
Bingung sungguh bingung,itu yang dapat aku ungkapkan saat melihat wajah dan ekspresi Angga Saat melihat wanita berstelan mewah yang baru sja keluar dari mobil itu.
Wajah Angga muak dan kesal.Aku ingin sekali bertanya namun ku urungkan niatku agar dia tak akan lebih kesal dan marah
"Hohoho...ternyata aku bermasalah dengan anak lemah,tidak kusangka kita bertemu di sini anak lemah".ucap wanita itu semakin membuat aku bingung.
"Sudah kubilang aku tidah mau lagi berurusan denganmu".ucap Angga dengan nada dingin lengkap dengan ekpresinya dinginnya yang tiba-tiba mencekam bak hewan buas yang siap menerkam.
"Ayo pergi dari sini".ucap Angga sembari menarik tanganku.
Aku tak melawan,aku malah mengikuti saja perintahnya.Tampa banyak bertanya aku ikut masuk ke dalam mobil dan menutup pintu perlahan.Bukan perlahan sama seperti cara aku menutup pintu mobil,Angga menutup dengan cara membantingnya Karena marah dan kesal,hingga menciptakan bunyi yang tak sedap di dengar,Pikirku pintu itu akan rusak tapi ternyata tidak.
Angga segerah berbalik arah dan mengikuti jalur lain menuju kampus.Aku sendiri taku melihat ekspresi Angga saat itu.
Sepertinya saat ini ia benar-benar kesal karena wanita tadi tapi ada apa dengan wanita itu?.
Kini keadaan berubah menjadi dingin.Sekali lagi aku mengurung niatku untuk bertanya.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Setelah semua yang terjadi tadi kini Aku dan Angga bisa mengikuti kelah kuliah dengan hati yang tenang.
Aku lebih memilih jurusan Ekonomi dari pada Hukum,Tapi Jurusan hukum malah mnjadi pilihan dan minat dari Seorang Angga Calvin.
¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤¤
Kelas telah usai.Tapi aku masih belum melihat Angga.tampa berfikir panjang lagi aku segerah menuju ke arah parkiran dimana mobil kami berada.
Saat menuju kesana tiba-tiba saja seorang menabrakku hingga buku-buku yang kami peluk berceceran di lantai.
"Kamu...hei..."...Ucap seorang yang baru saja bertabrakan denganku.
Tampa menghiraukan Ucapan orang itu aku terus saja mengumpulkan buku-buku punyaku yang berserakan tak beraturan.
Orang itu melambaikan tangannya di depan wajahku,kali ini perasaan jengkelku mulai timbuk hingga aku nyaris saja memarahi orang itu.
Tapi setelah aku melihat wajahnya aku sadar,sepertinya wajahnya familiar tapi dia siapa.
"Kamu Emely bukan?...wajah mu sangat mirip..Mely Kamu lupa padaku?".ucap orang yang menabraku.
Saat aku memandang wajhnya ternyata ia seorang pria tampan yang terlihat agak lugu dengan kaca mata yang ia kenakan
__ADS_1
Baiklah kali ini aku ingat dia.Dia adalah Brayen Clairers.
Briyan Clairers ia adalah sahabat penaku sekaligus cinta pertamaku
Entah semalam aku mimpi apa hingga aku bertemu dengan dia disini.Ini adalah salah satu janji kecil aku dan Brayen yaitu bertemu.
Kami sudah menjadi sahabat pena sejak aku masih kelas 6 SD.Kami sering menghabiskan waktu di Chat.sampai aku pernah berharap untuk memiliki dan memikat hatinya.Dan kini seakan aku berada di surga saat melihat wajahnya bukan hanya membaca chatnya saja.
"Ya ampun...Kamu Brayen Clairers kan?..YaTuhan apakah ini mimpi?".ucapku hingga tampa sadar aku telah meneteskan bulir air mata.
"Mely kamu kemana saja?Aku merindukanmu,kamu sulit sekali di hubungi."ucap Brayen sambil memelukku tampa memperhatikan pipiku yang basah karna air mata kebahagiaan.
Aku tak bisa berkata-kata lagi hingga Brayen sendiri sadar kalau aku sedang menangis.
"Mely..kenapa kau menangis?..hei jangan bersedih nanti aku juga iku sedih..".ucap Brayen sambil melepaskan pelukan dan Menghapus air mataku.
"Aku tak bisa menjelaskan ini semua...banyak hal yang ingin aku ceritakan ke kamu Ayen..".ucapku
"Ternyata Mely lebih cantik dari yang Ayen bayangkan ya."puji ayen yang baru saja melihatku
"Ahaha..bisa saja."ucapku.aku bisa merasakan pipiku yang memerah karena memdapakan pujian
"Btw...Mely juga kuliah disini?".tanya Ayen
Kali ini aku benar-benar luluh dengan semua yang terjadi.kini perasaanku mulai campur aduk antar Gembira bahagia tida tara dan kesedihan yang menusuk hati hingga tembus ke jantung.
