Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 63


__ADS_3

Hapyy Reading !!


Disisi lain di Markas besar Cyberaya.


"Lapor Lord, saat ini Markas kita tekah diserang oleh pasukan Vicky Lord," lapor salah satu anak buahnya yang berhasil lolos dari serangan musuh yang memulai peperangan mereka,


"Apa bagaiamana bisa semua ini terjadi ? Bahkan kita belum memulainya." Jawab Arvan terkejut dengan keadaan yang berbanding terbalik dengan apa yang sudah dia dan pasukanya rencanakan.


"Informasi tentang keberadaan Princess Shea telah bocor hingga sampai di telinga musuh Lord, " jawab pengawal itu memberitaukan tentang apa yang terjadi saat ini,


"Gina segera aktivkan semua senjata dan semua robot Droit, Bos Teroroid dengan Tank Mechadroid utama sekarang! Perintahnya pada ahli tekhnologi di Markasnya,


"Baik Lord, " jawabnya lalu segara mengaktivkan semua Robot, Tank dan senjata yang mereka punya.


"Lord keadaan mulai menurun sekarang." Lapor Lucas yang sejak tadi memantau melihat dari ruangan Cctv,


"Lucas dan Valen kalian segera menjaga pintu utama ! Bawa serta 12 anak didik yang sudah kalian latih menjadi pengamanan di Cyberaya," perintahnya tegas, sambil mempersiapkan dirinya,


"Siap Lord." Jawab keduanya dan segera keluar untuk menjaga pintu utama dengan membawa pasukan lain.


"Gina apakah Iris yang saat ini digunakan oleh Shea sudah bisa diaktivkan sekarang ?" Tanyanya lagi pada ahli Itenya.

__ADS_1


"Tidak boleh Lord, Iris saat ini harus mengisi dayanya terlebih dahulu dan itu cukup memakan waktu yang sangat lama." Jawab Gina ahli tekhnologinya.


"Apakah ada cara yang lebih cepat untuk mengisi dayanya?" Tanya Arvan lagi dengan cemas


"Ada Lord, kita harus menyurkan seluruh daya dari Robot-robot yang ada disini kepada tubuh Princess Shea, tetapi itu juga membutuhkan sedikit waktu untuk menunggu." Jawabnya dengan memperhatikan dan menaganaslisa komputer-komputer didepanya


"Lakukan sekarang ! Saya dengan yang lain akan mencoba menahan pergerakan mereka hingga Iris itu bisa diaktivkan." Perintah Arvan lagi.


"Baik Lord." Jawab Gina singkat dan segera mengerjakan apa yang diperintahkan oleh tuanya.


Arvan langsung mengalihkan pandanganya kearah Stella yang di balasa senyuman tipis darinya, karan sejak tadi dia hanya diam tanpa berexpersi.


Dia langsung mendatangi adiknya yang saat ini tengah melakukan pengisian daya intuk Iris yang digunakanya saat ini,


"Entahlah kak, perasaan ku sejak tadi mendadak tidak enak, seperti ada yang sedang terluka tapi tidak tau siapa ?" Jawabnya yang juga bingung dengan perasaanya saat ini


"Semuanya sudah harus kita hadapi sekarang, apapun hasilnya nanti, kakak mohon. Kembalilah padanya ! Jangan menghukumnya seperti ini, kakak akan selalu mendukung hubungan kalian.maka cobalah untuk memaafkanya saat ini sayang." Ucapnya lagi-lagi mencoba meruntuhkan kerasnya hati Stella yang marah akan pengkhianatan Arnon,


"Aku pikirkan itu nanti kak, aku masih butuh waktu untuk menerima pengkhiantaan yang dia berikan, aku juga harus meyakinkan diriku sendiri apa aku bisa kembali menerimanya kembali saat ini." Balasnya datar


"Sepertinya kakak tau apa yang menjadi penyebab kegelisaahan mu saat ini."

__ADS_1


"Apa ?"


"Telponlah dia sebentar saja ! Tanyakan kabarnya ! Apakah dia baik-baik saja disana tanpa kamu, atau malah sebalikanya." Lagi-lagi Arvan memberikan pemikiran positif untuk adiknya.


"Baiklah kak," balasnya lalu mengambil ponselnya


Sedangkan Arvan langsung keluar mengahadapi musuh-musuhnya


Stella terlihat sedang mengotak -atik ponselnya mencari nomor yang akan di hubungi, untuk menanyakan kabar mantan kekasihnya, karna dia saat ini tdak ingin menghubungi langsung kenomor ponsel milik Arnon,


Akhirnya dia memutuskan untuk menghubungi seseoarang yang paling dekat dengan Arnon,


Tut.. tut .. tut nada sambungan telpon terdengar,


"Hallo kak ,"sapanya disaat melihat panggilan telponya terhubung


Deggg


Jantung Marcel terasa berdegup begitu kencang kala mendengar suara wanita yang saat ini tengah Dpo (daftar pencarian orang.


Sebagian gambar robot dalam imajinasi

__ADS_1



Jangan lupa berbelas kasihanlah dengannya Mimin untuk memberikan Vote , Like dan komentar sebanyak-banyaknya ya


__ADS_2