
Happy Reading !!
"Untuk kamu Angel, Om tau niat kamu itu baik untuk kebahagian anak saya, tapi mencampuri urusan pribadi sebuah keluarga juga tidak baik." Tuturnya tegas.
"Maaf Om jika menurut anda saya lancang, saya hanya mengungkapkan apa yang ada dihati saya, karna Stella dan Arnon adalah sahabat saya, tapi satu yang perlu kalian pahami ! Jika Angel saja sebagai orang luar dan tidak memiliki ikatan keluarga apapun dengan kalian bisa mengerti apa yang Arnon inginkan, Angel tau bagaimana terlukanya hati Arnon saat ini, tapi Om malahan diam dengan semua perlakuan Tante kepada anaknya. Kalian itu seperti sebuah patung, yang tidak memiliki hati sama sekali untuk merasakan penderitaan anak kalian sendiri. Benar-benar hidup tapi mati. Itu saja yang ingin Angel sampaikan Om Tante. Semoga hati kalian bisa hidup kembali, permisi." Ucapnya lalu melangkahkan kakinya pergi dari hadapan Alex dan Elena tanpa mendapatkan jawaban terlebih dahulu.
"Bisa-bisanya mereka bertindak seperti itu tanpa memikirkan perasaan Stella dan Arnon. Sudah tau anaknya itu sakit jiwa jika berjauhan dengan wanitanya, masih saja mencarikan mangsa untuk singa yang lapar." Angel masih menggerutu sambil melangkahkan kakinya pergi keruanganya.
Disaat bersamaan seseorang juga memasuki ruangan kerja Angel dan menemukan wajah Angel yang sembam serta matanya yang bengkak akibat menangis tadi." Sayang kamu kenapa ? Kamu habis nangis ya, ini wajahmu sembam begitu." Tanya pria itu yang tak lain adalah Marcell suami Angel yang selalu menemani istrinya disaat mendapatkan jadwal peraktek malam seperti ini.
__ADS_1
"Aku habis menangani korban dari singa yang kelaparan," jawabnya kesal lalu menghempaskan tubuhnya dikursi kebesaraanya.
Marcell langsung menyeritkan dahinta bingung dengan kalimat ambigu yang istrinya berikan." Singa lapar siapa sayang ?" Tanyanya lagi penasaraan siapa yang di maksud istrinya saat ini.
"Siapa lagi yang bisa menyiksa seorang wanita jika berani menyentuh tubuhnya." Jawab Angel malas ."Arnon ," tebak Marcell yang di jawab anggukan kepala lemads dari sang istri.
"Kenapa ? Jangan bilang dia habis menyiksa istrinya yang baru dinikahi hari ini." Serunya dengan menatap ke arah istrinya dengan persaan khawatir.
"Lalu bagaimana keadaan istrinya sekarang ?" Tanya Marcell
__ADS_1
"Lukanya cukup parah, karna Arnon menyiram tubuhnya dengan menggunakan air panas dan menyikatnya dengan kasar menggunakan sikat toilet, kamu bisa bayangkan sayang bagaimana aku gak menangis melihat luka-luka di tubuh Tenry, blm lagi bekas cekikan yang berada dilehernya, sudah menujukan betapa kejamnya Arnon menyiksanya,"
"Aku juga bingung sayang, kenapa Arnon bisa bertindak seperti itu kepada siapapun tanpa memandang pria atau wanita."
"Apa lagi aku beb, aku yang paling tidak mengerti, kenapa dia begitu tega menyiksa seorang wanita yang notabenya sekarang sudah menjadi istrinya, dia benar-benar menyiksa istrinya seperti bagai binatang. Aku sampai bertanya-tanya, apakah dia juga akan bertindak seperti itu kepada Stella." Sahut Angel yang masih merasakan ngeri saat melihat luka-luka di tubuh Tenry.
"Tidak, dia tidak akan pernah berani melakukan hal itu pada Stella, walaupun hanya sebuah tamparan saja Arnon tidak akan pernah berani melakukanya pada Stella, bahkan Arnon juga tidak akan pernah berani menyiksa atau memukul orang lain didepan Stella, dan jika hal ini sampai diketahui Stella, dia menyiksa istrinya dimalam pertama mereka, mungkin Stella akan marah besar kepadanya. Dan bisa dipastikan jika dia mendapatkan amukan dari Stella, dia akan menyimpan dendam pada orang tersebut dan membalasnya ketika Stella tidak ada atau pergi ,"
Jangan lupa Like,Komen dan Vote karya Mimin sebanyak-banyaknya ya gengs. Hiks hiks kasihanilah Mimin ini hehehhe.
__ADS_1
Terima kasih banyak untuk kalian yang udah like,komen dan vote karya Mimin ya. Makasih banget atas dukungan semangat kalian untuk Mimin,🙏🏻🙏🏻🙏🏻
Follow Instagram Mimin @Andrieta_rendra