Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 91


__ADS_3

Happy Reading 📖👩🏼‍💻


"Cihhhhh, aku tidak akan pernah mengakuinya sebagai Kakek ku!" Jawab Arnon emosi karna cerita dari Elena yang menyatakan bahwa Dirga menolak kehadiran Arnon di Dunia ini.


"Arnon kakek melakukan semua itu pasti ada alasanya." Seru Kenan membela dirga.


"Sudah cukup! Kita bukan mau membahas masalah keluarga kalian disini! Lucas selesaikan semuanya segera!" Pekiknya yang sudah sangat bosan dengan keadaan melow yang diciptakan mereka.


"Kenan jika kamu mau menikah dengan Valen, maka kamu harus menjadi bagian dari Cyberaya! Tapi jika kamu tidak mau, maka kami tidak akan memaksamu!" Ucap Arvan tegas.


"Arnon, untuk saat ini Lucas yang akan mendampingimu, sebelum kamu mendapatkan Asisten baru. Karna Jerry akan tetap di Lesham Grup bersama dengan Arga." Ucapnya mengakhiri perdebatan masa lalu keluarga.


Sedangkan Kenan hanya mampu menduku kepalanya malu atas penolakanya pada kedua keluraga yang paling berkuasa itu.


"Baik kak." Jawabnya mematuhi perintah Arvan.


"Baik saya rasa semunya sudah selesai,rapat ini sudah bisa dibubarkan sekarang!" Ucap Arvan mengakhiri semuanya dan melangkah pergi menuju kamar yang telah disediakan eh Alex di mansionya.


Disusul dengan Alex, Elena dan juga Lucas yang ikut melangkahkan kakinya pergi.


"Ya sudah jika begitu kami pamit duluan juga ya." Sahut Marcell,


"Iya gue juga mau balik nih, nanti Citra ada penerbangan lagi soalnya." Balas Darren yang dianggukan kepala oleh Citra.


"Baiklah, hati-hati dijalan ya!" Jawab Stella melihat teman-temanya itu sudah melngkakan kakinya keluar.


Sedangkan Kenan langsung pergi tanpa pamit pada Arnon.


Stella yang melihat itu langsung menatap tajam kearah Arnon,dan di jawab dengan mengedikan bahunya singkat.


"Friska mau balik bareng abang tidak?" Tanyanya pada sekertaris Kenan.


"Maaf bang, tapi saya sudah di jemput sama Suami saya." Jawabnya menolak


Jerry yang mendengar kalimat suami dari Friska langsung lesu, " Baru mau PDKT ternyata sudah ada suaminya." Gumamnya dalam hati.


"Oh" jawabnya singkat sok cuek, dan langsung melangkahkan kakinya keluar, akibat menahan malu menggoda istri orang.


"Nahloh buaya buntung main pergi aja." Jawab Stella.


"Biarkan saja dia pergi sayang, ini sekarang waktunya untuk kita berdua." Ucap Arnon yang mulai menciumi leher jenjang Stella dari belakang.


"Dear ini tuh ruangan Rapat," tegur Stella saat Arnon mulai meraba gunung kembarnya.


"Sayang kamu udah berapa hari kasih aku puasa, aku udah gak tahan." Jawabnya dengan penuh nafsu bermain di gunung milik Stella.


"Aaaahhhhhh." Suara Desahan Stella lolos begitu saja disaat Arnon mulai memberikan tanda kepemilikanya.


"Arnon jangan disini, nanti ada yang liat." Ucapnya mulai terbawa nafsu kenikmatan.


Namun Arnon tidak menjawabnya sama sekali, dia langsung membuka baju Stella. Dan mulai bermain dan meminum Asi.


"Aahhhhhh." rancau Stella yang mulai merasa tidak karuan


"Sayang aku merindukan mu." Ucap Arnon ditengah-tengah minum asi.


"Sayang nanti diliat orang." Balasnya di tengah-tengah kenikmatanaya.


"Sayang kita sudah menikah, jadi sah-sah ajakan." Jawabnya enteng.


Dan disaat mereka tengah Morena.

__ADS_1


Cklekkk Jerry membuka pintu itu perlahan, dan betapa terkejutnya dia melihat pemandangan panas didepanya.


😳😳 kedua matanya melotot sempurna melihat vidio morena nyata didepanya.


"Astaga mataku ternodai hiks..hikss." Ucapnya memelas lalu menutup pintunya perlahan agar tidak ketahuan oleh Arnon jika tadi dia mengintip.


Tiba-tiba dari belakang ada yang menegurnya." Kamu ngapain disini?" Ucap Alex membuat Jerry terkejut.


"Eh kuntil basi." Latahnya karna di kagetin oleh Alex.


"Om, bikin kaget aja sih." Jawabnya mengelus dadanya.


Alex langsung menyeritkan dadanya bingung melihat tingkah Jerry.


"Kamu mau ngapain?" Tanya Alex sekali lagi.


"Tadi mau ambil dompet yang tertinggal didalam Om. Tapi didalam lagi ada adegan panas jadi gak boleh masuk. Ya sudah ya Om saya pulang dulu . Bye." Ucapnya berlari takut dimarahin oleh Alex karna mengintip putranya Morena.


"Uhkkk selamat." Serunya mengusap dadanya dan mengatur nafasnya karna habis berlari.


Dia langsung masuk kedalam mobilnya dan mengendarai mobilnya memecah jalanan ibu kota.


