Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 10


__ADS_3

Happy Reading !!


"Oh ya Ar gue denger Austinudah mau balik ya ?" Tanya Marcell kepada Arnon.


Arnon menjawab dengan mengedikan bahunya singkat ." entah aku gak seberapa perduli sih." Jawabnya enteng


"Austin itu siapa yank ?" Tanya Citra kepada kekasihnya Darren,


"Austin itu adalah sahabat kita juga, dia adalah sepupu dari Arnon wajahnya juga mirip hingga di sangka orang kembar padahal hanya sepupuan ."Ucap Darren menjawab pertanyaan kekasihnya.


"Yoi bro sifatnya mereka juga berbeda hanya sifat dinginya aja yang hampir sama, kalo si Austin dinginya kaya es batu kalo yg ini dinginya kaya kutub utara ."Ujar Marcell enteng melirik Arnon.


Arnon hanya menggelengkan kepalanya melihat sindiran dari sahabatnya , karna itu adalah sebuah kenyataan


Sifat Arnon dan Austin sangat lah berbeda, Arnon yang sangat tidak suka berintraksi dengan orang-orang baru, apalagi dengan cewek yang terlalu agresif mendekatinya itu akan membuat dirinya jijik dengan sikap wanita-wanita murahan menurutnya. Tidak suka bersentuhan dengan orang lain selain sahabat dan kekasih dan juga keluarganya.


Karna dia merasa jijik bersentuhan dengan orang lain. Ketika dia tidak sengaja bersentuhan dengan yang lain maka dia langsung meminta sapu tangan dari Jerry untuk membersihkan tanganya dan menyemprotkan sanitizer ke tanganya untuk mensterilkannya,


Jerry saja hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan bosnya yang dinilai terlalu berlebihan hingga Dia harus menyediakan banyak sapu tangan setiap harinya karna ketika sudah sekali di pakai untuk membersihkan, bosnya itu langsung membuangnya begitu saja.


Sedangkan Austin yang welcom dengan orang-orang baru di sekitarnya, dan tidak terlalu menjaga kebersihan seperti Arnon hanya saja dia akan bersikap dingin jika bersama orang yang tidak menurut kepadanya. Membuat keduanya seperti besebrangan sikap.


Pernah suatu ketika waktu mereka masih duduk di bangku SMA, ada seorang wanita jalan menghampiri Arnon dan langsung memeluknya membuat Arnon murka sejadi-jadinya.


Flash back on


Di saat jam makan siang , Arnon dan ketiga sahabatnya sedang berjalan menuju kantin sekolah .


Mereka berjalan dengan kharisma masing-masing dan membuat seluruh siswa wanita mentap kagum kepada tiga mahluk tuhan yang sempurna itu.


Disaat sudah sampai di kantin, ketiganya langsung berdiri untuk memesan makanan yang mereka mau.


Namun dari kejauhan terlihat seorang wanita tengah berlari menghampiri Arnon,


" Sayang aku kangen banget sama kamu." Ucap wanita itu sambil memeluk tubuh Arnon.


Arnon yang mendapatkan pelukan tiba-tiba itu langsung emosi besar." kamu siapa ?" Bentak Arnon mendorong tubuh wanita itu keras.


"Sayang, ini aku Thalitha pacar kamu ." jawabnya bingung dengan sikap pria yang disangka kekasihnya yaitu Austin.


"Ha pacar jangan mimpi kamu ." bentak Arnon lagi kepadanya.

__ADS_1


Plaaaaaakkkkkkk


Satu tamparan keras mendarat di pipi mulus wanita itu hingga terhuyung lemas lalu terduduk sangking kerasnya tamparan itu hingga terlihat darah dari sudut bibir Thalitha.


Sontak semua siswa ramai yg berada di kantin menoleh ke arah mereka hingga membuat kericuhan.


Arnon menampar Thalitha dengan keras tanpa merasa bersalah sedikit pun , Arnon berjalan menghampirinya dengan tatapan mematikan dan menarik dagu wanita itu memaksa untuk menatap matanya ." Jangan pernah menguji kesabaran ku jika kamu tidak ingin kejadian ini terulang kembali mengerti !!! "Ucapnya memperingati Thalita yang mendapat anggukan pelan dari wanita itu.


Setelah mengancam Thalita. Dia langsung melepaskan dagu wanita itu dengan kasar lalu berdiri menerima sapu tangan yang diberikan Jerry sudah sangat hafal dengan kebiasaan Arnon jika tidak sengaja bersentuhan dengan orang lain maka dia harus membersihkan tanganya.


"Hue kayanya aku harus segera pulang mandi untuk membersihkan kotoran yg menempel di tubuhku karna pelukan wanita murahan ini ." Hujatnya sambil menggosok tanganya yang sudah mendapatakan semprotan senitizer dari Jerry.


Jerry sendiri telah menjdi asisten Arnon dari umurnya delapan tahun, dia sudah di ajarkan dan di latih untuk melindungi dan mengikuti Arnon.


"Sayang apa yang kamu lakukan ?"Tanya Stella yang melihat keributan itu di saat dia baru memasuki kantin.


Di saat itu Stella adalah murid tahun kelas 10 sedangkan Arnon kelas 12 hanya tinggal beberapa minggu lagi menunggu kelulusanya.


Mereka menjalin hubungan di bulan kedua setelah Stella masuk untuk pertama kalinya di sekolah.


"Dia berani memeluk ku tanpa izin sayang, padahal aku gak kenal dia ." jawabnya mengadukan pada Stella.


