Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 102


__ADS_3

Happy Reading 👩🏼‍💻📖


Setelah membawa Jerry dan Tara ke Polres, saat ini polisi sedang menghubungi keluarga dari keduanya.


"Selamat malam pak," ucap polisi disaat sambungan telponya di angkat.


"'Malam." Jawab Arnon ketus.


"Maaf menggangu waktunya pak, apakah benar ini adalah pak Arnon?" Tanya polisi itu dengan sopan.


"Iyah pak saya sendiri. Anda dengan siapa?" Tanya Arnon bingung mendapatkan telpon semalam ini.


"Kami dari Polres pak, ingin mengabarkan, jika adik anda saat ini sedang kami tahan di Kantor kami." Sahut polisi itu memberitahukan.


"Adik saya? Ini adik saya ada didepan saya pak." Jawabnya santai.


"Maaf pak, adik anda ini bernama Jerry Morses." Balas Pak polisi.


Terdengar suara nafas Arnon yang berat menahan geram ketika mendengar nama sibiang kerok, "bikin masalah apa lagi dia pak?" Tanyanya dengan suara datar.


"Kami tadi menangkap adik bapak tengah berbuat mesum di semak-semak pinggir jalan dengan seorang wanita tukang ojek pak." Jawab polisi itu menjelaskan kejadian tadi.


"Apaaaaa." Pekik Arnon terkejut mendengar apa yang disampaikan oleh polisi tersebut.


"Tangkap aja sudah pak, masukin aja sudah dipenjara dia! Bikin malu aja." Ucapnya langsung mematikan sambungan telponya karna kesal.


Semua anggota keluarga yang mendengar apa yang dikatakan oleh Arnon langsung mamasang tampang bertanya." Jerry di tangkap polis gara-gara mesum di semak-semak pinggir jalan." Jelasnya santai.


"Apaaa." Pekik semua orang yang berada disitu. Sampai-sampai Arnon mesti menutup telinganya.


"Apa Kamu gak pernah kasih dia gaji ?" Tanya Alex pada Arnon.


"Enak saja, tuh anak aja yang gesrek otaknya. Sangking pelitnya hidupnya bayar Hotel gak bisa, kan bego padahal aku udah kasih Hotelku juga gak dipakai, malah pilih semak-semak. Sangka anak SMP." Jawab Arnon kesal.


"Sudah-sudah sekarang kita ke kantor polisi aja, kasihan Jerry, jangan sampai dia mau bunuh diri lagi." Sahut Stella menengahi.


"Tapi sayang." Wajahnya Memelas keberatan jika harus mengurusi kasus Mesum si Jerry.


"Kita semua pergi! Telpon semua Marcell dan Darren. Biar kita gak terlalu malu, jika rame kita bisa malu sama-sama." Sahut Stella mutlak.


"Fine." Jawab Arnon dengan hati yang berat.


Di kantor polisi


"Eh mas, kamu tau tidak gunanya Ktp itu apa? Kalo kamu ada apa-apa dijalan kecelakaan bagaimana mencari identitas mu?" Tanya Polisi A.


"Iya pak maaf." Jawabnya menundukan kepala.


"Ini kamu mau pacaran sama cowok kaya begini mbak?" Tanya polisi C kepada Tara.


"Enggak pak, bukan pacar ku dia," jawab Tara menolak di bilang kakasih.


"Udah kawinkan aja, dari pada porsistusi terus." Saran Polisi C


"Enggak mau pak sama dia, masa aku selalu di belikan Es kopi terus setiap kencan. Gak bermodal sekali dia pak."

__ADS_1


Jerry yang dari tadi selalu di sudutkan itu akhirnya hanya mampu terdiam menahan malu.


"Sekarang kalian jawab jujur! Kenapa kalian tadi tidur-tidur berdua di semak-semak pinggir jalan?" Tanya Polisia A untuk yang kesekian kalinya,


"Kencan pak, bapaknya sih sudah tua jadi gak tau caranya romantis ala-apa sharulkhan," jawab Jerry sinis pada beberapa polisi.


"Eh sorry ya, saya pernah muda bos, sekarang aja saya berewok, dulu saya pernah muda." Jawab polisi B degan memegangi berewoknya.


Sedangkan Tara langsung menggelengkan kepalanya pusing, dan mengganti posisi duduknya dengan mengangkat kakinya satu keatas kursi dan satunya dilipat, bagaikan duduk diwarung lesehan.


Polisi yang melihat itu langsung geram akibat ulah Tara,


"Eh duduk mu yang sopan, jangan belagu kamu! Yang sopan dudukmu."


Degan takut Tara langung menurunkan kakinya lalu menggelengkn kepalanya, "bapaknya nih ngomong kenceng-kenceng." Ucapnya blak-blakan.


"Disini suara saya tegas, bukan cempreng." Sahut Polisi A kesal.


Dan tak lama datanglah semua keluarga Lesham mendampingi Jerry.


"Permisi pak, saya Alex orang tua angkat dari Jerry." Ucap Alex sopan.


Sedangkan Arnon,Marcell, dan yang lainya menggunakan Masker dan kaca mata hitam sangking malunya. Namun berbeda dengan Pricilia yang sejak dirumah hanya sibuk memakan ciki-ciki berhadiah.


"Kami orang tua dari Tara pak,ngapa dah anak saya di tangkap pak, salah apa anak kampret itu pak?" Tanya Babe Tara yang tiba-tiba datang bersama istrinya dengan kepanikan.


"Jadi begini pak Alex dan Babe Mansyur, kamu dari kepolisian ingin menikahkan anak bapak-bapak. Agar hal seperti ini tidak kejadian lagi pak." Ucap polisi A.


