
Happy Reading📖👩🏼💻
Setelah mengantar kedua anaknya kesekolah, Stella langsung mengarahkan mobilnya ke arah Kantor Cyberaya, dia benar-benar ingin menyelesaikan perkerjaanya terlebih dahulu sebelum mengahadiri pertandingan Putrinya.
Lima belas menit perjalanan yang dibutuhkanya untuk sampai dikantornya, kini dengan aura dingin dia melangkahkan kakinya masuk kedalam kantor dan berjalan menuju ruanganya, dan seperti biasa, seluruh karyawan akan membungkuk hormat dia saat dia berjalan masuk.
"Selamat pagi Nona." Sapa Kenan yang saat ini sudah menjadi Asisten pribadi dari Stella.
Setelah mendengar berita kematian Arnon. Kenan akhirnya menerima keputusan untuk menjadi Asisten pribadi dari Stella, sebagai pendamping untuk membantu Stella memimpin Cuberaya. Sedangkan prusahaanya sendiri dia gabungkan jadi prusahaan dari kelurga Halim yang saat ini dipimpin oleh Adiknya Austin.
"Selamat pagi kak Kenan." Jawab Stella datar.
"Apakah Sekertaris baru yang akan dikirim kak Arvan akan datang hari ini?" Tanya Stella pada Kenan yang mengetahui segala urusanya.
"Ya, dan aku mungkin akan menjemputnya nanti." Jawab Kenan singkat.
__ADS_1
"Oh, kak tolong kosongkan jadwal aku jam setengah sepuluh nanti sampai jam makan siang. Karna aku harus pergi ke Sekolahnya anak-anak untuk menyaksikan Airein bertanding." Perintahnya pada Kenan yang langsung di jawab anggukan kepala oleh asistenya itu.
"Baiklah La, aku akan menghandel pekerjaan nanti, kamu bisa pergi dengan tenang." Ucapnya dengan lembut pada sahabat istrinya sekaligus adik iparnya.
"Thanks ya kak," balanya Tulus walaupun dengan wajah yang sangat datar.
"Sama-sama La, ya sudah aku kembali keruangan aku dulu ya." Pamit Kenan yang langsung di iyakan oleh Stella.
Dengan langkah cepat Kenan langsung masuk kedalam ruanganya dan menelpon seseorang." Hallo Tin." Ucapnya disaat panggilan itu telah tersambung.
"Hari ini Stella akan menemani Airein untuk berlomba di sekolahnya, jika kamu ada waktu pergilah menemaninya." Lapor Kenan yang sangat ingin menjodohkan Stella dengan adiknya Austin yang selama ini begitu mencintai Stella, namun dia harus merelakan cintanya ketika mengetahui jika wanita yang begitu cintainya hidup dan bagiaa bersama pria yang dicintainya dan itu bukan dia.
Dan setelah mendapatkan kenyataan bahwa Stella dan Arnon sepupunya saling mencintai, dengan berbedar hati Austin menerimanya dan merelakan cintanya untuk Stella. Dia bahkan memilih melanjutkan studynya ke Perancis setelah lulus SMA, karna dia benar-benar berusaha ingin melupaka Stella.
Namun saat lima tahun lalu dia mendapatkan kabar jika Arnon sudah meninggal dan Stella hidup dengan kedua anaknya yang baru di lahirkan. Membuat hatinya tergerak untuk kembali berusaha mengisi kekosongan dihati wanita yang hingga saat ini masih sangat dicintainya.
__ADS_1
Bahkan sudah lima tahun ini dia berusaha mendekatkan diri pada Stella dan anak-anaknya. Namun seakan sudah mati rasa. Stella bahkan hanya menganggapnya Teman dan tanpa niat sedikitpun menggantikan posisi Arnon dengan siapapun di hatinya.
"Benarkah kak? Baiklah aku akan kesana lebih dulu, sebelum Stella sampai disekolah." Jawbanya penuh dengan antusias yang tinggi.
"Semoga berhasil ya." Kenan memberikan dukungan penuh pada adiknya, agar Stella kembali menemukan jiwa dan hatinya. Dan ceria seperti dulu lagi.
********
Berbeda didalam ruangan CEO,Stella begitu serius mengerjakan semua pekerjaanya. Dia tidak ingin membuang waktu hanya sekedar bermain-main seperti dulu. Karna semenit saja dia diam dan melamun. Maka bayangan Arnon akan selalu saja berkeliling di otaknya.
Cinta mereka begitu kuat, sehingga tidak akan mudah begitu saja untuk melupakan meskipun itu sudah bertahun-tahun. Baginya terlalu indah segala kenangan bersama yang mereka lalui selama ini, namun takdir berkata mereka harus terpisahkan oleh kenyataan yang tak bisa dirubah oleh pilihan hidup
Sorot mata penuh kebencian dari Stella.
__ADS_1
To be continue😉