Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 68


__ADS_3

Happy Reading !!


Marcell,Kenan dan Tenry langsung menundukan kepalanya menangis atas apa yang di lihatnya saat ini,


"Kamu liatkan Ten, kamu liat akibat keegoisan kamu yang memaksanya menerima cintamu," cerca Marcell sinis kepada Tenry,


"Maaf." Hanya kata itu saja yang bisa keluar dari bibirnya saat ini,


"Sekali lagi aku momohon padamu dengan sangat Tenry, lepaskan dia! Biarkan Stella kembali kepada posisi yang sebenarnya." Ucao Marcell lagi selembut mungkin agar Tenry mengerti bahwa dia tidak ada hak lagi untuk memelih saat ini.


"Aku akan melepaskanya Cell," lirihnya pelan namun masih bisa jelas didengar oleh Marcell dan juga Kenan,


"Apa kamu serius Ten?" Sahut Kenan yang sedari tadi hanya diam mendengarkan penuturan setiap penuturan yang dikeluarkan


"Ya,aku akan melepaskanya disaat Arnon sendiri yang menyerahkan surat itu kepadaku, karna aku ingin Arnon sendirilah yang menceraikan aku !" Ucapny tegas


"Aku masih ingin merawatnya. Aku akan pergi, jika dia yang meminta ku untuk pergi dan mengembalikan posisi Stella nantinya." Ucapnya lemah, krna dia juga tidak akan bisa memilih egois saat ini.

__ADS_1


"Kamu -" belum sempat Kenan menyelesaikan kalimatnya.


Drt..drtr suara ponsel milik Kenan berdering, menandakan sebuah panggilan vidio masuk, dan dengan wajah yang malas dia segera mengmbil ponselnya yang berada disaku celananya,


Degggggg jantungnya seakan mau lompat keluar dari tempatnya, tanpa basa basi dengan wajah yang berubah gembira dia langsung segera menganggakat panggilan itu, sehingga terlihat jelas kebahagian yang terpancar didalam dirinya.


"Hallo sayang,akhirnya kamu menghubungi ku juga. Apakah kamu merindukan ku ? Atau sekarang kamu akan kembali ?" Tanyanya berderet hingga membuat si penelpon melongo tidak tau mau menjawab yang man telebih dahulu.


"Kenan, aku merindukanmu." Ucap si penelpon yang memilih tidak menjawab semua pertanyaan dari Kenan,


"Aku juga merindukanmu Valen." Ucapnya bahagia karna saat ini wanita yang begitu dicintainya,wanita yang sudah memporak porandakan kehidupanya, wanita yang sudah membawa pergi separuh jiwanya. Kini kembali menghubunginya.


Sontak Marcell, Tenry dan yang paling utama Arnon langsung menoleh kearah Kenan yang tadi menyebutkan nama Valen, sahabat dari Stella, dan saat ini pasti dia juga sedang bersama Stella


Arnon langsung mencabut oksigen yang sejak tadi terpasang mulutnya,


Dia langsung tersenyum dan meminta Kenan untuk mendekat kearahnya,

__ADS_1


Kenan yang mengerti kode dari Arnon, langsung menganggukan kepalanya singkat, dan langsung mendekat kearah adik sepupunya itu,


"Ehm Sweetheart Stella mana ?" Tanyanya pada kekasihnya karna tau jika saat ini Arnon sedang mencari sosok wanita yang sangat dicintainya,


Dengan ragu Valen langsung mengarahkan kameranya kearah Stella yang saat ini tengah pingsan akibat kelelahan tadi,


"Stella kenapa ?" Tanya Arnon yang akhirnya mengeluarkan suara seraknya dan mulai menangis, entah kenapa sekarang dia sangat cengeng lebih mudah menangis jika berbau hal tentang Stella.


"Berbahagialah kamu Arnon, aku menghubungi kalian karna ingin memberitahu, bahwa Stella sudah berhasil megakhiri semuanya, dia berhasil Arnon, dia berhasil mengendalikan Dunia dan menghabisi musuh-musuhnya, dia berhasil." Ucap Valen yang ikut menangis entah merasakan bahagia karna tugasnya menjaga Stella sudah selesai atau menangis sedig karna melihat kondisi Arnon yang sudah sekarat, karna sebelum dia pergi, dia sudah mengetahui bahwa Arnon mempunyai sebuah penyakit jantung yang sudah sangat parah, tapi dia belum memberitahu Stella karna belum menemukan waktu yang pas,


"Stella sayangg liat aku," serunya memegang ponsel Arnon dan menaikan sedikit volume suaranya agar Stella bisa mendengarkanya, karba saat ini dia sangat-sangat ingin mendengar suara kekasihnya itu,


Dan disisi lain, lagi-lagi Tenry menahan sakit dihatinya, dia merasa benar-benar seperti sampah bagi suaminya. Bagaimana tidak, dia yang sejak tadi berusaha merawat suaminya, berusaha memberikan perhatian pada suaminya, tapi suaminya sama sekali tidak meresponya, sedangkan saat ini, suaminya tengah berusaha meminta respon dari kekasihnya,


"Tuhan sakit, tolong jangan hukum aku dengan semua rasa sakit ini Tuhan,aku terlalu hancur jika melihat tatapan cinta yang begitu besar dimata suami aku untuk kekasihnya,lalu aku dianggap apa ?" Batinya merintih sakit, dia menangis dan menutup mulutnya agar tangisnya tidak terdengar oleh orang-orang disekitarnya termasuk Marcell yang sejak tadi menghakiminya.


Jangan lupa tinggalkan jejak untuk Mimin yah gengs .🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


Terima kasih pembaca setia Mimin. 😘


__ADS_2