Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 17


__ADS_3

Happy Reading !!


"Jadi bagaimna keadaan istri saya Dok ? Dan dimana bayi saya yang sudah di keluarkan dari rahim istri saya Dok ? " tanyanya dengan raut wajah yang sangat menyedihkan


"Bayi anda sedang di urus tuan, agar anda bisa segera memakamkanya , setelah dari sini saya akan antarkan anda ke ruangan dimna mayat bayi anda berada ." kata dokter menjelaskan


Arnon tertunduk, lagi-lagi tak sanggup menahan air matanya. Dadanya terasa sesak dan masih berharap semua yang terjadi ini hanyalah mimpi,


Dokter Rini yang melihat Arnom menagis, akhirnya ikut menangis juga, dia tidak menyangka bahwa pasien yang pagi tadi baru berkonsultasi denganya, dan dengan bahagianya mengetahui jika ada bayi yang akan mengisi hari- hari mereka,


Kini sudah di hadapkan kenyataan bahwa mereka harus kehilangan bayi yang baru mereka dapatkan itu,


Entah apa yang sebenarnya tuhan telah rencanakan kepada keluarga kecil mereka, mengapa tuhan memberi lalu seketika mengambilnya,


Di saat Dokter Rini ikut menangis dengan pikiran yang melayang, Arnon menegurnya, dan seketika Dokter Rini yang tersadar akan lamunanya hanya bisa tersenyum kikuk di depan Arnon,


"Lalu bagaimana keadaan istri saya saat ini Dok ?" tanyanya sambil menguatkan hati akan apa yang akan di jelaskan oleh Dokter Rini,


Terlihat Dokter Rini sedang menarik nafasnya panjang dan berpikir bagaimana cara menjelaskan kabar buruk ini,


"Jadi begini tuan, di saat kecelakaan itu terjadi , bagian perut nona Stella terbentur dengan sangat kuat, dan itu menyebabkan bayi anda yang ada di dalam perut istri anda meninggal seketika, " kata Sang Dokter yang masih di dengar serius olehnya yang terlihat dari wajahnya sudah memucat,


Sambil menarik nafas panjang lagi Dokter melanjutkan penjelsaanya,


"Dan selain itu tuan, maaf kami harus menyampaikan ini , di rahim istri anda terdapat luka yang sangat parah, dengan itu kami terpaksa harus memasangkan KB Iud di rahim istri anda, karna dengan kondisinya yang seperti ini dia tidak di perbolehkan mengandung lagi dalam waktu dekat ini tuan, dia baru boleh mengandung setelah luka di rahimnya benar- benar pulih, dan terus melakukan pengobatan agar pemulihanya bisa cepat , namun mungkin ini akan memakan waktu hingga bertahun-tahun, maka dari itu kamu harus memasangkan alat iud itu di rahim istri anda ,"Dokter Rini memberi penjelasan perlahan takut salah bicara akan memancing emosi Arnon yang sudah terkenal kejam itu


"Baiklah Dok saya mengerti ."katanya dengan menahan sesak di dadanya dia pun meringis menahan sakit di dadanya,


Sambil memegang dadanya yang sangat sakit saat ini, menandakan bahwa sakit jantungnya sedang kambuh, namun seakan tidak memperdulikannya


"Sekarang antarkan saya bertemu dengan bayi saya dok. " ucapnya yg di anggukan kepala oleh dokter rini


"Baik , silahkan tuan " ucapnya dengan sopan


Arnon berdiri mengikuti langkah kak Dokter Rini, dengan masih memegang dadanya yang sangat sakit dia masih setia mengikuti langkah kaki Dokter itu ,


Tiba di sebuah ruangan kecil yang di khusukan untuk melakukan observasi pada bayi kecil itu.


Dokter Rini langsung mempersilahkan Arnon masuk kedalam untuk bertemu mayat bayinya,


Di saat dia masuk, matanya langsung terkunci melihat seorang bayi yang hanya sebesar botol air mineral kecil itu, karna berat badanya yang hanya 340 gram dengan panjang yang hanya 27 cm,


Begitu kecil bayi yang baru berumur 22 minggu di dalam kandungan itu harus di keluarkan paksa dari kandungan ibunya,


Arnon tak kuasa menahan tangisnya, dadanya sangat sesak melihat bayi kecil itu,


Diapun mengangkat bayi itu dengan satu tangannya, bayi yang di perkirakan hanya segengaman tangan arnon.


