
Happy Reading !!
"Hiks..hiks.. tolong Ar ampun, lepasin aku!" Dia benar-benar merasakan sakit dikepalanya akibat rambutnya yang di jambak dengan keras oleh Arnon.
Pria itu seakan tuli tidak mendengar jeritan kesakitan yang dilontarkan Tenry, dia malah merasa belum puas sama sekali, lalu dengan menarik paksa rambut Tenry dia melangkahkan kakinya menuju kamar mandi. Tenry yang benar-benar kesakitan langsung mengikuti langkah kaki Arnon, sebab rambutnya yang masih di jambak oleh Arnon.
Di dalam kamar mandi dia langsung mengatur water heathernya menjadi batas maximal air panas, lalu langsung menyiram ke tubuh istrinya tanpa perdulu jeritan kesakitan yang di lontarkan Tenry.
Tok..tok..tok . Suara ketukan pintu berulang-ulang dan sangat keras didepan kamar Alex dan Elena.
"Ada apa bi? Tanya Alex yang langsung membuka pintu kamarnya.
"Anu Tuan besar, nona Tenry disiksa dengan tuan muda Arnon di kamarnya tuan." Lapor bi salmah kepala pelayan rumah mereka.
"Apaa," pekik Alex hingga membangunkan Elena.
"Ada apa sih ribut-ribut?"tanyanya dalam posisi setengah mengantuk.
Tanpa menjawab Alex dengan panik langsung berlari menuju Lift rumahnya, "Ayo cepat kita keatas ! Tenry bisa mati disiksa Arnon," ucap Alex yang sangat panik mendengar putranya kembali gelap mata menyiksa sesorang.
Alex,Elena dan kepala pelayan salmah saat ini tengah berlari menuju lantai tiga rumahnya dengan menggunakan Lift menuju kamar Arnon.
"Sakit..Ampun Arnon ampun." Jeritan Tenry menangis terdengar hingga di depan Lift. Hingga ketiga orang yang baru saja keluar dari dalam Lift itu langsung berlari menuju kamar Putranya.
__ADS_1
"Arnon. Apa-apaan kamu ? Stop ! Dia bisa mati." Pekik Elena melihat putranya yang tengah menyiram tubuh istrinya dengan menggunakan air panas dan menggosoknya dengan sangat keras menggunakan sikat toilet yang ada di kamar mandi, hingga mengeluarkan darah-darah segar dan merah-merah akiibat air panas.
"Hiks.. Arnon, kenapa kamu bisa setega ini dengan istri kamu ?" Elena menangis melihat tubuh Tenry yang sudah penuh dengan darah dan bekas-bekas memar di tubunya.
"Hiks..Arnon ampun, maafin aku ". Ucapnya walaupun sudah dalam keadaan setengah sadar menahan sakit.
Namun lagi-lagi Arnon seperti kehilangan kewarasaanya,dia langsung mencekik leher Tenry didepan mamah dan papahnya tanpa perduli tangisan dan teriakan mamah dan papahnya.
"Hiks Arnon jangan begini pleas ! Lepaskan dia nak !". Rintihan Elena memukul-mukul tangan anaknya agar terlepas dari leher Tenry,
Namun dia semakin menguatkan cengkraman cekikan tanganya dileher Tenry, hingga wajah wanita itu sudah terlihat mulai membiru karna kehabisan nafas.
"Arnon lepaskan dia! Kamu taukan jika Stella akan marah besar jika kamu sampai membunuhnya ." Bujuk Alex dengan membawa nama Stell.
Arnon sontak langsung melepaskan leher Tenry setelah medengar ucapan papahnya." Ya papah benar, bisa marah besar dia kalo aku sampai membunuh wanita ini. Astaga aku sampai lupa," jawabnya santai seperti tidak merasa bersalah sedikitpun.
"Papah ingin bicara sama kamu. Ke ruangan papah sekarang !"
"Baik pah." Jawabnya lalu kembali menatap Tenry yang menangis kesakitan di pelukan Elena,
"Aargh Arnon," jeritnya lagi dan lagi karna Arnon mencengkram erat kedua pipinya.
"Arnon sudah cukup." Pekik Elena yang sudah tidak sanggup melihat putranya menyiksa istrinya tanpa ampun,
__ADS_1
"Dengarin! Jangan pernah lewatin batas kesabaran saya. Sadari posisi kamu sedari awal ! Ingat itu !" Ancamnya lalu menghempaskan dengan kuat wajah Tenry, namun karna dia sudah tidak sanggup menahn sakit ditubuhnya, akhirnya dia jatuh pingsan di pelukan Elena.
"Arnon, Tenry pingsan." Ucap Elena.
"Terus. Ya kubur aja langsung !" Jawabnya santai tanpa dosa.
"Arnon Giovano ." Pekik Elena yang sudah habis kesabaran menghadapi puta pertamanya,
Namun bukanya perduli, dengan santai dia berjalan keluar kamar mandi dan menstrilka tanganya yang tadi meyentuh Tenry, dan setelah itu dia langsung mengambil baju kaosnya dan menegenakanya.
"Bi..bi ayo bantu saya mengangkat tubuh Tenry ke atas tempat tidur. Lalu segera panggilakan Dokter untuk memeriksa menantuku!" Ucapnya panik.
"Jangan tempatkan dia di atas tempat tidurku, ingat itu !" Sahutnya penuh penekanan.
"Arnon dia istri kamu, lalu kalo tidak disini, dimana ?" Tanya Elena kesal.
"Diluar karena disofapun juga tidak boleh ," jawabnya santai.
Dengan cepat para pengawal pria yang berada di rumahnya itu, dengan cepat langsung menggendong tubuh Tenry dan membawanya menuju kamar tamu di lantai dua Rumahnya.
Namun lagi-lagi Arnon seperti buta huruf , karna dia tidak sama sekali menengok ataupun berempati kepada tubuh Tenry yang sudab berada di gendongan salah satu pengawaal rumahnya.
Dia juga langsung melangkahkan kakinya menuju ruangan Alex .
__ADS_1
Jangan lupa meninggalkan jejak yah gengs !!
Terima kasih !!