Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 52


__ADS_3

Happy Reading !!


"Tapi yang Papah tau,kalian kan selalu bersama selama ini, lalu mengapa kamu tidak mencegahnya, pada saat Arvan mengambilnya darimu?" Tanya Alex


"Waktu itu jantung Arnon kambuh Pah, Stella dijemput saat dia juga belum sadar. Kak Kenan sempat mencegahnya namun tidak berhasil," balasnya menjelaskan.


"Lalu?" Tanya Alex lagi.


"Pada saat aku mengetahui Stella dijemput dengan kak Arvan, aku sampai ingin membatalkan pernikahaan ini pah, tapi disaat aku mencoba menghubungi kak Arvan, dia menyuruh ku untuk membuktikan cintaku kepada Stella dengan cara menikah dengan Tenry.


"Maksudnya bagaiamana? Papah tidak mengerti." Jawabnya bingung dengan jawaban dari putranya.


"Kak Arvan bilang,aku harus menikah Tenry jika ingin mengetahui aku benar-benar mencintai Stella atau tidak." Jelasnya


"Kan sudah jelas,untuk apa pembuktian lagi?"


"Dia memberiku jangka waktu tiga bulan, untuk membuktikanya Pah, jika dalam jangka waktu itu aku tetap tidak bisa mencintai Tenry,maka sudah jelas terbukti bahwa kesetianku dan cintaku hanya untuk Stella, namun jika sebaliknya, jika aku mulai ada rasa dengan Tenry maka sudah bisa dinyatakan bahwa selama ini aku hanyalah sebuah perasaan obsesi semata." Ucapnya menjelaskan apa yang diinginkan oleh Arvan.


"Lalu apakah dengan caramu memperlakukan Tenry seperti tadi, menurutmu sudah bisa membuktikan bahwa kamu benar-benar mencintai Stella?"

__ADS_1


"Tentu saja Pah, karna setiap aku melihat wanita lain. Aku seperti merasa jijik."


"Kamu salah!" Ucap Alex tegas, menyalahkan isi pemikiran Arnon,


"Salah? Lalu bagaiamana menurut Papah yang benarnya?"


"Disini maksud Arvan sudah sangat jelas nak, jika dia mau kamu membuka sedikit hati kamu untuk merasakan cinta yang lain, jika disaat kamu telah membuka sedikit saja hati kamu. Dan disaat itu kamu masih bisa merasakan getaran atau debaran jantung, maka tidak bisa dipungkiri jika hatimu akan terbagi nantinya, dan Stella bukanlah cinta sejatimu jika kamu masih bisa jatuh cinta dengan yang lainya," ucap Alex menjelaskan kepada Arnon dengan bahasa yang mudah di mengerti.


"Bagaimana mau buka hati Pah? Aku saja tidak pernah mencintai wanita lain kecuali Stella." Balasnya santai.


"Cobalah kamu memperlakukan Tenry dengan baik, jika kamu masih tidak bisa menganggap dia istrimu, maka anggaplah dia temanmu! Apa kamu mengerti sekarang?"


"Iya Pah, meskipun aku rasa itu mustahil,tapi aku akan mencobanya."


"Baik Pah." Jawabnya singkat


"Ya sudah kamu pergi istirahat sana,bukankah tadi kamu bilang kemaren jantung kamu kambuh. Papah tidak mau kalo sampai terjadi apapun dengan anak kesayangan papah ini." Ucapnya dengan senyum di wajahnya sambil mengusap lembut puncak kepala putranya yang dirindukan ini.


"Siap baik pah."balasnya lalu menlangkahkan kakinya keluar dari ruangan papahnya.

__ADS_1


Sesampainya dia didalam kamar, Arnon langsung menuju balkon yang berada dikamarnya.


Dia langsung berdiri dan menatap ke arah langit malam melihat semua bingang-bintang yang bertaburan indah dilangit.


"Aku sangat merindukanmu sayang, aku tau ini semua hanyalah alasan agar kamu menjauh dariku dan tidak akan pernah kembali bersamaku. Namun kak Arvan meminta waktu agar bisa meyakinkan kamu untuk kembali bersamaku dengan menggunakan alasan murahan yang sebenarnya kamu juga sangat tau apa jawabanya." Ucapnya sinis dengan masih menatap pada botol yang dia pegang,


Tanpa berpikir panjang, dia langsung melempar obat-obatan itu sejauh mungkin ." Jika kamu sibuk mencari alasan untuk menjauh dariku, maka akan ku buat semunya menjadi mudah." Ucapnya datar dengan menutup matanya, tanpa terasa butiran kristal itu jatuh tanpa izin darinya,


"Aku tau aku salah, tapi jika memang ini adalah takdir dari segalanya aku akan menerima semuanya."


"Terima kasih untuk segalanya, atas semua yang kamu berikan kepadaku, cinta dan kasih sayangmu selama ini. Aku sangat bersyukur sekali kamu sudah hadir didalam kehidupan dan hari-hariku yang singkat ini." Ucapnya dengan air mata yang tidak dapat dihentikan, memori tentang kenangan indahnya bersama dengan Stella terputar dengan rapi didalam pikiranya.


"Tuhan, aku rasa sekarang tugasku sudah selesai, aku akan menyerahkan dia kepada yang lebih bisa menjaga dan membuatnya bahagia lebih dari aku yang mencintanya, aku mohon padamu Tuhan, lindungi kah dia nanti disaat aku sudah tidak ada disampingnya lagi. Sungguh aku hanya ingin melihatnya bahagia meski tanpa diriku." Ucapnya menatap langit malam yang mendung seakan mengikuti susana hatinya yang benar-benar sakit saat ini.


"Maaf aku harus melakukan ini semua, bukankah aku sudah sering mengatakan padamu. Jika hati ini dipaksa untuk berhenti mencintamu ataupun menerima cinta yang lain. Maka keputusaanya saat ini adalah membuat jantung ini berhenti berdetak dan tak berirama lagi. Agar kamu mempunyai alasan untuk bisa menjauh dan melepaskan ku tanpa merasakan sakit melihatku bersanding dengan yang lainya.


Jangan lupa tinggalkan jejak like yah gengs, komen dan vote jika berkenan 🙏🏻🙏🏻


Give awaynya masih terus berjalan yah

__ADS_1



Aku tunggu kalian semua di akhir pengumuman 😘


__ADS_2