Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 99


__ADS_3

Happy Reading 📖👩🏼‍💻


"Kalo wanita seperti Tara saja tidak mau menjadi pacar ku, lalu siapa yang akan mau sama aku Tuhan?" Jawabnya dengan nada yang sangat-sangat putus asa.


"Baik aku mati saja, dari pada menahan malu sudah 29 tahun belum nikah hikss.hikss." Tangisnya memelas.


Lalu dia mengambil sebuah tali yang digantungkan.


Dan mengambil sebuah kursi agar dia bisa lebih tinggi kalo mati.


"Seandainya ada jodoh disana nanti, aku ingin bertemu bidadari surga."permintaan terakhirnya sebelum meninggal beneran.


Jerry langsung mengambil nafas panjang-panjang, lalu dia mulai memasukan kepalanya kedalam tali itu, dan siap untuk mengambil nyawanya.


"Selamat tinggal Dunia, selamat tinggal bos Arnon dan Bos geng dan semua teman-teman." Ucapnya terakhir kali dan dia segera menutup matanya frustasi.


Tiba-tiba dari Arah Luar terlihat sosok Darren yang sedang membuka pintu apartemen milik Jerry karna dia sudah tau paswordnya,


Dan disaat dia masuk, Darren langsung melihat Jerry yang sedang ingin melakukan percobaan bunuh diri.


"Loe lagi ngapain Jer?" Tanya Darren polos, padahal dia sudah liat jelas kalo Jerry mau bunuh diri.


"Main Bola." Jawab Jerry kesal pada Darren yang memberikan pertanyaan bodoh.


"Iyahkah?" Balasnya menatap kearah Jerry yang memperlihatkan wajah emosi.


"Anak-anak sebentar di traktir makan sama Bos Arnon di Restoranya." Ucap Darren memberitahukan Jerry rencananya. Padahal niatnya tadi mau numpang cari makan.


Terlihat Jerry seperti sedang diam dan berpikir, "ayo sudah kalo begitu." Ucapnya langsung turun dan mengurungkan niatnya untuk gantung diri.


"Tapi saya kira kamu tadi mau gangung diri?." Tanya Darren memancing emosi Jerry.


"Lain kali aja." Jawabnya santai dan angsung berjalan keluar seperti tidak terjadi masalah apapun.


Darren langsung menghubungi Marcell, dan Angel untuk menemaninya menenangkan temannya yang somplak putus asa karna cinta.


Padahal aslinya juga Tara hanya wanita yang dipaksa menjadi kekasihnya.


Darren membawa Jerry ke kantor milik Arnon di Cyberaya.


Dan saat itu Marcell juga tiba, dan mereka masuk bersamaan kekantor besar itu.


Semua mata memandang mereka, dan mereka membalas dengan senyuman. Berbeda dengan Jerry yang memperlihatkan wajah dinginy, bak CEO yang kejam.

__ADS_1


Padahal maka barusan udah kaya cewek aja putus cinta mau bunuh diri.


Setelah sampai didepan ruangan Arnon, mereka melihat kearah meja sekertaris Yuli, "apakah Arnon ada didalam ?" Tanya Marcell dengan sangat ramah.


Yuli langsung memandang wajah ketiganya, dan terpesona melihat ketampanan Marcell, dia langsung memasang tampang yang sok cantik untuk menggoda Marcell dengan membusungkan sedikit dadanya yang lumayan besar." Pak Arnon ada koq mas di dalam." Jawabnya dengan suara yang dibuat-buat selembut mungkin.


"Oh." Jawab Marcell singkat dan langsung berjalan tanpa mengucapkan satu katapun. Karna Marcell sangat membenci orang yang tebar pesona terhadapnya.


"Cikhh sombong sekali, buta kali matanya gak tertarik sama aku yang sexy seperti in." Ucapnya membanggakan diri sendiri.


Ckleeekkk Darren membuka pintu ruangan Arnon dan terlihat sang empunyanya yang sedang serius dalam mengerjakan pekerjaanya.


"Ngapain kalian disini?" Tanya Arnon tegas.


"Kami mau mengantarkan tersangka bunuh diri." Jawab Marcell santai.


"Bunuh diri? Siapa bunuh diri)" tanya Arnon bingung dengan menyeritkan dahinya.


"Nih eh, adikmu tercinta." Tunjuk Darren pada Jerry.


"Ngapain Kamu mau bunuh diri Jer?" Tanya Arnon tegas.


"Capek aku, godain sana sini cewek gak ada yang mau." Jawabnya lemas.


