Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 93


__ADS_3

Happy Reading 👩🏼‍💻📖


Disebuah Mansion besar Keluarga Lesham,


Terlihat Valen dengan ragu melangkahkan kakinya masuk kedalam Mansion itu, rasa takut mengahadapi kemarahan Kakanya benar-benar membuat dia jadi gugup.


"Hufft bismillah." Ucapnya dengan mengucapkan penuturan keyakinan barunya.


Dengan perlahan dia melangkahkan kakinya masuk kedalam Mansion, namun dia tidak melihat siapapun didalamnya." Semuanya pada kemana ya?" Tanyanya pada diri sendiri.


Dan terlihat seorang pelayan Mansion lewat dihadapanya." Bi semunya pada kemana ya?" Tanyanya pada pelayan itu.


"Oh semuanya lagi berkumpul di Ruang keluarga nona." Jawab pelayan itu dengan santun.


"Ohh baiklah, makasih ya." Ucapnya lembut.


"Sama-sama nona." Balas pelayan itu.


Valenpun dengan langkah yang gemetar dia terus berjalan menuju ruang keluarga, menemui semuanya yang sedang berkumpul.


"Eh Valen, kamu dari mana aja ?" Tanya Stella yang melihat sosok Valen baru saja datang.


"Dari luar," jawabnya singkat dengan senyuman canggung, lalu dia melirik ke arah Lucas yang selalu memasng mode iblisnya. Dan membuatnya langsung meneguk salivanya dalam-dalam.


Brukkkkk dia menjatuhkan dirinya berlutut didepan semua keluarga Cyberaya dan Lesham, tanpa ada rasa malu atau apapun.


"Valen apa-apaan kamu?" Tanya Stella yang terkejut melihat apa yang dilakukan oleh Valen sahabatnya.


"Mi dispiace, sono hiks.(maafkan aku. Aku)" ucapnya gugup.


"Che c'è Valen? Dimmi in fretta! Quali errori hai commesso?( ada apa Valen? Cepat katakan! Kesalahan apa yang telah kamu lakukan?" Bentak Lucas yang melihat raut wajah bersalah dari Adiknya


"Lucas, non urlargli contro.(Lucas, jangan membentaknya!)" Ucap Arvan yang tidak suka melihat wanita dibentak.


"


"Mi dispiace, sono hiks.(maafkan aku. Aku.)" lagi-lagi dia hanya mampu meminta maaf tanpa bisa menjelaskan apa alasanya.

__ADS_1


"Dillo a Valen! Non avere paura (katakan Valen! Jangan takut!)" ucap Alex lembut sebagai orang tua.


"perdonami che si è convertito all'Islam per diventare un musulmano (maafkan aku, karna aku sudah berpindah agama islam dan menjadi seorang muslim)hiks..hiks." Ucapnya lantang dengan tangisan ketakutan.


"Whaatt" pekik semuanya secara bersamaan, terkejut dengan pengakuan Valen.


Plaaaakkkk satu tamparan keras berhasil mendarat dipipi mulus milik Valen yang dihadiahkan dari Lucas sang kakak.


Terlihat Lucas memandang Valen adiknya dengan penuh kemarahaan dan rasa emosi. Bagaimana tidak, adiknya yang sedari dulu dilajarkan dan dibesarkan dalam kehidupan nasrani, kini berpindah keyakinan menjadi seorang muslim.


Dia sangat kecewa, pasalnya sebejat-bejatnya perbuatan dirinya, tidak pernah sekalipun bermain-main dalam masalah keyakinan. Tapi sekarang dengan lantang adiknya berbicara jika dia berpindah menjadi seorang muslim.


"Lucas, perché l'hai schiaffeggiato?(Lucas, mengapa kamu menamparnya)!" Bentak Arvan yang tidak terima melihat Lucas menyakiti Valen yang sudah dianggap sebagai adiknya.


"Come hai potuto fare quel Valen? Non ti ho mai permesso di fare niente di tutto questo.( kenapa kamu melakukan hal itu Valen? Aku tidak akan pernah mengizinkan kamu melakukan hal ini." Bentaknya emosi tidak perduli dengan sekelilingnya.


"Mi dispiace, sorella, questa è una mia decisione. Voglio andare con Kenan e sposarlo con la stessa fede.( maafkan aku kak, ini adalah keputusan ku. Aku ingin ikut bersama dengan Kenan, menikah denganya dengan keyakinan yang sama." Ucapnya menunduk ketakutan.


"No Valen, non te lo lascerei mai fare, se Kenan non venga con te. Non venire mai con lui.(tidak Valen, aku tidak akan pernah mengizinkan kamu melakukan hal itu! Jika Kenan tidak ingin ikut bersamamu. Maka jangan pernah kamu ikut bersamanya!" Bentak Lucas menggila,


Namun dia tidak bisa melakukan apapun, dia paling pantang meyakiti Fisik adiknya.