Dengan tangis yang tak bisa dia berhentikan dia mulai mengusap wajah bayinya dengan menggunakan jari kelingkingnya,


"Kinara Glaydisia Lesham " ucapnya menyebutkan nama bayinya dengan di iringi tangisnya


"Sayang maafin papah yang tak berguna ini, maafin papah yang gak bisa nepatin janji papah yang akan membawa mu bertemu dengan papah juga mamah di dunia nyata ini, bahagia lah sayang, sampai berjumpa dengan papah di sana nanti ya ." ucapnya sambil mengelus lembut wajah kecil sang bayi

__ADS_1


"Permisi tuan, anda sudah bisa membawa bayi anda untuk di makamkan " ucap Dokter Rini.


"Baiklah, tapi saya akan membawa bayi saya terlebih dahulu untuk bertemu dengan istri saya " ucapnya yg di anggukan oleh Dokter Rini


Arnon langsung keluar dari ruangan itu dengan membawa jenazah bayinya , dan langsung menuju kamar tempat stella di rawat,


Valen dan Tenry kaget melihat kedatangan Arnon dengan membawa sesuatu di tanganya,


"Itu apa Ar? " tany Tenry yang bingung dengan apa yang ada di tangan pria. Itu


Arnon terus berjalan mendekati Stella yang masih tak kunjung membuka matanya,


"Ini Kinara , bayi kami " jawabnya singkat


"What , sekecil itu ?" tanya Valen yang melihat tubuh bayi yang sangat kecil itu


Arnon hanya menanggukan kepalanya sebagai jawaban untuk Valen dan juga Tenri lalu beralih menggengam tangan Stella dan meletakan bayi itu di telpak tanggan kekasihnya ,


"Sayang, kamu bangun ya, liat ini bayi kita sayang, " ucapnya sambil mengelus kepala Stella


"Liat sayang meskipun dia masih begitu sangat kecil , tapi wajahnya sangat imut sekali " katanya lagi dengan memaksakan senyumnya


"Aku menamainya Kinara Glaydisia Lesham sayang, " ucapnya lagi namun belum ada respon sama sekali dari Stella


"Sayang maaf ya, aku gak bisa lama-lama , kasian Nara sayang, aku akan menguburnya terlebih dahulu ya, nanti aku kesini lagi ."


Lalu dia mencium kening Stella , dan mendekatkan bayi itu dekat wajah Stella, dengan perlahan dia menuntun bayi kecil itu untuk mencium wajah ibunya,


"Selamat tinggal bubu, " ucap Arnon menirukan gaya suara anak kecil


"Valenkamu ikut aku untuk mengubur anak ku!" ajaknya yang di agukan kepala oleh Valen


"Tenry kamu jaga Stella disni !" ujarnya meminta Tenry untuk tetap berada disisi Stella


"Baiklah " jawab Tenry


Arnon dan Valen segera pulang untuk mempersiapkan pemakanan untuk bayinya,


Di jalan tadi dia sudah menelpon Jerry untuk mempersiapkan segalanya, mulai dari peti hingga baju kecil yang akan di kenakan bayinya.


Disaat itu Jerry memang sudah menjadi asisten Arnon , dia telah mengikuti Arnon di mulai dari umurnya dia 14 tahun di saat kedua orang tuanya meninggal akibat kecelakan. Dan dia pun di rawat oleh Alexsander untuk menjadi tangan kanan dari putranya,


Setelah proses pemakan bayinya itu selesai Arnon langsung segera kembali ke rumah sakit, karna mendapatkan kabar dari Tenry jika Stella sudah sadar dari tidurnya,


Dengan segera dia langsung nerlari masuk ke dalam kamar rawat Stella dan menemukan wanitanya tengah berusaha duduk dengan di bantu oleh Tenry.


"Sayang apa yang sedang kamu lakukan ?" ucapnya dengan ikut membantu Stella bangkit mencoba untuk duduk.


"Bagaimana dengan bayi kita ?" Tanyanya dengan suara yang masih lemas


Arnon langusng terdiam bingung harus berkata apa dengan kondisi Stella yang sperti ini,


"Bayi kita selamatkan ?" Tanyanya lagi menatap Arnon sambil memegang perutnya.