Marcell, Jerry,Darren,Valen dan juga Tenry hanya bisa menggelengkan kepala melihat sikap Arnon yang sangat berlebihan ketika bertemu dengan Stella,


Jerry,Marcell dan Darren kaget melihat cuplikan adegan yang berada di depanya, karna pikir mereka selama ini tidak ada yang bisa menenangkan pria itu ketika sedang berada di puncak kemarahananya namun ketika dia berpacaran dengan Stella, sontak saja Stella menjadi pawang bagi Arnon, membuat ketiganya mengagumi sosok Stella yang bisa meluluhkan sikap arogant dan angkuh yang Arnon miliki.


Di sisi lain terlihat dua pria berjalan mendekat dengan kharisma yg tak kalah dengan Arnon.


"Apa yang terjadi sayang ?" Tanyanya melihat kekasihnya terduduk di lantai dan beralih melihat wajah kekasihnya yang membengkak dan mengeluarkan darah , langsung emosi membakar dirinya.


"Siapa yang berani melakukan ini kepadamu ?" tanya Austin penuh dengan amarah.


Thalita tidak berani menjawab apapun hanya mampu melirkan matanya ke arah depan.


Austin mengikuti arah tatapan mata itu dan mendapati Arnon yang juga sedang menatap ke arah Thalita.


Seketika emosi Austin langsung memuncak ketika mendapatkan jika Arnonlah yang sudah menampar kekasihnya.


Bughhhhh


Satu pukulan telak dari Austin mendarat di wajah Arnon " ayo sini jangan beraninya sama cewek aja, sini hadepi. Gue !" bentaknya kepada Arnon,

__ADS_1


"Damn it." Ujarnya melihat darah yang berada di sudut bibirnya,


Ketika melihat Austin ingin kembali menyerang Arnon sontak saja Stella langsung memukul dan menendang telak ke arah Austin hingga pria itu terhuyung jatuh beberapa langkah karna tendangan panjang dan telak yang di lakukan oleh Stella membuat pria itu tidak bisa bangun lagi karna menahan sakit di wajah dan perutnya akibat pelukan yang di lakukan Stella.


Semua yang berada di situ memandang tak percaya melihat apa yang di lakukan oleh Stella,kecuali Valen yang sudah biasa dengan kejadian itu,karna mereka sama-sama selalu melatih kemampuan mereka.


"Stop ! sebelum kamu memukul Arnon lebih baik kamu tanyakan kepada pacarmu itu. Apa yang di lakukan hingga sampai membuat emosi Arnon memucak sepert ini." Seru Stella membentak Austin.


Austin langung menatap ke Thalita meminta penjelasan. Karna mendapatakan tatapan yang penuh tanya, dia langsung berkata."aku tidak sengaja memeluknya karna aku pikir dia itu kamu ." jawabnya dengan memundukan wajahnya takut dengan situasi yang terjadi.


Austin mengusap kasar wajahnya mendengar pernyataan dari kekasihnya itu. "Ta kita udah pacaran setahun, rasanya gak bisa percaya kalo kamu begitu bodoh untuk tidak bisa membedakan yang mana aku dan yang mana sepupu ku." Ucapnya frustasi akibat sikap bodoh kekasihnya.


"Maaf ." hanya kalimat itu yang mampu Thalita ucapakan,


Austin langsung berdiri dan menghampiri Arnon dan Stella yang membelakinginya karna dia sibuk mengecek keadaan Arnon.


"Sorry Ar, gue gak tau jika pacar gue terlalu bodoh untuk mengenali kekasihnya sendiri ." ucapnya sambil menjulurkan tanggan untuk meminta maaf,


Arnon segera membalas uluran tangan sepupunya dengAn senyuman sinis ." iya gue maafin, tapi lain kali ajarin pacar kamu agar bisa membedakan mana pacar mana bukan jadi gak asal meluk orang sembarangan, gue juga punya kekasih gak pernh tuh asal meluk sembarangan orang ." sindirnya yg hanya mendapatkan senyuman kecut dari Austin.


Flash back off


"Ya sudah gak usah di bahas deh masalah itu udah lewat juga kan "sahut Stella yang tidak ingin meningat masa lalu.


"Baiklah-baiklah ibu Presiden ." Jawab Jerry cepat dengan tertawa meledek.


"Ehm sayang aku ke toilet dulu ya ." pamit Stella berbisik kepada Arnon yang langsung di iyakan.


Di saat Stella sudah beranjak dari duduknya berjalan ke arah toilet, Arnon langsung membuka suaranya untuk memberi pesan kepada sahabatnya yg tidak boleh di ketahui Stella.


"Gengs gue mau bicara serius sama kalian semua yang berada disni ."ucapnya serius dengan wajah datarnya membuat ke lima manusia yang berada di meja itu menatap dan mendengarkannya dengan saksama,


Arnon melihat sahabat-sahabatnya itu telah merubah posisi mereka untuk mendengarkan apa yang akan dia sampaikan, dan akhirnya melanjutkan apa yang ingin disampaikan ."Ini tentang penyakit gue, terutama elo Cell " tunjuknya ke arah Marcell yang sudah sangat paham dengan kondisi jantugnya.


Semua sahabat dan keluarganya memang sudah mengetahui kondisi kritis jantungnya , namun Arnon menepis keadaanya karna tidak ingin. Kekasihnya mengetahui tentang penyakitnya itu, karna tidak ingin membuat Stella khawatir akan dirinya.


"Gue hanya mau bilang terima kasih sama kalian semua karna sudah mau jadi sahabat terbaik dan selalu ada buat gue untuk mendukung apapun yang gue lakukan selama ini ." Ucapnya serius menatap wajah para sahabatnya.


Jangan lupa like,komen dan vote sebanyak-banyaknya yah


Thank you very much buat yg udah baca karya aku ini 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Happy reading 🥰🥰


__ADS_2