Terpaksa Mengkhianati

Terpaksa Mengkhianati
Chapter 70


__ADS_3

Happy Reading!!


"Aleng." Lirihnya pelan memanggil Valen.


Sontak Arnon langsung bersemangat 45, dan langsung mengambil alih, ponsel milik Kenan itu lagi,


"Stella sayang." Panggilnya lemah.


Tak lama kemudian munculah wajah Stella didalam panggilan vidio itu, dia terbangun dari pingsanya dan mendengar Valen sedang memaki-maki seseorang, maka dari itu dia langsung memanggil Valen,


"Stella sayang." Ucapnya lagi disaat melihat wajah wanita yang sangat dicintainya, sampai dia tidak bisa menahan air mata kebahagiannya pun jatuh membasahi pipinya.


"Arnon." Lirihnya pelan langsung menundukan kepalanya,


"Stella sayang, kenapa kamu pergi dari aku ? Bahkan kamu pergi tanpa mengucapkan apapun kepadaku." Ucapnya meminta penjelasan dari kekasihnya


"Arnon, cukup hapus air matamu itu! Arnon dengarin aku, kita memang harus seperti ini, kita udah tidak bisa meneruskan ini semua," balasnya juga dengan tangisan kepedihan.


"Tapi kenapa Stella ? Bukankah kita masih saling mencintai. Tapi kenapa kamu memilih untuk pergi ?"


"Arnon jika aku bisa memilih, aku akan tetap memilih bertahan dengan kamu, bertahan dengan hubungan kita ini. Tapi semua itu percuma Ar, percuma. Kamu taukan mereka tidak merestui kita Ar, aku capek dengan ini semua,hikss..hikss." Tangisnya pecah


"Kembalilah sayang, aku mohon. Aku janji sama kamu aku akan menentang semua keputusan mereka, kita akan menikah sayang, aku sudah tidak perduli dengan restu darinya, pleas sayang kembali, maafin aku hiks." Ucapnya frustasi

__ADS_1


"Jangan Arnon ! Kamu jangan pernah menentang orang tuamu! Karna cintaku tidak ingin ada pertengkaran didalamnya, aku mohon mengertilah posisi kita, sekarang kamu sudah bersamanya, berbahagialah ! Aku siap terluka didalam hubungan kita ini, biar aku yang tersakiti Arnon, biar aku, hiks..hiks." Ucapnya dengan memukul-mukul dadanya.


"Ku mohon jangan seperti ini sayang."


"Pleas Arnon kita udah harus berakhir, aku ikhlas jika kamu bersamanya, tapi aku tidak akan pernah ikhlas, jika kamu selalu menangis dan sakit seperti ini. Belajarlah untuk mencoba menerima semuanya sayang." Pintanya perlahan agar Arnon mau mengerti keadaan saat ini.


Mendengar semua perkataan dari Stella membuat hati Arnon benar-benar panas saat ini. Dia langsung menjatuhkan ponsel itu, dan dengan gesit Kenan langsung menagkap ponselnya agar tidak terjatuh,


Arnon langsung mencabut paksa infus ditanganya,dan berjalan gontai mendekat kearah jendela kamar ituh, dia menatap keluar dengan air mata yang terus mengalir.


"Arnon apa-apaan kamu? Kendalikan dirimu ." Sahut Marcell yang khawatir dengan kondisi Arnon


Bughh, tiba-tiba dia meninju dinding dengan tangan kosongnya, hal yang selalu dia lakukan jika sedang menahan amarah yang sangat besar ketika bersama dengan Stella, dan suara tinjuan dinding itupun terdengar oleh Stella yang masih aktiv dipanggilan ponsel,


Sedangkan Tenry yang melihat itu langsung menjadi pucat ketakutan, dia menggeserkan tubuhnya sedkit menjauh dari Arnon.


Terlihat darah segar sedang mengalir dari telapak tanganya yang digunakan untuk meninju tadi.


"Argghhhhhhhhh." Teriaknya histeris menghancurkan semua barang yang berada diruangan itu,


Memecahkan apapun yang bisa dipecahkan, dia benar-benar merasa deperesi sekarang! Rasanya jika bisa dia langsung membunuh dirinya agar benar-benar hilang dari Dunia ini.


"Aarrrrrrgggghhhh Stellllaa kamuu milik ku. Kenapa kamu pergi sayang? Kenapa ? Hiksss..hiksss. Stelllaaaa. Ku mohon kembalilahh ." Teriaknya benar-benar seperti orang sakit jiwa yang tengah kerasukan jarang goyang,

__ADS_1


Stella langsung mematikan panggilan itu, dia benar-benar tidak sanggup mendengar jeritan Arnon yang selalu memanggil namanya, hal yang sama juga dilakukan olehnya, dia pun juga menangis histeris menghantupkan kepalanya berulang-ulang kedinding, lalu memukul-mukul dadanya yang sesak saat ini, bukan inginnya untuk meninggalkan kekasihnya. Namun keadaan yang memaksanya, dia memang sudah bisa mengakui statusnya kemata Dunia , namun bukan itulah penyebab utama Elena tidak merestuinya, melainkan sebuah dendam masa lalu yang ditujukanya pada orang tua Stella, yang harus di imbaskan pada hubunganya.


Sebenarnya Elena sudah mengetahui identitasnya yang asli, dan ketika Elena mengetahui itu semua, dia menjadikan itu sebagai alasan yang membuatnya benar-benar tidak bisa bersama Arnon.


"Stella. Katakan sama aku apa yang harus aku lakukan agar kamu mau kembali sama aku, Stellaaaaa ." Jeritanya menggila.


"Arnon kendalikan dirimu Arnon." Sahut Marcell yang langsung membuatnya melirik tajam kearah Marcell dan langsung mendekatinya dan menarik kerah kemeja yang saat ini sedang di pakai olehnya


"Berikan padaku! Berikan aku suntikan kematian sekarang ! Marcell bunuh aku sekarang ! Buat jantung aku ini berhenti untuk berdetak sekarng !"teriaknya di depan wajah Marcell,


"Hiks..hiks ." Suara tangisan Tenry lolos dari bibirnya dan membangkitkan jiwa iblis didalam diri pria itu,


Sontak Arnon hilang kendali mendekat kearah Tenry dan langsung mencengkaram dengan sangat kuat leher Tenry, mencoba membunuh wanita yang menjadi penyebab dirinya kehilangan Stella,


"Uhuk..uhuk.Arnon le..pass." Pintanya yang sudah mulai kehabisaan nafas dengan memukul-mukul lengann kekar Arnon.


"Kamu pantas mati ! Karna kamulah penyebab Stella meninggalkan ku, kamu harus mati ! Kamu harus mati !" Ucapnya dengan otak yang benar-benar sudah kehilangan kewarasaan


Stella yang paling dicintai Arnon



jangan lupa Like,Komen dan Vote Mimin sebanyak-banyaknya ya 🙏🏻🙏🏻

__ADS_1


__ADS_2