Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 108


__ADS_3

Happy Reading📖👩🏼‍💻


Setelah mendapatkan kabar dari anak buahnya. Bahwa saat ini mereka tengah menbawa Lucas untuk menghadapnya.


Dengan langkah seribu dia langsung menemui pria itu dengan amarah yang sangat besar.


Dia memasuki Sebuah ruangan besar nan mewah, dia sedang sangat marah besar saat ini.


Dia adalah Arvan Varizal Manopo, yang marah pada Lucas Maurice karna lalai menjalankan tugas yang diberikan untuk menjaga Adiknya.


Dia begitu marah saat mendapatkan kabar jika Suami adiknya yaitu Arnon Giovano Lesham dinyatakan meninggal karna kecelakaan yang disebabkan oleh mantan istri dari adik iparnya yang sangat terobsesi pada Arnon hingga tega melalakukan hal sekeji ini.


"Tidak sulit baginya, mencari tau siapa penyebab semuanya ini terjadi, dia hanya sangat mennyayangkan mengapa wanita ini dengan berani mengusik keluarga Manopo.


"Aaaarrrrgggghhhh bodoh." Pekiknya dengan manampakan wajah yang terlihat sangat penuh urat-urat akibat emosinya yang berlebihan.


"Maaf Lord saya lalai." Jawab Lucas dengan berlutut di bawah Kaki Arvan memohon pengampunan,


"Bodoh, kenapa kamu bisa melepas pandanganmu darinya ha? Bagaimana bisa wanita jalang itu dengan mudahnya membunuh Arnon. Aaarrrrrrgghhhh, bughhhhhh." Teriaknya dengan memberikan bogeman mentah pada tubuh Lucas.

__ADS_1


"Maaf Lord." Hanya kalimat itu saja yang mampu dia katakan pada saat ini.


"Apakah maafmu itu bisa mengembalikan semuanya Ha? Apa maafmu itu bisa mengembalikan cinta dan kebahagianya Shea." Bentaknya emosi pada Lucas.


"Kamu pikir dengan kata maafmu ini bisa mengembalikan kejiwaan Shea yang sudah hilang ha ? Jawab!" Bentaknya lagi terus memukuli Lucas sebagai pelampiasan kemarahnya saat ini.


Dan dengan membabi buta Arvan mengelurkan sebuah Pistol yang hanya dimiliki olehnya.


Senjata api yang langsung terhubung dengan tanganya. Membuatnya dengan mudah mengeluarkan senjata itu dengan detak nadinya.


Namun bukanya takut, Lucas malah menatap ke arah Arvan dengan penuh keyakinan yang sangat besar dimatanya.


"Saya memang tidak bisa mengembalikan cinta dan kebahagian Princess Shea Lord, tapi saya janji akan mampu membalaskan dendamnya tanpa ampun." Janjinya sekali lagi pada Arvan


"Aku mau kamu berjanji untuk membuatnya hidup seperti dineraka hingga dia yang meminta kematianya itu sendiri. Aku mau dia tau bagaimana rasanya kehilangan jiwa seperti Shea saat ini." Titannya pada Lucas dengan tegas dengan sorotan mata yang tajam.


"Baik Lord, saya akan membuatnya menderita hingga dia tidak akan pernah merasakan apa itu kebahagian walaupun hanya sedetik saja. Percaya dan Pegang janjiku untuk terakhir kali ini Lord."


"Baik Aku akan memberikanmu satu kesempatan lagi! Jika kamu lalai sekali lagi. Maka ucapkan selamat tinggal pada matahari terbit." Ancamnya pada Lucas,

__ADS_1


Bagaimana tidak meskipun Lucas adalah Bos mafia yang paling di takuti di dunia. Maka Lucas memiliki Arvan sebagai Bos Dunia yang paling ditakuti didalam Dunia nyata maupun Hitam.


Namun berbeda dengan Arvan, Lucas adalah seorang bos sindikat perdagangan apapun yang berada lingkar hitam kejahatan.


Dia bahkan mempunyai sindikat perdangan wanita yang di gunakan untuk pelampiasan para nafsu hidung belang, namun tidak untuk dijual.


___________


Setelah memberikan perintah yang sangat mengerikan itu, Arvan langsung berlari keluar ingin segera melihat keadaan adiknya saat ini, karna tadi dia meninggalkan Stella dalam posisi sedang tidur.


Dia sangat takut meninggalkan adiknya itu sendirian disaat-saat seperti ini.


Ckelleeekkkk dia membuka pintu kamar Stella, dan benar saja apa yang dia pikirkan saat ini menjadi nyata didepanya.


Betapa terkejutnya dia melihat adiknya yang sedang duduk dengan darah yang mengalir dari kedua pergelangan tanganya. "Sheeeeaaaaaa." Teriaknya begitu nyaring hingga didengar oleh Alex,Elena,Arga dan pricila.


Arvan menangis melihat adiknya yang berani mengiris pergelangan tanganya sendiri, namun lebih sakitnya lagi, Stella bahkan diam saja tanpa ada rasa sakit sama sekali, padahal Arvan begitu jelas melihat luka itu sangat dalam, karna Stella menggunakan silet untuk melukainya.


Alex, Elena dan yang lain juga tak kalah histeris melihat Stella yang sedang terduduk dengan tanganya yang sudah berlumuran darah.

__ADS_1


"Cepat panggil Angel kesini!!" Perintanya dengan tegas kepada Arga, untuk segera mendapatkan bantuan untuk menjahit tangan Stella yang sudah menganga dengan kuka yang dalam.


To be continue


__ADS_2