"Wah bisa juga ternyata seorang Arnon Giovano, menyarankan aplikasi tidak bermutu seperti itu." Sahut Darren yang tampak meremehkan.


"Cikhh, saya hanya menyarankan saja." Jawabnya santai.


Jerry telihat sibuk memainkan ponselnya mencari jodoh. Dan dalam hitungan menit dia bisa mendapatkan cewek banyak. Dan tinggg dia mendapatkan gebetan untuk jalan malam ini.


"Wah makasih bos, aku udah dapat. Kalo begitu aku pulang dulu ya, mau siap-siap." Pamitnya langsung nyolong berlari untuk balik keapartemnya.


Arnon langsung menatap bingung kearah Marcell dan Dareen yang hanya dijawab kedikan bahu singkat.


Drrtt..drtt notifikasi masuk diponsel miliknya.


Notifikasi itu berisi laporan dari ponsel milik Stella, jika istrinya itu menggunakan telpon dan menghubungi siapapun, dia akan tau.


Dan saat ini tengah masuk pesan di ponsel istrinya dan ponselnya dia langsung membuka karna nomornya tidak dikenal.


+62xxxxxxxxxxxxxxx


Dalam waktu 15 menit saya dan tuan jordan akan datang menemui anda dirumah sakit nona muda, tuan muda juga bilang, jika dia sangat merindukan Anda,

__ADS_1


Bughhhhh Arnon langsung meninju meje kerjanya membuat kedua sahabatnya itu terkejut melihat tingkah Arnon.


Tanpa bicara apapun Arnon langsung keluar dari ruanganya menuju rumah sakit istrinya dalam mode emosi meninggalkan kedua temanya itu.


"Shiiittt sialan, aku gak akan pernah biarin siapapun merebut istriku dari tanganku, lihat saja akan ku bunuh pria itu jika berani menggoda istriku. Stella milik ku hanya milikku, semua yang ada di dirinya adalah milikku, gak boleh ada orang lain yang bisa mengambil kesayanganku, gak akann." Ucapnya penuh emosi karna mendapatkan nomor lain


Setelah beberapa menit dia mengendarai mobilnya kini dia telah sampai di parkiran Rumah Sakit, dan betapa terkejutnya dia melihat istrinya yang sedang beradu laga dengan seorang pria.


Dia gak suka melihat itu, dia sangat marah karna ada seorang pria berani menyakiti istrinya.


Dan disaat dia baru keluar dari mobilnya,


Plaaakkk pria itu menampar wajah Stella dengan sangat keras. Arnon lansung naik pitam menghampiri pria itu.


Dia langsung memberikan bogeman mentah untuk pria yang bernama Jordan dan itu.


Bugghhhh Arnon memukulnya dengan sangat keras hingga Jordan Tersungkur di tanah.


Dan disaat Jordan ingin bangkit melawan Arnon, kaki Arnon sudah terlebih dulu menginjak punggung belakang Jordan.


"Sayang, tangan mana yang tadi dia gunakan untuk menampar wajahmu?" Tanya Arnon datar kearah istrinya,


"Tangan kanan sayang," jawab Stella dengan suara yang sperti menahan sakit.


Kreettteekkkkk


Aaarrhggghhhhhhhhh Arnon dengan membabi buta mematahkan lengan milik Jordan, pria yang berani menampar wajah istrinya.


Setelah dia memastikan tangann Jordan benar-benar patah, Arnon berjalan meninggalkan Jordan dan mendekati Stella laku meraba pipi istrinya yang tampak memerah akibat tamparan Jordan.


Arnon menatap Jordan yang sedang di bantu oleh asistenya . "Itu balasan untukmu yang berani menampar istriku. Bahkan selama sepuluh tahun bersamanya aku tidak pernah menampar atau memukulnya. Dan kau berani sekali menampar istri kesayanganku," ucap Arnon dengan tegas.


Dia melihat pria itu sedang dibantu oleh asistenya untuk mendaptkan perwatan di Rumah sakit miliknya,


Namun dia langsung menahan langkah kedunya." Aku tidak mengizinkan pecundang mendapatkan perawatan di rumah sakit milikku. Lebih baik kalian pergi dari sini, cari rumah sakit lain!" ucap Arnon dengan nada sombongnya.


" Tapi tuan saya membutuhkan penanganan dengan cepat!"!tegas Nik asisten Jordan.


"Saya tidak peduli, cepat pergi dari sini !"Arnon sengaja mengusir mereka, dia tidak akan pernah rela menolong orang yang berani menyakiti istrinya.


Nih Mimin kasih Visualnya bang Darren.


__ADS_1


To be continue


__ADS_2