Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 8


__ADS_3

Happy Reading !!


Terlihat kedua pasangan itu tengah serius menyiapkan masakan mereka masing-masing, dapur yang tadinya bersih berubah menjadi kapal pecah akibat pasangan yang terlihat ingin memenangkan kompetisi mereka,


Setelah satu jam lamanya, akhirnya merka telah menyelesaikan masakan masing-masing dan membawanya ke meja untuk sama-sama mencoba hasil karya mereka, terlihat dari bentuk saja mereka sudah tidak yakin untuk memakanya,


Sambil meneguk salivanya mereka perlahan mencoba masakan yang sudah mereka order sebelumnya.


Hoek .. hoek..


Reaksi keduanya serasa mau muntah akibat makanan yg mereka buat.


"Apa ini kamu mau buat aku hipertensi ya kebanyakan garam kaya gtuh, mana rasanya gak jelas lagi asin iya, manis iya kenapa gak sekalian asam kmu ketak di sini sayang." Kata Arnon sambil terbatuk menahan mual akibat memakan masakan Stella.


"Ih kamu jngan senang dulu ya,nih coba deh pancakenya , kamu mau buat aku diabetes ya ? Atau kamu mau buat aku overdosis kegemukan akibat masakan kamu yang sangat sangat manis ini. Kamu pake berapa banyak gula sih ? Jangan-jangan persedian gula kita kamu pake semua lagi ," Sahut Stella yg juga menahan mual.


Seketika ke duanya langsung tertawa tebahak-bahak karna kekonyolan mereka, " udah deh gak usah sok nantang-nantang kalo sama-sama gak bisa."ledek Stella menertawakan Arnon.


"Dasar kamu ya ." Arnon langsung menggelitik pinggang Stella dan di balas dengan tawa bahagia dari kekasihnya,


Arnon begitu bahagia setiap harinya jika bisa melihat tawa bahagia dari Stella, tak perlu barang mewah ataupun hadiah apapun untuk membuat wanitanya itu bahagia, hal-hal sederhana yg dia sering lakukan pun dia rasa sudah membuat kebahagian kesayanganya itu.


"Setidaknya jika suatu saat aku pergi dari kehidupan kamu. Banyak kenangan yang akan kamu ingat tentang ku sayang, dan aku harap setelah kepergianku senyum dan tawa ini tetap ada di dalam dirimu. Aku berharap Jangan hilangkan itu. Karna ketika nanti aku sudah tiada aku akan jauh lebih bahagia ketika bisa melihat kamu bisa tertawa bahagia tanpa ku ." gumamnya dalam hati dengan memeluk tubuh Stella yg tak terasa air matanya pun menetes. Stella yg merasakan tetesan air mata kekasihnya itu langsung mebalikan badanya dan menangkupkan wajah Arnon dengan kedua tanganya,


Cup

__ADS_1


Kecupan singkat yg dia berikan di bibir Arnon


"Kenapa?" Tanyanya


"Tidak sayang." sambil menggelengkan kepalanya langsung memeluk tubuh Stella"Aku hanya takut kalo tidak bisa lagi melihat senyum dan tawa indah mu ini nantinya ," jawab Arnon dengan memeluk tubuh wanitanya.


"Sayang hey."panggilnya melepaskan pelukan itu dan menggam tangan Arnon. "Percaya sama Tuhan, bahwa dia akan selalu memiliki rancangan-rancangan buat kita para umatnya. Kita hanya bisa berusaha untuk mempertahankan kebahagian kita ini, tapi jika suatu saat Tuhan mengambilnya. Akupun merasa juga tidak akan pernah sanggup, makanya aku selalu minta sama tuhan untuk mengambil nyawa ku sehari sebelum tuhan mengambil nyawa kamu."Lirihnya sedih


"Karna bagi aku kamu tuh nyawaku, nafasku,Jantungku dan kalo misalkan kamu gak ada di sampingku , aku gak tau apa yg terjadi di kehidupanku karna tanpa kmu aku pasti membuat hidup ku rapuh, lemah dan sakit jiwa " ucapnya sambil mengalihkan memejamkan matanya berharap bahwa itu tidak akan pernah terjadi di kehidupanya.


"Iya sayang aku gak akan pernah pergi dari hidup kamu, akan selalu bersama kmu menemani mu, mencintaimu sampai detik terakhir kehidupanku " ujarnya meyakinkan Stella yg telihat ikut meneteskan air matanya


"Udah ya gak usah sedih-sedih lagi, aku lapar nih." Melas Arnon yg merasakan jika cacing di perutnya sudah mendemo minta makan karna jam pun telah menunjukan angka satu siang wajar saja kalo perut ke duanya sudah mendemo minta di isi.


