia nanti cuti pasca melahirkan saja.
Beruntung dia dikelilingi teman-teman yang baik serta suami yang selalu siaga. Jadi selama dikampus dia sama sekali tidak pernah mengalami kesulitan.
"Sayang....mau makan disini apa dikantin aja" Tanya Byan pada istrinya saat jam istirahat sebelum pergantian mata kuliah berikutnya.
"Dikantin aja mas bareng sama yang lain."
Pasangan yang tengah menantikan kelahiran buah hatinya inipun lantas langsung bergegas menuju kantin.
"Loh....tadi katanya capek Lif, makanya kita sengaja gak ngajakin kamu buat ke kantin" Tanya Airin begitu mendapati sahabatnya sudah tiba dikantin.
"Tadi emang punggung berasa pegel banget, tapi sekarang udah mendingan kok"
"Yasudah sini duduk, gak usah kelamaan berdiri." Putri yang mengatakan itu sambil menarikkan bangku agar temannya ini bisa duduk.
" Makasih Put"
Setelah memastikan istrinya duduk dengan nyaman, baru Byan juga ikutan duduk disebelah istrinya yang kebetulan bangkunya lagi kosong.
"Sayang mau makan apa, biar mas aja yang pesen" tawar Byan pada istrinya.
"Em....apa ya" Lifi terlihat masih berfikir. "Aku mau jus melon aja mas"
"Terus makannya mau apa?" Byan nampak bertanya lagi karena istrinya hanya memesan minuman saja.
"Aku masih kenyang mas. Tadi soalnya pas sarapan aku makannya lumayan banyak"
"Gimana kalau mas beliin cemilan aja" Tawar Byan lagi pada istrinya.
"Gak usah mas. Aku lagi gak selera. Mending mas pesenin aku jus melon saja"
Akhirnya Byanpun mengalah dan langsung. Bergegas memesankan istrinya jus melon sesuai permintaannya.
"Lif lo mau ke mana?" tanya Airin saat tiba-tiba melihat temannya ini berdiri dan hendak beranjak entah ke mana.
"Gue mau ketoilet bentar. Nanti kalau mas Byan nanya, tolong bilangin ya"
"Perlu gue antar gak?" Tawar Airin
"Gak usah, lagian cuman ke toilet doang kok. Gak lama"
__ADS_1
Saat baru saja Lifi beranjak ke toilet, Byan terlihat sudah selesai memesan makanannya.
"Loh, istri gue mana" Tanya Byan heran karena tiba-tiba istrinya tidak berada ditempat.
"Lagi ke toilet. Baru aja perginya" Putri yang menjawab pertanyaan Byan.
Yang lain rupanya sudah mulai menikmati makanannya. Sementara Byan, dia masih terlihat menunggu pesanannya datang.
Dan tak lama kemudian pesanannyapun datang. Namun Byan belum menyentuh makanannya sama sekali karena dirinya masih menunggu istrinya kembali dari toilet.
Byan yang sangat mengkhawatirkan istrinya, akhirnya memilih untuk menyusul ke toilet.
Saat itu suasana toilet cukup ramai. Byanpun memilih menunggu istrinya di depan pintu menuju toilet.
Benar saja tak lama kemudian Lifi muncul dari dalam toilet.
"Loh mas, kok disini?" Tanya Lifi heran karena tiba-tiba suaminya berada ditoilet.
"Kamu lama banget ke toiletnya. Mas jadi khawatir sendiri"
"Maaf mas, tadi ketemu teman waktu SMA, jadi kita ngobrol sebentar. Gak enaklah kalau aku langsung ninggalin gitu aja." jawab Lifi jujur.
Tadi saat dirinya hendak menuju toilet, tidak sengaja dirinya bertemu dengan teman semasa SMAnya. Akhirnya merekapun terlibat obrolan sebentar.
"Cewek mas. Ampun dah istri lagi hamil masih aja dicurigai" Lifi terlihat kesal pada suaminya.
"Bukan curiga sayang, tapi waspada" Ucap Byan sambil membelai sayang kepala istrinya.
"Ck, sama aja. Lagian mas ya, mana ada cowok yang mau sama aku. Liat perutnya udah kayak balon gini" Lifipun terlihat mengusap-usap perutnya sendiri.
"Tapi kan istri mas ini cantiknya kebangetan. Jadi wajarlah kalau mas was-was sendiri"
"Gombal banget. Udah ah kita balik yuk. Aku udah haus banget"
Lifipun langsung menarik tangan suaminya agar segera beranjak dari tempatnya sekarang.
Sesampai disana, keduanya langsung dicecari beberapa pertanyaan dari teman-temannya.
"Lif, lo dari mana, kok lama bener ke toiletnya. Lo gak lagi sakit perut kan" Cecar Airin pada sahabatnya.
"Maaf, tadi gue lama karena gak sengaja ketemu sama temen SMA"
"kirain...." Ucap Airin lega. Saking leganya Iapun sampai reflek mengusap dadanya sendiri.
