Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 31


__ADS_3

Happy reading dear.!!


Sore itu mereka semua mengahabiskan waktunya bermain dan berenang di bawah derasnya Air Terjun yang sangat indah itu,


Detik demi detik sama sekali tak terlewatkan menjadi kebahagiaan bagi mereka.


Canda dan tawa terhiasi di dalam kebersamaan mereka,menikmati setiap Waktu yang akan mereka simpan rapi menjadikan kenangan indah untuk nantinya.


Berharap selamanya akan selalu merasakan kebahagian seperti ini.


Teruslah tersenyum di saat kou mengingatku.


jangan hilangkan senyum indah di wajah cantikmu.


Aku akan pergi dengan membawa sejuta kenangan indah bersamaMu


Maaf aku tak bisa menepati Janjiku untuk selalu disisiMu,


Tidak bisa menemanimu di kala Senja ketika magic hour menghampiri,


Dan tidak bisa menghangatkan tubuhmu di kala Malam Sunyi,


Keegoisan diri perlahan mulai surut menyadarkan ku,bahwa kou tercipta bukan untuk ku,


Ya benar aku mencintaimu,akan tetapi TAKDIR terus berjalan perlahan membuat kita harus TERPISAH,


-------Arnon Giovano Lesham--------


Waktu telah menunjukan pukul 06.00 sore, semuanya telah kembali ke kamar mereka masing-masing untuk bersiap-siap dinner malam,


"Dear kamu mandi gih sana,baru siap-siap! Aku dah mandi nih tinggal kamu aja yang belum," Ucap Stella setelah menyelesaikan ritual mandinya,dan menyuruh sang kekasih yang sibuk memainkan game online di ponselnya itu agar segera mandi.


"Siap nyonya,aku mandi dulu yah." Jawab Arnon langsung berdiri melangkahkan kakinya menuju ke Kamar Mandi,


Tak lupa dia mendaratkan satu kecupan di bibir Stella yang sedang berdiri mengeringkan rambunya yang basah.


Cuppppp

__ADS_1


"Aku mandi dulu yah,"Pamitnya dengan senyum


"Ih ya udah mandi sana cepetan! Bau deh ah,"jawabnya dengan mendorong tubuh Arnon menuju ke Kamar Mandi agar cepat bersiap.


Setelah pintu Kamar Mandi tertutup, Stella lanjut mengeringkan rambutnya yang masih sedikit basah.


Drtttt..drttt


Suara getaran ponsel menandakan sebuah pesan masuk di ponsel milik Arnon,


Stella yang melihat itu langsung mengambil ponsel Arnon mengecek siapa yang mengirimkan pesan pada kekasihnya.


"Mamah," Ucapnya di saat melihat nama Mamah yang mengirimkan pesan,


Karna penasaraan akhirnya dia membuka pesan itu,


"Jangan lupa besok Lusa adalah hari Perinkahaanmu! Jangan membuat keluarga malu karna kamu lari dari Pernikahaan ini! Ingat itu!!" Isi pesan dari Elena mamah Arnon,


Deeggg


"Ini maksudnya apa ya?" Tanyanya pada diri sendiri,


Dertt ..derrtt


Lagi-lagi pesan dari Elena masuk, mengirimkan sebuah foto undangan Pernikahaan yang tercetak nama sang kekasih Arnon dan juga sahabatnya Tenryola dan sudah menetapkan tanggalnya pada besok lusa,


"Gak ini gak mungkin kan,ini pasti cuman mimpi," Ucapnya meyakinkan dirinya sendiri,


"Ini pasti Editornya yang salah mencetak nama pada undangan itu."Ujarnya lagi-lagi meyakinkan dirinya bahwa ini hanyalah sebuah kesalahan, walaupun air matanya perlahan mulai menetes membasahi pipinya,


Sambil menarik nafasnya panjang mencoba menghapus air matanya dan menenengkan dirinya sendiri"Arnon gak mungkin mengkhianati aku. Gak mungkin , ini pasti ada kesalahan." Ucapnya yakin namun dia merasakan sakit di hatinya dan merasakan keraguan di dalam sana,


Cekleekk


Pintu kamar mandi terbuka, Arnon telah menyelesaikan ritual mandinya,


"Sayang baju aku mana ya?" Tanyanya dengan santai karna belum melihat Stella yang sedang menangis,

__ADS_1


"Sayang kamu dengar gak sih?" Panggilnya namun tetap tidak mendapatkan jawaban dari kekasihnya,


Karna bingung melihat Stella yang duduk disisi tempat tidur dan membelakanginya, akhirnya Arnon memutuskan untuk melangkah ke arah Stella.


"Sayang hei kamu kenapa? Koq tiba-tiba nangis?" Tanyanya disaat melihat Stella menutup wajahnya dengan kedua tanganya menyembunyikan tangisanya.


Arnon menangkup wajah stella dengan kedua tanganya dan menghapus lembut air mata Stella menggunakan ibu jari miliknya.


"Ada apa?kasih tau aku! Kan aku udah pernah bilang jangan pernah sembunyikan apapun dari ku"Ucapnya di saat tatapan mata mereka saling bertemu,


"Lalu bagaimana denganmu? Apakah ada yang kamu sembunyikan dariku?" Tanya Stella balik bertanya kepada Arnon,


"Apa maksudMu sayang?aku gak pernah menyembunyikan apapun dari kamu." Jawabnya penuh keyakinan,


"Sure?"Tanyanya dengan mengalihkan padanganya ke arah ponsel milik Arnon,


Arnon yang merasa bingung pun mengikuti arah tatapan mata Stella yang menuju ke ponselnya,


Karna penasaraan dia langsung mengambil ponsel miliknya dan mengecek apa yang membuat Stella menangis,


Degggg


"Shiiittt." Umpatnya dengan amarah melemparkan ponselnya ke dinding hingga hancur tak tersisa,


"Tuhan akhirnya yang aku takutkan terjadi saat ini,apa yang harus aku lakukan sekarang?" Batinya bingung bagaimana cara menjelaskan pada Stella.


Stella yang melihat emosi Arnon langsung berdiri di belakang tubuh kekasihnya dengan menjaga jarak,


"Katakan sama aku bahwa yang di katakan sama mamah kamu itu bohongkan!"


"Bilang sama aku bahwa Editor itu yang salah mencetak Nama pada undangan itu!!"


"Benarkan Arnon katakan sama aku bahwa semua ini bohongkan! Kamu mencintai aku kan, kamu gak mungkin mengkhianati aku kan Arnon?" Serunya dengan suara yang mulai meninggi memeberikan sederet pertanyaan,


Jangan lupa like.komen dan dukung karyaku dengan memberikan vote sebanyak-banyaknya ya! Terima kasih ..


Follow IG Author @Andriet_rendra

__ADS_1


__ADS_2