"Ya kalo saya yak, kagak papah pak, ini anak guemah juga udah gadis kagak laku-laku, jadi kawinkan aja pak, nah daripada anak gue bunting kagak jelas bapaknya yakan." Sahut emak Tara.


"Oh jadi kamu lebih memilih dipenjara akibat prosistusi ya." Ancam Polisi B.


"Ya kagak juga pak." Sahut Tara pelan.


"Jadi bagaimana bapak Alex?" Tanya polisi itu pada Meminta jawaban dari Alex yang sudah dikenal sebagai orang berpengaruh di negara.


"Saya terserah mereka berdua saja pak," sahut Alex.


"Loe mau gak nikah sama gue?" Tanya Jerry langsung sama Tara.


"Kagak mau, ngelamar hari valentine kagak ada romantis-romantisnya." Sahut Tara menolak.


Angel yang geram dari tadi menahan malu akibat ulah sahabatnya itu, langsung mengedarkan pandanganya. Mencari sesuatu. Dan setelah dia melihat Bunga yang tertata rapi didalam pot di salah satu meja, dia langsung melangkah mengambil vas bunga itu dan diberikan kepada Jerry.


"Cepat lamar, nih gue dapat bunga. Sama Vasnya lagi lengkap." Ucapnya menyerahkan vas bunga itu pada Jerry.


"Dapat dimana loe ngel? Tanya Stella bingung.


"Tuh di atas meja sana." Ucapnya polis menunjukan salah satu meja tempat bunga tadi tuh bertengger.


Seketika semuanya langsung menepuk jidad bersamaan melihat tingkah Angel.


Dan tak menunggu waktu lama, dengan bermodal vas bunga yang dipinjam, Jerry berlutut didepan Tara dan melamarnya." Maukah kamu menikah denganku?" Tanyanya dengan lantang disaksikan oleh seluruh polisi yang tadi meggerebek mereka.


Tara langsung tercengang dengan sikap Jerry yang romantis tanpa modal." Saya mau menikah denganmu kalo seluruh laki-laku didunia ini sudah mati habis." Pekiknya menjawab Lamaran Jerry.

__ADS_1


Dan karna mengerti, semua laki-laki yang berada disitu menjatuhkan dirinya berpura-pura mati.


Sedangkan babe Tara hanya tertawa melihat tingkah bodoh seluruh pria yang termasuk polisi-polisi tua yang berada disitu. Namun suara tawanya seketika berhenti disaat mendapatkan tatapan tajam dari Enyak Tara dan Mamah Elena.


Dengan menelan salivanya kasar akhirnya dia mengambil posisi untuk menjatuhkan dirinya.


Tara yang melihat tak ada lagi laki-laku yang masih berdiri langsung menatap Jerry panik." Mampus dahlah Loe Tara, mati aja loe kelaut sana." Batinya mengenaskan.


"Mana cincinya kalo loe mau lamar gue?" Tanya Tara mencari alasan menggagalkan pernikahaan paksa ini.


"Ini cincin bagus." Sahut Pricilia yang sedari tadi hanya diam memakan Ciki-ciki berhadiahnya.


"Kamu dapat dimana cincin ini Cil?" Tanya Angel polos.


"Oh ini dari ciki-ciki yang kumakan." Jawabnya tanpa dosa.


Seketika semuanya langsung menganga mendengar jawaban polos Pricilia yang lemot.


"Nah, ambil ini !setelah keluar dari sini baru kamu belikan cincin yang asli." Ucap Stella menengahi.


"Baik bos geng." Sahutnya menerima cincin mainan berhadiah itu. Dan langsung disematkan di jari manis Tara tanpa mampu menolak lagi.


"Ya sudah sekarang kita tunggu penghulu aja menikahkan keduanya." Sahut Polisi A yang sudah bangun dafi kematian pura-puranya.


"Mas kawinya mana?" Tanya nyak Tara yang bingung menanyakan mas kawin untuk anaknya.


"Mas kawin apa lagi?" Tanya Jerry bingung.


"Ya mas kawin lah untuk disebutkan nanti pas ijab kabul." Sahut Elena kesal dengan pertanyaan Jerry.


"Oh berapa? Darren mana pinjam uangmu! Dompetku ketinggalan di mobil depan restoran tadi." Ucapnya tanpa malu.


Plaakkkk Babe Mansyur langsung menoyor kepala Jerry. "Eh monyet, dimana-mana yang namanya mas kawin itu harus uang pribadi! Bukan pinjam." Ucapnya kesal.


"Tapi babe, dikantong saya cuman ada 15.000 mau ?" Tanyanya menantang.


"Iya dah,dari pada air putih atau sendal jepit yakan kaya diTv-tv." Sahut nyak Hamidah.


"Nyak Be, yakali anaknya dihargai 15.000." Sahut Tara kesal.


"Kamu tenang aja Tara, sekarang mas kawin kamu 15.000, nanti sampai di apartemenya kamu tagih dia 1.5 Miliyar." Sahut Angel tanpa dosa yang langsung mendapatkan tatapan tajam dari Jerry.


"Aapaa." Bentak Angel yang menatap Jerry balik.


"Tapi pak, Jerry ini beda agama dengan Tara." Sahut Stella yang baru menyadari pebedaan mereka berdua.


"Tidak masalahnya nyonya, karna nanti dia akan dibimbing oleh Ustad penghulu untuk menjadi mualaf dulu sebelum ijab kabul." Balas Polisi B itu.


"Baiklah pak kalo bisa seperti itu." Balas Stella lega.


Jerry yang mengenaskan 😆😆



To be continue.

__ADS_1


__ADS_2