Karna mereka juga tidak pernah mengetahui keistimewaan dari agama islam sehingga Valen tertarik kedalamnya.


Namun berbeda dengan Elena, dia tau tentang islam karna orang tuanya menganut agama yang sama dengan Valen saat ini.


Dia tau bagaimana posisi Valen saat ini, dia pernah merasakan posisi Valen saat ini,


Bagaimana dia harus memilih takdir dan cinta dan juga keluarga atau belahan jiwanya.


Namun pada saat itu Elena memilih belahan jiwanya karna mempertahankan Bayi yang dikandungnya. Sedangkan Valen memilih belajan jiwanya murni karna rasa cinta yang dia miliki.


"Perché stai facendo tutto questo Valen? Sapete chiaramente che siamo tutti dalla religione del cristianesimo( Kenapa kau melakukan semua ini Valen? Kamu tahu dengan jelas bahwa kita semua dari agama Kristen)." Ucap Stella lembut.


."Basta, qualunque sia il motivo per cui non voglio più sentirlo, d'ora in poi tu e Kenan non mostrerete mai la mia faccia di fronte a me, se succede. Allora non esiterò a togliersi la vita( cukup, cukup, apapun alasanya aku sudah tidak ingin mendengarnya lagi, mulai sekarang jangan pernah kamu dan Kenan menunjukan wajah didepanku , jika hal itu sampai terjadi. maka aku tidak akan segan-segan menghabisi nyawanya)." Ucap Lucas mengancam.


"Lucas apa yang kamu lakukan dia adik kamu." Bentak Stella dengan bahasa indo agar kakaknya Arvan tidak mengetahui pembicaraan mereka.

__ADS_1


"Aku sudah peringatkan, jika kamu tidak kembali pada agamamu, maka jangan pernah menganggapku sebagai kakakmu lagi. Dan jangan pernah menampilkan wajahmu didepanku!" Ucapnya tegasmenggunakan bahasa indo karna jika Arvan mengetahui pembicraanya, maka si penguasa Dunia itu bisa marah besar.


"Kakak hikss, jangan begini kak hiks..hiks." Tangisnya bersujud di bawah Kaki Lucas.


"Pergi Valen ! Sebelum aku lepas kendali." Dia mengusir Valen agar tidak menyakiti adiknya.


"Tidak kak, ku mohon jangan begini hiks..hiks." Tangisnya memohon ampun pada kakaknya.


"Pergi Valen!"


"Kak hiks..hiks."


"PERGI!" teriaknya lantang mengagetkan semua orang yang berada disitu.


"Lucas jangan kasar!" Bentak Stella.


"Valen, jika memang ini adalah keputusan kamu, aku mendukung mu.Ti libero dai tuoi voti che mi saranno fedeli per sempre. Ora che puoi vivere con l'uomo che ami, sii felice( aku bebaskan kamu dari sumpahmu yang akan setia kepadaku selamanya, sekarang kamu bisa hidup berbagia dengan pria yang kamu cintai, berbahagialah)" ucapnya dengan senyuman lembut berbahasa italia, agar kakaknya itu tau bahwa dia melepaskan Valen dari sumpahnya untuk kebahagian Valen sendiri.


"Sei sicura di Stella? ( apa kamu yakin Stella)?" Tanya Arvan memastikan jawaban adiknya.


"Sì, fratello, ora sono sposato, e Arnon si prenderà cura di me ora( ya kak,sekarang aku sudah menikah, jadi Arnon yang akan menjaga ku sekarang)" ucapnya penuh kebahagian dan di jawab anggukan kepala oleh Arvan.


"Berbahagialah Valen, aku akan selalu mendukungmu, agama bukanlah suatu penghalang bagi kita untuk tetap menjalin suatu ikatan persaudaraan," ucapnya lembut menatap Lucas yang sedang dalam mode emosi.


"Mungkin Lucas saat ini sedang Schok aja, dan aku yakin marahnya dia tidak akan lama," ucapnya menenangkan Valen yang takut di buang oleh kakanya.


"Tapi." Ucapnya ragu.


"Kami akan datang kepernikaahanmu dan kak Kenan, Kami akan mendampingimu sebagai keluarga." Balas Arnon yang sedari tadi hanya diam saja.


"Iya, seandainya Om Alex Beragama islam mungkin Om Alex siap menjadi walimu, tapi sayang tidak bisa." Ujarnya menguatkan Valen.


Sedangkan Lucas saat ini langsung melangkahkan kakinya keluar, dia terlalu marah saat ini untuk melihatwakah sang adik.


Tapi dia juga berjanji pada dirinya bahwa dia tidak akan menggangu kehidupan adiknya meskipun itu bertentangan dengan Izin darinya.


Meskipun dia masih berat menerima adiknya yang berpindah keyakinan. Namun didalam hati kecilnya berharap jika itu adalah pilihan terbaik untuk adiknya, dan Kenan benar-benar akan mencintai dan membahagiakan wanita kesayanganya.

__ADS_1


To be continue


__ADS_2