__ADS_1


Arnon masih diam dengan raut wajah yang memucat,


"Kenapa kamu tidak mau menjawabnya? Bayi kita dia baik-baik aja kan "? Tanyanya lagi dengan menatap wajah Arnon dengan kondisinya yang masih sangat lemas


Arnon terlihat menarik nafas panjang dan menundukan kepalanya, menahan tangisnya lagi yang hampir pecah mendapatkan tatapan dari wajah pucat Stella ,


"Sayang, bayi kita sudah tidak ada lagi ." ucapnya pelan dengan air mata yang sudah lolos dari matanya.


"Tidak .. itu tidak mungkin terjadi.. itu tidak mungkin " ucapnya tidak percaya dengan apa yang telah terjadi,


"Kinara sudah pergi sayang, dan aku yang memintaanya untuk pergi dari kita ." ucapnya dengan menggengam tangann


"Apa ? Bukankah aku sudah meminta kepadamu untuk menyelamatkan bayi ku, tanpa harus memperdulikan nyawa ku ." ucapnya lagi tidak percaya dengan apa yang di katakan Arnon , air matapun tak kuasa dia tahan lagi


"Kenap kamu begitu tega dengan bayi kita hiks,, hikss .hiks " ? Teriaknya memukul tubub arnon dengan tangisanya yg sanagt keras


"Bagaimana aku bisa hidup tanpa bayi kita sekarang ? Kenapa kamu menyelamatkanku ? Kenapa kamu tidak menyelamatkan bayi kita ? " tanyanya dengan tangisan yang pecah ini sambil menarik- narik kerah baju arnon untuk menumpahkan kesedihanya


" tolong kembalikan bayiku sekarang hikss .. hikks " ucapnya memohon pada Arnon yamg terlihat juga sudah tak sanggup menahan air matanya


"Tolong aku , kembalikan dia sekarang hiks..hikss " ucapnya lagi memohon


Arnon benar-benar bisu menghadapi emosi tangisan Stella tidak bisa menerima kehilangan bayinya,


"Sayang, aku mohon kamu jangan begini " pinta Arnon dengan tangisanya , dia sebenarnya sudah tidak sanggup lagi menahan semua kesedihan ini . Namun dia harus telihat kuat agar bisa membantu menguatkan Stella


"Kembalikan bayiku sekarang hikss,,hikss. Kembalikan aku mohon hikss ..hikss " ucapnya menguncang-guncangkan tubuh Arnon dengan tangisanya yang makin keras


Arnon yang tak sanggup menahan sesak di dadanya melihat tangisan Stella langsung memeluk tubuh mungil itu. Dengan air mata yang sama-sama mengalir Arnon masih diam tak bisa berkata apapun,


"Tolong kembalikan bayi ku sekarang, aku gak bisa hidup tanpanya hikss,hiksss ,hiksss bayi kita Arnon bayi kita hiksss ,, hiksss


"Maafkan aku sayang, maafkan aku , hikks,, hikss , maafkan aku yg telah jadi pria tak berguna ini , maafkan aku " ucap Arnon lagi


Stella hanya mampu menangis dan tidak lama tidak langsung pingsan,


"Sayang, " panggilnya sambil menepuk pipi Stella


"Stella" panggilnya lagi belum ada jawaban dia langsung memanggil dokter untuk memeriksa keadaaan stella


Dokterpun datang dan langsung memeriksanya,


"Bagaimna keadaanya Dok" ? Tanya Arnon di saat dokter telah melakukan pemeriksaan


"Dia hanya sedikir shok tuan, mohon bantuanya untuk menghibur pasien agar tidak menimbulkan depersi kehilangan untuknya " kata Dokter,


"Baiklah Dok , terima kasih sebelumnya " jawab Arnon


"Sama-sama kalo begitu saya permisi dulu. " ucap Dokter berpamitan kepada Arnon


Arnon langsung beralih menatap wajah kekasihnya dan duduk disebelah Stella dan terus menggam tanganya.


Flash back off

__ADS_1


Jangan lupa , like, komen dan vote sebanyak-banyaknya ya !


__ADS_2