"Sepertinya aku mau mampir dulu membeli es kopi itu, lumayan ademin hati habis liat adegan panas kan tadi." Ucapnya konyol pada dirinya sendiri.


Namun disaat dia baru memarkirkan mobilnya dipinggir jalan. Tiba-tiba ada sebuah motor ojek online menabrak mobilnya.


Bugghhhhh ojek online itu menabrak bagian belakang mobilnya.


Jerry langsung keluar untuk melihat siapa yang menabrak mobilnya dari belakang." Woy loe gak punya mata ya.!" Pekiknya kepada sang penabrak.


Pengemudi itu langsung membuka helmnya, dan terlihat lah wajah cantik dari sang pengemudi ojek online yang merupakan seorang wanita cantik.


"Punya lah Om ini mata saya dua." Jawabnya santai menunjukan kedua matanya.


"Om-Om, enak aja loe manggil Gue Om, kapan-kapan gue nikah sama Tante loe." Bentaknya tak terima dipanggil Om.


"Lah orang muka udah tua gitu mash aja gak terima dipanggil Om, dasar aki-aki." Balas penabrak itu santai.


"Wah ngelunjak nih anak. Saya gak mau tau kamu harus ganti rugi!"


"Berapa Om, jangan mahal-mahal ya ntar saya gak bisa bangun tidur besok."


"Lima."


"Lima apa Om? Lima ribu ? Atau lima puluh ribu?"


"Lima ratus juta." Jawabnya menampilkan wajah songong.


"Paan mobil lecet segini doang lima ratus juta, loe mau naik haji ha?" Bentak Tara tidak terima.


"Terserah kalo elo gak mau ganti, gue laporin loe kepolisi mau loe." Ancam Jerry melihat tidak aa ketakutan sama sekali dari wajah Tara.


"Laporin aja sana! Gue gak takut, nangi gue bilang lah kalo elo itu memeras anak di bawah umur." Ucapnya menampilkan senyuman liciknya dan langsung melangkah ingin pergi dari situ.


Namun tanganya malah ditahan oleh Jerry." Mau kemana Loe? Urusan kita belum selesai!" Ucapnya menarik tangan Tara,


"Lepasin tangan gue!"


"Enggak."


"Lepasin!"

__ADS_1


"Enggak."


"Lepasin gak!"


"Kalo gue gak mau gimana? Pokonya kamu harus bayarlima ratus juta!" Bantaknya sekali lagi.


Tara merasa sangat kesal karna dari tadi Jerry hanya membentaknya saja.


Dia langsung maju dan menarik tangannya paksa. Hingga Jerry terjatuh beberpa jengkal kebelakang.


Bughhhhhh Jerry yang terhempaskan tangan Tara, langsung tertabrak oleh mobil yang lewat.


"Woyy berhenti! jangan kabur woy." Teriak Tara pada mobil yang menabrak Jerry.


"Ayo cepat pokoknya kita suruh tanggung jawab dia, suruh ganti rugi satu miliar." Jawab Tara membantu Jerry berdiri dan berjalan mendatangi penabraknya.


"Kenapa satu miliar? Emangnya aku semahal itu?" Tanya Jerry polos


"Kan biar 500jutanya aku kasih ke kamu sebagai uang ganti rugi,dan 500 jutanya untuk aku kah ." Jawabnya santai sambil memopong tubuh Jerry mendatangi si penebarak.


"Kalo dia gak mau kasih macam mana?" Tanya Jerry.


"Kita pukul saja dia." Jawab Tara penuh keyakinan.


"Cikhh emang kamu berani?"


"Jelaslah. Nih ya kamu liat." Ucapnya langsung menggedor kaca mobil orang yang menabrak Jerry.


Karna disaat dia merasa menabrak orang dia langsung menepikan mobilnya untuk bertanggung jawab.


Bugghhh bugghhh bughhh." Woy buka! Buka!" Bentak Tara sambil menggedor-gedor kaca mobil sipenabrak Jerry.


Srreeett kaca mobil itu terbuka perlahan dan menampilkan sosok pria matang didalamnya yang lengkap menggunakan seragamnya.


Sontak Tara dan Jerry yang melihat itu langsung terkejut dan segera menampilkan wajah memelasnya dan mengatupkan kedua tanganya memohon.


"Astaga, maafkan saya. Itu teman kamu gak papah kan? Apa perlu dibawa kerumah sakit ?" Tanya pria matang itu.


"Hiks..hiks gak papah Pak, memang teman saya yang salah Pak,jadi kalo bapak mau tabrak lagi silahkan aja pak, soalnya cita-citanya kaya suka ditabrak Pak." Jawab Tara memelas ketakutan.


"Benar gak papah!" Jawab Polisi itu.


"Iya Pak," jawab Jerry dan Tara serentak.


"Baiklah jika begitu saya permisi dulu ya! Saya buru-buru." Pamit polisi itu disaat sudah mengetahui korbanya tidak terluka.


"Iya Pak, silahkan", jawab Tara sopan.


"Okelah Anak muda, kalian hati-hatinya." Pamit polisi itu dan berlalu pergi.


"Ahhhhh tangis Jerry terduduk dipinggir jalan" kenapa tadi kamu gak pukul dia?" Tanya Jerry memelas.


"Pukul sana polisi itu kalo kamu mau mati!" Jawabnya menatap mobil polisi yang sudah berlalu itu.


Visual Katara Almahyra



To be continue


Jangan lupa Like,komen dan Votenya ya gengs 🥰

__ADS_1


__ADS_2