Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 41


__ADS_3

Happy Reading !!


"Stella ... Stella ... " Arnon mulai tersadar langsung memanggil-manggil nama kekasihnya.


"Stella, sayang maafin aku. Jangan pergi sayang aku mohon ," Rancaunya lagi dalam kondisi mata yang tertutup, namun membangunkan Kenan yang baru saja memejamkan matanya.


"Arnon kamu sudah sadar ?" Ucapnya pelan, lalu menghampiri Arnon yang terus-terusan memanggil nama Stella.


Karna tidak tau harus berbuat apa, dia langsung membangunkan Marcell," Cell, Arnon sudah sadar ." Panggilnya dengan menggoyangkan tubuh sang Dokter.


"Oh benarkah? Baiklah aku akan segera memeriksanya," ucapnya dengan suara yang pelan,lalu berusaha bangun mengucek matanya dan mengembalikan seluruh nyawanya agar cepat masuk kedalam tubuhnya.


Namun disaat dia baru saja menggerakan tubuhnya untuk turun dari tempat tidur, istrinya Angel juga ikut terbangun karna merasa ada pergerakan ,"hoam,ada apa sayang? Apakah Arnon sudah sadar ?" Tanyanya lalu ikut bangkit dari tidurnya .


"Iya sayang, aku periksa Arnon dulu," jawabnya lalu segera melangkahuntuk memeriksa kondisi sahabatnya itu.


"Stella..Stella, maafin aku sayang please !" Arnon terus-menerus memanggil nama wanita yang dicintainya.

__ADS_1


"Apakah dia sudah lama sadar ?" Tanya Marcell pada Kenan yang lebih dulu mendengar suara Arnon.


"Ada apa ? Ala bos Arnon sudah sadar ?"Tanya Jerry yang terbangun mendengar suara Marcell.


"Hoam, Ada apa ?" Timpal Darren yang juga merasa tidurnya sedang diusik.


"Bos Arnon sudah sadar ." Sahut Jerry menjawab pertanyaan Darren.


"Dia sudah sadar, Dan selama dia bangun dia hanya memanggil-manggil nama Stella ." Serunya menjawab dua manusia yang baru saja terbangun dari tidurnya.


"Stella .. jangan pergi aku mohon ." Ucapnya lagi-lagi dengan perlahan membuka matanya yang sudah tertutup semalaman , karna saat inieaktu telah menunjukanpukul 06.00 am.


Arnon menjawab dengan menggelengkan kepalanya pelan ."Aku oke, gimana dengan Stella ?" Tanyanya pelan karna sangat mengkhawatirkan kondisi kekasihnya.


Namun bukanya menjawab kelima sahabatnya itu malah saling berkode,seakan bertanya mau jawab apa ? Membuat Arnon mencurigai tingkah laku para sahabatnya itu." Stella mana ? Bagaimana keadaanya ? Kenapa kalian diam aja ? Jawab !! " bentak Arnon yang mulai merasakan khawatir yang sangat berlebihan pada saat ini. Di tambah semua sahabatnya menampilkan reaksi dan expresi yang sangat-sangat mencurigakan.


"Gimana Stella ? Kenapa semuanya seperti sedang menyembunyikan sesuatu ? Apa sebenarnya yang terjadi ?" Batinya meronta-ronta ingin segera mengetahui keadaan wanita yang dicintainya.

__ADS_1


"Ehm Stella .. ehmm .. " Darren ingin sekali menjawab pertanyaan dari Arnon dan dia juga sangat ingin bertanya tentang kebenaran jati diri dari Stella. Tapi entah kenapa, melihat Arnon yang begitu berapi-api membuat bibirnya menjadi kaku dan mendadak bisu.


"Stella kenapa ? Jawab !! " bentaknya dengan wajah yang menyeramkan karna tidak mendapatkan jawaban sama sekali.


"Kalian jangan diam aja ! Jawab ! " tegasnya lagi untuk kesekian kalinya, namun tetap saja para manusia yang ada di sekitarnya itu hanya mampu berkode-kode tidak jelas.


"Baiklah kalo kalian tidak ada yang mau menjawab, aku bisa cari tau sendiri ." Ucapnya sambil berusaha melepaskan infus yang terpasang ditanganya.


"Stella sudah pergi Ar, dia dibawa dengan orang-orang suruhan dari kakaknya ." Jawab Kenan jelas dan datar tanpa ada sedikitpun exspresi di wajahnya.


"I-iya Ar, bukan hanya Stella saja yang dibawa tetapi Valen juga mereka bawa ," Sahut Darren yang sedari tadi mencoba untuk berbicara.


"Apaaaa .." pekik Arnon tak percaya apa yang barusan dia dengar.


Jangan lupa Tinggalkan jejak kalian ya gengs !!


Terima kasih ..

__ADS_1


Follow Ig Mimin @Andrieta_rendra


__ADS_2