
Happy reading dear,
Arnon yang tidak mampu berkata apa-apa lagi langsung menghampiri Stella, berlutut di bawah kaki kekasihnya sambil menundukan kepalanya dan menggegam jemari Stella dia berkata"Maafkan aku sayang,Maaf," satu kalimat yang lolos dari mulutnya menjawab semua pertanyaan yang Stella berikan kepadanya.
Hikksss..hikkss...hue...huee
Tangis Stella semakin pecah ketika mendengar satu kalimat maaf dari Arnon.
"Kenapa kamu melakukan ini ? Apa salahku? Kenapa kamu gak mau jujur sama aku sejak awal? Kenapa arnon? Kenapa? Teriaknya menahan sakit hati di tengah tangisanya,
"Sayang aku bisa jelasin semuanya," Balas Arnon berdiri mencoba mendekap tubuh Stella untuk menenangkanya,
Namun di tepis dan di tolak oleh Stella dan juga malah dia menjauhkan dirinya dari Arnon,
"Kamu mau jelasin apa ha? Kamu mau menceritakan kisah sediih apa dengan ku haa? " bentaknya dengan suara tinggi, hal yang baru pertama kali Arnon dapatkan selama sepuluh tahun hubunganya.
"Hikkss..hikss..hikss atau kamu memang selalu bertindak sekejam ini sama aku haa?" Tanyanya lagi dengan suara yang membentak
"Jawab Arnon jawab ! Jangan diam aja ! Jawab !" Teriaknya dengan memukul-mukul tubuh Arnon,
"Sayang maafin aku. Aku terpaksa menerima semua ini karna mamah mengancam akan bunuh diri sayang, aku mohon mengertilah posisi aku saat ini Stella." Jawab Arnon yang juga terlihat mengeluarkan air matanya melihat kehancuran di hati wanitanya,
"Kenapa kamu gak cerita sama aku? Kenapa kamu menyembunyikan semuanya dari aku ? Kamu pilih aku menjadi pendampingmu buat apa jika kamu sama sekali tidak mengajak ku bertukar pikiran atas masalahmu ha ?" Balas Stella dengan suara yang sedikit melembut,
__ADS_1
Lagi-lagi Arnon hanya mampu terdiam tidak tau harus menjawab apa, karna dia memang sudah salah dari awal tidak memberi tau Stella tentang keputusan sepihaknya,
"Jahat kamu Arnon. Tega kamu sama Aku! Aku gak nyangka kamu bisa lakuin hal ini sama aku, kamu selalu bilang sama aku bahwa kamu akan selalu mencintaiku. Kamu bilang sama aku kalo cinta kamu hanya untukKu, tapi sekarang Kamu membaginya,"
"Kenapa Arnon ?Kenapa? Apa karna hubungan kita udah bertahun-tahun makanya kamu bosan sama aku iya ? Jahat kamu sama aku ."
"Aku bener-bener kecewa sama kamu."
"Sayang kamu harus tau, aku aka selalu mencintai kamu,sampai kapanpun aku gak akan pernah membagi cintaku kepada siapapun termasuk dia,"
"Busyyitt kamu! Sekarang emang enggak,tapi nanti setelah kamu menikah dan hidup bersama denganya, bohong kalo kamu gak akan membagi cinta kamu. Itu mustahil bagiku,"
"Kamu salah,jika kamu berpikir seperti itu. Karna cinta aku emang udah stuck di kamu. Siapapun yang datang mencoba mengetuk pintu hati ini hasilnya akan percuma, karna gak akan ada yang bisa menggantikan posisi kamu di hati ku." Ucapnya dengan penuh keyakinan agar Stella tidak meragukan cinta yang di milikinya.
"Mending kamu sekarang pergi deh! Biarin aku tenangin diri aku dulu. " Ucap Stella mengusir Arnon dari kamar hotel mereka.
"Sayang," Panggilnya
"Pergi Arnon ! Aku butuh waktu sendiri ." Pintanya lagi tanpa menoleh ke belakang,
Arnon yang mengerti situasi langsung melangkahkan kakiknya keluar dari kamar, memberikan waktu pada Stella untuk menenangkan dirinya,
Ckleeekkk,,dumb
__ADS_1
Suara pintu tertutup menandakan Arnon telah keluar dari kamar itu,
Aaarrrrrrggggghhhhhh
Teriak Stella sekencang-kencangnya melemparkan vas bunga ke arah television sehingga hancur bersamaan hingga tak berbentuk, lalu karna belim merasa puas dia lanjut menghancurkan semua barang yang berada di dalam kamar itu meluapkan amarahnya hingga tak terisisa,
Aaaaarrrrrrggghhhhhhh
Teriaknya lagi sejadi-jadinya dengan tangisan yang pecah, merasa bingung harus berbuat apa,hatinya begitu sakit seperti ada yang menancapkan seribu busur panah di jantungnya sangking merasakan sakit dengan pengkhiantan yang Arnon lakukan,
"Jahat kamu Arnon ,Jahat," Teriaknya sekencang-kencangnya hingga membuat suaranya menggema di dalam kamar itu,
Arnon sebenarnya tidak pergi, dia masih terduduk di depan pintu untuk berjaga takut ada hal-hal yang tidak di inginkan terjadi pada Stella,
Dia mendengar semua apa yang di lakukan Stella di dalam sana. Namun dia juga tidak berani mendekat takut Stella akan nekad . Jadi dia hanya mampu duduk dengan memeluk lututnya dan menenggelamkan wajahnya di antara kedua lutut itu, menangis dan mendengarkan semua umpatan tentang dirinya yang di teriakan Stella di dalam,
"Jahat kamu Arnon! Kamu pembohong Arnon! Kamu bilang sama aku kalo hanya aku satu-satunya bidadari di hati kamu. Apa kamu lupa dulu kita pernah berjanji untuk saling setia. Tapi kenapa sekarang kamu membawa wanita lain masuk ke dalam hubungan kita ini? Sakitt Arnon sakit,. Kamu sudah menghancurkan harapanku untuk melangkah bersamamu" Ucapnya dengan teriakan sehingga Arnon bisa mendengar semuanya.
Dan makin membuat rasa penyesalan yang sangat besar di dalam hatinya.
Jangan lupa like.komen dan dukung terus karya aku ini ya dengan cara vote aku sebanyak-banyaknya!! Terima kasih...
Follow IG Author @Andrieta_rendra
__ADS_1