Ternyata Jodoh

Ternyata Jodoh
Chapter 2


__ADS_3

Setelah menempuh perjalanan yang tidak jauh,aku dan Angga tiba di rumah Lisa.Saat di depan pintu Aku menatap heran pada Angga sambil mengkhayal


"Ya Tuhan mimpi apa aku semalam.Hingga aku bisa bertemu pangeran seperti Angga.Apalagi aku sudah berciuman dengannya....aku benar - benar kesal ..tapi sudalah...toh Angga juga Lelaki yang lumayan..".gema batinku.


"Heei kau kenapa?..apa ada sesuatu di wajahku?..".ucap Angga sambil melambaikan Tangannya di depan wajahku lengkap dengan wajah herannya itu.


"Ohh..tak apa".ucapan Angga sontak membuatku terbangun dari khayalan"


"Ya ampu**n.Apa yang kupikirkan".


"Tunggu apalagi?..Ayo cepat pencet tombol belnya".perintah Angga


"Iya..iya..Sabar sedikit"Balasku


"*Ting Tong"


"Ting Tong"


"Ceklek*"...Lisa membuka pintu


"Emely!..Apa yang...."ucapan Lisa Seolah terhernti karna ia baru saja mengarahkan pandangannya pada Angga.


Dengan rasa penasaran yang tinggi seolah lebih tinggi dari badanya Lisa segera menarik tanganku hingga aku terseret dan nyaris saja terjatuh.


"Emely,katakan siapa dia,ohh..jangan-jangan dia itu tunangan yang kamu ceritakan padaku di telpon?Bukan begitu?".Bisik Lisa dengan tergesa-gesa.


"Bukan..bukan..,dengarkan dulu ceritaku...Begini aku kabur dari acara pertunanganku..dan Anggalah yang menyelamatkan aku dari kejaran orang-orang bawahan ayahku..dan akhirnya aku dan dia sepakat,Setelah ia menyelamatkanku aku juga harus menyelamatkan dia sampai ciuman pertamaku yang paling berharga telah kurelakan hanya untuk menolongnya".Jelasku pada Lisa yang sedang mendengarkan secara saksama.


"Wah...wah..wah..jadi kalian berdua sudah ciuman..hmmm itu berarti kalian jodoh".ucap lisa padaku sambil menunjuka ekspresi girang.


"Jodohh!...itu tidak mungkin..kitakan baru beberapa jam bertemu..itu tidak mungkin".jelasku sambil menatap kesal kearah Lisa yang sedang kegirangan.


"Jelaslah..kaukan pernah bilang sendiri..bahwa ciuman pertamamu itu hanya akan kau berikan untuk jodohmu,Naah Anggalah jodohmu".Sorak lisa sambil menepuk - nepuk tangan.


"Ahhrrg..lupakan saja hal itu..yang terpenting sekarang bisakah kau mengijinkan aku dan Angga menginap di rumahmu malam ini?".Tanyaku.


"Tentu saja bisa..Tapi aku hanya punya satu kamar tamu...".Ucap Lisa.

__ADS_1


"Tak apa..aku tidur denganmu saja...nanti si Angga yang tidur di kamar tamu".Ucap ku sembari mengalikan pandanganku pada Angga.


"Owwh...itu....kamarku berantakan...tidak apa ya l..kau tidur sekamar dengan Angga.Lagian kan kalian itu jodoh hehehe".ucpan lisa membuat kucilan api amarahku membesar


"itu tak mungkin ..Lisa kau ada-ada saja".ucap kesalku.


"Ehemm..Setahuku jika ada tamu hendaklah disambut dengan baik..diluar sini sangatlah dingin.."Suara itu memotong percakapan aku dan Lisa.Aku dan Lisa segera membalikan badan kearah suara itu.Itu suara Angga yang menyinggung Lisa agar Aku dan dia di ijinkan masuk.


"Ahh..ya..tentu saja..Silakan masuk aku baru selesai maembuat makan malam".ucap lisa dengan lembut karna dia sedang berhadapan dengan pangeran yang tampan.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


"Emely..Kamu pakai bajuku untuk sementara ya".Kata Lisan sambil memberiku bajunya.


"Dan kau pakai ini saja.Ini punya ayahku tak tak ia gunakan lagi karna kekecilan".Ucap lisa yang rupanya tak mau melepaskan pandangannya pada Angga.


Setelah mengganti baju,kami bertiga makan malam bersama.Hanya kami bertiga karna Ayah da ibu Lisa sedang keluar kota.


Baiklah sepertinya kali ini tatapan Angga membuatku tak nyaman.Karena tak nyaman dengan tatapannya itu aku balik menatapnya


"Heei kau..Apa yang kau tatap?".Tanyaku sinis.