Setelah menghabiskan makanannya, mereka semua langsung kembali menuju kelasnya karena memang setelah ini mereka ada jam kuliah berikutnya.
__ADS_1
"Sayang, ini beneran kamu gak mau makan apa-apa dulu. Mas khawatir nanti kamu lapar pas kita udah dikelas" Byan lagi-lagi menanyakan itu karena dirinya begitu khawatir.
"Udah ah mas, dari tadi nanyain itu mulu." Lifi sendiri sampai merasa kesal karena dirinya yang berkali-kali ditanya soal lapar oleh suaminya
"Oke mas gak bakal nanyain lagi. Tapi jangan ngambek gini dong. Mas kan gak bisa lihat istri kesayangan mas ini ngambek." Byan dengan cepat merayu istrinya begitu melihat raut kekesalan diwajahnya. Iapun bisa memaklumi dengan sikap istrinya ini. Bagi Byan semua ini mungkin hanya akibat dari hormon kehamilannya.
Setelah mengatakan itu Byan langsung meraih pergelangan tangan istrinya. Mereka berduapun kemudian beranjak menuju kelas mereka.
Selama perkuliahan berlangsung, Byan sama sekali tak melepaskan pandangannya dari arah istrinya. Itu karena sedari tadi ia melihat istrinya yang sepertinya sedang dalam posisi tidak nyaman. Terbukti dari tadi istrinya sering merubah posisi duduknya serta berkali-kali juga tangannya meraih punggungnya.
Ingin rasanya saat itu Byan membawa istrinya pulang. Namun hal itu tidak dia lakukan karena tidak merasa enak pada dosen yang berada didepan sana.
Hingga tanpa terasa jam perkuliahan berakhir. Byan yang melihat dosennya barusaja meninggalkan kelas, dengan cepat langsung mendekat pada istrinya.
"Sayang....punggung kamu kenapa. Mas perhatiin kamu dari tadi tangannya bolak-balik megangin punggungnya." Tanya Byan dengan raut penuh kekhawatiran.
" Dari tadi punggung aku sakit, kayak berasa kram gitu"
"Kita kerumah sakit aja ya. Mas takut kamu mau lahiran sekarang" Ucap Byan panik.
"Mas gak usah aneh-aneh deh. Aku itu cuman sakit punggung, bukan sakit perut."
Teman-temannya yang lain sampek geleng-geleng karena melihat tingkah Byan yang selalu over panik jika sudah menyangkut istrinya.
"Byan...Byan...lo aneh deh. Mana ada orang mau lahiran tanda-tandanya sakit punggung. Ck....bikin hamil anak orang aja pinter. Giliran masalah kayak ginian hak faham" Chaca terlihat meledek Byan karena tingkahnya yang dianggap absurd.
"Kayaknya yang dibilang Byan bener deh, soalnya kakak gue dulu pas mau lahiran punggungnya berasa sakit gitu. Bahkan sakitnya itu berasa kayak mau patah" Ucap Putri menimpali.
"Sayang...kita kerumah sakit ya. Mas khawatir banget ini. Mau ya?" Byan terlihat memohon.
"Gak ah mas, aku mau pulang aja. Entar nyampek rumah dibuat rebahan pasti udah enakan" Lifi masih saja menolak ajakan suaminya untuk kerumah sakit.
"Tapi Yang...." Belum selesai bicara, Lifi sudah memotongnya terlebih dahulu.
"Mas kita pulang aja. Entar dijalan kita mampir nyari ketupat sayur. Aku lagi pengen makan itu"
Mendengar ucapan Lifi, semua yang disana nampak mengerutkan keningnya. Pasalnya tidak ada angin tidak ada hujan tiba-tiba bumil satu ini menginginkan ketupat sayur. Padahal jelas-jelas ini bukan lebaran.
"Lif, lho kalo ngidam jangan aneh-aneh deh. Ini gak lagi lebaran tapi lho malah pengennya malah ketupat sayur" Airin mengatakan itu karena merasa heran. Pasalnya ini bukan lebaran pastinya akan sedikit kesulitan untuk mencari makanan itu.
"Kan yang pengen dedek bayinya. Jadi kalo mau protes, ya tinggal protes aja sama dedek bayinya. Jangan sama gue" Lifi terlihat sedang membela diri.
"Udah gak pa pa, entar kita pulangnya sambil nyari ya. Mudah-mudahan ada" Byan mengiyakan saja keinginan istrinya meskipun hatinya sedikit ragu untuk bisa menemukan makanan itu.
Tanpa sepengetahuan Lifi, Byanpun langsung searching di aplikasi Go-Makan. Tujuannya satu, mencari warung atau rumah makan yang menjual ketupat sayur sesuai.keinginan dedek bayinya atau lebih tepatnya keinginan ibu dari sidedek bayi.
__ADS_1