"Ya terus kita makan apa dong ? ini kan gak bisa di makan,"Tanya Stella sambil memajukan bibirnya menggemaskan,


"Ya sudah kita makan apa yang ada dulu, kita makan mie instan ya cepat dan gak ribet, cocok sma perut yang udah laper benget," Tawarnya yang mendapat anggukan dari Stella.


Mereka akhirnya sibuk memasak mie instan sebagai menu lunch mereka , kenapa memilih mie instan ? Karna jika memasan makanan online pasti akan memakan waktu lebih lama lagi sedangkan perut mereka sudah sangat-sangat lapar.


Sebenarnya kalo mereka mau, mereka tinggal meminta sesorang untuk mengantarkan makanan dari restoran miliknya itu pun bisa. Tapi mereka berdua adalah tipe orang yg paling tidak suka merepotkan oranng lain hanya karna ha-hal yang sepele.


Setelah makan siang dengan semangkuk mie instan mereka pun langsung melakukan kegiatan masing-masing,


Arnon yg memilih ke ruang kerja miliknya untuk mengecek jadwal-jadwalnya,sedangkan Stella memilih untuk membersihkan dapur dan Apartemenya yg telihat sangat brantakan.

__ADS_1


Meraka berdua memang tidak ingin mengambil asisten rumah tangga untuk membersihkan apartemen milik mereka ,karna Arnon yang tidak suka berintraksi dengan orang asing membuat Stella enggan mengambil seorang pembantu karna Arnon akan murka jika ada seseorang menyentuh barang-barang pribadi miliknya selain Stella, bahkan kepada adiknya Arga saja dia akan marah jika arga berani menyentuh barang-barangnya apa lagi meminjam tanpa izin , sudah membuat siapapun yg dekat dengan dirinya itu paham akan sikap angkuh dari Arnon,


Jika seseorang baru mengenal Arnon, pasti akan mengira bahwa Arnon adalah pembunuh berdarah dingin, tapi bagi Stella, Arnon itu bagaikan sosok pria hangat yg mendambakan kasih sayang darinya,


Di saat dia membersihkan ruang tamunya dia melihat foto-foto mereka terpajang rapi di setiap dinding dan sudut ruangan, senyum pun terukir di bibir indahnya melihat foto-foto yg dimanab setiap gambarnya memiliki kisah cerita mereka, sekilas dia jadi teringat di saat pertama kali mengenal Arnon, dia hanyalah seorang pria yg sok keren dan pemberani. Padahal dia adalah seseorang yang penakut. Pria yang sangat malas sekali, hingga bertemu dengan Stella yang selalu rajin mengajaknya olahraga. Jogging pagi ataupun sore, gym untuk membentuk otot-otot badanya . Dan ilmu bela diri dan kegesitan yg dia miliki pun dia dapatkan di bawah pendidikan dari agen-agent Cyberaya, selama tiga tahun dia pergi dari rumah untuk belajar melindungi diri dan dunia,


Teringat betapa malasnya Arnon jika di ajak untuk jogging atapunberolahraga ringan,


"Aku gak nyangka bahwa aku akan mendapatka cinta yg sangat besar darimu." ucapnya dengan senyuman


Terlihat Arnon yg keluar dari ruang kerjanya, dia melirik ke arah Stella yang sedang asik menatap foto-foto kenangan mereka.


Dia langsung segera berjalan memeluk Stella dari belakang, dan mengecup singkat kening Stella.


"Kenapa?" tanya Arnon


"Gak papah sayang. Hanya senang aja gak terasa kita udah menjalin hbungan sejauh dan selama ini." Jawabnya singkat dengan senyuman.


"Karna kamu adalah takdir ku makanyanya aku akan melakukan apapun untuk kita selalu bersama." Janji nya dengan masih memeluk tubuh Stella dari samping . Dan mengusap puncak kepala Stella.


"Oh ya sayang. Malam ini kita dinner malamnya ngumpul bareng teman-temanku ya, mereka ngajakin ngumpul karna udah lama gak ketemu. Mau kan sayang " tanyanya kepada Stella


"Iya sayang , teman kamu kan teman ku juga " balasnya dengan tersenyum


Jangan lupa like, komen dan vote yah gengs☺️

__ADS_1


Thank you very much karna udah mau membaca karya ku ini 🙏🏻


Happy reading 🥰


__ADS_2