"Hmm...seandainya saja aku tak berpulang dari Eropa aku tak akan bertemu dengan mu,Emely...kau sangat unik..fhuuih Aandaikan saja orang yang akan di jodohkan denganku adalah kau".ucpan terus terang Angga yang hampir saja membuat aku tersedak.


"Uhuuk...air..airr.."Tuhkan Jadi Lisa yang tersedak.Aku segerah menuangkan air kedalam gelas Lisa.


Setelah merasa lega."Kau..ahg..Juga akan dijodohkan.Waaah berarti kalian mememang jodooh".teriak Lisa tiba-tiba.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Lisa Memang suka mengada-ngada.Kejadian dimeja makan tadi mengundang amarahku hingga aku kesal dan tak berbicara lagi setelah makan.


Lisa mengajak Aku dan Angga untuk mengobrol dengannya di ruang keluarganya


Setelah aku duduk Angga juga ikut duduk tepat di sebelah kananku."apa-apaan anak ini ikut-ikutan saja".ucapku dalam hati


"Kalian berdua boleh saja tinggal di rumahku ini,tapi kalian tak mungkin bersembunyi terus disini,suatu saat kalian pasti akan dicari dan di temukan.Apalagi kalian berdua harua kuliah juga".jelas Lisa yang kelihatanya tidak tega dengan keadaan Aku dan Angga.

__ADS_1


"Iya..iya".balas Angga yang tedang sibuk mengecek apakah ada kerusakan pada ponselnya akibat kejadian tadi.


"Ya terus... Kita harus bagaimana?".Tanyaku.


"Begini saja..bagaimana kalau untuk sementara kalian berdua tinggal di rumah keluargaku yang ada di luar kota?.saran Lisa.


"Betul itu..bagaimana kalau kita pergi skarang saja".Ucap Angga membuat tatapan sadisku menusuknya..


"Bodoh..memangnya kau tak perlu tidur malam ini?.ketusku kesal ke Angga.


"Tapi tak mungkin aku dan dia tinggal serumah...apa nanti kata orang-orang disana".kataku


"Tenang saja..kalau soal itu serahkan saja padaku ...heheh".Balas Lisa sambil berekpresi seolah-olah menjadi penolong yang sejati untuk aku dan Angga.


Saat-saat seperti ini bisa saja Air mataku menetes tapi ini memeng waktu yang tepat.


"cup..cup...cup..sudah..sudah..jangan menanhis lagi Emelyku..aku tahu.ini sangat berat untukmu tapi apalah daya semua sudah terjadi tak bisa kau putar lagi".Ucap lisa sambil memeluku.


"Diiiih kenapa kau juga ikut memelukku".ucapku sembaru melepaskan dan mendorong pelukan dari Angga


"Kan aku cuma mau bantu menenangkan mu".kata Angga


"Sudalah....kita pergi tidur saja...ini sudah larut malam..ohhya..Emely seperti yang ku bilang tadi..kamar tamu di sini hanya ada satu,jadi bagaimana?Angga?".Tanya Lisa


"Kalau begitu..biar aku saja yang tidur di sofa..Biar Emely yang tidur di kamar tamu".ucap Angga sembari mengotak-atik Ponselnya.


"Kamu tidak keberetan tidur di sofa?".tanyaku


"Cie..Ciee..perhatian sekali".ejek Lisa


"Ya sudah..ayo tunjukan dimana kamar tamunya".Ketusku pada Angga.


¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤


Ketika di kamar air mata kembali menetes.Cukup lama batinku disiksa oleh perlakuan orang tuaku.Aku tak bisa tidur maka aku keluar dari kamar dan ingin pergi menuju teras yang ada di lantai dua,tempat dimana aku berada.Saat berjalan menuju teras,Aku melihat Angga yang sedang terbaring di kasur tampa selimut.Entah apa yang membuatku merasa kasian melihatnya


Tampa berfikir panjang aku kembali ke kamarku mengambil selimut dan kembali untuk menutupkan selimut ke Angga.Aku ingin sekali menyentu rambutnya yang lurus licin.Aku duduk di sebelah Angga sambil mengamati tidurnya.

__ADS_1


"*Hmmm..Apakah yang dibilang Lisa itu benar ..Angga itu jodoh ku yang sebenarnya.Aduuuh Kenapa ini..mengapa aku tak bisa mengalihkan tatapanku Dari Wajahnya.Ya Tuhan wajah yang Sempurna bahkan saat dia tidur wajahnya bersinar bak berlian".Ucapku dalam hati


Tampa tersadar Ternyata aku terlelap di sebelah Angga*.


__ADS_2