"Cup..cup..cup...Anak manis tak boleh menagis lagi ini kan pertemuan pertama kita..Mely manis tak moleh menangis nanti cantik nya berkurang loh".hibur Ayen yang membuatku melontarkan senyum tipis yang membuat Ayeen ikut tersenyum.
"Mely...Ayen harus segerah memasukan tugas..jadi.mungkin obrolan kita tak akan lama..memang masih banyak yang ingin ayen tanyakan tapi...begini saja Mely beri Ayen kabar lewat ponsel ya..biar kita bisa meet up".Ucap Ayen panjang lebar.
"Ya sudah....Ayen aku boleh sekali lagi memelukmu tidak?".ucapku tampa berfikir akan sekelilingku.
Aku meminta untuk dipeluk karena rasa rinduku belum terbayar lunas padahal kita hanyalah sahabat pena saja.Aku tak tahu apakah ini yang benar-benar di namakan cinta.
"Apa-apa an ini?...Apa yang sudah kau lakukan".
Nyaris saja aku memeluk Ayen tapi di cegah oleh Angga yang tiba-tiba datang entah dari mana. Angga menarik kerah baju Ayen dan nyaris memukulnya.Aku segera mengambil tindakan dan mencegah mereka.
"Heii....!! Angga...! apa yang kau lakukan?!.".ucapku segera menarik dam memisahkan mereka berdua.
"Apa yang sudah kau lakukan padanya higga ia menagis haah..jawab kau".ucap Angga sambil menatap sinis ke Brayen.
__ADS_1
"Aku tak melakukan apapun aku hanya...."ucap ayen tiba-tiba terpotong karena aku.
"Dia adalah temanku sejak kecil..dia bukan orang jahat..sudah cukup..!".ucapku.
Aku segerah meninggalkan mereka berdua dan menuju mobil.tampa melihat kebelakan aku mengetahui Angga mengikuti ku dari belakang.
Dengan perasaan kesal aku masuk ke mobil dan di susul oleh Angga.
Dalam perjalanan kami aku tak bersuara sedikitpun sampai Angga membuka mulut bersuara dan untuk bertanya.
"Emely sebaiknya kau jauhi Brayen..."ucap Angga dengan lembut tampa ekpresi.
Karena ia berbicara lembut padaku maka aku pun menjawab pertanyaannya.Aku membatalkan niatku untuk tidak berbicara kepadanya.
"Memangnya kenapa?.padahal itu pertama kali aku bertemu denganya".ketusku karena kesal.
"Dia bukan orang baik...Apa hubungan mu dengannya?".tanya Angga
"Brayen Adalah sahabat penaku...ia adalah salah satu orang yang ku nanti...Dia baik kok".ucapku yang berusaha menyakinkan bahwa ayen itu orang baik.
"Sepertinya kau sudah mengenal Ayen".tanyaku.
"Kau tak perlu tau,Sudahlah jangan banyak tanya..ikuti saja perkataanku".ucap Angga
Tampa mengiakan apa yang Angga ucapkan aku kembali bertanya.Kau tak yakin ia akan menjawab pertanyaaku ini tapi apa salahnya jika aku mencoba untuk mencari tahu.
"Btw..siapa wanita yang tadi..yang membuat emosimu tak terkendali".tanyaku.
"Wanita yang tadi itu...dia adalah ibu tiriku".ucap Angga dengan nada dingin tampa ekpresi apapun.
"Oh begitu..Tapi. mengapa kau bagitu mar..."Ucapku terpotong oleh suar Angga yang tiba-tiba ingin mengalihkan topik pembicaraan.
"Aku lapar..ayo mamapir ke restoran dekat sini..sepertinya makanan di daerah sini enak-enak.
Aku pun tak mau mengajukan pertanyaan lagi.tampa berfikir panjang aku Mengiakan permintaan Angga.
Akhirnya kami mampir di suatu restoran yang menyediakan seafood kesukaan Angga.
Di sana kami makan seafood sepuasnya.Aku tak tahu apakah wajah gembira yang di tunjukan Angga adalah Gembira yang sebenarnya atau hanya Ekpresi yang sengaja ia buat untuk menghibur orang di sekitarnya yaitu aku.
Saat mengetahui alasan mengapa Angga sangat marah dan kesal saat bertemu dengan wanita tadi yang ternyata adalah ibu tirinya.Kini rasa penasaranku belum terbayar lunas,aku masih penasaran mengapa Angga menyuruhku untuk menjauhi Brayen.
__ADS_1
Seolah-olah ia sudah tahu betul siapa Brayen sebenarnya padahal mereka baru saja bertemu.
Apa sebenarnya yang Angga sembunyikan dariku