Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 34


__ADS_3

Happy Reading !!


"Ada apa ini ? Kenapa Stella mengeluarkan banyak darah seperti ini?" Tanya Marcell dengan wajah khawatirnya.


"Sudah tidak ada waktu, cepat siapkan mobil sekerang! Dan bawa Stella ke Rumah Sakit secepatnya!" Peringah Kenan dengan suara membentak mengeluarkan aura kekejaman dalam dirinya, sontak membuat seluruh pengunjung yang sejak tadi menatap ke arahnya tertunduk ketakutan karna Kenan.


Tanpa berpikir panjang Jerry dan kedua Supir yang bersamanya berlari mengambil mobil untuk segera mengantar nyonya besarnya ke Rumah Sakit,


"Uhukk,. Uhukk arrgghhhh shiit," umpat Arnon terbatuk menahan sakit di dadanya,


Seketika tubuhnya melemah dan hampir menjatuhkan tubuh Stella, karna dia tidak tahan lagi menahan sakit di dadanya akibat penyakit jantungnya yang kambuh saat ini.


"Tidak tuhan kumohon jangan sekarang,"batinya sambil terus menahan rasa sakit di dadany,


Kenan yang melihat wajah pucat serta tubuh Arnon yang melemah dengan siggap dia langsung mengambil alih tubuh Stella untuk di gendong.


Aaarrrrrggghhhh


Teriaknya kesakitan dengan memukul-mukul dadanya agar rasa sakitnya berkurang,


"Arnon kamu kenapan?" Tanya Valen khawatir melihat Arnon yang kesakitan.

__ADS_1


"Jantungnya kambuh!berikan obatnya cepat!" Perintah Marcell yang ikut panik,


"Dimana obatnya kami gak tau,"Jawab Angel yang bingung harus berbuat apa.


"Ayo cepat kita ke Rumah Sakit sakarang" Ucap Jerry yang sudah menyediakan dua mobil.


"Tolong selamatkan Stella dulu. Bawa dia sekarang !cepat selamatkan dia," Pinta Arnon dengan suara terbAtah-batah menahan sakit.


"Ehm kami pergi duluan, kamu bisa naik mobil yang lain." Jawab Kenan lalu berlari sambil menggendong Stella melangkah ke mobil,


Valen yang panik hanya bisa mengusap-usap telapak tangan dan kaki Stella agar tetap hangat,


"Hiks..hikss.. ayo cepatan pak! Tubuhnya sudah membiru tolong cepat" Pinta Valen takut ketika melihat tubuh Stella yang mulai membiru tanda mulai kehabisan darah


" aku dah tau tapi stella Kak,aku takut-" jawabnahnya terputus takut itu semua benar-benar terjadi,


Sedangkan di sisi lain Arnon dan yang lainya juga tengah berada di mobil lainya menuju Rumah Sakit guna memberikan pertolongan pada Arnon yang telah kesakitan saat ini,


"Cell pleas , jika nanti nyawaku gak bisa di selamatkan lagi. Tolong jangan paksa aku bertahan. Lepaskan semua alat yang menyongsong kehidupan ku,dan katakan pada Stella aku minta maaf atas semuanya. Dan bilang sama dia, aku sangat mencintainya Aaarrrgghhh." Ucapnya perrlahan-lahan mulai hilang kesadaraan diri,


"Arnon bangun bertahan loe ! Jangn nyerah gitu aja," Teriak Marcell

__ADS_1


Sedangkan Angel,Jerry yang berada di dalam mobil itu hanya mampu menangis tanpa berkata apapun.


Marcell mencoba memberikan pertolongan sementara pada jantung Arnon.


Dia mencoba berulang-ulang menekan dada Aron yang makin melemah.


"Came on Arnon,came on ! You can do it, came on lagi. Pleas Stella butuh kamu" Ucapnya sambil terus menerus menekan dada Arnon.


"Hiks..hiks Sayang stop." Pinta Angel


"Came on Arnon" Marcell tak mendengarkan Angel malah terus melakukannya


"Stop marcell! Stop cukup," teriaknya lalu menghempaskan tangan Marcell dari tubuh Arnon,


Hikss..hisks tangis mereka bersamaan,


"Sayang.Arnon Sayang dia gak memberikan reaksi apa-apa ," isak tangis Marcell pecah.


"Sabar sayang sabar. Kamu bisa menolongnya nanti kita sampai di Rumah sakit,"sahut Angel pelan


"Tuhan mengala kou begitu tega pada pasangan ini? Mereka saling mencintai, namun mengapa kou mencoba untuk menguji dinding pertahanan cinta mereka Tuhan. " Batin Jerry yang sepertinya mangetahui penyebab Bos sekaligus Sahabanya ada di posisi seperti ini,

__ADS_1


Jangan lupa , like dan vote sebanyak-banyaknya ya gengs,


Thank You All


__ADS_2